
Gelang yang pakai Dara membuatnya dalam kesialan kali ini,Gelang itu tersangkut di handuk yang sedang di pakai oleh Aiden dan tanpa sengaja ia menarik tangannya yang membuat Handuk itu tertarik olehnya karna tersangkut dan membuat Handuk itu jatuh.
"Kyaaaaaaa....."
"Aiden....!!!!"
"Handuk kamu jatuh...cepet benerin...!!!"Ucap Dara sembari menutup matanya.
Dara kembali berteriak saat melihat handuk Aiden jatuh,Aiden yang melihat dan merasakan hawa dingin di antara ************ nya itu melihat kebawah dan ia telah melihat handuknya jatuh ke lantai.
"...!!!!..."
"Tutup mata lo sekarang...!!!!!"Ucap Aiden
Aiden langsung mengambil handuknya itu dan memakainya segera mungkin dan langsung pergi dengan cepat masuk ke dalam kamarnya,Dara yang kini sendirian di dapur masih merasa syok dengan apa yang ia lihat tadi.
"Ya tuhan...."
"Kenapa hari ini aku sial sekali apa yang telah ku lakukan...apa ini karma karna aku berdebat dengan Dosen kemarin??..."
Ucap Dara sembari memegang Dada nya yang masih merasa syok karna jantungnya berdegup kencang dan tatapan yang seolah tak percaya apa yang baru saja ia lihat tadi.
"untung lah tadi engga terlalu jelas...."
"Baru kali ini aku bersyukur punya mata minus...Eh...??"
"Ko gue berharap keliatas jelas sih...jangan bersikao mesum Dara...kamu cewe baik baik oke..."
Ucap Dara sembari memukul pelan kepalanya yang mengusap usap rambutnya dan melihat penampilannya di pantulan kulkas besar Dapur yang berantakan,Kini Aiden yang sudah berganti pakaian dan masih berada di dalam kamarnya sedang merasa malu dan enggan ingin keluar.
"Apa yang harus aku lakuin..."
"Sial banget tuh handuk jatoh...Setiap aku jahilin Dara kenapa sih selalu dapet karma di akhirannya..."
Kini Dara masih di dapur dan memasakkan beberapa makanan untuk ia sarapan bersama Aiden,Dara menyajikan senua piring yang berisi kan semua masakan yang ia buat tadi di atas meja
Karna Sarapan yang ia siapkan sudah selesai dan ia sembari tadi menunggu Aiden yang tak kunjung keluar dan melihat jam dinding menunjukan waktu sudah mulai siang
"Udah selesai masak nya....tinggalll..."Ucap Dara sembari melirik ke arah kamar Aiden.
"Aiden lama dia engga keluar dari "ucap Dara yang mengingat kejadian yang baru ia alami tadi.
"Engga engga Dara...lupain jangan di inget terus...Ok ayo ketik pindu kamarnya dan ngajak sarapan dan bahas yang hal semalam...Iya...ketuk puntunya afa lalu ajak sarapan udah itu aja"Ucap Dara.
Dara pun dengan meyakinkan langkah kakinya ia berjalan ke arah kamar Aiden dan berhenti di depan pintu,Dara menarik nafas dalam dalam dan tangan yang ingin mengetuk pintu tetapi sebelum ia mengetuk pintunya itu.Pintu kamarnya sudah di bukan oleh Aiden terlebih dahulu dan membuat Dara tak sengaja mengetuk jidat Aiden.
*Awwwwwwwww
"Kamu apaan sih...kalo dendam jangan pukul jidat sakit tau engga"Ucap Adien sembari ia mengusap usap jidatnya karna sakit,Karna ketukan tangan Dara yang terlalu kuat.
"Ehh...maaf engga sengaja...anu sakit engga..??"ucap Dara sembari mengusap usap jidat Aiden dengan perhatian.
Seguhan Dara yang begitu lembut Aiden rasakan dan ia menatap Dara denga kelembutan di wajahnya yang nampak terpana melihat wajah Dara yang dari dekat sehingga ia mengeluarkan kata kata dari mulutnya itu dengan nada pelan.
"Cantik....."
Mendengar ucapan yang Aiden katakan itu Dara langsung terkejut dan terdiam dan tiba tiba Tangan Aiden memegang tangan Dara sembari melihat mata Dara dengan begitu dalam,Dara berhenti mengusap kening Aiden ketika Aiden memegang tangan dan mata mereka saling bertemu.
"Engga mungkin kan???..."
"Tunggu kenapa wajahnya mendekat??"..."Ucap Dara dalam batinnya
Aiden mulai mendekatkan wajahnya pada Dara di kala itu dan Dara pun menutup matanya,Aiden yang melihat Dara menutup matanya ia pun tersenyum dan meniup wajah Dara yang terhalang dengan rambutnya.
"Nungguin ya....ahahahhah"Ucap Aiden dengan nada mengejek sembari ia tertawa terbahak bahak.
"Emang engga mungkin..."Ucap Dara dalam batinnya.
Dara langsung membuka matanya dan langsung mendorong Aiden dengan hingga tumbuh Aiden bersandar ke dinding dekat pintu kamarnya.
"Kamu...!!!!"Ucap Dara sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah Aiden.
Hahahahhahahaha
" lucu lucu sekali aku berharap pada cowok brengsek itu...tunggu kenapa aku berharap??....ck...mulai gila aku sepertinya....huh"Ucap Dara dalam batinnya.
Dara yang merasa di permainkan sekaligus merasa malu karna berharap ia pun pergi meninggalkan Aiden dan pergi Ke Dapur,Aiden yang sendari tadi tertawa ia melihat kepergian Dara yang meninggalkannya dengan raut wajah yang kesal.
"Dia marah...???engga mungkin marahkan..??"ucap Aiden dengan nada yang menggerutu.
Aiden berhenti tertawa dan melihat Dara ada di dapur,Aiden pun menghampiri Daracyang berada di dapur dengan senyuman di wajahnya,Aiden duduk di kursi meja dapur yang ada beberapa makanan di atasnya.
"Wahhh....kamu masak sebanyak ini untuk apa.??."
"Aku engga mungkin menghabiskan semua Dara...Auto buncit perut aku...nanti six pack aku ilang ..."Ucap Aiden.
"Iya...kalo engga mau yaudah..nanti aku makan sendiri ko.."Ucap Dara sambil meneruskan pekerjaan yaitu memanaskan air untuk membuat Teh.
Aiden merasa aneh kita Dara berbicara tanpa melihat ke arahnya dan ia lebih mementingkan pekerjaan daripada lawan biacaranya itu.
"Dia marah beneran nya..."ucap Aiden dalam batin.
"Kamu makan aja dulu nanti aku makan nanti..."Ucap Dara dengan nada Datar.
Aiden berdiri dari tempat duduknya tanpa suara dan berjalan mendekat ke arah Dara tanpa sepengetahuannya,Aiden berjalan sangat pelan hingga ia tak menimbulkan suara sedikitpun,Dara yamg merasa aneh karna tak ada suara piring dan sedok di meja makan ia pun menoleh ke belakang dan seketika.
*Cupppp...
"Yaaaa....!!!....Apa yang kamu lakukannn...!!!"Ucap Dara.
Saat itu Aiden sudah berada di belakangnya dan terjadinya Aiden mencium pipi Dara,Dara yang merasa pipinya telab di cium Aiden pun hanya mematung diam di tempat.Aiden yang melihat Dara mematung tersenyum senang dan beralih mencium pipi satunya yang membuat Dara terkejut ke dua kalinya,Dara yang memang tadi sedang membuat teh dan Salah satu tangannya tadi sedang memegang panci untuk ia tungkan ke gelasnya tiba tiba Dara melepaskan panci yang berisi dengan Air panas itu akhirnya pun tumpah*.
Praaaaannnnggggg
"*Aaauuuwwwwww....panas...panas...panas...!!"Ucap Dara yang sedang kepanasan karna terkena air mendidih itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca...
...Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...