
"Sini Berlian bantuin...."Ucap Berlian yang ingin membantu Damar berdiri.
"Engga perlu...lu pergi aja dari sini udah cukup membantu bagi gue.."Ucap Damar yang menepis tangan Berlian.
"Tapi Tante...Suruh aku buat bantuin kamu"Ucap Berlian.
"Udah jangan bawa bawa Mama gue..gue engga perlu lu buat bantuin gue...Gue gini itu gara gara lu"Ucap Damar sembari ia berjalan ke arah kamar mandi.
Danar yang menolak bantuan dari Berlian ia berjalan tertatih tatih menuju ke kamar mandi,Belian hanya bisa menggenggam tangan nya saja lalu ia duduk ke sofa.
"Aku engga mengadu sama ayah..."
"Kenapa Damar bicara seperti itu??..Apa salahku...aku tak pernah melakukan apapun.."
"Sebegitu bencinya ya kamu sama aku yang ngusahin.."Ucap Berlian dalam bantinnya.
Beberapa lama Berlian menunggu Damar dengan duduk di sofa,Namun Damar tak kunjung keluar.Berlian ojn berdiri dari duduonya dan berdiri dari sofanya,Saat ia imgin mengetuk tiba tiba ia mengurungkan niatnya.
"Kalo aku mengetuk pintu ini...Damar pasti akan marah lagi..Tapi dia sudah lama di dalam sana..."Ucap Berlian dalam batinnya.
*Cklekkkkkk
Terdengar suara pintu terbuka,Berlian yang mendengarnya pun ia melihat siapa yang datang ke ruangan itu.
"Siapa???..."Ucap Berlian.
"Ini Kami...Tante sama Ryan "Ucap Ibu Damar*.
"Oh tante sama Ryan ya...Berlian kira tadi dokter yang akan mengcheck kondisi Damar...."Ucap Berlian.
Berlian yang tadinya menutup pintu itu,Ia berjalan mendekat ke arah Ibu Damar yang sedang menata obat obat yang di perlukan Damar.
"Memang Dokternya belom dateng??...Hampir jam 9 loh belom dateng juga...eh Damar kemana Ber???"Ucap Ibu Damar yang menanyakan keberadaan sang putra.
"Emm...Damar lagi di kamar mandi Tan udah dari tadi sih..."Ucap Berlian dengan nada Gugup.
"Kamu engga panggil dia atau ketuk pintunya??...emang berpaa lama dia di kamar mandi??"Ucap Ibu Damar.
"20 menit Tan..."Ucap Berlian sembari ia memainkan tangannya.
"Apa??!!!''
Mendengar apa yang di katakan Berlian itu,Ibu Damar langsung berhenti menatap obatnya dan Ryan juga langsung menggedor gedor pintu toilet.
"Damar...Lu di dalam ngapain woy...Keluar buruan!!!"Teriak Ryan.
"Damar kamu engga apa apa kan nak??!!!...Ini mama dateng...."Ucap Ibu Damar yang panik ia juga ikut mengedor pintu kamar mandi.
"Tante awas tan...Biar Ryan dobrak pintunya...Tante bisa mundur dulu ya.."Ucap Ryan yang menarik Ibu Damar berasa di belakang nya.
Ryan siap dengan Ancang acangnya siap menendang pintu,Dan Ibu Damar yang melihat dengan wajah cemas menunggu.Ryan pun bersiap dan akhirnya menendang pintu itu,Namun Saat akan menendang tiba tiba Damar membuka pintu itu.
"Apa??...!!!!!..."Ucap Damar yang membuka pintu.
"Ya tuhan...aku pasrah kan hidupku kali ini...bahwa aku iklas ya tuhan..."Ucap Ryan dalam batinnya lalu ia menutup matanya.
Ryan yang siap dengan ancang ancang nya itupun kewalan tak bisa mengerem,Ia pun pada akhirnya pasrah terjungkap masuk ke bak yang penuh dengan Air.
Byurrrrrrrr
"Ente ngapain ngab??..."
"Mau mandi??..."
Ucap Damar dengan santainya diiringi dengan tawa mengejek,Ibu Damar yang melihat putranya baru keluar dari kamar mandi ia pun menghampiri.
"Damar kamu engga kenapa kenapa kan??..Kenaoa kamu lama sekali ada di kamar mandi??"Ucap Ibu Damar.
"Adududu...Mama Sakit selang infusnya ketarik...tolong lepasin dulu pelukan mama ya.."Ucap Damar.
Damar yang baru saja keluar kamar mandi di sambut dengan ibunya yang terlihat khawatir,Ia pun terlihat bingung dengan apa yang terjadi.Ryan yang terjungkal ke bak mandi itu ia langsung berdiri,Denhan badan dan baju yang basah kuyup.Sembari ia memeras pakaiannya yang basah itu Ryan pun menjawab pertanyaan dari Damar.
"Ya lu ngapain ke kamar mandi lama banget...kata sih berlian lu udah 20 menit di dalam kamar mandi...lu ngapain..."Ucap Ryan dengan raut kesal memeras pakaiannya yang basah.
Damar pun melihat ke arah Berlian,Berlian yang tau ia sedang di lihat Damar dengan tatapan yang baginya cukup menyeramkan ia menundukkan kepalanya.
"Damar???...Kamu kenapa tadi di dalam kamar mandi lama???...Kamu engga apa apa kan.."Ucap Ibu Damar sembari mengusap wajah putranya itu.
"Engga apa apa ko ma...Tadi Damar ketiduran aja...Mama engga perlu khawatir..."Ucap Damar sembari ia memegang tangan sang ibu.
"Apa!!!...Cuma ketiduran??...Lu yang tidur gue yang panik tau engga..di gedor gedor pintunya engga di buka buka...mau gue Dobrak pintunya lu malah bukak..Baju gue basah sia sia dong.."Ucap Ryan.
"Dih siapa yang suruh ngedobrak..."Ucap Damar.
Damar pun pergi berjalan ke arah Brankar demgan pelan,Ibunya yang melihatnya ia langsung membantu putranya untuk berjalan.Ryan yang mendengar itu pun langsung menutup pintu kamar mandi dengan ia yang berada di dalamnya,Berlian yang melihat Damar hanya diam saja dan kembali duduk ke sofa dengan menghela nafas.
"kamu kenapa diem aja???"Ucap Ryan pada Berlian dengan nada pelan.
Berlian yang mendengar ia langsung melihat ke arah Ryan.
"Hah apa???..."
"Tidak...aku tengah bertukar pesan demgan teman ku saja .."Ucap Berlian dengan nada yang sedikit panik diringi sedang senyuman.
"Ohhh....Begitu....Aku kira kamu kenapa karna diam saja...Aku Ryan sahabat nya Damar.."Ucap Ryan yang bermaksud untuk berkenalan.
"Bukan apa apa...Aku Berlian...Tunangan Damar.."Ucap Berlian dengan kaliaman terakhir bermada lirih.
"Kau Tunangannya???...Aku tak tahu itu..."Ucap Ryan.
Berlian hanya membalas dengan senyuman,Dan keadaan pjn menjadi canggung diantara keduanya.Beberapa itu datanglah dokter dan beberpaa perawat,Mereka masuk ke dalam ruangan Damar.
"Permisi...nyonya Silvia saya akan memeriksa kesehatan tuan muda sekarang..."
***
Tempat berpindah pada Dara yang kini ada di rumah menasi sang bibi,Sang Bibi yang tengah menoton siaran Tv dan ia sedang memegang ponsel di tangannya dan laptop berada di mejanya.Dara nampak asik dengan ponselnya itu entah siapa yang sedang ia kirimi pesan sekarang,Tiba tiba ia yang tengah asik itu ia berdiri dari duduknya.
"Kenapa???...'"
Ucap Bibi Arumi karma ia melihat tinglah Dara yang tadi diam duduk,Lalu ia tiba tjba berdiri.
"Bi...Dara keluar bentar ya ke depan rumah...Temen Dara ada yang mau dateng ke sini..."Ucap Dara.
"Hoo??..Oke pergi aja..Jangan sampai teman mu itu nyasar..."Ucap Bibi Arumi.
"Iya Bi.."
Dara oun akhirnya ia pergi meninggalkan sang Bibi di di ruang tamu sendirian sedang menonton siaran tv,Dan ia pun pergi ke depan rumah untuk menunggu seseorang disana.
"Mana??...Katanya Alez udah deket sini..."Ucap Dara sambil ia melihat kanan kirinya yang tidak ada motor disana.
Dara pin terus menunggu di depan gerbang rumah hingga ada suara motor yang ia kenali datang.
"Disini!!!..."Teriak Dara sembari ia melambaikan tangannya ke arah motor.
Motor itu yang melihat Dara pun ia menghampirinya.
"Akhirnya nya nyampe juga..."Ucap Ayu yang di bonceng oleh Alez di belakang sembari ia melepaskan Helmnya.
"Apaan...kamu mah cuma mbonceng doang kayak nyetir.."Ucap Alez.
"Twrserah aku dong....tadi aku aja oake mobil engga mau kamu yeee...Nih rambut gue sekarang berantakan banget..."Ucap Ayu sembari ia merapikan rambutnya.
"Engga bisa naik mobil...ntar bisa bisa mati gue di dalma mobil itu.
"Udah dulu...debatnya nanti...ayok masuk dulu ke dalam...Alez motor kamu taruhdi deket bagasi mobil aja disana...Aku masuk dulu ya sama Ayu.."Ucap Dara yang langsung menggandeng Ayu.
Dara pu pergi mengajak Ayu masuk ke dala. terlebih dahulu,Sednagkan Alez yanv melihatnya ia hanya syok dan mebgangkat kedua bahu dan tangannya.
"Kenapa aku di tinggal??...Kan aku yang bawa motor...di si cabe layu yang di gandeng???..."Ucap ALez dengan wajah tercengang tampak di wajahnya.
Salah satu security yang melihat Alez itu,Ia pun menghampiri Alez.
"Mas temennnya Non Dara ya??..Sini motornya biar bapak aja yang parkirinin...Mas nya nanti tinggal masuk aja nyusul Non Dara.."Ucap Security itu,Alez melihat ke arah Security itu dengan wajah yang lebih buruk dan ia pun turun dari Motornya.
"Hah???..''
"Saya cewe pak..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...
... ...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...