
Mendengar pernyataan dari sang putri itu,Ibu Ayu terkejut hingga menutup mulutnya menggunakan tangannya begitu juga Ayah Ayu.Walau mereka berdua sangat tergila gila akan pekerjaan nya itu,Akan tetapi jika putri mereka menangis mereka juga khawatir.
"Sayang jangan menangis...Mama sedih juga dengar kamu nangis kayak gini tau"lontar Ibu Jia.
"Bajingan itu ternyata!!Sudah Ayunda jangan menangis...Ayah akan urus itu untuk kamu segera kamu engga perlu khawatir"Ucap Ayah Ayu.
Ayah Ayu yang mendengar putrinya telah di selingkuhi oleh Tunangannya itu,Nampak dari raut wajahnya yang sangat marah.Sedangkan Ayu yang mendengar hal itu dirinya hanya bisa menangis pilu saja.
"Mama sama Papa kapan pulang hiks"Tanya Ayu.
"Sayang...kami tidak bisa pulang sekarang maaf ya atau tidak kamu kemari saja dan juga kuliah kamu hampir selesai kan"Jawab sang Ibu.
"Kau kemari saja besok ayah akan siapkan tiket mu dan menyuruh seseorang buat jemput kamu..kamu tenang saja dan jangan khawatir tentang permintaan mu tadi"Sahut sang Ayah.
Mendengar hal itu pun Ayu langsung memutuskan panggilan telfonnya itu dan langsung melempar ponselnya ke kasur nya.
"Kalian berdua bener bener ga ngerti"
"Aku hanya ingin kalian pulang saja sekarang kenapa malah menyuruhku menyusul kalian...aku ga bisa ninggalin rumah ini...Hiks"Lirih Ayu.
Ayu pun mendongakan pandangannya itu dan langsung berdiri dari duduknya itu,Ayu melihat ke suatu bingkai foto yang di sana ada dirinya kedua orang tuanya dan kakek neneknya.
"Kalian egois"
BRAKKKKKKKK
Ayu menyingkirkan semua bingkai foto yang ada dimeja dan ada di kamarnya itu dengan Emosi yang menggebu gebu,Diringi dengan triak triakan ayu itu hingga dirinya pun terbaring lemas di atas ranjang nya itu.
****
Kembali ke aktu sekarang ayu yang baru saja menceritakan semua kejadian nya pada Alez,Alez yang sembari tadi mendengar cerita itu dirinya hanya terdiam sekarang sama dengan Ayu yang hanya menatap kosong ke arah kamarnya.
"Sebegitunya ya aku ga guna ga diinginkan ya"
"Padahal aku cuma minta kembali kesini sebentar saja dan ada di samping ku,Tapi malah akhirnya aku yang di suruh menyusul salah satu dari mereka"
"Enakan jadi kamu Dara ya,Aku pengen deh kayak dia sekarang...darolipada punya orang tua cuma mikirin uang uang uang"Gumam Dara.
Alez pun menatap Ayu dengan tatapan yang sulit diartikan,Alez sedikit menunjukkan sebuah reaksi saat Ayu mengatakan hal itu.
"Jangan katakan hal itu"
"Kamu masih beruntung orang tuamu masih bisa padamu walau sebentar...tapi dengan Dara???Dia tidak bisa menemui orang tuanya itu dan aku merindukan Ibuku dan kakakku kamu tahu"Beritahu Alez.
Ayu yang mendnegar itu pun dirinya perlahan menatap Ayu,Dan sadar dengan apa yang dirinya katakan itu juga sedikit menyinggung Alez.
"Maaf...aku engga bermaksud"Ucap Ayu.
"Udah engga apa apa lagian itu juga kenyataan kan aku engga akan nyalahin kamu"Jawab Alez.
"Kamu kuat banget ya Lez,Aku ingin sepertimu selalu kuat tapi aku ga bisa...dinding yang aku bangun agar tetap kuat runtuh sekarang" Tutur Ayu.
Mendengar hal utu Alez hanya tersenyum kecut saja,Sedangkan Ayu yang melihat reaksi Alez itu sekita bingung.
"Kenapa reaksimu kayak gitu??"Tanya Ayu.
"Engga apa apa kok dan Aku ga sekuat itu kok,Kamu lebih hebat dari ku kamu tahu"Jawab Alez.
"Kenapa begitu??"Tanya Ayu.
"Lupakan jangan bertanya lagi,Kamu mandi dulu sana dan aku akan memberekan pecahan pecahan kaca itu"Suruh Alez.
"Engga usah...besok ada pelayan ku yang bakal bersihin nih rumah kamu mau nginep sini kah??"Tanya Ayu.
Alez pun hanya menganggukan kepalanya itu, "Iya kenapa boleh engga??Aku ga yakin kalo kamu bakal baikan kalo aku tinggal dna sekali kali lah aku nginep lagian aku ga lama disini kan"Jawab Alez.
"Engga lama??kamu bakal kemana emang nya??"Heran Ayu.
"Udah mandi dulu sana,Nanti bakal aku kasih tahu aku bakal kemana kamu bau"Suruh Alez sambing menyumbat hidup nya.
"Iya iya si paling wangi dasar!!"Gerutu Ayu.
Ayu pun turun dari ranjang itu dengan tubuh yang lemas,Dengan hati hati dirinya melewati pecahan pecahan kaca yang berserakan lantai kamarnya itu dan pergi ke kamar mandinya.
"Aku kuat ya"
"Kata katanya bikin aku geli sendiri,Aku sama seperti kamu aku ga sekuat itu"Gumam Alez.
Alez pun meraba tangan nya itu yang di baluti lengan baju yang panjang,Alez hanya tersenyum miris dan tak lama pun dirinya keluar dari kamar Ayu itu.
Tempat berpindah pada Dara yang baru selesai dengan mandinya dan keluar dari kamar mandi,Dara keluar dari kamar mandi itu dengan rambutnya yang masih basah.Dengan perlahan lahan dirinya mengusap usah rambutnya agar kering,Di saat itu lah Dara yang ingin keluar dari kamarnya menuju balkon kamarnya. Tiba tiba terdebgar suara ponsel Dara yang menyala,Mendengar notifikasi itu pun Dara berjalan menuju ke arah ponselnya dan mengambilnya.
"Pesan dari siapa si,Kenapa rasanya ada yang nge spam"Gumam Dara.
Dara pun emmbuka ponselnya itu dan mengeceknya,Di ponselnya terdapat beberapa notifikasi pesan yang masuk.
"Ini nomor siapa ya??Nomor asing aku engga kenal dan lagian aku engga ngebagiin nomor aku deh"Ucap Dara.
Dara pun membiarkan pesan itu dan menghapusnya, Karna memang jika Dara tak tahu siapa orang yang mengirim pesan dirinya tak akan meresponnya. Dara pun kembali meletakkan ponselnya itu ke mejanya semula,Akan tetapi saat dirinya ingin pergi itu ponselnya berbunyi kembali.
"ishhh...Telfon siapa sih"
"Masa nomor aku kesebar sih sekarang banyak banget yang ngirim pesan ga guna...Apa aku harus ganti nomor sih itukan nomor udah 5 tahun aku pake."Gumam Dara.
Dara pun mengambil kembali ponselnya dan melihat siapa yang yang sedang menelfon nya sekarang itu membuat Dara sedikit mengerutkan dahinya.
"Aiden??"
"Aku kupa engga balesnya chatnya kemarin dan lupa ngabarin"Batin Dara.
Dara pun langsung mengangkat telfon dari Aiden itu,"Halo??Iya kenapa Aiden??"Tanya Dara.
"KENAPA BARU KAMU ANGKAT TELFON NYA!!!"Teriak Aiden dari telfon itu.
Mendengar teriakan Aiden itu Dara sedikit menjauhkan telfonnya dari telinganya dan sedikit mengusap telinga nya.
"Nih orang suara keras banget deh,Itu mulut apa Toa sih heran aku"Batin Dara.
"Kenapa sih Den??Jangan teriak teriak ini dah malam dan di telfon jangan bikin telingaku sakit emang ada apa sih sampe segitu"Jawab Dara.
"KAMU NYA YANG APA APAAN....KEMANA AJA KAMU HAH ENGGA BALAS CHAT ENGGA ANGKAT TELFON SEGITU BANGET YA JADI ORANG SIBUK,SEBEGITU SIBUK APA SIH KAMU SAMPE ENGGA BALAS PESAN HEY KAMU TUH SUSAH BANGET YA DI HUBUNGIN" Ucap Aiden yang masih dengan nada tinggi dan berteriak.
Dara yang sudah agak biasa dengan Aiden itu dirinya hamya menghela nafasnya saja,Sedangkan Aiden dirinya terus berteriak dan mengoceh saja di telfon itu.Dara dengan otak dinginnya itu,Dirinya tetap tenang dan berusaha sabar menghadapi Aiden itu.
"Sabar Ra....sabar ngehadepin orang marah marah,Kalung kamu masih ada di dia sekarang ya dan kamu terikat kontrak"Batin Dara.
"Dara!!Kenaoa diem aja kamu jawab dong jangan diem aja kamu...kamu ngapain aja sih ngilang kemnaa juga"Tanya Aiden.
"Jangan teriak teriak udah di bilang juga,Aku juga denger ko apa yang kamu bilang tadi...jadi jangan teriak kalo kamu masih teriak teriak aku matin nih"Ancam Dara.
"Iya iya...ini udah enggak teriak teriak juga inget ya kalung kamu masih di aku kamu lupa ya sayang"Ancam balik Aiden.
Dara membuka matanya lebar lebar saat dirinya utu mendengar Aiden mengatakan sayang,Sedangkan di sisi Aiden dirinya hanya tersenyum puas telash menggoda Dara.
"Sayang???Enggak salah kan dia atau cuma ngegoda aku??"Batin Dara,Sembari dirinya itu mengerutkan kening nya.
"Dara sayang...kamu kenaoa diem aja??Jawab dong kamu ga kangen saya aku nih" Ucap Aidem dengan nada menggoda dan sedikit di buat buat seperti anak kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...