
"Kak kenapa kalian hanya saling menatao saja??...Tidak mau ngobrol kah??"Ucap Dara yang melihat Frass dan Restika saling bertatapan.
"Ssssttt...Anak kecil diem aja.."Ucap Frass sembari menyuruh Dara diam.
"Idihhhh..."Cibir Dara saat kakaknya Frass mengatainya anak kecil.
Seluruh keluarga yang tengah berkumpul disana iti tertawa melihat Frass dan Dara,Frass begutu salah tingkah saat itu lalu ia melihat ke arah Restika.Restika yang melihat ya itu hanya tertawa kecil,Karna Malu Frass itu pun hanya membalasnya dengan senyuman.
"Ada apa ini..??Anak Papa Bisa malu kah??Sejak kapan kamu bisa malu seperti ini..?"Ujar Ayah Frass sembari meneouk bahu Frass.
"Ishhh engga pa...Man ada Frass malu..cuma malas aja bicara..."Ucap Frass dengan menurunkan tangan ayahnya yang ada di pundaknya itu.
"Sudahlah Arwin...Jangan menggoda anakmu itu...Jadi bagaimana nak??Kau mau bertunangan dengan Restika??"Tanya Ayah Restika.
"Ko Tunangan sih Yah???...Buaknnya baru berkunjung aja kata ayah??.."Sahut Restika.
Semua irang yang berada di sana langsung menoleh ke arah Restika,Begitu juga Frass yang mendengar itupun ia langsung menatap Restika.
"Dia menolakku??."Batin Frass.
"Apa yang kau katakan Re??.."Ucap Ibu Restika.
"Bercanda aja...Yah boleh engga Restika bicara dulu sama Frass...hanya berdua.."Ucap Restika,Yang ingin mengajak Frass berbicara berdua saja.
Frass dan Dara oun saling menatap,Frass memberi sebuha kode pada Dara.Tetapi Dara hanya mebggekeng dan mengangkat kedua bahunya tanja bahwa ia tak bahu apa apa.
"Ohh??...Boleh nak...memang kenapa nak??"Tanya Bibi Arumi.
"Engga apa apa ko Tan...Cuma Restika hanya ingin berbicara berdua saja sama Frass..."Ucap Restika.
"Apa yang kua lakukan..jangan macam macam.."Ujad Ibu Restika dengan cara berbisik pada Restika.
"Engga apa apa ma...Jia memang hanya ingin bicara saja sama Frass bedua..."Ucap Jia.
Frass yang melihat dan mendengar itu pun ia memutuskan untuk berdiri dari tempatnya duduk tadi,Semua orang itu melihat nya dengan wajah bertanya tanya termasuk juga Dara dan Alan.
"Apa yang di lakukan kakak??"Batin Dara.
"Ini orang Drama banget sih..."Ucap Alan dalam batinnya.
''Kenapa Frass??.."Tanya ayah Frass.
"Engga ada Pa...dan Kau Restika kan...kau ingin bicara denganku??Ayok imut aku ke atas.."Ucap Frass lalu ia pergi.
"Jangan lupa sebelum makan malam kalian kembali ke sini ya.."Ucap Bibi Arumi.
"Iyaah...cuma sebentar aja ko..."Ucap Frass.
Frass pun pergi dan meninggalkan semua orang ora g di lantai bawah,Lalu di susul oleh Restika yang pwrgi untuk mengikuti Frass.
"Kira kira dia mau engga ya??.."Batin Restika.
Ayah Frass yang emlihat itu,Ia pun langsung berushaa untuk mencairkan seuana.
"Baiklah tuan sakti...bagaimana jika kita makan ini terlebih dahulu sembari menunggu anak anak itu turun nanti..."Tawar Bibi Arumi.
Meluarga Restika pun kembali membicara beberapa hal dengan makanan yang ada di atas meja,Yang kapan pum bisa langsung mereka makan.Tidak dengan Alan yang sendari diam saja memperhatikannya karna ia tak mengerti,Alan yang duduk berbed adengan Dara ia oun sedikit mendekat ke samping Dara itu.
"Da apa??.."Ucap Dara.
"Emgga ada Kak..."Jawab Alan dengan faut wajah sedikit murung.
Dara yang melihatnya itu pun ia,"Kenapa kau mendekat??..Ada hal yang ingin kau katakan.."Ucap Dara,Sedangkan Alan yang mendengar itu ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja.
"Engga ko..."Ucap Alan.
"Lalu kenapa kau mendekat seperti ini??kau pasti punya keinginan kan.."Ucap Dara dengan tatapan curiga.
Alan pun perlahan ia menyandarkan kepalanya di bahu Dara.
"Ada aoa ini???Cepat katakan..."Ucap Ucao Dara.
"Kakak ganti nomornya...Alan telfo kakak berkali kalai kakak tidak pernah menjaaabnya.."Jelas Alan pada Dara itu.
"Ck..kakak tahu kan kalo Alan kangen sama kakak..kakak kenapa pindah engga dipanggil dulu sama Alan sih.."Ucap Alan.
"Iya iya maaf...Kakak kira kamusivuk latihan futsal mu ternyata maaih inget kakak ya...Sini ponselmu."Ucap Dara sembari ia meminta ponael itu pada
"Nih,Kak.."Ucap Alan sembadi memberika Ponselnya pada Dara,Dara oun mengambil ponsel Alan lalu ia mencatat nomornya di dalam ponsel Alan.
"Alhirnya daoat nomor kaka yang baru...entak kenapa aku rasanya sangat tidak rela kakak berpisah dari kakam...walau kakak sepupuku aku akan tetap sayang dengan itu.
****
*Temoat berpindah pada Frass yang membawa Restika masuk ke dalam ruangan kerjanya,Lalu ia menyuruh duduk Restika,Restika yang melihat kecanggilan barang barang Frass itu ia Begitu sedikit tersenyum.
"Kenapa kau selalu tsrsenyum???"Tanya Frass.
"Memangnya kenapa jika aku tersenyum???Apa salah itu??Dari tadi aku terus memcari seseorang taoi malab banyak sekali hanya utuk sakit masuk angin??"Ucap Rsstika sambil ia duduk di kursi yang telah Frass siapkan intinya itu.
"Ck lupakan saya...jadi bisa lupakan itu...dan sekaramg aku Bertanya kepadamu..."Ucap Frass.
"Apaaa???"Ucap Restika.
"Kenapa kau tadi tak bilabg bahwa Lengka adalah anakmu??Dan kenapa.."Ucap Frass tertapi terpotong.
"Dan Lengka bisa manggil aku mama dan dia berbohong..itu karna aku memang yang menyruhnya kau memang kenapa??"Potong Restika.
"Hanya sampai di situ saja??..."Ucap Frass sembari ia memicingkan matanya.
Restika yang merasa terganggu itupun ia melihat ke arah lain,Lalu ia menyuruh Frassuntuk berhenti menatapnya.
"Beehenti menatapku...kenapa kau suka sekali menatapku.."Ucap Restika.
"Kenapa??..Aku hanya menatap calon tunangan ku apa ada yang salah.."Jelas Frass dengan terus mendekeat ke arah Restika.
Reatika yang di dekati itu mulai dengan perasaan yang sedikut risih,Lalu ia mendorong oelan tubuh frass untuk menjauh darinya.
"Kenapa kau mendorongku??."Ucao Frass.
"Kau hanya baru calon tunangan ku saja..Belum resmi menjadi tuanganku...disini aku punya hal untuk menolak jadi jangan macam macam...dan nuga usia kita berbeda 6 tahun...harusnya aku memanggilmu dengan sebutan Om.."Ucap Restika dengan berushaa menjelaskannya*.
**Frass yang mendengar itu ia semakin mentap i tes dan terus mendekat,Sedangka Reatika hanya bisa mundur saja hingga tubuhnya sampai di tembok.Restika hanya menutuo matanya saat wajah Frass sangat dekat denganmya,Sehingga nafas Frass pun sangat terasa saat itu.
"Kenaoa kau menutup mata??..Aku tak melakukan apa pun padamu..aku hanya ingin melihat wajah mu dari dekat.."Ucap Frass.
Restika pun membuka matanya itu,Sehingga membuat matanya dan mata Frass saling bertatap an dan membuat detak jantung nya berdenhut dengan cepat.
"Bisakah kau bersikap normal dan biasa saja??...Aku ingin membericarakan sesuatu denganmu.."ujar Restika.
"Berbicara apa hemmm...Aku ini normal..kau bisa bicara apa oun dengan ku.."Ucap Frass dengan wajah yang dekat dengan wajah Restika.
Karna Restika yang tak nyaman dengan sikap seperti itu dan ia merasa terpojok,Restika pun akhinya mendorong Frass dan sedikit menjauh dari Frass.
"Kenapa lagi lagi kau mendorong ku??"Tanya Frass.
"Aku tak bisa melakukannya...Bisakah kau mejaga jarak dengan ku??...Aku benar benar tak bisa dengan mu...aku ingin kau menolak pertuangan ini.."Ucap Restika.
"Kenapa??.."Tanya Frass dengan daut wajah yang bingung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...