
Damar yang mendengar jawaban dari Dara itu, Damar sangat terkejut hingga ia membuka mulutnya. Sedangkan Dara yang habis mengatakannya itu, Dirinya menoleh ke arah Damar.
"Kenapa???"Ucap Dara.
"Ada ya manusia kayak Lo "Jawab Damar.
"Ya adalah nih buktinya aku yang ngomong gitu"Balas Dara.
Danar pun menyipitkan matanya dan sedikit mringis,Lalu ia pun mengangguk anggukan kepalanya.
"Ya ya ya Si paling skrip si dan ratu Debat dan si paling engga mau kelompok...Eh si dosen engga ngabulin permintaan nya Jadi... engga berhasil awowkowk"Ledek Damar.
"Kamu!!"Ucap Dara.
"Apa kamu kamu...Bahasa lu kaku amat sih aku kamu norak"Ucap Damar.
"Terserah ku lah emang kenapa bahasa ku jauh lebih baik tau engga daripada kamu cih...Udah buruan minum obatmu dan juga cepet telfon Ryan mau pulang aku"Suruh Dara.
"Hemmm..."Dehem Damar.
Dara menyuruh Damar sembari ia berusaha untuk menelfon Aiden,Damar yang memperhatikan Dara yang sibuk dengan ponselnya.
"Dia lagi sibuk ngapain sih"
"Gw harus berusaha buat dia tetep ngobrol dan perhatian sama gw---Dengan alasan apa biar dia ngasih perhatian nya ke gw sekarang"Batin Damar.
Damar berpikir dan mencari suatu hal,Agar membuat Dara berhenti bermain dengan ponsel yang ada di tangannya itu.Damar pun melihat ruangannya dan obat yang ada di meja,Lalu ia melihat gelas yang ada di tangannya itu.
"Ada ide juga"Gumam Damar.
"Ra ambilin gw Air dong airnya abis nih--Terus gimana cara gw buat minum nih obat kalo nyangkut di tenggorokan kan gawat tanpa Aer" Ucap Damar.
"Ck...Terus kenapa tadi engga kamu minum obatnya aie itu di minum bukan di semburin"Ucap Dara.
"Udah jangan ngeluh nih ambil gelasnya twrus ambilin gw minum lagi paham ga sih"Ucap Damar.
Dara pun melirik sinis Damar dan meletakkan ponsel yamg ia pegang tadi ke sofa,Damar yang melihat tatapan mata Dara sedikut tersenyum dan memberikan gelasnya ke Dara.Dara pun berdiri dan mengambil gelas itu dari tangan Damar lalu ia pergi ke arah dapur lagi.
"Gw ga tau kenapa"
"Suka jahilin lu...Andai lu tau Ra---Lu cewek pertama selain ibu gw yang berani teriak teriak dan ga takut ama gw mungkin itu alasannya juga gw mulai tertarik apa lo"Batin Damar.
Damar yang melihat kepergian Dara dari belakang sedijut terkekeh pelan,Sedangkan untuk Dara yang kesal itu dan berjalan ke Dapur.
"Ck...Tau begitu mending tadi ke Apartemen Aiden aja...Aiden kapan pulang sih"
"Aku masih kepo kenapa dia tadi telfon"
"Gilaran di telfon balim dia engga angkat terus kira kura dia sekarang ngapain ya"Gumam Dara.
Dirinya meletakkan gelas itu di meja dan membuka kulkasnya,Saat membuka kulkas itu ia memcari Air tetapi semua botol yang di dalam kulkas itusemuanya kosong.
"Apaan ini"
"Kulkas elit botol isi Air sulit maksudnya gimane nih"Ucap Dara.
Dara yang marah sembari ia menomoang tangannya di pinggang,Pandangan mata Dara tak sengaja tertunu pada galon air di dispenser air.
"Aku ada ide bagus"Ucap Dara sembari ia melihat gelas kosong yang ia bawa tadi di atas meja.
Dara pun berjalan menghampiri ke arah galon itu,Sedangkat Damar yang ada di depan Ruang tamu sedang menunggu Dara.
"Kenapa Dara lama banget ambil Air nya"
"Padahal ngambil air dari dispenser loh bukan dari sungai tapi kok lama banget sih" Gumam Damar.
Setelah gumanannya itu,Nampak Dara yang keluar dari dapur.Damar yang melihatnya itu dirinya langsung berpura pura mengalihkan pandangannya itu,Tetapi saat ingin mengalikan pandangannya dari Dara.Dirinya di buat terkejut dengan apa yang di buat oleh Dara.
"Ini cewe pinter tapi gesrek"Batin Damar.
"Ngapain lo bawa tu Galon kesini??"Tanya Damar dengan menatap Dara dengan tatapan yang terkejut.
Dara tak langsung menjawab pertanyaan itu dan langsung meletakkan galon itu berada di sebelah Damar.
"Nih buat kamu minum"Ucap Dara sembari ia menepuk nepuk galon.
"Hah??"
"Iya buat kamu minum...ya daripada aku bolak balik ambilin air mending aku bawa aja galonnya ke sini"
Mendengar pengakuan dari Dara itu cukul membuat Damar sedikit terkesan,Damar hamnya membalasnya dengan senyum kaku di wajahnya.
"Bener bener cewe di luar nalar"
"Tapi engga apa apa di tetap menarik tapi tingkahnya memang luar biasa.."Batin Damar.
Melihat Damar tidak merespon nya,Dara melihat ruang tamu itu sekali lagi dan ia melihat sebuah bingkai foto yang terpajang di meja.Di bingkai foto itu terdapat gambar Damar bersama dengan seorang wanita dan juga Ryan yang ada di tengah,Dara punmenghampiri foto itu dan Damar yang melihatnya hanya diam memperhatikan.
"Ini foto kamu sama Ryan??"Ucap Dara sembari ia menunjuk foto itu dengan tangannya.
"Hmmm...Iya kenapa itu cuma foto biasa sih saat masih di asrama dulu"Jawab Damar.
"Begitu ya jadi kalian berdua sudah dekat dari dulu...Lalu siapa wanita ini??Ini ibu kamu atau Ibu Ryan??"Tanya Dara.
"Itu mamaku cantikkan"Ucap Damar sambil tersenyum.
"Kenapa lu nanya begitu???"Ucap Damar.
"Bukan apa apa...Oh ya mama kamu kemana emang???Kenapa engga mama yang jemput kamu pulang dari rumah sakit dan malah---Si ryan nyuruh aku"Ucap Dara.
"Mama gw lagi ada urusan sama bokap gw terus Kenapa lu nanya begitu??Lu cemburu ya ga dapet foto sama gue tenang aja kalo lu mau foto sama gw sekarang gw mau ko mau sehat ataupun sakit muka gw udah ganteng"Ucap Damar.
Mendengar apa yang di katakan oleh Damar itu,Dara langsung merubah raut wajahnya dan mengerutkan keningnya.
"Kenapa??"
"Ga tau,Aku merinding denger kamu ngomong kayak gitu sudahlah sekarang aku mau pulang terserah kamu mau ngapain sekarang"Ucap Dara.
"Lab kok malah jadi gini sih??"Batin Damar.
Dara ou langsung beranjak dari tempatnya itu,Lalu ia mengambil tasnya di sofa yang ia tempati tadi.Damar yang masih enggan melepaskan Dara untuk pergi,Ia pun berusaha untuk menahannya.
"Ehh pulang ntar aja...tungguin Ryan dulu"Ucap Damar.
"Engga aku mau pulang sekarang"Ucap Dara.
"Seengaknya kalo lu nunggu si Ryan lu bisa di antwrin sama dia entar"Ucap Damar.
"Engga perlu aku bisa pulang sendirian ntar paling bentar lagi si Ryan datang kan jadi kamu engga sendiri"Jawab Dara.
Mendengar dan melihat Dara yang masih kekeh ingin pwrgi dari rumahnya itu,Damar berusaha bangun dari tempatnya itu.
"Tungguin...sebentar aja..."
"Aaaghkkkrr"
Akan tetapi karna luka jahitnya yang sebelumnya belum sepenuhnya sembuh membuatnya sedikit terhuyung dan ingin jatuh,Dara yang mau pergi itu melihat Damar yang terhuyung dan akan jatuh ia pun segera menghampiri Damar.
"Awas..!!!"Teriak Dara.
Karna rubuh Damar dna Dara mengalami perbedaan yang jauh,Dara tak bisa menahan tubuh Danar seketika membuat mereka berdua jatuh di lantai.
"Aawwwwww"
"Haaaa Sakittttt..."
Di tengah tengah jatuhnya mereka berdua itu,Dara sedikit merasa kesakitan,Sedangkan Damar ia menatap Dara yang sedang ada di atas tubuhnya itu.
"Wajahnya cantik"
"Jika di liat dari dekat sepertinya jauh lebih cantik...bulu matanya panjang dan lentik...matanya juga besar dan lebar.."Batin Damar.
Danar terus saja diam dan mengjiraukan rasa sakitnya itu,Sedangkan Dara ia yang meluhat Damar ada di bawahnya itu membuatnya langsung melotot.
"Apa apaam ini...Kenapa dia ada di bawah sih"Batin Dara.
Dara pun dengan gugup ia perlahan mencoba untuk bangun dari tubuh Damar.
"Awww..."
"Adduduh....Rambutku sakit ketarik awww"Rintih Dara.
Damar pun duduk begutu juga Dara yang duduk tetapi sedikit menunduk,Karna Rambut panjang itu menyangkut di resleting celana dari Damar.Danar yang melihatnya itu sedikit tertawa melihat,Sedangkan untuk Dara itu menahan sakit karna tarikan rambutnya itu.
"Kenaoa kamu ketawa bantuin lepasin lahh...ini sakit"Teriak Dara.
"Kebapa harus aku yang lepasin...kan rambut kamu yang nyangkut mmmmm lepasin sendiri aja ya aku mager"Ucap Damar dengan sedikut terkekeh.
"Kamu!!!!"Ucap Dara sambil ia melihat ke resleting celana Damar.
Dara pum kembali melihat Danar yang tengah menungguny itu.
"Dasar om om pedofill!!"Ucap Dara.
Dara pu dengan gemetar akan menariknya,Akan tetapi sebelum itu terdengar suara pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam dan melihat Damar dan Dara di posisi yang sulit di jelaskan.
"Kalian berdua ngapain??"Ucap Dyan dan Indra secara bersamaan.
Dara yang melihat ke datangan mereka ia terkejut,Tetapi tidak dengan Damar yang asik gersenyum melihat ekspresi Dara.
"Bisa aku jelaskan!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...