FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 108



Dara yang mendengarnya itu pun dirinya langsung membuka mulutnya larna saking terkejut, Sedang kan untuk Frass dirinya hanya tersenyum saja. Beberpaa saat Dara tertegun itu akhirnya dirinya pun tersadar.


"Apa yang kakak katakan tadi??"Tanya Dara.


"Ya kakak bermalam dengan seorang Gadis" Jujur Frass sembari dirinya mengambil paha ayam di meja dan memakannya.


Dara pun kembali tercengang dengan apa yang di katakan sang kakak itu,Sedangkan Frass hanya tersenyum menggoda Dara.Dara yang melihat itu pun dirinya sedikit memicingkan matanya dan ingin membuka mulutnya untuk berteriak.


"Bii!!"


Dara pun ingin berteriak,Akan tetapi Frass yang melihat Adiknya itu ingin berteriam dirinya pun segera membungkap mulut Dara.


"mmm!!!" berontak Dara.


"Jangan berteriak,Aku akan melepaskan kalo kamu engga teriak "Ucap Frass.


Dara yang mendengar hal itupun dirinya hanya menganggukan kepalanya,Lalu Frass pun melepaskan bungkaman tangannya itu dari mulut Dara.


"Sudah aku lepaskan,Aku akan menjelaskannya" Beritahu Frass.


Dara pun tak mendengarkan apa yang di katakan Frass itu,Dara memang diam tetapi tubuhnya sedikit berdiri seperti bersiap berlari.Sedangkan Frass yang melihat posisi Dara itu dirinya tersadar.


"Aku akan beritahu Bibi apapun resikonya,Enak aja dia enak enak malam malam aku menderita karna berbohong sama Bibi semalam,"Batin Dara.


"Kita lihat apa yang ingin kamu lakuin"Batin Frass.


Dara pun sedikut menggeser kursinya itu dan berlari, Akan tetapi Fras juga tak kalah cepat.Pada saat dirinya mendengar suara kursi yang bergeser itu dirinya pun langsung menangkap Dara dan membuangkapnya Dara.


"Mmmm..Mmm..mmm"Berontak Dara.


"Sudah kakak bilang,Kamu diam aku akan menuruti semua kemauan mu bagaimana??"Tawar Frass.


Dara pun diam saja saat Itu dan frass pun melepaskan Dara yang mendudukkannya di kursi meja makan itu kembali,Dara pun dengan kesal dirinya duduk kembali dan hanya bisa menurut.


"Daraaaa,Dengakan kakak dong" Ucap manja Frass.


"Katakan siapa"Jawab Dara.


Frass yang nelihat reaksi Dara itu pun dirinya sedikit menunduk malu.


"Restika"Ucap Frass.


Dara yang mendengar nama Restika itupun dirinya sedikit melototkan matanya itu karna kaget.


"Kak Restika??Dia kan calon istrimu??Kenapa kakak cerita ke Dara,Udahlah Dara ga mau denger Dara pergi g aasik banget dan ga punya malu kakak ih"


"Urursan pribadinya di umbar"Gerutu Dara.


Dara pun berdiri mengambil tasnya itu lalu pergi, Melihat hal iti Frass pun hanya mngerenyitkan dahinya melihat Dara pergi begitu.Di saat Dara pwrgi dari keluar rumanhnya itu,Bibi Arumi kebetulan baru keluad dari kamarnya dan melihat Dara.


"Loh Ra??Kamu udah bwrangkat aja??"Tanya sang Bibi.


"Iya Bi,Udah Hampir telat Dara mau berangkat dudku ya dan,Oh iya Kak Frass udah pulang jangan lupa di pukulin ga Bi"Suruh Dara.


Dara oun keluar dari rumahnya itu,Sedangkan Bibi Arumi hanya menatap kepergian Dara itu dengan tatapan bingung.


"Kenaoa anak itu??"Gumam Bibi Arumi.


"Kenapa sayamg??"Tanya Paman Arwin yang baru keluar.


"Emm Itu mas,Dara di keluar tadi sambil marah malah dan nyuruh mukulin kakaknya tdai dia bilang begitu"Jawab Bibi Arumi.


"Ohh begitu,Jadi Frass udah pulang dong??"Tutur Paman Arwin.


"Iya juga,Mas Arwin bawa aku ke dapur dong aku mau ngasih anak itu pelajaran brani braninya dia engga pulang tanoa ngabarin aku mas"Gerutu Bibi Arumi.


"Dengan sennag hati istriku"Jawab Paman Arwin.


Paman Arwin oun mendorong kurai roda Bibi Arumi dan membawanya menuju dapur,Di dapur itu tamoak Frass yang sedang makan disana demgan lahab.Bibi Arumi yang melihatnya pun langsung menghel amarahnya dengan penuh kekesalan.


"Enak banget ya makan"Ucap Bibi Arumi.


"Hmmm.."Berdhekem Frass.


Bibi Arumi itupun dirinya semakin geram dan pada akhirnya pun langsung menarik telinga Frass yang membuat Frass kesakitan.


"Kemana saja kamu semalaaman hah,Kenaoa engga ngasih kabar ke mama.Apa kamu lupain mama sekarang,"Sentak Bibi Arumi.


"Maaf mah...Frass engga akan ulangin lagi...Frass bener bener lupa mah..aduduud" rintih Frass.


Ayah Frass yang melihat kejadian ituoun dirinya twrkekeh dan duduk di meja makan.


"Sayang??Mau aku ambilin sapu??"Tawar Ayah Frass.


Frass yang mendengar ayahnya malah mendukung ibunya itu dan menawarinya sapu,Frass oun langsung melototkan matanya itu.


"Papa apaan sih,Bukannya nolongin putranya malah mau buat anaknya babak belur" Teriak Frass.


"Salah kamu juga buat mama kamu begadang kemarin karna nungguin kamu,Karna papa sayang mamamu ya papa dukung mama lah"Jawab Paman Arwin dengan santai.


"Ambilkan mas,Sepertinya anak ini pergi di beri pelajaran.Sudah tau akan bertunangan dan menikah masih saja keluar dan tak pulang"Ucap Ibu Frass.


"Tunggu sebentar sayang"Ucap Ayah Frass.


Ayah Frass pun berudru dari duduknya itu san pergi mencari sapu,Sedangkan Itu Frass masih setia dengan Ibunya yang semakin menarik telinga dan mencubitnya.


"Maa...udah maa...Frass engga ada ngulangin...kok...Ini sakit"Teriak Frass.


"Engga bakal sebelum kamu jera!!"Tutur Bibi Arumi.


(Baiklah kita tinggalkan keluarga ini ehehe(⌒_⌒;)


****


"Damar bangun woy,Ceoetan bangun"Panggil seseorang.


Danar yang mendengar suara ituohn dirinya merasa sedikit terganggu.


"Bangun sekarang lu ada jadwal ke kampus,Ayok bangun sekalian gw juga mau ke kampus kita bareng"Beritahu Ryan.


Damar yang mendnegar hal itu dirinya masih setia dengan tiudrnya itu dan hanya menggeliat pelan saja di kasur,Sedangkan Ryan yang melihat Samar akan menggeliat itupun dirinya melipat kedua tangannya di dadanya.


"Jangan menggeliat Damar,Luka jahitan lu belum kering sempurna"Suruh Ryan.


Mendemgar Ryan yang berbicara seperti itu Damar pun membuka matanya itu seketika dan tak jadi menggeliat.


"Engga asik loh,Enak enak mau ngelurusin tulan lu ganggu"Ucap Damar.


"Daripada usus lu kekuar kan,Udah bangun sekaramg bentar lagi kita berangjat ke kampus"Suruh Ryan.


Damar pun bangun perlahan dan duduk di atas ranjangnya itu dengan perasaan ling lung dan pusing, Ryan yang melihat hak itu pun dirinya berjalan menuju laci dan membukanya untuk mengambil sesuatu di laci. Sedangkan Danar yang melihat hal itu hanya diam memperhatikan nya.


"Nih obatnya minum semua,"Pinta Ryan,


"Oh iya makasih,Oh iya sekarang hari apa dan tanggak berapa sih??Gw di rumah sakit berapa lama??"Tanya Damar.


"Hmmm...Tanggal 25 Desember dan lu di rumah sakit hampir 16 hari udah,Gw pergi dulu keluar"Beritahu Ryan.


Damar pun yang masih sedikit setengah sadar dirinya pun hanya mengangguk,Akan tetapi tak lama dan dirinya langsung melotot.


"AAPA!!!!"


"YANG BENER AJA SELAMA ITU!!! SKRIPSI GW GIMANA!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...