
"aku.-"Ucapan Aiden terpotong.
"Benerkan masalahmu bertambah..."Tanya Dara dengan tatapan sinis.
"Bukan begitu...aku perlu bantuanmu untuk membantu agar perjodohan itu batal dan setelah Itu aku akan memberikan kalung ini bagaimana??Bukankah ini kalung yang berti bagimu??"Ucap Aiden sambil menunjukan kalung yang berapa di tangannya.
Dara menatap Aiden dengan wajah bengis,berbeda dengan Aiden yang menatap balik wajah Dara yang marah tapi terlihat lucu.Aiden mulai menjelaskan bahwa kenapa ia ingin Dara untuk menjadikannya seorang kekasih.
"Aku ingin kau menjadi kekasih kontrakku karna kau gadis yang pertama kali aku temui di kota ini...dan gadis yang pertama aku cium makanya aku ngajak kamu kesini dan juga aku bukan pedofil karna kamu gadis pertama mengerti"Jelas Aiden.
"Ohh...cuma itu..??"Tanya Dara.
"Iya...!!"Ucap dengan Tegas.
"Aku mau bantu kamu kalo kamu...balikin kalung aku sekarang...!!"Ucap Dara sambil menjulurlan tangannya.
"Tidak bisa dong kamu nanti kabur sekarang tanda tangani dulu kontrak itu...Dan aku akan memberikan kalung ini nanti setelah kontrak kita selesai...!!"Ucap Aiden mengarah dagunya ke arah maps yang ada di meja.
Dara terpaksa mau menjadi kekasih kontrak dan ia mendata tangani surat itu,lalu ia memberikan kembali ke pada Aiden.Wajah Aiden senang karna Dara mendata tangi surat kontrak itu,dan langsung mengambilnya dari tangan Dara.
"Udah kan??Aku pergi dulu...aku mau pulang!!"
Melihat Dara yang bersiri dari sofa dan beranjak pergi Aiden menahan lengan Dara,Ia meminta Dara untuk menginap saja di Apartemen untuk malam ini dan akan mengantar pulang Dara besok pagi.
"Tinggu Dar...ini udah malam liat tuh jam berapaKamu tidur aja disini buat semalam" Ucap Aiden sambil menunjukkan Jam dinding.
"Engga enggak aku mau pulang...engga mau nginep aku...nanti Bibi aku nyariin aku engga pulang pulang!" TolakDara sambil berusaha melepas genggaman tangan Aiden di lengannya.
"Kamu mau kalung kamu kembali kan??" Ancam Aiden sambil memberikan sedikit Ancaman.
"Iya...iya...Aku Nginep Mana Kamar aku.Dasar tukang ngancam" Ucap Dara dengan sedikit menaikkan Nada suaranya.
"Itu pintu warna ungu Sebelah kamar kau" Tunjuk Aiden.
Aiden menunjukkan letak kamar Dara dengan dagunya dan tangannya yang berada di pinggangnya.Dara langsung masuk ke dalam kamar meninggalkan Aiden di ruang tamu sendirian ia langsung membaringkan badan nya di atas ranjang dan memikirkan suatu hal di dalam pikirannya.
"[Kenapa Aku Sial banget sih minggu ini udah kena jambret ciuman sama kalung dari Ayah...bermasalah sama anak Donatur beasiswa aku sekarang di suruh Tandatangi Kontrak jadi pacar orang...Ayah Dara Cpake kalo kayak gini terus semangatin Dara dong dari sana dan jika tahu bakal gini tau begitu aku ga pulang lewat Gang itu ck...]" Ucap Dara dalam batinnya dan tak sengaja ia mengeluarkan air matanya.
"Ayo Dara...Sekarang tidur mungkin besok Adalah Hari yang baik dan ada suatu hal yang menarik dar kamu jangan nangis Jadilah perempuan yang kuat dara nanti Ayah engga tenang di alam sana..semangat...fighting!!!"Ucap Dara sembari menyemangi dirinya
...****************...
Beralih di suatu ruangan kamar yang gelap ada seseorang yang tengah meneguk wine yang yang berada di gelas tangannya. Dia seorang Pria yang tampak sangat frustasi dengan apa yang ia alami,pria itu dalam keadaan mabuk yang sangat berat sampai ia tak kuat menyangga lagi kepala dan meletakkan di atas meja dan ada wine nya di atasnya.
"Dara...kamu kemana...kenapa aku tak dapat mengetahui keberadaan mu sekarang Paman maaf kan aku sampai sekarang aku tak mengetahui keberadaan Dara semenjak kau meninggal dan bibi membawanya pindah dari rumah mu hiks" Gumam pria dan meneteskan air mata dan jatuh ke kaca meja.
Pria itu terus sama menyebut nama Dara dan terus menangis karna tak Kunjung menemukan keberadaan Dara.Tiba tiba pintu terbuka nampak seseorang datang dan mengampiri pria yang sedang menangis itu.
"Kau minum lagi Fras...ingatlah dengan kesehatan mu...Kau pasti menemukan keberadanya aku yakin itu.."Ucap pria misterius itu sambil menepuk punggung Fras.
Karna punggung nya di tepuk Fras langsung berdiri tempat di depan pria misterius itu,dan langsung mengatakan hal yang membuat nya merasa terbebani dan mengganjal di hatinya sembari menangis.
"Aku merasa menjadi kakak yang tidak berguna tidak segera menemukan keberadaan adikku paman ku sudah mempercayakannya kepada ku sebelum ia meninggal aku yang akan menjaganya tapi sekarang melihatnya saja tidak bagaimana aku bisa menjaganya Aku Frustasi Jefri..aku ingin segera menemukannya"Frass sambil menangis dan memegang kedua pundak Jefri.
"Aku mengerti itu...tapi lihatlah keadaan mu sekarang Fras...penampilan mu itu sangat kacau berhentilah minum dan sadar lah "Ucap Jefri sambil menepukk pipi fras dengan pelan.
'Hyuekkkkk....'
Di karna Frass yang terlalu banyak minum wine hingga ia mabuk berat,Frass merasa ia ingin muntah dan ia berlari ke arah kamar mandi.Jefri mengikuti Frass dari belakang menuju ke arah kamar mandi,Frass memuntahkan semua isi perutnya dan ia tertidur lemas di lantai kamar mandi.
"Haah...Lagi lagi kau menyakuti dirimu sendiri karna janjimu Kepada pamanmu...kuharap kau segera menemukan adikmu.."Ucap Jefri yang menunggu Frass memuntahkan isi perutnya dan ia bersandar di pintu.
"Sepertinya aku harus mengangkat mu lagi hari ini...Yah sudah seperti pekerjaan ku sekarang...melihat temanku minum wine banyak lalu muntah dan akhirnya tertidur di kamar mandi..."Ucap Jefri berjalan ke arah Frass dan membopong Frass ke kekasur nya.
Jefri yang melihat keadaan teman yang tidur di atas ranjang dalam keadaannya yang frustasi merasa kasihan namun ia tak bisa berbuat apapun.Jefri pergi ke meja yang di penuhi botol wine,Jefri mnghela nafas sedikit melihat yang di penuhi botol wine kosong.Jefri mengambil kantong plastik dan mengambil botol satu per satu dan memasukkan nya ke kantung plastim itu dan mengelap noda wine yang ada di meja.Setelah membersihkan nya ia masuk ke kamar mandi unyuk membersihkan siswa muntahan Frass.
"Gila...nih anak....berapa banyak dia minum...muntahannya segini banyak...untuk temen ku satu satunya..."Ucap Jefri yang membersikan Closet sembari menutup hidungnya karna bau muntahan wine yang berceceran.
Jefri selesai membersihkan semua yang di buat berantakan oleh Frass,Ia melihat Frass masih tidur lelap.Jefri langsung pergi keluar dari kamar Frass,Ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan Frass di rumanh nya sendirian.Dikarna pembantu dan maid Frass sudah pulang kerumah masing masing,dan hanya ada Security di gerbang rumah Frass.Jefri melajukan mobilnya dengan cepat sambil memijat pelipis mata dan batang hidung nya,Jefri masih mengingat Frass yang tepar karna frustasi.
"Kau akan baik baik saja Frass...aku akan membantumu jika aku bisa...itu semua karna dia yang menahanku...aku tidak bisa membantahnya...maaf kan aku..."ucap Jefri dan ia memukul stir mobil nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk Kontar ya author bakal semangat kalau kalian komentar jangan lupa like favorit and share...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...*...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...