
"Tungguin kenapa!!!Jangan jalan cepet cepet Woy"Panggil Restika.
Restika pun segera menyusul Frass yang ada depannya itu,Frass pun berjalan ke masuk ke dalam hotek itu dan langsung ke meja Resepsionis.
"Ada yang bisa saya bantu pak sekarang??"Sambut Resepsionis itu.
"Mbak disini masih ada kamar kosong engga??"Tanya Frass.
"Frasss!!!Tungguin"Fwriak Restika yang baru masuk ke dalam hotel itu.
Mendengar suara Restika yang berteriak itu, Resepsionis dan Frass pun pandangannya tertuju pada Restika yang berjalan mendekat.
"Baru datamg"Ucap Frass.
"Hmmm...Ya kenapa kamu ningggalin sih jadi cowo ga peka banget"Gerutu Restika.
Frass pun hanya bisa diam saja sekarang sembari dirinya menggelengkan kepalanya itu.
"Sudah lah"
"Gimana mbak??Apa masih ada kamad di hotek ini??"Tanya Frass pada sang Resepsionis.
"Ohh Sebentar ya oak saya cek dulu kamarnya apakah masih ada yang kosong"Ucap Resepsionis itu sembari dirinya mencari datanya.
"Hmmm..Iya "Jawab Frass.
"untuk kamar masih ada 1 pak,Cukup untuk kalian berdua"Beritahu Resepsionis itu.
"APAH!!!"
Mendengar hal itu Restika pun berteriak dan mengejutkan Frass dan Resepsionis itu.
"Kenapa kamu beeteriak??Ini udah malam sayang"Ucap Frass.
"Apa sayang??"Jawab Kikuk Restika.
Frass pun menggeleng gelengkan kepalanya itu,Lalu dirinya mengeluarkan dompetnya dan mangambil sebuah kartu.Restika yang melihat itu dirunya hanya terdiam saja sambil membuka sedikit mulut.
"Apa yang di katakan tadi??Sayang??Kenapa dia taj menjawabku dan malah diam saja??"Batin Restika.
"Kami ambil mbak kamarnya,Ini kartunya"Ucap Frass sembari dirinya memberikan kartu itu pada sang Resepsionis.
"Iya pak tunggu sebentar ya"Jawab Resepsionis itu.
"Tunggu kamu ngapain??Kenapa pesen satu kamar itu??Kita butuh 2 kamar kamu tahu??"
"Yaaaa!!!!Aku bicara kamu sama jawab,Jamgan seenaknya sama aku ya " Sentak Restika.
Frass yang memdengar hal itu diri apa yang di katakan Restika itu dirinya hanya mengabaikammya saja,Sedangkan Restika terus bertanya pada Frass tanpa henti.
"Aku suka sikapnya yang cool jika begini"Batin Frass.
"Ini pak kartu dan kuncinya,Selamat bermalam"Ucap Resepsionis itu lalu dirinya memberikan kunci kamarnya.
"Terima kasih,Ayok pergi sekarang"Ajak Frass sambil menggandeng tangan Restika.
Restika dengan wajah kesalnya itu didrinya tak bergerak dari tempatnya karna dia marah demgan Frass yang tak meresponnya tadi,Sedangkan Frass yang meluhat wajah kesalnya itu dirinya hanya terkekeh dan melihat ke arah Resepsionis yang memasang wajah kikuknya.
"Maaf ya mbak,Istri saya lagi ngambek tadi dan sepertinya sekarang marah hahah" Ucap Frass dengan diiringi suara tawa.
Frass pun dirinya langsung berbalik dan menggendong Restika ala brindal dan hal itupun nembuat Restika terkejut bukan main.
"Kamu ngapain turunin aku!!!Ada banyak irang disini jangan berlaku seenaknya kamu!!"Berontak Restika.
"Maaf ya mbak,Kami pergi dulu tolong dimaklumi dia lagi mengidam"Ucao Frass.
"Iya pak kami mengerti"Balas Resepsionis itu.
Frass pun langsung membawa Restika pergi masuk ke dalam lift dalam keadaan Restika yang memberontak,Sedangkan untuk para Resepsionis dan beberapa orang yang ada di aula hotel itu hanya melihat dengan mata yang tercengang.
"Pasangan Prik apa romantis kayak gitu??"Ucap Srempak orang orang yang melihat kejadian tadi.
Oramg orang itu pun kembali melakukan pekerjaan itu dan melanjutkan aktivitas mereka,Sedangkan untuk Frass yang ada di dakam lift itu tamoak Restika yamg sudah turun dari gendongan Frass dengan raut wajah yang menggebu gebu.
"Apa apaan kamu manggil sayang ke aku,Istri dam juga mengidam...kita tidak ada hubungan apa ya semua orang melihat hal tadi tahu engga "Kesal Restika.
"Kan memang mau jadi calon Istri,Memangnya kenapa??Kalo semua orang lihat bagus dong berarti kuta pasangan yang romantis"Jawab Frass dengan Nada Santai.
Restika yang mendengarnya itu pun dirinya kehabisan kata katanya,Sedangkan Frass hanya tersenyum samar saat meluhat Restika yang tiba tiba diam itu.
"Kenapa aku tiba tiba kehilangan kata kata sekarang" Batin Restika.
"Akhirnya dia diam juga,Dia tak akan melawan jika aku menyebutkan faktanya...gadis lucu"Batin Frass.
Beberpa saat pun Pintu lift kembali terbuka,Frass pun keluar dari Lift dengan Restika yang berjalan di belakang memegang perutnya itu.Karna Restika yang tak segera menyusul itu,Frass pun menoleh ke arah belakang dan melihat Restika yang masih jalan dengan menahan kram perutnya.
"Apa masih kram sekarang??"Tanya Frass.
"Jangan bertanya,Kamu lihat sendiri kan engga mudah jadi cewe tah engga "Ucap Restika.
"Udah engga apa apa,Ayok aku bantu nanti di kamar minum lagi obatnya"Ucap Frass lalu dirinya pun membantu Restika berjalan.
Mereka berdua pun berjalan ke lorong hotel itu untuk mencari kamarnya itu dengan Frass yang membantu Restima berjalan,Akan tetapi saat di lorong itu ada seseorang yang menabrak bahu Restika yang otomatis membuat dirinya hampir jatuh.
Bruuukkkkk
"Kamu engga apa apa Res,Siapa sih yang jalan engga liat liat padahak luas lorongnya"Tanya Frass pada Restika.
"Maaf kan kami tuan kami tidak sengaja"Ucap Seseorang itu.
"Suara itu tidak asing??"Batin Restika yang tertegun saaf mendengar suara wanuta tadi.
Frass oun menoleh ke arah Suara itu dan diikuti oleh Restika yang demgan gugup juga ikut menoleh.
"Engga apa apa mbak lain kali hati hati mas mbak,Istri saya hampur jatuh tadi"Ucap Frass.
"Kamu??Kenapa ada disini??"Tanya Restika dengan nada pelan pada Seseorang itu.
****
Temoat berpindah pada Aiden dan Dara yang masih di tempatnya itu dan menikmati makan malamnya, Tampak dari wajah Dara yang masih kesal terhadap Aiden.Sedangkan sebalik dengan Aiden yang masih twrsenyum sumringah saat melihat Dara.
"Udah jangan senyum senyum aja,Takutnya nanti kamu di kira gila gimana"Ucap Dara dengan memakan makanannya itu.
"Emang siapa yang ngira aku gila??Kita kan cuma berdua disini dan aku udah sewa semua tempat ini"Jawab Aiden.
"Ohhh...Si pengangguran ternyata anak orang kaya pantesan aja aku heran kenapa dari tadi sepi terus "Ketus Dara.
"Aku bukan pengangguran ya dan oh iya kenapa kamu ngomongnya formal banget sih??"Balas Aiden.
"Ya karna udah kebiasa aja dari kecil Karna sebelumnya aku pernah home schoolling...dan ya ya ya aku percaya silahkan tuan muda Sekarang makanlah makananmu"Ucap malas Dara.
"Pantesan aja...aku jadi kebiasaan juga ngomong formal sekarang"Keluh Aiden.
Aiden yang mendengar hal itu sebenarnya nya dirinya kesal akan tetapi dirinya masih menahannya, Tetapi dirinya hamya menghirup nafas agar berusaha tetap tenang.Aiden pun meletakkan sendok dan garpunya itu dan menyangga kepalanya dengan kedua tangannya.
"Ra aku jelaskan ya"
"Aku itu bukan pengangguran,Aku ounya pekerjaan kamu tahu...Aku selama beberpaa hari engga ketemu sama kamu itu karna aku sedang di luar kota buat ngurusin pekerjaan"
"Apa kamu marah hanya karna aku tak menemuimu beberpa hari???Kalo itu bener??Berarti aku juga ounya hak buat marah karma kamu engga balas chat aku sama angkat telfon aku dong"Ucap Aiden.
Dara yang mendengar hal itu oun dia berhenti dari makannya itu,Lalu sekilas dirinya teringat pada Ayu dan beberpaa hal yang di alami sekama beberapa hari.
"Engga bisa begitu dong aku kan juga ounya kesibukan sendiri."Jawab Dara.
"Emang kesibukan kamu apa?? Bukannya kamu cuma seorang mahasiswa yang sedang menjalankan amsa skripsi dan ada kerja sampingan ya tapi rumah kamu yamg aku tahu segede itu kenapa kamu kerja??"Tannya Aiden.
Dara pun menghela nafasnya sejenak,Sedangkan Aiden hanya menatap menunggu jawaban dari Dara.
"Aku berhenti dari kerjaan buat fokus ke Skripsi tapi sekaramg itu udah selesai,dan rumah yang aku tinggalin itu rumah Ayahku tapi masih atas kakak ku sih"
"Dan juga kemarin aku sibuk,Oh iya kamu inget engga temen aku yang namanya Ayu itu yang pernah kita temui tempo hari??"Tanya Dara.
Mendengar penjelasan Dara itu Aiden hanya mengganggukan kepalanya saja.
"Ohh begitu,Inget emang kenapa??"Tanya Aiden.
"Dia putus sama pacarnya karna selingkuh,,Jadi aku kemarin semalam nginep di rumah dia maka dari itu aku yang awalnya mau nelfon kamu tadi engga jadi.."Terang Dara.
"Ohhh Selingkuh ternyata cowo brengsek ya,Aku sudah merasakan nya sejak aku melihatnya kemarin "Jawab Aiden.
Dara yang nelihat Reaksi Dari Aiden yang begitu biasa itu dirinya pun mengerutkan dahinya itu, Sedangkan Aiden pun melanjutkan makannya kembali yang semakin membuat Dara semakin heran pada Aiden
"Tapi kenapa yang aku lihat ini??Kenaoa Reaksi kamu Biasa biasa aja??"Tanya Dara.
"Karna tidak ada urusannya denganku dan lagian kenapa kamu membahasnya denganku??Ini waktu kita berdua tahu tidak"Jawab Aiden.
"Cih kenapa kamu sebagai manusia tak ada rasa simpati sih,Aku kan pengen cerita tau engga pelit banget sih"Lontar Dara.
Dara pun melanjutkan makannya itu,Baru 2 suapan masuk ke dalam mulutnya dirinya kembali meletakkan sendoknya lalu meluhat Aiden.Aiden yang merasa dirinya di tatap intens itu pun merasa heran.
"Kenapa??"Tanya Aiden.
"Kamu jangan selingkuh ya"Ucap Dara.
Seketika Dara yang mengatakan hal itupun menbuat Aiden terkejut dan tersedak oleh makanan yang ia makan itu.
Uhuk...uhukkkk...uhukkkk
"Ehh kamu kenapa!!Nih minum minum"Khawatir Dara sembari dirinya memberikan Aiden minum.
Aiden mengambilk minum dari tangan Dara dan segera meminumnya hingga tenggorokan nya merasa lega,Setelah itu oun Aiden sedikit mengalihkan oandangannya itu karna malu.
"Kenapa kamu ngomong hal begitu sama Aku ra"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...