
Aiden yang mendengar perkataan Alan itu dirinya langsung menoleh ke arah alan yang ada di depannya itu.
"Hmmm???"
"Ohh iya...Aku lupa tentang mu"
"Aku ingin bertanya sesuatu sama kamu"Ucap Aiden.
Alan yang mendengar ia langsung membuka matanya dan mengangkat kedua alisnya.
"Tanya apa kak???...Kondisi anak itu eh maaf bukan adik kakak??Alan engga tau apa apa dan tadi Dokter engga ngasih tau apa apa soal kondisi nya.."Terangkan Alan.
"Bukan soal itu...Tetapi bagaimana cara kamu bisa ketemu sama Jia??Bukannya ini masih jam sekolah ya lagian sekolah Jia dan anak anak lain memang berbeda jam masuknya"Ucap Aiden,Sembari ia melipat kedua tangannya di Dadanya.
Alan yang mendengar itu pun,Dirinya sedikit gugup dna berusaha untuk memikirkan sesuatu.Karna Alan yang menjawabnya lama dan seperti tapi bisa mengatakannya Aiden memicingkan salah satu matanya pada alan yang semakin membuatnya Gugup.
"Kenapa Kakak melihatku seperti itu..?"Ucap Alan dengan nada Gugup.
"Emmm tidak...cuma disini ada anak yang bolos sekolah aja"
"Bagaimana jika orang tuanya anak itu tahu kalo anaknya bolos akan diapakan dia ya.."Ucap Aiden dengan menaruh tangannya di dagunya.
"Iya bagaimana ya...aku juga ga tau tuh"Jawab Alan.
Mendengar itu pun Aiden menatap ke arah Alan begitu juga Alan yang sebaliknya.
"Kamu kenapa engga sekolah??..Bolos ya"Kata Aiden.
"Pulang pagi kak sekolah ada acara...Alan bukan anak yamg suka bolos lagian kakak engga bilang makasih ke Alan sih??Alan kan yang udah bawa Adik kakak ke sini yang pingsan di taman gimana sih.."Protes Alan.
"Iya iya makasih...Tapi kamu tahu kenapa adik kakak bisa pingsan kayak gitu??Tadi pagi dia baik baik aja ko engga ada masalah dan kenapa tiba tiba bisa pingsang??"Ucap Aiden sambil ia menaruh tangannya ke pinggang.
"Entahlah Alan juga engga tau...Tapi sebelum pergi Alan liat pria seumuran Ayah Alan sekitar mau 40 an ada disana pergi dan setalah itu adik kakak itu pingsan..."
" kalo pingsan dokternya tadi belom ngasih tau apa apa sama Alan.."Ucap Alan sambil mengangkat kedua bahunya.
Mendengar pernyataan dari Alan itu membuat Aiden sedikit berpikir,Siapakah pria yang di temui oleh Jia itu.Alan hanya melihat Aiden lalu ia menoleh ke arah di mana gadis yang ia tolong tadi sedang berbaring disana,Aiden sembari ia memikirkan suatu itu ia menepuk pundak Alan.
*pukkkk
"???.."
"Kamu pulang saja...ada Namanya nya itu Jingga "
"Dia adik kecilku...Akan kusuruh supir ku untuk mengantarmu nanti kamu tak oerlu khawatir"Ucap Aiden.
Setelah itu pun Aiden masuk ke dalam ruangan Jia dan duduk di dekatnya,Sedangkan Alan ia melihat dari luar ruangan itu.Alan terus menatap ruangan itu beberpaa detik dan ia menyusul masuk ke dalam.
"Kak..Alan mau ambil tas.."Ijin Alan pada Aiden.
"Emm...Ambil aja ingat setelah itu kamu harus pulang jangan kemana mana atau aku bilang ke kakakmu Dara"Ancam Aiden.
"ihhh mainnya ngancem...Ya tapi silahkan kalau kakak mau.."Ucap Alan pada Aiden*.
"Ck...Sudah sudah kamu sana pulang dan terimakasih sekali lagi kamu udah bantu adikku..."Ucap aiden.
"Iya kak kalo gitu Alan pulang dulu ya.."Pamit Alan.
Alan put pergi dengan membawa Tasnya keluar dari ruangan itu,Ia meninggalkan Aiden di dalam sana sedang menunngu Jia.Sedangkan untuk Aiden ia mengusap rambut poni Jia yang menutupi matanya itu,
"Kamu kenapa sih Jia...baru saja kamu berdebat dengan kakak yang pertama kalinya kamu malah gini sih"Keluh Aiden.
"Ohh..iya Oma sama pak Robi belum tahu mestikan..kalau begitu kakak bakal ngasih tau mereka dulu ya.."Ucap Aiden.
Aiden memganbil ponselnya itu dan membuka telfon,Ia menekan nomor telfon itu dan menelpon nya.Tetapi secara tak sengaja itu tepat bersama dengan seseorang masuk ke dalam ruangan itu, yang adalah Dokter yang datang.
"Selamat siang tuan"Salam seseorang itu.
Aiden pun mengurungkan niatnya itu dan memasukkan ponselnya dan tidak sengaja mengabaikan pesan dari Dara kirim sebelum nya.
"Ohh..saya dok?"
"Iya benar itu saya...jadi bagaimana ya dok dengan adik saya??Tadi pagi dia baik baik saja kok sekarang tidak tiba dia begini.."Terangkan Aiden.
Mendengar apa yang di katakan oleh Aiden itu,Sang dokter memberika sebuah resep obaf,Ajden menerima dan membacabya resep obat gang diperlukan sang Adik itu.
"Jadi mas apanya pasien??"Tanya Dokter itu.m
"Saya memang kakaknya yang sebenarnya Dok dan dia Adikku.."
"Semoga kamu baik baik aja ya Jia...kakak tamut kamu kenapa napa.."Batin Aiden.
Setelah itu sang Dokter ounmengambil laporan dari suster di sebelahnya dan sebuah berkas.
"Ini keadaan kesehatan Jia sekarang...anda bisa melihatnya"auruh Doktwr itu.
*Aiden pun menuruti perintah dari Dokter itu bwrkas yang ada di tamgannya dngan seksama,Sunnguh betapa terkejut nya ia melihat hasil lab Jia yang keluar.
"Jadi dok maksud anda apaan ini??"
"Kenapa adik saya di Diaknosa Skizofernia."Dezam Aiden pada Dokter itu.
"Entah lah tuan saya juga begitu kurang tahu ..Kita akan bicarakan hal ini nanti di kantor saya nanti...Saya pergi duku ya sekarang kondisi Jia lebih aman ko.."Ucap Dokter itu lalu ia pergi dari duangan itu.
Aiden oun dengan siap ia mengikuti sang dokter itu kedlam,Dokter itupun mulai memasukun ruangannya itu dan Aiden pun juga menyusul masuk ke salam samg dokter itu.Aiden yang masuk itu ia duduk ke kursi di ruangan itu,Sedangkan sang domter ia tengah mencari sesuatu.
"Jadi dok bagaimana tentang keadaan adik saya dan nama penyakit yang dokter tadi sebuatkan??..Apakah itu penyakit yang berbahanya baginya dok??"Tanya Aidem yang sedang berkonsultasi tentang penyakit sang adik*.
Sang dokter itupun dirinya membuka laptopmya itu dan mencari sesuatu,Sedangkan Aiden ia diam beraabar menunggu sang dokter menjelaskannya.
"Jadi dok bagaimana ini??"Tanya Aiden.
"Jadi yang dialami adik anda itu Skizogernia yang artinya Gangguan yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir, merasakan, dan berperilaku dengan baik."Ucap sang dokter itu sembari ia memperlihatkan hasil tentang hak yang beruhubungan dengan penyakit Skizofrenia itu.
Aiden yang mendengarnya itu,Dirinya sangatlah terkejut seolah ia tak percaya akan yang ia dengar.
"Jjadi itu penyebab Dia selama inj sering bertingkah berbeda ya...dan lebih emosional"ucap Aiden.
"Maksud anda tuan??..."Tanya dokter itu.
"Dok penyebab oenyakit yang di alami adik saya bagaimana bisa??"Ucap Aiden dengan nada gemetar.
"Oh iya dok...Apakah penyakit ini bisa di sembuhkan??Saya akan bayar berapa pun agar oenyakit adik saya bisa di sembuhkan.."Ucap Aiden dengan nada memohon.
"Maaf...Penyebab pasti skizofrenia tidak diketahui, namun kombinasi genetika, lingkungan, serta struktur dan senyawa kimia pada otak yang berubah mungkin berperan atas terjadinya gangguan..."
"Tapi untuk pengobatan....."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...