FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 55



"Jadi Bibi ingin kakak cepat menikah itu yang ia katakan.."Ucap Dara.


Frass yang mendengar ia pun mendongak melihat ke arah sang Ibu.


"Maaaa???..."


"Apa???...Bukankah kau hampir kepala 3...ingat mamamu ini sudah hampir 55 tahun...dan kau belum menikah...Semakin hari aku semakin Tua...tapi kamu belum juga menikah.."Ucap Ibu Frass sembari ia melipat kedua tangannya dan melihat ke arah lain.


Frass yang melihat ibunya tengah merajuk ia pun menghela nafas nya,lalu ia berushaa meraih tangan ibunya.


"Ma...Frass tau mama ingin Frass segera menikah kan...Frass belum bisa sekarang mama kan tahu kalau Frass sibuk dengan pekerjaan Frass sekarang...dan engga ada waktu untuk bertemu atau bahkah berkencan..."Ucap Frass dengan nada yang lemah lembut untuk membujuk sang ibu.


"Tapi kapan dong kamu kalo nikah nya...Kamu ingin mama mati duluan karna penyakit mama???.."Ucap Bibi Arumi sembari ia menepis tangan Frass.


"Biii..."Ucap Dara yang berdiri dari tempat dengan wajah terlihat khawatir.


Frass melihat ke arah Dara dan perlahan menggelengkan kepala,Dara yang melihat sang kakak ia pun kembali duduk ke kursinya.


"Maaa..."


Panggil Frass tetapi ibunya tak kunjung menoleh kepadanya.


"Maaa...kenapa mama bicara begitu..mama akan tetap hidup selama Frass ada disini ko..Frass akan jaga mama.."Ucap Frass.


"Tapi mama tidak akan bisa hidup jika kamu tidak akan menikah..mama cuma lihat kamu menikah dan kamu punya keluarga bukan yang lain..."Ucap Bibi Arumi.


"Tapi mah...menikah itu harus punya pasangan kan...kan Frass tadi udah bilang ke mama kalo Frass sibuk sama kerjaan Frass.."Ucap Frass yang berusaha memberikan pengertian kepada sang ibu.


"Tapi kamu mau kan menikah...Mama tidak pernah meminta apapun dari kamu...dan ini permintaan pertama mama...kamu mau menikah kan..??"Ucap Bibi Arumi.


Mendengar apa yang diingin sang ibu Frass pun melihat ke arah Dara,Dara yang melihat nya juga bingung dan mengangkat bahunya.


"Baiklah jika itu ke inginan mama...Frass bisa melakukannya tapi nanti..."Ucap Frass.


"Kenapa harus nanti???.."Ucap Bibi Arumi.


Mendengar apa yang di katakan sanng ibu membuat perasaan Frass tiba tiba berubah dan khawatir akan sesuatu.


"Ada apa ini??...Seperti masuk jebakan...tapi entah jebakan apa itu..."Ucap Frass dalam batinnya.


"Mama akan mencarikan calon Istri untukmu...mama punya beberapa teman yang memiliki anak perempuan...kamu mau..??"Ucap Bibi Arumi.


"Kan bener aja masuk jebakan...tak ku sangka Mama akan menjebak anaknya sendiri..."Ucap Frass dalam batinnya.


"Jadi Frass??..Bagaimana kamu mau...Ini pertama kali Mama minta ke kamu..."Ucap Bibi Arumi dengan wajah memelas.


Perlahan Frass pun melihat ke arah sang Ibu dan tersenyum paksa menandakan ia mau melakukan nya,Sang ibu sang melihat sang putra mau menikah dan mau menuruti permintaan nya ia pun memeluk Frass dengan senang.Dara yang melihat nya juga ikut seneng melihatnya,Melihat kedekatan sang Bibi dan kakaknya itu dalam pikiran Dara terlintas akan kenangannya bersama sang ayah saat ia kecil.


Waktu berpindah ke masa lalu Dara,Pada saat itu ia baru pulang dari sekolah nya dengan membawa sebuah buku raport di tangannya.


"Ayaahhh....Dara pulang..."Teriak Dara saat ia kecil yang berlari menghampiri ke arah sang ayah.


Ayah Dara yang melihat putrinya datang ia merentangkan tangannya dan sedikit berjongkok,Melihat sang ayah yang merentangkan tanganya Dara pun langsung jatuh berprlukan dengan Sang ayah.


"Ayhhhhh...."Ucap Dara kecil yang memanggil ayahnya.


"Apa putri Ayah...Dara kangen ya sama ayah..emmm"Ucap Ayah Dara sembari ia memeluk putrinya.


"Dara kangen sekali sama Ayah...kenapa ayah baru pulang Dara kangen tau sama ayah.."Ucap Dara sembari ia memeluk ayahnya erat dan enggan untuk melepaskan tangannya.


Melihat outrinya yang begitu memrindukannya hingga enggan untuk melepaskan pelukannya,Ayah Dara hanya tersenyum membalas pelukan sang putri.


"Dara kangen ya sama Ayah...Maaf ya Ayah jarang main sama Dara...Maaf ya soalnya Ayah kerja cari uang buat Sekolah Dara emmm..."Ucap Ayah Dara sembari mengusap ucap punggung putri kecilnya itu.


Dara kecil pun melepatkan kaitan tangannya yang berada di leher sang Ayah dengan senyuman di wajahnya itu,Ayah Dara yang melihat putrinya tersenyum itu ia mencubit gemas pipi putrinya.


"Ada apa Hemmm??..Anak ayah terlihat senang sekali ada apa ini...emm..??Mau beri tahu ayah??.."Ucap Ayah Dara yang bersikap seperti anak kecil.


Sembari tersenyum Dara menjawab"Ayah tau...hari ini pembagian Raport buat Dara...Kata Miss Vina Dara dapet Juara 1 Di kelas Ayah..."Ucap Dara sembari memperhatikan nilai Raportnya.


"Wahhh....Anak Ayah hebat sekali...Nilai yang sempurna...Selamat ya..."Ucap Ayah Dara.


Ayah Dara yang melihat nilai sang putri ia pun mencium pipinya.


"Ahaha....Ayah geli...ahahha.."Ucap Dara sembari ia tertawa karna ia geli saat di cium sang ayah.


Kenangan saat ia kecil itu adalah kenangan yang sangat membekas di pikiran Dara,Kenangan yang sangat berharga baginya dengan sang ayah.


"ah??...Ada apa bi...??"Ucap Dara.


"Kamu kenapa diam aja ??...Kamu kepikiran apa ???Sini cerita ke Bibi..."Ucap Bibi Arumi.


"Bukan apa apa ko bi....Anu Dara pergi Dulu ya kekamar.."Ucap Dara dengan senyuman di wajahnya.


Dara pun pergi ke kamarnya meninggalkan Bibi dan kakaknya Frass di meja makan,Bibi dan Frass yamg melihat Dara pergi terlihat bingung.


Sesampainya Dara di kamarnya ia langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya,Lalu ia pergi ke lemarinya dengan mencari sebuah barang.Ia hanya menemukan beberapa gau dan Sepatu yang di kirim ibunya,Melihat barang itu tak ada di lemarinya Dara lalu memegangnya lehernya dengan tangannya.


"Kenapa aku bisa lupa jika kalung itu ada di tangan Aiden...Itu peninggalan Ayah "


"Di saat seperti ini....aku biasa memegang kalung pemberian ayah itu..."


"Bagaimana ini.."


Dara pun perlahan melihat ke gaun yang terakhir kali ibunya kirim untuknya,Lalu perlahan tangannya memegang ujung gaun itu dan akhirnya perlahan ia memangambilnya.


"Ibu sebenarnya pergi ke mana..."


"Kemarin Dara ngeliat ibu...tapi kenapa Ibu engga ngeliat Dara"


"Ibu Tahu tidak kalau Dara itu kangen sama ibu..."


Ucap Dara yang perlahan ia memeluk Gaun itu dan perlahan ia duduk bersimpuh di lantai,Di tengah tengah merindukan kedua orang tuanya itu.Tiba tiba terdengar suara ponsel yang berdering,Dara yang mendengar suara itu ia pun berdiri dari tempat itu dan mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya itu.


"Aiden??..."


"Kenapa dia menelfon ku...Tidak biasa dia menelfonku.."Ucap Dara.


Dara pun yang melihat ia langsung mengangkat telfon dari Aiden dan meletakkan Gaun yang ia bawa tadi di atas kasur.


"Halo...??"Ucap Dara dan Aiden secara bersamaan.


Karna merka mengucapkan kata itu secara bersamaan mereka pun gugup satu sama lain,Sehingga membuat mereka terdiam beberapa saat.Karna perasaan canghung itu membuat Dara tak enak ia pun memutuskan untuk berbicara di telfon.


"ADA YANG HAL YANG INGIN AKU BICARAKAN..!!"Ucap Data dan Aiden yang kedua kalinya secara bersamaan dan menambah rasa canggungnya.


"Anu...Kamu duluan..."Ucap Dara dengan gugup.


"Oh..??..Baik lah aku duluan ya.."Ucap Aiden dalam telfon itu dengan nada gugup.


"Kamu sedang apa??...Apa kau sibuk sekarang??.."Ucap Aiden dalam telfon itu.


"Emmm...Tidak ada...kenapa??"Ucap Dara.


"Ohh baiklah aku hanya ingin bertanya saja...baiklah aku akan menutup telfonnya aku cuma ingin menanyakannya saja..."Ucap Aiden.


Mendengar Aiden yang yang ingin menutup Telfonnya,Dara pun teringat dengan kalung yang di bawa oleh Aiden lalu Dara pun menghentikan Aiden agar tak menutup Panggilannya.


"TUNGGU...!!!"Ucap Dara dengan nada sedikit tinggi.


Aiden yang tadinya ingin menutup telfonnya ia tak jadi karna Dara.


"Ada apa...ada yang ingin kau bicarakan???.."Ucap Aiden.


"Tentang kalung yang kau bawa....bisakah kau memperlihatkan nya pada ku besok??...Aku ingin melihat kalung itu..."Ucap Dara.


"....?!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...