FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 45



"Kamu sendirian aja disini???...Dara mana ??Biasanya di bareng kamu terus kan?"Tanya Alez.


"Dara Masih ada di rumah nya mungkin bentar lagi nyampe ke sini...Aku lagi nunggu Surya dateng..aku telfonin dia sama sekali engga di angkat dan chat aku di read aja engga...Engga tau kemana dia"Ucap Ayu sembari ia melihat sekitarnya.


"Eh...itu Ryan??"Ucap Ayu yang tak sengaja melihat Ryan tengah berdiri di samping motornya.


"Ryan ??..Siapa lagi dia Temen kamu kah??"Ucap Alez lalu ia melihat ke belakang untuk melihat siapa itu Ryan.


"Iya Partner Skripsi...tapi aku engga terlalu deket sama dia...kenapa??"Ucap Ayu pada Alez.


Alez yang mendengar apa yang di katakan Ayu ia langsung menoleh dan menatap wajah ayu,Melihat itu Ayu bereaksi dengan menaikkan satu alis nya.


"Kenapa??.."


"Ya panggil lah bego...Kasian tuh berdiri sendirian kayak engga ada temennya.."Ucap Alez sambil ia memukul pundak Ayu.


"Aw...Iya iya...Kalo dia kesini ajak ngobrol kamu ya soalnya lagi badmood aku.."Ucap Ayu.


Mendengar ucapan Ayu itu Alez tersenyum dan mengguk anggukkan kepalanya dengan cepat,Ayu yang melihat reaksi temannya itu sedikit menghela nafas dan kemudian ia pun memanggil Ryan.


"Ryan Sini..Kamu ngapain disana sendirian..sini duduk bareng..!!"Teriak Ayu dari tempatnya.


"..??!!..."


Ditempat Ryan ia mendengar teriakan dari Ayu yang memanggilnya itu,Ia tak bereaksi sedikitpun namun dalam dirinya ia sangat berdebar saat mendengar Ayu menyuruhnya ke tempatnya.Ayu dari tempatnya sedikit bingung melihat Ryan tanpa Reaksi dan melihat ke arah Alez,Begitu juga dengan Alez melihat ke arah Ayu.


"Tanpa Reaksi??.."Ucap Ayu dan Alez secara bersamaan.


"Tuh cowo Cool banget si...jadi pengen nafkahin..."Ucap Alez.


"Sudah lah aku tidak peduli...Mungkin si Ryan nungguin temennya datang...Alez kamu mau apa pesen gih aku yang bayarin"Ucap Ayu sembari ia menyuruh Alez memesan.


Alez pun mebgambil buku menu di mejanya dan melihatnya,Alz melihat semua menu dengan teliti lalu ia memanggil seorang pelayan caf dan memesan secangkir cofe dan Desert.Ryan yang diam dari tadi bukannya tak mau menghampiri Ayu,Ia berusaha mengontrol emosinya agar ia tak begitu berdebar dan Gugup.Ia terus menarik nafasnya perlahan agar tetap tenang,Perlahan ia jalan menghampiri dimana Ayu dan Alez sedang duduk.


"Hai...Lu tadi manggil gue ada apaan??..."Ucap Ryan dengan sedikit melambaikan tangan.


Ayu yang melihat ke arah Ryan yang sudah berdiri di depannya,Alez pun juga sama melihat ke arah Ryan yang ada di depan.


"Bukan apa apa sini duduk aja ...Kamu disana sendiri nungguin seseorang kah??"Ucap Ayu.


"Emm...Iya...Ini siapa??Temen kamu apa pacar??"Ucap Ryan dengan menunjuk teman Ayu yaitu Alez.


Mendengar Ryan yang mengatakan itu Alez menatap Ayu dan ayu juga sebaliknya,Alez menatap wajah Ayu dan seketika ia tertawa terbahak bahak.


"Buahahhahah...Maksud kamu apaan??Pacar??...Bukan Ahaha"Ucap Alez samb ia tertawa.


Disana Alez sedang tertawa terbahak bahak sedangkan Ayu hanya menahan agar tawanya tak pecah saat itu,Ryan yang nelihat meraka berdua tak menjawab pertanyaan nya ia malam bingung karna mereka berdua hanya tertawa.


"???...Kalian??"Ucap Ryan dengan wajah bingung.


"Eh denger ya..Kita itu temenan...dan Pacar??...Kamu kira kita Lesbi apa buahhah...Udah duduk aja kamu jangan berdiri bisulan kamu???dari tadi engga duduk duduk"Ucap Alez.


Mendengar perkataan Alez Ryan pun langsung duduk dan masih menatap kedua nya,Ryan menatap Alez dari bawah sampe Atas sampai membuat Alez berhenti dari tertawanya karna ia tak nyaman.


"Udah jangan liat liat...Lu ngeliat gua kek mengintimidasi banget...Gue cewe tau engga.."Ucap Alez


"Tapi gaya rambut dan tubuh lu??.."Ucap Syan sambil menunjuk dada rata Alez.


"Yaaaa...Undang undang pelecehan...Nunjuk nunjuk orang mau gua laporin lu..!!"Teriak Alez sembari menutup Dadanya.


...----------------...


Tenoat berpindah pada Dara yang sudah di depan gerbang rumahnya seperti menunggu seseorang datang,Dara terus melihat ponselnya seperti ia mengirim pesan ke seseorang Hingga Beberapa saat kemudian datang sebuah mobil yang berhendi di depannya saat ini.Dara pun menghampiri mobil itu dan langsung masuk kedalam mobil.


"Kamu kemana aja Aiden??...Ko lama banget sih biasanya gercep.."Ucap Dara sembari ia memakai sabuk pengamannya.


"Engga kemana kemana...Ya lama lah...kan aku kesini baca maps dan baca lokasi yang kamu kirim...Lumayan jauh juga dari Apartemen ku..."Ucap Aiden.


"Ohhh begitu...Yaudah Ayok jalan...temenku nungguin di Cafe deket kampus..."Ucap Dara.


Aiden menuruti permintaan Dara dan segera Menjalankan mobilnya,Di perjalanan itu Aiden sesekali melirim dan melihat ke arah Dara yang bersikap normal seperti tak terjadi sesuatu.


"Hari ini dia seperti biasa saja...engga ada,hal aneh apapun ..malah bersikap normal..Berbeda banget sama yang kemaren malam Dara vener baik baik aja kan??"Ucap Aiden dalam batinnya.


"Kenapa kamu diem aja??"Tanya Dara.


"Engga apa apa...cuma lagi pengen aja..emang kenapa bukan hal biasa kamu nanya kek gitu..."Ucap Aiden dengan senyuman seperti biasa di wajahnya.


"Aku kira ada apa...Dari tadi soalnya kamu diem aja engga ngomong sesuatu biasanya cerewet..."Ucap Dara dengan ia mengangguk anggukkan kepalanya.


"Apa dimatamu aku ini orangnya cerewet ??"


"Yaa Seperti itu lah...nyadar juga"Ucap Dara dengan senyuman mengejek.


"Dasar cewe...bisa banget ya ngejebak orang pake pertanyaan...ck"


Wajah Aiden langsung berubah masam dan fokus menyetir mobilnya sedangkan Dara ia menahan tawanya karna apa yang di ucapkan aideh tadi,Tempat berpindah ke tempat Ayu,Alez dan Ryan yang masih di depan Cafe untuk menunggu Dara datang dan pacaranya.Ayu dari tadi ia hanya berfokus pada ponselnya dan Alez sedang menikmati Makanan yamg ia pesan tadi,Ryan yang melihat Ayu dari raut wajahnya yang sebal dan terus berfokus pada ponselnya ia bertanya pada Ayu.


"Lu lagi ada masalah kah???...Dari tadi lu fokus ke hp aja ??"Ucap Ryan.


Ayu yang mendengar Apa yang di katakan Ryan ia langsung menggenggam ponselnya dan melihat ke arah Ryan.


"Oh..??...Iya...Bukan...Aku lagi nungguin pacarku.."Ucap Ayu dengan tersenyum.


Mendengar kata pacar Ryan sedikit kecewa dan hanya membalas dengan senyuman."Pacar...Udah punya pacar ternyata...berhenti berharap Ryan.."Ucap Ryan dalam batinnya.


"Sorry...Sorry ...Aku telat...dari aku ada urusan...!!"


"..??..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...


... ...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...