FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 106



Kini tamoak Aiden yang keluar dari ruangan dokter dengan lemas dan dirinya duduk di kursi tunggu di depan ruangan dokter,Di wajah Aiden kini dirinya hanya tampak cemas setelah mendengar apa yang di jelaskan dokter Reno.


"Kenapa kamu bisa memiliki penyakit seperti ini Jia"


"Apa yang harus aku lakukan,Kenapa kamu membuatku cemas sekarang adikku"Lirih Aiden sembari dirinya menyandarkan kepalanya di tembok belakang nya.


Aiden dengan tatapan matanya sayu itu mengingat kembali apa yang di katakan dokter padanya nanti.


"Tuan muda,Ini Baru diagnosa saja.Kemungkinan besar Nona muda mengidap demensia,jadi Skenzofernia itu salah"Beritahu Dokter itu.


Aiden yang mendengarnya pun diringi mengeriyitkan dahinya itu, "Demensia??"Tanya Aiden.


"Iya Ruan muda Demensia.Demensia bukan penyakit spesifik, tetapi merupakan sekelompok kondisi yang ditandai dengan penurunan setidaknya ada dua fungsi otak, seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai.Jadi seperti yang anda katakan tadi jika Nona muda melupakan apa yang dia lakukan itu"Jelaskan Dokter itu.


"Baiklah,Ttapi penyakit ini dengan Skezofernia apa bedanya dok??"Tutur Aiden.


Dokter itu yang mendengar pertanyaan dari Auden oun menjadi sedikut terdiam dengan hal itu, Akan tetapi Aiden yang tak memiki waktu dengan diamnya sang dokter pun sedikit mengeprak mejanya.


"Katakan sekarang!!"Gretak Aiden.


"Jadi semakin lama Nona muda mengalami ini,Fungsi otaknya akan semakin menurun dan mungkin Nona muda tak bisa berjalan nantinya dan melupakan apa yang dirinya tahu hingga mungkin meninggal"Jelaskan Dokter itu.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter itu pun,Aiden hanya diam lalu kekuar dari ruangan dokter itu dan waktu kembalid i mana Aiden hanya terdiam di bangku tunggu itu.


"Aku engga tahu,Siapa yang harus aku salah kan sekarang.Jiaa??Aku tak percaya ini"Lirih Aiden.


Aiden tampak sekali kebingungan dan tak tahu harus berbuat apa apa kali ini dan pasrah dengan keadaan sang Adik.Sedangkan kini tampak seseorang yang ada di samping nya tengah memperhatikannya sekarang,Dia adalah wanita paruh baya yang sebelumnya ada di ruangan sang dokter bersama demgan Aiden.


Wanita paruh baya itu yang melihat Aiden tamoak sekali kasihan,Lalu dirinya pun mendekat ke arah Aiden dan duduk di samping Aiden.


"Kamu engga apa apa nak??"Tanya wanita itu.


Mendengar suara perempuan di dekat nya utu,Aiden pun langsung menoleh ke arah wanita itu.


"Nyonya ini ada disini??Kukira dia sudah pergi" Batin Aiden.


Aiden kembali hanya diam dan termenung saja, Sedangkan wanita paruh baya itu hanya menggeleng kan kepalanya lalu menepuk bahu Aiden.


"Jangan melamun"Ucap Wanita.


"Kenapa nyonya masih ada disini??"Jawab Aiden.


"Karna aku menunggu dokter itu selesai berbicara dengan mu terlebih dahulu tadi, Kamu kenapa nak??Kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu??"Tanya Wanita itu.


"Ya Nyonya,Ini tentang keadaan adikku sekarang. Aku tak tahu harus bagaimana,Aku hanya memiliki satu adik yang berharga bagiku tapi dia malah sakit seperti ini"Jawab Aiden.


"Adik??"Tutur Wanita itu.


"Iya Adikku satu satunya keluarga yang dekat denganku"Jawab Aiden dengan senyum masam di wajahnya.


Mendengar hal itu,Wanita paruh baya itu hanya mengangguk lalu di membuka tasnya dan mencari sesuatu.Aiden yang melihatnya itu dirinya pun sedikit meliriknya.


"Ini untuk kamu,Ya mungkin engga menyelesaikan kan masalahmu tapi ini bisa membuatmu sedikit rileks nanti" Ucap Wanita paruh baya itu dengan memberikan beberapa permen pada Aiden.


"Tidak Nyonya,Saya tidak bisa menerima"Tolak Aiden.


"Tidak tidak,Ibu emang ingin ngasih kamu permen itu ke kamu ambil saja aku masih ada banyak di sini"Ucap wanita paruh baya itu, Sembari dirinya menepuk nepum tas yang dirinya bawa itu.


"Baiklah kalau begi permennya saya ambil,Makasih ya "Ucap Aiden.


Aiden pun ingin memberikan kembali permen yang telah di berikan wanita itu,Akan tetapi wanita itu menolaknya dan mau mengambil.Karna wanita itu menolak Aiden pun menerimanya dengan sedikit tersenyum seri di wajahnya.Wanita paruh baya itu melirik ke arah Aiden lalu ke arah permen yang hanya di genggam oleh Aiden.


"Makan dong permennya,Kamu buat saya sedih kalo engga makan permen yang saya kasih"Suruh Wanita itu.


"Ohh??Permen iya Nyonya akan saya makan"Jawab Aiden dengan senyuman di bibirnya,Lalu dirinya memilih rasa permen yang ingin dirinya makan.


Wanita paruh plbaya itu yang melihat Aiden sedang memilih rasa untuk dirinya makan itu dirinya pun menunjuk salah satu rasa.


"Rasa Mint,Coba lah Putriku menyukai Rasa itu.Dan aku yakin kamu bakal menyukainya" Suruh Wanita itu.


"Baiklah akan aku makan rasa ini,Agar nyonya senang"Jawab Aiden.


Aiden pun mengambil permen itu dan memasukkan permen yang lain ke sakunya,Aiden dengan tatapan mata melihat ke arah wanita paruh baya itu dirinya pun Memakan permen itu di depannya.


"Bagaimana Rasanya??Enak??"Tanya Wanita itu.


Dengen membuka matanya lebar lebar itu Aiden oun menjawabnya,"Mmmm...Ini permen enak,Di mana Nyonya membeli nya??Sepertinya ini akan menjadi permen favorit ku Nyonya" Jawab Aiden dengan nada bercanda.


"Kamu ini bisa saja menyenangkan hati orang lain, Terima kasih atas pujiannya ya"Ucap Wanita itu.


"Tapi ini memang benar benar enak nyonya" Sahut Aiden.


"Terimakasih aku membuatnya sendiri,Oh iya kamu mengatakan kamu dan adikmu satu satunya yang dekat denganmu...Memangnya di mana keluarga mu yang lain???"Tanya wanita itu.


Mendengar wanita itu yang menanyakan keluarga Aiden pun langsung merubah raut wajahnya, Begitu juga dengan wanita itu yang melihatnya menjadi sedikit merasa bersalah.


"Maaf ya,Engga seharunya saya tanya tentang keluarga."Ucap Wanita itu.


"Engga apa Nyonya,Jangan sedih dengan hal itu. Ibu saya meninggal waktu saya kecil karna kecelakaan mobil, Untuk ayah saya tidak akrab dengannya karna dia lebih mementingkan kan pekerjaannya dan menelantarkan anaknya.Sedangkan saya memiliki Oma yang seharusnya bisa jadi Tempat berlindung sama, Dia malah juga sibuk di tempat campnya dan enggan untuk pensiun jadi saya hanya berdua dengan adiknya"Tutur Aiden.


Wanuta paruh baya yang mendengar cerita Aiden itu oun dirinya sedikit merasa iba yang teringat akan anaknya, Aiden yang menceritakan hal itu pun secara tak dirinya menitihkan air matanya.


"Maaf,Engga seharusnya saya cerita sama anda ya saya sedikit merasa bersalah" Ucap Aiden sembari mengusap air matanya.


"Tak apa,Jika itu meringankan bebanmu tidak masalah" Jawab Wanita itu.


Aiden oun tersengum miris dengan aoa yang dirinya alami itu,Sedangkan wanita itu yang melihatnya dirinya hanya bisa mengusap usao punggu Aiden.


"Sudah sudah,Maafkan saya ya karna sudah buat kamu sedih saya jadi emrasa engga enak sama kamu nak"Ucap Wanita itu.


"Engga apa apa Nyonya,Jangan merasa bersalah.Oh iya Nyonya tadi bilang putri kan,Sekarang dimana putri anda saya tak melihatnya??Nyonya pergi sendiri an ke sini??" Tanya Aiden.


Wanita itu yang mendnegar Aiden bertanya seperti itu dirinya pun sedikit menghela nafasnya.


"Putriku jauh dariku"Ucao Wanita itu.


"Wahh putri anda berarti tak memiliki hati untuk ibunya, Bisa bisanya ninggalin ibunya sendiri dan tak bersama nya" Sambung Aiden.


Aiden yang mendengar hal itu pun sedikit kesal, Sedangkan wanuta itu yang mendengarnya hal itu pun meluruskan kesalah pahaman Aiden.


"Tidak tidak,Dia baik pintar cantik ceria dan hebat.Aku yang meninggalkannya buka dia yang meninggalku,Aku ibu yang burukkan" Gumam Wanita itu.


Aiden yang mendengar hal utu oun dirinya sedikit terkejut dan terdiam,Sedangkan wanita itu yang melihat Reaksi dari Aiden itu dirinya hanya twrkekeh oekan dan kembali menepuk bahu Aiden.


"Sudah kamu engga perlu ngerasa sedih dan sekaget itu"Ucap Wanita itu.


"Maaf,Tapi bagaimana keadaan putri anda Nyonya??Dan dia pergi dengan siapa sekarang setelah Nyonya pergi itu"Tanya Aiden.


"Aku meninggalkannya dengan sepupuku di kampung,Aku tidak tahu bagaimana kabarnya tapi aku terus mengirmi uang setiap bulan nya.Mungkin sekarang dia akan membenciku jika aku muncul di depannya"Beritahu Wanita itu.


Aiden yang mendengar penjelasan wanita itu pun dirinya hanya diam dan mengangguk angguk kan kepalanya itu, Sedangkan wanita paruh baya itu pun melihat jam tangannya lalu dirinya pun berdiri dari bangku tunggu yang dirinya duduki itu.Aiden yang melihat wanita paruh baya itu berdiri dirinya pun ikut berdiri.


"Nyinya mau kemana??"Tanya Aiden.


"Emm,Aku ada pekerjaan jadi harus pergi sekarang.Maaf ya aku tak bisa lama lama karna terburu buru"Jawab Wanita itu.


"Tapi konsultasi nyonya??"Tahan Aiden.


"Aku bisa datang lain kali lagian dia bukan dokter yang ingin aku temui" Jawab wanita paruh baya itu.


Wanita itu pun melepaskan tangan Aiden yang menahannya, Sedangkan Aiden yang melihat dari kajauhan itu pun teringat akan sesuatu lalu dirinya pun berbalik dan berteriak untuk memanggil nama wanita yang memberikan permen tadi.


"Nyonya,NAMA NYONYA SIAPA!!SAYA BELUM BERTANYA PADA ANDA NYONYA DAN UNTUK PERMENNYA MAKASIH YA TANTE!!"Teriak Aiden.


Wanuta paruh baya yang mendengar hal itu oun dirinya berbalik, " IYA NAK ENGGA MASAKAH KOK DAN NAMA SAYA SARAH NAK!!, PANGGIL AJA SAYA TANTE SARAH"Balas wanita paruh Baya itu.


Wanita itu pun pergi dan menghilang dari pandangan Aiden,Sedangkan Aiden yang telah mengetahui nama wanita itu pun dirinya hanya menganggukan kepalanya itu.


Tangan Aiden oun lerkahan memegang sakunya yang di dalam sana ada Permen pemberian wanita tadi,Aiden pun sedikit tersenyun tipis lalu pergi.


"Sarah,Jadi Tante itu namanya Sarah ya.Apa mama kalau masih ada bakal kayak Tante sarah"Gumam Aiden.


Beberapa lama dirinya berjalan menelusuri lorong itu,Aiden pun samoai di depan ruangan Jia. Tangan Aiden meraih gagang pintu tetapi dirinya terhenti saat ingin mendorong pintunya,Aiden oun mememjam kan matanya itu dan menarik nafas dalam dalam.


Haaaaaaaaah


"Terlihat normal!!Jangan panik dan tunjukan wajah cemasmu"Batin Aiden.


Aiden pun menghirup nafas ya beberapa kali untuk menenangkan dirinya itu dan dengan memantapkan hatinya itu dirinya pun masuk ke dalam ruangan untuk bertemu dengan Jia.


"Jiaaa,Apa kamu sudah siap sekarang.Kamu mau pulang engga sekarang"Panggil Aiden.


"Kakak datang??"Jawab Jia.


Jia yang tengah merapikan pakaian nya itu dan mendengar suara Aiden yang datang dirinya pun segera menghampiri dan memeluk Aiden yang baru datang itu.Aiden yang melihat Jia telah siao dan berganti pakaian iti,Dirinya pun menatao Jia dari bawah ke atas untuk melihat pakaiannya.


"Wahh kamu sudah siap jelek sekali" Ucap Aiden.


"Apa sih Jia itu cantik tau engga,Kenapa kakak bilang jelek sih.Mau gelut sama Jia"Tantang Jia dengan sedikit mencubit kakanya itu.


"Engga engga kakak engga berani sama Jia"Tutur Aiden dengan suara tawanya.


"aaaa kenapa kakak selalu ngerjain aku sih,Oh iya Oma kemana??Dia engga datang ikut ngejempu t Jia kah??"Tanya Jia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...