FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 91



Alez pun pergi dengan motornya itu meninggalkan Area rumah Dara,Sedangkan Dara dirinya pun pergi meninggalkan tempatnya itu dan masuk ke dalam rumahnya.


"Ekhemmm..."


Saat Dara baru masuk melewati gerbang rumahnya itu,Tiba tiba ada suara seseorang yang sedang bedehem.Dara yang mendengar suara itu pun dirinya langsung menoleh mencari siapa yang membuat suara itu.


"Kamu nyari siapa??"Ucap Seseorang yang langsung muncul di belakang Dara.


Mendengar suara itu Dara pun berhenti dan melihat ke arah sumber yang membuat suara itu.


"Ehehhee...Bibi Arumi ada disini ya"Ucap Dara sambil dirinya tertawa canggung pada Bibinya.


"Iya...Kamu kemana aja engga pulang semalam dan siang baru pulang??"Tanya Bibi Arumi.


Dara yang mendengar hal itu pun durinya berjalan mendekati ke arah sang Bibi.


"Kak Frass engga ngasih tau Bibi kah??Kan Dara udah bilang ke Kak Frass buat ngasih tau ke bibi kalo Dara nginep ke rumah Ayu"Jelaskan Dara.


"Ohhh begitu ya...Kakakku engga bilang apa apa ke Bibi sepertinya"Jawab Bibi Arumi.


Mendengar apabyang di katakan samg Bibi itu,Dara mengerutkan keningnya sejenak lalu ia tersenyum sembari dirinya menggenggam tangannya.


"Sepertinya kakak perlu di kasih pelajaran ya"Ucap Dara.


Melihat hal itu Bibi Arumi hanya menggeleng gelengkan kepalanya,Sedangkan paman Dara yang baru keluar itu mendengar apa yang di katakan Dara.


"Siapa yang peluk di kasih pelajaran Ra??"Tanya Paman Dara.


Dara pun menoleh ke arah oamannya yang datang membawa nampan itu, "Oh paman ada juga disini,Paman bawa apa itu kayaknya enak"Tanya Dara.


"Paman bawain Bibi kamu teh sama keik yang pelayan buat dan kamu belum jawab pertanyaan oaman siapa yang perlu di kasih pelajaran sama kamu??"Ucap Paman.


Paman Dara pun meletakkan nampan yang ada di tangannnya itu di atas meja lalu dirinya mengambilkan dan memberikan secangkir untuk sang istri.


"Kek kak Frass paman"


"Padahal Dara udah bilang buat ngasih tau kalo Dara nginep di rumah teman Dara...tapi kakak engga ngasih tau Bibi"Kesal Dara.


Paman Dara pun yang mendengar hal itu durunya sedikut terkekeh,Sedangkan Dara yang melihat reaksi Pamannya itu sedikit bingung.


"Paman kenapa ketawa??Ada hal lucu kah"Tanya Dara.


"Ahaha engga engga..Frass beneran kok bilang ke paman cuma paman aja lupa ngasih tahu ke bibi mu"Jujur Paman Dara.


"Kenapa kamu engga ngasih tau aku abis telfon??"Tanya Bibi Arumi.


"Kamu kan baru tudyr kau engga enak buat bangunin kamu sayang...Jadi aku nggak ngasih tau deh"Jawab Paman Dara.


Mendengar mengakuan sang suami iti Bibi Arumi sedikit menghela nafas dan memijat pelipisnya, Sedangkan reaksi Dara dirinya hanya menganggukkan kepalanya.


"Ohhh jadi begitu..Hampir aja Dara kena marah sama Bibi Arumi"Gerutu Dara sembari dia memanyunkan bibirnya.


"Iya iya ini dalah paman maaf ya Dara sayang"Ucap paman Arwin.


"Kamu ini jangan kebiasaan..udah tua juga dan kamu Dara udah makan belum??Ingat kamu jaga kesehatan"Tanya Bibi Arumi.


"Belum Bi nanti aja deh Dara belum laper laper amat"Jawab Dara.


"Ck engga boleh begitu kamu nanti minta ke pelayan aja ya"Suruh Bibi Arumi.


Mendengar Bibi Arumu yang sangat memperhatikannya itu membuat Dara sedikit gembira dan langsung memeluk sang Bibi,Bibi Arumi sedikit heran dengan tingkah Dara ini tetapi dirinya akhirnya membalas pelukannya Dara.


"Udahh jangan peluk peluk...sana kamu masuk makan terus mandi"Suruh Bibi Arumi.


"Iya iya...Dara masuk sekarang"Ucap Dara lalu dirinya pun melepaskan pelukannya itu.


Dara mengambil satu kue yang ada di meja itu lalu dirinya pun pergi masuk ke dalam rumah,Akan tetapi dirinya itu terhenti di ambang pintu rumahnya dan ingat akan sesuatu.Dara pun berbalik dengan memakan kue yang ada di tangannya itu.


"Bibi...Kak Frass dimana sekarang??"


"Kakak di rumah apa di kantornya sekarang"Teriak Dara.


Bibi Arumi yang ada di taman itu dirinya langsung menoleh ke arah Dara.


"Kak frass ga ada dir unah maupun di kantor"


"Kakakmu sedang keluar sama tunangannya katanya tadi pagi tapi engga tau kemana"Beritahu Bibi Arumi.


Dara yang mendengar hal itupun dirinya langaung masuk ke dalam rumah.


"Pantes aja engga cerewet ternyata dia sama pawang nya ya sekarang"


"Kira kira kak Frass bawa Kak Restika kemana ya"Gumam Dara sembari dirinya menaiki Tangga.


"Sudah lah bukan uruaan ku lagian kan mereka udah mau tunangan kan...sekarang mandi aja kali ya lengket bamget rasanya"


***


Sedangkan temoat berpindah pada suatu tempat yang di sana terdapat angin yang kencang,Terpada 2 orang yang tengah duduk menikmati angin kencang itu di sebuah kursi kayu yang panjang.Tanoa kata kata apapun mereka hanya diam saja menikmatinya indahnya Air laut dan angin yang kecang hempaskan rambut mereka.


Kedua orang utu ada Frass dan Reatika yang tengah menikmati suasana tanpa ada pembicaraan disana,Restika memejamkan matanya itu karna menikmatinya.Sedangkan Frass yang merasa canggung larna tidak ada topik yang mereka bahasa itu,Frass pun menoleh memandangi Restika yang tengah memejamkan matanya.


"Kamu cantik dan elegant di saat tenang begini"


"Tapi aku masih bingung dengan perkataan mu malam itu aku tak dapat mengertinya sedikit pun...Tapi entah kenapa saat aku melihat mu pertama kali dulu aku sudah sedikut tertarik padamu"


"Aku tak menyangka juga bahwa Pertemuan kita yang ke tiga kali itu akan memgikat kita berdua walau kau tak terlaku menyukaiku...tapi aku akan berusaha membuatmu mengukaiku"Batin Frass.


Sedangkan Restika yang tengah memejamkan matanya itu,Dirinnya mulai merasa ada suatu hal yamg memandanginya.Reatika yang merasa tak nyaman dan terganggu itu dirinya punmembuka perlahan matanta,Dan dia menemukanFrass yang tengah memandangi nya.


"Kenapa kamu ngeluatin aku sampe seperti itu???Kamu kayak pria mesum tau engga"Ucap Restika.


"Emgga tuh..kata siapa aku ngeliatin kamu"Gumam Frass.


Mendengarperkataan Restika ituFrass pun langsung mengalihkan pandangan matanya itu,Sedangkan Rwstika yang melihatnya dirinya sedikit mendengus.


"Haahh??"


"Sudah akui saya kamu menatapku kan??Aku ini peka aku sesuatu..kamu sudah 30 menit menatap wajahku kau pikir aku tak tahu itu"Ucap Restika demgan pandangan masih lurus ke depan.


Mendengar rekati dan cara bicara Rsstika itu membuat dirinya sedikit terkekeh dan tertawa, Sedangkan dirinya itu sedikit menoleh melihat reaksi Frass yang tertawa.


"Ini cowo gila ya...Atau emang begini bulu kudukku berdiri di liatin dia terus"


"Mana perut lagi kram banget lagi ini moga jangan haid deh belum harinya juga ntar maluuu"Batin Restika.


Restika yang dari tadi diam itu ternyata dirinya sedang menahan sakit Kram di perutnya itu,Restika berusaha mengontrol mimik wajahnya agar tak di sadar oleh Frass sedikit pun.


"Kenapa memang nya??Akukan liat wajahnya calon istri aku aja"Ucap Frass.


"Calon istri apanya jangan ngawur"Lontar Restika dengan sedikit terkekeh.


"Jangan begitu nanti kamu makan omongannya sendiri loh engga baik"Jawab Frass.


"Ya pada akhirnya emang aku omongan sendiri...semuanya akan berjalan seperti yang kamu mau kok dunia ga ada yang memihak ku bahkan ayahku"Ucap Restika.


Mendengar perkataan Restika itu lagi lagi Frass di buat tak bingung.


"Lagi lagi kamu ngomongin hal yang engga aku mengerti Restika "Tutur Frass.


"Ya mungkin kamu pria tua makanya kamu ga ngerti"Jawab Restika.


"Kamu!!"


Frass yang mendengar hal itu dirinya langsung melototkan matanya,Dan merasa tak terima akan Restika yang mengatainya pria tua.


"Lihatlah ekspresi mu itu kamu"


"Ekspresi mu sangat konyol...kan itu kenyataan memangnya kenapa umur kita berbeda lumayan kan"Ucap Restika,Sembari ia menoleh ke arah Frass.


Restika yang menoleh ke Arah Frass itu hanya mengangkat alisnya saja sambil tersenyum tipis karna sudah berhasil mengatai Frass,Sedangkan Frass yang meluhat wajah senang Restika seketika dia mengingat bahwa Restika pernah mangatakan tak menyukainya.


"Kalo aku marah sama dia nanti dia sulit buat nerima aku dan lagian dia juga benar"Batin Frass.


"Iya iya kamu benar aku memang sudah pria berumur aku mengakuinya dan kamu akan jadi istri dari pria berumur kan...hahha"pekik Frass.


Restika yang mendengar jawaban Frass yang tak marah dan malah membalasnya dengan senyuman membuatnya sedikit aneh lalu dia pun kembali melihat ke arah lurus ke depan,Sedangkan Frass yang melihat reaksi dari Restika itu di hanya tersenyum tipis.Tapi lama kelaamaan di yang memperhatikan Restika itu wajahnya mulai berubah menjadi pucat dan membuatnya khawatir.


"Tapi kenapa wajahmu sekarang???Kamu keliatan pucat"Tanya Frass dengan raut wajah khawatir.


"Hmm???Aku baik baik aja kamu engga perlu khawatir"Jawab Restika.


*Brukkkkkkkk


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...