FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 32



Kini nampak Dara yang sedang menahan lukanya itu dan ia meniup luka yang ada di tangannya,Hingga beberapa menit telah berlalu Aiden datang dengan membawa sebuah kitak obat di tangannya.Aiden yang datang itu ia langsung duduk di bawah sedangkan Dara ia duduk di sofa,Aiden langsung menarik tangan Dara dan mulai membesihkan luka Dara karna kulitnya melepuh walau tudak .Aiden membersihkan dan mengoleskan salep yang ia bawa tadi dengan sangat hati hati dan teliti,Dara yang tadi diam tanpa mengeluarkan suara ia hanya diam memperhatikan Aiden yang sedang mengobati tangannya.


"Dia sangat perhatian..."


"Sangat hati hati dan teliti...Apa dia takut aku kesakitan ya??Jika di lihat dia terlihat tampan saat tenang seperti ini..."Ucap Dara dalam batinnya.


"Kenapa Dara liatin terus sih...kalo gini terus lama alama gue salting and engga bisa nahan...ck...ga semua orang di liatin kek gitu kuat Dara..!!!"ucap Aiden dalam batinnya.


Aiden yang dari tadi ia diam dan fokus mengibati lukanya Dara itu ia tahu bahwa Dara memandangi Dirinya,Namun karna lama kelamaan Aiden mulai Risih ia pun menyuruh Dara untuk berhebti melihatnya.


"Udah jangan di liatin mulu..."


"Aku tahu aku tampan...maka dari itu berhenti memandang i ku...ketampanan ku tidak akan hilang kecuali jika aku tua nanti..."


Ucap Aiden sembari ia fokus mengoleskan salep pada tangan Dara,Dara yang mendengar Aiden mengatakan hal tadi ia pun berhenti memandang i Aiden dan melihat ke arah lain.


"Dih ada ya manusia sepede kamu ini.."


"Aku baru nemuin orang kayak kamu seumur hidupku....Pede banget jadi cowo...tukang maksa...sok kecakeoan sok cool padahal engga...Aku lihat lihat juga mirip Dukun wibu..."Ucap Dara dengan nada kesal.


Aiden yang tak terima apa yang di katakan oleh Dara itu sedikit kesal dan tak terima walau itu kenyatan,Aiden yang mengoleskan salep pada tangan Dara memberikan sedikuit tekanan pada luka Dara hingga membuatnya berteriak.


*Auwwwwww


"Sakit Aiden...kamu apa apaan sih sakit tau engga...kalo engga iklas obatin bilang aku bisa obatin sendiri ..."Ucap Dara sembari menarik tangannya*.


"Udah di bantuin ngobatin malah maki maki orang..."Ucap Aiden yang kembali menarik tangan Dara yang terluka.


"Idihhh...Apa apaan...orang tadi kalo kamu engga ngagetin aku tangan aku engga bakal luka ya..dan juga kenapa kamu tadi nyium cium segala??...Maksa banget sih situ.."Ucap Dara dengan nada kesal.


"Yya...Eee"


Aiden yang mendengar ucapan Dara itu cukup untuk membuatnya terdiam karna memang kenapa ia tadi mencium Dara tadi,Dara menatap intens Aiden karna ia tak kunjung menjawab pertanyaannya tadi.


"Kenapa diem??.."


"Maksud kamu tadi apa??...sekian kali anda memaksa saya tau engga.."Ucap Dara dengan kesal.


"Ya engga apa apa...kan kamu pacar kontrak ku...dan selama kamu masih ada kontrak sama aku jadi ya bebas bebas aja dong..."Ucap Aiden lalu ia berdiri dan membereskan kotak obatnya.


"Idih...untung kamu dong...aku dapet apa...RUGI nyaaa.."Ucap Dara.


Aiden pergi meninggalkan Dara di ruang tanu untuk mengembalikan kotak obatnya ke kamar,Di ruang tamu yang tengah sendiri itu Dara berjalan ke arah meja makan dan duduk disana.


"Iya aku tahu aku pacar kontrak..."


"Makasih udah ngingetin...dengan kek gini aku mulai ragu dengan hatiku yang mulai menyukaimu...hah..."


"Udah lah Dara kamu berharap apa...engga mungkin juga tapi...aku juga tidak tahu kenapa aku begini nggak mungkin masa aku jatuh cinta padamu" Ucap Dara dalam batinnya yang di saat itu ia tengah melamun.


Aiden Keluar Dari kamarnya dan melihat Dara yang tengah duduk di kursi meja makan,Aiden melihat Dara yang tengah termenung disana dan menghampirinya dan duduk di sebelah Dara.Dara pun tersadar akan lamunan karna ia melihat Aiden yang tengah duduk di sampingnya itu namun ia hanya diam memperhatikan nya.


"Kenapa??..."


"kamu engga makan??...Sarapan gih nanti jam 10 kita berangkat...lumayan lama perjalanannya.."Ucap Aiden.


Aiden mengambil nasi dan beberapa laum di meja itu dan mulai memakannya dengan lahap,Dara hanya diam melihat dan memperhatikan yang tengah makan sehingga Aiden pun ke dua kalinya Auden bertanya dengan hak yang sama.


"Kamu engga makan???..."Tanya Aiden pada Dara.


Dara hanya diam tanpa mengatakan apapun lalu melihat Aiden dengan wajah datar dan mengulurkan tangan kanan nya yang baru di obati tadi,Aiden yang melihat Dara mengulurkan Tangan itu salah menang di kira Dara ia ingin makan Dari piring Aiden.


"Apa??....Kamu mau aku suapin di piring aku??...Yakin.."Ucap Aiden dengan wajah polos.


"Bener bener cowo emgga peka...nih tangan ku sakit kamu lupa??..Ambilin..."Ucap Dara dengan menunjuk piring dan sendok ada di sebelah kanan Aiden.


"Aishhh...bilang dong kalo mau di ambilin..aku kan engga tau apa yang kamu maksud karna aku bukan dukun..."Ucap Aiden lalu ia mengambilkan Piring dan sendok serta makanan yang ada di atas meja itu.


"Nih...udahkan cukup...??"Tanya Aiden.


"udah..tapi nasinya kebanyakan...bisa kurangin dikit??"Ucap Dara.


"Udah dikit ini...makan aja biar kamu berisi engga tulang aja.."Ucap Aiden.


"Maksud kamu aku kurus kering apa...??"Ucao Dara dengan nada tinggi.


"Engga mana ada aku bilang gitu yeee..Suudzon kamu itu...udah makan aja ya.."Ucap Aiden lalu memberikan piring itu pada Dara.


Setelah mengambilkan makanan untuk Dara makan ,Aiden melanjutkan maknnya tadi sambil memeriksa ponselnya.Dara yang memang tangan kanannya sedang terluka tadi ia agak kesulitan memegang sendok dengan kondisi tangannya yang masih sakit tapi ia masih berusaha untuk mengambil sendok itu,Aiden sesekali melirik Dara dan melihat ia belum menyentuh makanannya itu dan masih berusaha memegang sendok dengan tangannya yang masih sakit itu.


"Kenapa dia belom makan sih...udah 5 menit belum di sentuk makanannya..."


"Gue bener bener lupa...kalo tangannya lagi sakit ya..."Ucap Aiden dalam batinnya.


Aiden pun langsung mengambil sendok Dara dan pergi dari temoatnya duduk itu*,Dara yang melihat sendok yang akan ia gunakan di ambil oleh Aiden merasa heran.


"kenapa di ambil..terus aku makannya gimana dong...??."Ucap Dara sambil memandangi makanan yang ada di atas piring itu.


"Apa dia berisiniatif buat nyuapin ya??"


Ucap Dara sembari ia meluhat ke arah Aiden yang tengah mencari sesuatu,Hingga beberpa menit berlalu akhirnya Aiden datang sedang suatu benda di tangannya yang mampu membuat Dara ke dua kalinya ia terheran heran.


"Apa ini?? Sedotan...???"tanya Dara pada Aiden.


Aiden tak menjawab pertanyaan dari Dara dan fokus memindahkan makann Dara ke mangkuk,Hal itu semakin membuat Dara sulit menebak dan semakin bingung hingga Aiden memberikannya pada Dara.


"nih makananya...Sedot aja pake sedotan..."Ucap Aiden dengan polos sembari ia tersenyum,Dara hanya diam menganga sambik membuka mulutnya seolah ia tak percaya dengan apa yang telah terjadi di depannya lalu ia meouhat ke arah Aiden yang tengah tersenyum itu dengan wajah tampanya.


"Dasar cowo bego...di kasih isyarat tidak mau mengerti mengerti...!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...