
Tak tak tak tak
Suara dengungan sepatu berbunyi menggema di sepanjang lorong nampak wanita yang sebelumnya mengantarkan secangkir kopi ke suami nya tadi kini ia berada di rumah sakit mencari sebuah ruangan,Ryan yang baru saja keluar jadi ruangan Dokter ia melihat ibu Damar dari kejauhan sedang mencari cari sebuah ruangan.
"Tante...??''Teriak Ryan yang memanggil Wanita itu.
"???....."
Wanita itu yang mendengar seseorang memanggil namanya ia langsung menoleh dan melihat Ryan di sana,Wanita itu pun ia langsung berlari mendekat ke arah Ryan dan dengan mata yang memerah.
"Ryann...!!!.."
"Bagaimana keadaan Damar??..."
"Bagaimana ke adaan anak tante??...Dia baik baik aja kan...dimana ruangannya Tempat Damar di rawat???..."
"Cepat bawa tante ke sana ya...Tante ingin bertemu dengannya.."Ucap Ibu Damar sembari ia menarik narik lengan Ryan.
Ibu Damar samgat histeris hingga semua orang yang ada di lororng itu menatapanya seperti orang gila,Ryan hanya diam dan melihat sekelilingnya saja tanpa mengatakan sesuatu dan perlahan menatap Ibu Damar.
"Kamu kenapa Diam saja??...Damar baik baik saja kan???Jawab Tante Ryan..."Ucap Ibu Damar dengan menyentuh wajah Ryan dan menatapnya.
"Om dimana tan???....Dia engga ikut tante ka?"Ucap Ryan sembari menatap kosong ke arah Ibu Ryan.
"Dia tak ikut kesini..."Ucap Ibu Damar lalu ia melepaskan tangannya yang berada di wajah Ryan lalu ia menunduk perlahan.
Mendengar itu Ryan hanya mendengus kesal seolah tak percaya apa yang ia lihat dan lalu ia memijat batang hidungnya.
"Bisa bisa nya ia tak datang ketika anaknya sakit karna ulahnya...dan engga bertanggung jawab..."Ucap Ryan yang sedang menggerutu.
"Kau tak apa apa Ryan??..."Tanya Ibu Damar.
"Engga apa apa ko Tan...Ayok ikut Ryan tan...Ruangan Damar ada di Ujung sana..."Ucap Ryan sembari ia mengajak Ibu Damar pergi ke ruangan Damar.
Ryan pum pergi ke ruangan Damar dengan di ikuti Ibu Damar dari belakangnya,Hingga pada saat nya ereka sampai di depan pintu ruangan yang dimana Damar dirawat.Ibu Damar dengan tangan gemeter meraih gagang pintu itu dan membukanya perlahan,Ryan hanya menatapnya tanpa berkata kata apapun.Ibu Damar pun membuka pintu dan perlahan masuk ke dalam ruangan di mana anaknya sedang di rawat di dalamnya dengan di ikuti Ryan yang Ada di belakangnya,Betapa terkejutnya saat Ibu Damar sampai ia menutup mulut dengan kedua tangannya saat meluhat kondisi sang putra yang tubuhnya di penuhi dengan alat medis.
"Putraku....Damar...."Ucap Ibu Damar dengan Nada gemetar lalu ia berjalan mendekat ke Arah sang putra.
"Damarrr...Apa kau mendengar ibu??...Apa kau bisa mendengar ibu??"
"Ibu ada disini bisa kah kau membuka matamu untum Ibu...Maaf kan ibu..."Ucap Ibu Damar dengan suara lirih dan Isakan perlahan.
"Maaf ibu tidak bisa melindungi mu...Ibu tidak bisa berbuat apa apa...Andai saja ibu lebih kuat mungkin ibu bisa melindungi mu..Sayang buka matamu lihat ini ibuuu..."Ucap Ibu Damar sembari ia meraih dan mencium tangan putranya sembari ia memohon dan menangis di sana.
Ryan yang melihatnya itu duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu sembari ia melihat sahabat nya sedang berbaring di ranjang yang di penuhi alat medis yang menempel di tubuh Damar,Ryan perlahan menyandarkan kepala di dinding dengan menatap langit langit ia bertanya pada Ibu Damar.
"Tante..."
"Ryan minta maaf sebelumnya karna Ryan ikut campur ke dalam urusan rumah tangga Tante..."
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Damar kali ini??.."Ucap Ryan.
Ibu Damar yang mendengar apa yang di katakan Ryan ia terdiam sejenak dan meletakkan tangan Damar lalu ia menatap Ryan.
"Apa yang ingin kamu katakan...???Bilang saja.."ucap ibu Damar.
"Saya tau Damar itu orangnya seperti apa karna dari kecil kami selalu bersama...Damar tidak pernah mengatakan apapun tentang beberapa luka yang ada tubuhnya yang masih membekas sampe sekarang..."
"Tapi Damar pernah satu kali cerita ke saya itu pun dengan engga sengaja bahwa Papanya sering memukul nya...Papa saya memang pernah memukuli saya tapii...tidak pernah separah itu....Kalau boleh tau Alasan apa yang Ayah Damar sampe tega mukulin anaknya sampe segitunya Tan..."Ucap Ryan.
"Sebelumnya Tante bilang terima lasih ya ke kamu...udah jadi teman dan sahabat baik untuk anak saya"
"Dan juga udah bantu bawa anak saya bawa ke rumah sakit...Saya sebagai ibunya merasa sangat gagal tidak bisa melindungi nya..."
Mendengar perkataan dari Ibu Damar itu Ryan menurunkan pandangannya dan menoleh ke arah Ibu Damar,Ibu Damar pun melihat ke arah Ryan dengan Senyum tipis di wajahnya itu.
"...???..."Ryan hanya menatap bingung ke arah ibu Damar.
Ibu Damar punmembalasnya dengan Senyuman"Saya sangat gagal menjadi ibu karna saya tidak bisa melindungi nya...2 kali gagal tidak bisa melindungi nya karna aku terlalu buta akan suatu hal.."Ucap Ibu Damar dengan pandangan kosong.
*Uhukkkk....Uhukkkk...Uhukkkk...
"..????.."
Kedua nya yang mendengar suara itu pun menoleh ke arah Damar.
"Damar...???...Kau sudah bangun..."Ucap Ibu Damar yang lalu datang menghampiri Danar dan meninggalkan Ryan di sofa sendirian.
Damar perlahan membuka matanya dan mengangkat tangannya,Tangannya itu meraih selang Oksigen dan berusaha melepaskannya.
"Kemari ibu bantu...."Ucap Ibu Damar yang membantu melepaskan Selang itu,Sembari ia tersenyum dan menahan tangisnya agar tak keluar.
"Mmama ko ada disini????..."Ucap Damar dengan nada yang lemah.
"Iya Mama ada disini..bagaimana keadaan mu kau baik baik saja..Apa ada yang sakit ??Bilang pada ibu.."Ucap Ibu Damar yang sedang khawatir terhadapnya.
Melihat ibunya yang khawatir terhadap nya Damarnya pun berusaha untuk tersenyum walau keadaan nya sedang tidak baik baik karna menahan sakit di bagian perutnya Karna tak ingin membuat ibunya merasa sedih.
"Damar baik baik aja ko mah...Cuma luka kecil aja engga perlu khawatir sama Damar..."Ucap Damar sembari membelai wajah ibunya.
"Baik baik saja dari mana??...Sampai kapan kamu mau berbohong???...Berbohong dengan ibu mu pula '"Ucap Ryan yang mendekat ke sisi ranjang yang satunya.
"...!!!..."
Damar yang mendengar Ryan berbicara seperti itu melotot kan matanya untuk memberi kode pada Ryan,Ryan yang melihatnya seperti sudah merasa muak dengan tingkah Damar yang merasa baik baik saja.
"Memangnya kenapa dengan keadaan Damar???..."
"12 luka Jahitan di perutmu itu apa??..Kau baru operasi karaha tulang rusuk mu hampir patah...dan kau hampir mati tadi kau masih bilang baik baik saja??..'.Lihat wajah dan lenganmu yang membiru itu kau bilang kau baik baik saja??...Benar benar ingin mati kamu ya..??"Ucap Ryan sembari meluapkan emosinya karna ia tak tahan akan semua yang Damar alami.
"Apa yang kamu katakan ???...''
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...