
"Haaaahhhhhh...."
"Udah Dara jangan di ingat lagi berdamai saja dengan situasi saat ini atau kau akan terus menderita dan jam berapa sekarang ???"Ucap Dara.
Dara Menghela nafasnya dan mencoba untuk tak menghiraukan karna ia sudah mulai berdamai dengan keadaan nya yang ia alami saat ini, Melihat jam Dinding nya yang menunjukan hari mulai siang Dara langsung pergi ke kampus untuk mengikuti beberapa matkul nya di semester akhir.
Dara sampai di kelasnya dan duduk di kursi tengah dekat jendela luar,Dara membuka jendela dan angin oun berhembus.
"[menghirup udara segar ]".
"Wahhh....Segar nya udara hari ini Fiuhhhh"
Dara Mengeluarkan kepala dari jendela dan menghirup udara yang segar,Dara menatap langit yang cerah sejenak dan melihat lingkungan kampusnya yang indah melalui jendela itu.
Dari kejauahn utulah Dara melihat sebuah motor melaju dengan cepat saat memasuki kawasan kampus, Dara terus memperhatikan nya tanoa berkedip dari atas hingga motor itu pun berhenti di sebuah pohon yang teduh dan rindang.
'*Bremmmm ...Brennmmmmm'
"Manusia berisik...mengangu suasana saja siapa sih yang geberin motornya kek gitu bikin malas saja.."
"Haaaaaaah*..."
Seseorang itu memarkirkan motornya dan turun dari motor,Ia membuka helm yang ia pakai membuat Dara sontak menatap malas pria itu. Walau dengan tatapan malas Dara dia masuk memperhatikan nya dari atas,Seseorang itu membuka helmnya dan melihat ke arah jendela yang terbuka dan tak sengaja melihat Dara yang memperhatikan nya dari jendela.
"Siapa tuh cewe yang di jendela"Ucap seseorang itu sembari melihat ke atas lalu melepaskan helmnya.
"Mirip Cewek kemarin yang ngajak gue ribut kan.."
"Wahhh...ternyata tuh cewe lagi ada matkul hari ini...Haaahh"Gerutu Damar sambil mendengus kesal.
****
Seseorang yang membawa motor itu ternyata adalah Damar,Pria yang menyela antrian di kantin dan telah di buat Malu oleh Dara.Dara menyadari pria yang membawa motor itu adalah Damar,Dara pun melipat kedua tangannya itu dan menyandarkan kepalanya di pinggiran jendela.
"Cih...cowo kemarin yang enggak tau malu..."
"males banget pagi pagi jam segini udah di suguh i pemandangan seperti ini,Sial banget ketemu tu cowo"Grutu Dara.
"Hhhaaaaaaahhh.."menarik Nafas panjang.
Dara yang melihat pria itu melihat nya ia langsung masuk memasukan kepalanya ke kelas dan menutup jendela,Damar melihat Dara Dari bawah dan merasa kesal karna Dara tak memperhatikan nya dan malah menutup jendela kelasnya.
"Hah...??"
"Yang bener aja tu cewe..."
"Yang lain pada tertarik sama gue...dia berani berani nya nutup jendela nya setelah gue ngeliat ke arah dia"
"Tapiiiiii,Gue tertarik sama tu cewe.Sikapnya berbeda dari kebanyakan cewe yang ngedeketin gue,Gue deketin aja gimana ya??"Tanya Damar pada dirinya itu.
"Ck...bodoh sekali mana mungkin gue yang ganteng gini sama cewe kampungan yang selalu ngomong formal"Oceh Damar.
Damar terus saja mengoceh sendiri sambil menunjuk nujuk jendela tempat Dara tadi, Dan setelah dengan ocehannya ia berjalan kesal meninggalkan motornya dan masuk ke dalam gedung kampusnya.
Ditempat Dara saat ini hanya ada Dara dan beberapa murid perempuan di kelas ,Dara yang memang tak terlalu dekat dengan mereka memutuskan untuk duduk sendirian menunggu Ayu datang dengan bermain ponselnya.
"Ponsel nya ko macet macet sih sekarang keyboard nya juga susah di ketik sekarang,Perlu aku servise kah sekarang??"Batin Dara.
Di dalam pikiran Dara ia terlinatas perkataan Aiden yang menyuruhnya untuk membeli ponsel baru kemarin malam,Namun Dara twringat dan masih enggan untuk mengganti ponsel tua pemberian dari sang ayah itu.
"Kenapa Aiden muncul di pikiranku sekarang??Apa Aiden benar ya?? Apa Dara beli yang baru ya??..."
"Bener juga Kata Aiden Ponsel ini udah tua bukan tua sih cuma lama aja,Tapi ini pemberian Ayah ..ponsel pertama Dara ponsel pertama dan ponsel terakhir dari ayah sebelum dia pergi"Lirih Dara.
Dara terus menatap layar ponselnya yang retak dan mengingat kenangannya bersama sang ayah,Saat ia di berikan hadiah ulang tahunnya.
"Dara..."
"Wahhh...Ayah udah bangun makasih ayah ganteng " Ucap Dara yang tersenyum senang saat sang ayah mengatakan ucapan ulang tahunya sebagai orang pertama.
"Dara...Ayah punya kejutan buat Dara ayok bangun dulu sayang " Ucap ayah sambil menggelitiki perut Dara.
"iya iya Dara udah bangun ko ayah jangan gelitikin Dara lagi ayah geli,Iya ayah Dara udah bangun Dara kan anak rajin Ayah ngasih Dara kejutan apa untuk ulangtahun kali ini??"Ucap Dara yang bangun langsung memeluk sang ayah dari samping dan mencium pipinya.
"Ayo kebawah...Ayah ada kejutan Sebelum turun ke bawah Dara tutup dulu matanya dong biar tambah Suprise" Ucap ayah sambil menutup mata Dara.
Ayah Dara menggendong Dara sembari menutup mata Dara dengan tangannya,Di bawah ada ibu Dara juga yang menyipkan makanan untuk di makan bersama.
Ayah Dara pun perlahan menuntun Dara membawanya menuruni anak tangannya hingga sampailah depan Ruang tamu,Ayah Dara pun melepaskan tangannya yang menutup mata Dara tadi, Dara yang membuka matanya dan melihat hiasan yang indah di rumah nya tersenyum senang.
"Uwahhh indah sekali Ayah hiasan ini Dara suka i love you dad"Ucap Dara sambil memeluk dan mencium sang ayah.
"Happy birthday Dara...Happy birthday Dara.."
Ibu Dara yang melihat Dara dari dapur begitu senang dan sangat bahagia dengan keluarga kecilnya yang aangat bahagia,Ibu Dara datang dari arah dapur menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Dara dan membawa sepotong kue yang ada lilinya menuju ke tempat Dara dan sang ayah.
"Wahhh mama buatin kue juga buat Dara Thank you mom..I love you "Ucap Dara yang terkejut dengan Suprise dari ibunya yang membawakan kue ulang tahun.
"Selamat ulang tahun Dara putri Mama yang cantik...ayo tiup lilinnya"
"Fiuhhhhhhh...."Meniup Lilin.
"Selamt ulang tahun ya sayang muach muac muach" Ucap ibu dara sambil memeluk dan mencium kedua pipi anaknya.
"Yeehh princess ayah sudah besar Ayah oubya harian buat Dara jeng jeng " Mengeluarkan hadiahnya dan memberikan nya untuk Dara.
"terimakasih ayah "Ucap Dara.
Dara langsung menerima hadiah itu dan langsung membuka hadiahnya di depan kedua orang tuanya,Wajah Dara terkejut dan tak percaya dengan hadiah yang ia dapatkan saat ulang tahunnya tahun ini.
"Ponsel...??Ayah??"Dara menunjukan ponselnya dan menatap Ayah nya beserta ibunya.
"Iya sayang itu untuk kamu ya "Ucap kedua nya sambil mengusap dan mencubit pipi Dara.
"Kamu sudah besar jadi Ayah beliin ini buat Dara...Dara pake ya ayah bakal seneng kalo Dara pake Ponsel ini "Ucap Ayahnya sambil memeluknya.
"Terima kasih ya ayah Dara sayang Ayah selamanya..!!"Ucap dara yang membalas pelukannya.
"Mama engga Dar?? mama loh yang nyuruh ayah kamu ngasih ponsel,Tapi kamu jangan lupa ya tetap rajin belajarnya ya"Ucap ibu dengan nada uru dengan sang suami nya yang di peluk anaknya.
"Sayang Mama juga Dara Sayang Ayah sama Mama "Ucap Dara.
Dara mengingat kenangan yang tak bisa ia lupakan itu,Karna ia bersama ayahnya yang sangat ia sayangi.
Dara yang duku memiliki keluarga yang sempurna dan bahagia,Hingga kejadian yang membuat sang ayah meninggalkannya dan hal itulah membuat keluarga nya hancur.Hingga tak sadar Dara menesteskan airmatanya lagi,Dan ia tersadar lalu menyekanya dengan kasar dan menahan agar tak menangis lagi saat ini.
"Dara...Merindukan ayah "Lirih Dara dalam batunnya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk Kontar ya author bakal semangat kalau kalian komentar jangan lupa like favorit and share...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...