
"Apa aku kasih tau aja kalo kalung nya tuan muda ada di saya ya.."Ucap pak Robi dalam batinnya bahwa dia lah yang membawa kalung itu.
"Yaudah pak...Saya pergi dulu ya mau ketemu Oma saya juga masih sibuk.."Ucap Aiden sembari ia pergi meninggalkan Pak robi.
"Tuan Mud..???"Panggil pak Robi tetapi Aiden sudah pergi jauh.
"Sudah lah lain kali saja...kayak nya emang sibuk juga Tuan muda..."Ucap Pak sembari ia menghela nafasnya sekaligus mengangkat kedua alisnya.
Kembali ke temoat Dara dan Oma yang berbincang membahas beberapa hal,Sehingga pada akhirnya Oma menanyakan bagaimana tentang keluarga Dara sekarang.
"Nak...apa kau tinggal bersama orang tua mu sekarang??.."Tanya Oma sembari meminum tehnya.
Mendengar pertanyaan Oma yang seperti itu membuat Dara kembali teringat kenangan yang terjadi pada keluarga dulu saat sang ayah masih hidup,Hati Dara sedikit terenyuh pelan Dara kemudian mulai diam beberapa detik dan mengepalkan tangannya,Oma memperhatikap sikap Dara dan melihat punggung tangan Dara yang tengah di perban.
"Tangan kamu kenapa nak??..Apa kamu terluka??"Ucap Oma.
"Emm...Saya tinggal sendiri Oma dulu dan sekarang saya pindah dan tinggal bersama kakak sepupu saya...Dan Tangan saya tadi pagi engga sengaja kena air panas.."Ucap Dara.
"Ohhhh begitu ya lain kali hati hati ya..."
"kenaoa kamu tinggal sendiri??...Lalu Dimana keluarga mu??..ayah dan ibumu apa kau...??"Ucap Oma dengan nada penasaran.
"Ayah saya sudah meninggal Oma..."Ucap Dara sambil tersenyum.
"Tidak tidak...jangan tersenyum aku yakin kau tak menyukainya maafkan oma karna bertanya tentang ayahmu...Lalu Bagaimana dengan ibumu nak??"Ucap Oma yang terkejut mendengar jawaban Dara dan menyuruh jangan tersenyum.
"Ibu saya..."Ucap Dara lalu melihat ke arah lain yaitu tangga.
"Oma....."panggil Dara.
Aiden berjalan menuruni tangga melihat ke arah Dara dan Oma yang tengah berbincang di ruang tamu dengan suasana yang menurut Aiden bagus tapi tidak untuk Dara walau ia terlihat santai ia sangat gugup,Dara yang melihat Aiden datang dan berjalan ke arahnya ia menjadi sangat lega.Aiden berjalan menuruni tangga dan berjalan mendekat ke arah Dara dan Oma lalu ia duduk di samping Dara.
"Kalian bahas apa???..."
"Aiden lihat tadi keknya ngobrolnya seru banget.."Ucap Aiden sembari ia mengambil teh Dara,Dara yang melihat tehnya di minum oleh Aiden melihat ke arah Aiden dan sedikit mendekat.
"Bukan apa apa...Tidak ada urusannya dengan mu..."Ucap Oma.
"Itu teh aku...kenapa kamu minum dasar jorok.."Ucap Dara yang berbisik ke arah Aiden sembari ia diam diam mencubit perut Aiden.
Aiden menahan sakit di karna cubitan Dara tetapi ia tak menunjukkannya dan sedikit tertawa,Aiden meletakkan cankir itu lalu ia berusaha melepaskan cubitan Dara dengan Senyuman kaku di wajahnya.
"Lepasin sakit tau..."
"Kalo kamu kayak gini Oma bisa bisa curiga ama kamu...kalo rencana ku gagal gimana..."Ucap Aiden dengan cara berbisik.
Aiden berusaha melepaskan cubutan Dara dari pinggang nya dan menutupi rasa sakitnya dengan senyum,Oma yang melihat mereka berdua bertingkah aneh karena saling tersenyum kaku dan berbisik membuat seperti ada sesuatu yang terjadi.
"Kelian kenapa berbisik dan tersenyum seperti itu??...."
"Apa ada hal lucu yang kalian bicarakan??.."Ucap Oma dengan Datar lalu ia meletakkan cangkir tehnya.
Mendengar Oma Aiden yang berbicara seperti itu karna melihatnya Dara langsung melepaskan cubitannya,Mendengar perkataan Oma yang menanyakan kenapa ia dan Aiden saling berbisik tadi Dara memutar otak menjawab pertanyaan.
"Anu oma...Dara cuma...Cuma..."Ucap Dara dengan nada gagap.
"Kamu kenapa gagap??..."Tanya Oma.
"Engga Ooma...itu.."
"Oma.."
Aiden yang melihat Dara tak bisa menjawab pertanyaan dari Omanya ia pun memotong omongan Dara.
"Ada apa Aiden??..."
"Kau tak menunggu makan malam ???...Sebentar lagi waktunya makan malam kan dan Adi..."Ucap Oma tetapi terpotong kembali karna Aiden menyela nya.
"Engga Oma...Takut nya nanti Dara kemaleman...Nanti Aiden langsung ke Apartemen aja..."Ucap Aiden sembari ia berdiri bermaksud mengajak Dara pergi.
"Oh???..Oke.baiklah..."Ucap Dara yang ikut berdiri.
Melihat Aiden dan Dara yang berdiri daru duduknya itu,Oma juga ikut berdiri dari duduknya dengan wajah bingung yang terpampang.Aiden pergi meninggalkan ruang tamu di ikuti dengan Dara,Tetapi sebekum Dara peegi ia semopat bersalaman pamit kepada Oma Aiden.
"Oma Dara pergi dulu ya...Dara juga ada urusan hari ini jadi engga bisa lama lama..."Ucap Dara lalu ia meraih tangan oma yang bermaksud untuk bersalaman.
"Ohh...begitu...baiklah kamu hati hati ya..."Ucap Oma.
Begitu selesai verpamitan dengan Oma Dara langsung berlari pergi meninggalkan Oma di ruang tamu dan berlari meninggalkan Aiden,Aiden sudah masuk ke dalam mobilnya dan ia sudah menyalakan mobilnya.Dara yang baru keluar dari rumah Itu ia pun langsung masuk ke dalam mobil,Begitu Dara masuk dan menutuo pintu mobilnya Aiden langsung menancap gas mobilnya dan langsung pergi.Dara merasa ada yang aneh dengan sikap Aiden yang tiba tiba mengajaknya untuk pergi.
"Kamu kenapa??..."
"Hah??...Engga apa apa...emang kenapa??"
"Lalu kenapa kamu ngajak aku buru buru pergi...Oma kamu engga curigakan??.."
"Engga bakal...."Ucap Aiden.
Mendengar jawaban Aiden membuat Dara tambah kesal,Ia pun kembali mencubit pinggang Aiden dan membuatnya kesakitan.
*Awwwwwww
"Kamu kenapa sih suka banget Nyubit orang...sakit tau engga.."
"Ya kamu habisnya...diajak biacara jawabannya begitu yang logis dong.."
"Ya kenapa...lagian kamu juga bilang tadi pagi bakal ada acarakan..makanya aku ajak pulang"
"Ohhhhh begitu..."
"Cuma Ohh doang dih...giliran aku yang jawab gitu di cubit..ck.."
Aiden menunjukkan raut wajah yang kesal karna ia di cubut oleh Dara,Dara yang gemas melihat wajah kesal Aiden memalingkan wajah ke luar jendela dan sedikut tersenyum sembari ia menikmati pemandangannya.Mobil Aiden berhenti di sebuah lampu merah,Aiden melihat ke arah Dara yang sedang memalingkan wajahnya tetapi Auden dapat melihat Dara yang sedang tersenyum dari pantulan kaca mobilnya yang mampu membuatnya juga ikut tersenyum.
"Manis banget kalo dia senyum..."Ucap Aiden dalam batinnya.
Beberapa detik seyelah mobil Aiden berhenti sebuah mobil yang ikut berhenti tepat di samping mobil Aiden tetapi dari sisi sebelah kiri temoat Dara duduk Dara,Karna kaca mobil itu sedikit terbuka Dara yang berada di dalam mobil seperti melihat seseorang yang mirip seperti seseorang yang ia kenal.
"Ibu...???"
"Hah??..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...