FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 43



"Maaf kak...Jia lama ya"


Jia berteriak dari kejauhan dan lari menghampiri Aiden yang tengah menunggunya di depan gedung Apartemen.


"Kamu kemana aja sih lama banget..."


"Ayok buruan masuk nanti kamu telat...kalo telat jangan salahin kakak yaa.."Ucap Aiden sembari ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


"Iya..iya...Lama lama kakak nih cerewet banget deh..."


Ucap Jia lalu ia menyusul Aiden untuk segera masuk ke dalam mobil,Kini mereka berdua telah masuk ke dalam mobil dan Aiden pun segera melajukan mobilnya.Disisi lain kini Dara sedang memasak dan membantu membuat sarapan bersama dengan para pelayan di dapur,Suasana di rumah Dara saat itu sangat baik begitu nuga Dara yang berusaha untuk tetap bertahan terlihat tidak terjadi apa apa.Semua makanan yang di siapkan para pelayan sudah siap dan Dara pun beralih memindahkan makanan itu ke meja makan,Bibi Arumi yang baru datang menghampiri Dara ke meja makan yang tengah menuiapkan sarapan itu.


"Dara??.."


"Kamunya udah bangun...pantesan aja tadi bibi bangun kamu engga ada di kamar ternyata sibuk di sini toh..."Ucap Bibi Arumi sembari ia menjalankan kursi rodanya.


"Aaahh iya...Bibi sudah bangun ya..Sini sarapan dulu Dara udah buatin makanan kesukaan Bibi..."Ucap Dara sembari ia meletakkan sebuah mangkuk yang berisi sup di meja.


"Sebentar Dara bantuin..."Ucap Dara.


Setelah itu Dara langsung menghampiri sang Bibi dan mendorong kursi Roda sang Bibi menuju ke meja makan,Wajah bibi Arumi terlihat sangat terkagum kagung saat melihat makanan di atas meja.


"Wahhhh...kamu masak ini sendirian kah...banyak banget.."Ucap sang Bibi sembari memuji masakan yang Dara masak untuknya.


"Bukan Dara yang masuk semua itu..cuma sebagian aja ko Bi sebagian lagi mbak mbak yang ada di dapur tadi..."


"Dan liat Dara masakin Bibi mamakanan kesukan bibi sebentar..."Ucap Dara sembari ia mengambil sesuatu di dapur.


"Wahhh apa itu seperti spesial sekali nih...."Ucap Sang Bibi sembari melihat Dara yang ada di dapur untuk mengambil sesuatu.


"Iya dong ..."


Dara datang dengan membawa sebuah kuali kecil yang masih sedikit panas ke meja makan dan menyuguhkan pada sang bibi,Bibi Arumi mencium sebuah aroma yang datang dari kuali itu yang sangat familiar baginya dan Bibi arumi begitu terkejut sekaligus senang melihat makanan itu.


"Sup Udang telur???..."


"Kamu masih ingat makanan kesukaan Bibi Dara????"Ucap Bibi sembari ia tersenyum sumringah melihat apa yang di depannya itu.


"Iya dong masa Dara lupa sama makanan kesukaan Bibi...Dara buat ini perlu latihan loh Bi engga gampang ternyata...Dara hampir nyerah karna susah banget..."Ucap Dara dengan senyuman di wajahnya dan kemudian ia menyyangga dagu nya dengan ke dua tangan nya.


"Cobain dong...enak apa engga nih.."Ucap Dara yang menyuruh sang bibi untuk mencoba makanan yang telah ia buat.


"Iya...Engga kamu suruh cobain pasti Bibi makanan dong...apalagi ini masakan pertama kamu yang bibi coba "Bibi Arumi pun mengambil sendok dan mencoba masakan Dara.


Saat mencoba makanan yang di buat Dara untuknya itu,Saat Bibi Arumi memasukkan makanan itu ke dalam mulut nya Bibi Arumi sedikit terkejut merasakannya. Namun,Bibi arumi memilih untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya dan melihat ke arah Data yang seakan ingin mengetahui bagaimana masakan yang ia buat,Bibi Arumi pun memikirkan sesuatu di otaknya.


"Bagaimana Bi??...Apa enak kenapa bibi diam aja"


"Daru raut wajah Bibi enggak enak ya...Huaaaa padahal Dara latihan setengah mati malah itu engga enak..."Ucap Dara sembari dengan Nada merengek.


Bibu Arumi yang melihat Ekspresi Dara ia oun tersenyum dan mengatakan sesuatu" hahhaha...enga enga...ini Enak ko...malah enak banget...Bibi jadi keinget waktu Bibi pertama kali makan ini dulu di buatkan sama ibu Bibi.."Ucap sang Bibi sembari mencubit hidung Dara.


"Adu Bibi Sakit jangan cubit hidung Dara...Bibi engga bohongkan tadi ekspresi bibi engga nunjukin kalo itu enak.."Ucap Dara dengan cemberut.


"Itu ena-"


"Apa yang enak ??...Kalian engga bagi bagi nih.."Ucap Frass yang baru datang ke meja makan.


"Kamu udah dateng Frass??..."Ucap bibi Arumi yang melihat Frass.


"Iya ma..tadi kalian bahas apa??..Apa yang enak nih??.."


"Ini Dara buatin Mama Soip udang telur enak banget...mama suka banget bisa di masakin Dara maknaan kesukaan mama.."Ucap Bibi sambil menunjukan masakan Dara yang ia makan tadi.


"Benarkah??..."


Frass melihat ke meja makan yang sudah ada beberpaa makanan dan ia melihat ke arah makanan yang di tunjukan sang ibu hanya mengangguk anguk saja dan duduk di meja makan sambil melihat laptopnya,Dara yang memang tak suka jika seseorang dengan makan tapi malah fokus ke hal lain ia menyuruh Frass untuk meletakkan laptopnya.


"Kakak mau kerja apa makan??.."Ucap Dara dengan nada menyindir.


"Apa??...Ini kakak mau makan...dan juga kerjaan kakak penting buat persentasi nannti.."Ucap Frass.


"kakak taruh aja dulu laptopnya dan fokus makan...Dara engga suka kakak bawa laptop atau hal lain ke meja makan...buat engga fokus makan "Ucap Dara dengan nada Datar.


"Haaahh...Baiklah tuan putri...Saya menuruti printah anda dan saya akan mematikan laptop saya...apa kau senang sekarang.."Ucap Frass sembari ia menghela nafas.


"Akhirnya ada yang kamu dengarkan Frass..."Ucap ibu Frass dengan tersenyum melihat anaknya yang menurut apa yang di katakan Dara.


Frass hanya diam dan menghela nafas lalu ia memakan sarapannya dan bisa menikmati nya tanpa laptop atau pekerjaannya saag sedang makan,Temoat berpindah pada Aiden yang sedang menyetir mobil mengantarkan adiknya menuju ke sekolah.Di dalam mobil mereka berdua hanya diam tak saling berbicara karna mengingat hal semalam,Jia dengan mata sebabnya karna menangis tafi malam melihat ke arah luar jendela mobil dan Aiden hanya melihatnya.Di tengah diam nya itu Jia melihat ke arah langit dari jendela mobil dan mengatakan suatu hal yang membuat Aiden langsung menoleh terkejut ke arah Jia.


"Kakak..."


"Menurut kakak Jia hidup di dunia ini untuk siapa??..Apa kakak tahu??..."Ucap Jia dengan suara lirih.


Aiden yang mendengar jantungnya langsung berdegub cepat.


"Apa yang kau katakan...tentu saja untuk Kakak...Oma ...Paman kan...Kamu kesayangan kami tahu.."Ucap Aiden.


Jia yang mendengar jawaban Aiden ia oangsung menoleh Menghadap ke arah Aiden.


"Apa kalian benar benar sesayang itu pada Jia??.."


"Tentu saja..Apa pernah aku berbohong??"


"Lalu...Kenapa Oma,Paman dan yang lain nyembunyiin tentang mama dan papa Jia...Setiap Jia bertanya tentang mereka kalian selalu diam saja.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...


... ...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...