FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 57



"Ayok...bangun bangun...ini udah pagi sampai kapan lu mau tidur.."


"Bangun...sebentar lagi dokter bakal kesini buat Check up keadaan lu..."Teriak Ryan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Damar yang sedikit terganggu mendengar teriak Ryan memilik untuk melanjutkan tidurnya darpada bangun,Ryan melihat sahabat itu ia berjalan mendekat dan menarik selimutnya.


"Ayo...banguun woy!!!...."Teriak Ryan sambil menarik Selimut Damar.


Damar yang tak bisa bangun langsung karna lukanya di perut,Ia hanya membuka matanya yang berat enggan ia buka.


"Bisa engga sih...Lu jangan teriak teriak..."Ucap Damar.


"Ya lagian lu ngapain ga bangun bangun gue teriak tadi..."Ucap Ryan.


"Iya iya...nih gue bangun...sekarang bantuin gue duduk.."Ucap Damar yang meminta bantuan pada Ryan.


Ryan yang mendengar yang di katakan Damar ia hanya mendengus.


"Kemaren lu pura pura kuat...sekarang bangun pun minta di bantuin...cih..Bullshit omongan lu.."Ucap Ryan.


"Udah Diem...Buruan bantuin...niat kagak sih lu nolongin nyerocos mulu bisanya.."Ucap Damar dengan ke adaan berbaring.


"Iya tuan ku...hambamu akan membantu mu sekarang...ck"Ucap Ryan yang berdecak kesal.


Ryan meletakkan selimut itu kembali ke tempatnya,Lalu ia berjalan ke arah Damar yang berniat untuk membantunya.Ryan pun mulai membantu Damar duduk secara perlahan lahan,Lalu ia sedikit menaikkan sedikit bagian brankar agar Damar bisa menyandarkan pinggungnya.


"Udah...Lu berat banget sih belakangan ini....makan apa aja lu??"Ucap Ryan.


"Ga tau belom berak kali..."Ucap Damar dengan senyuman yang berniat bercanda dengan Ryan.


"Gila lo...bener Bener..."Ucap Ryan sembari mengeleng gelengkan kepalanya.


Melihat Ekspresi sahabatnya itu Damar hanya tersenyum cengengesan,Karna Ryan adalah satu satunya orang sangat dekat dengan dan sangat perhatian kepadanya.


"Engga usah senyam senyum lu...Lu sekarang punya utang ke gue.."ucap Ryan yang melihat Ekspresi Damar begitu menyebalkan.


"Utang apaan??..Administrasi Rumas sakit??..Ntar gue bayar aman ko...gue engga akan ngutang apa pun ke lu.."Ucap Damar.


"Utang penjelasan "Ucap Ryan.


Mendengar apa yang di katakan Ryan,Raut wajah Damar tiba tiba berubah.


"Penjelasan apa??"Ucap Damar sembari melihat ke arah a


lain.


"Jangan pura pura lupa atau engga tau...Jelasin kenapa lu bisa kayak gini??Lu di pukulin bokap lu sampe hampir mati tau engga...emang masalah apa sih sampai Lu di pukulin bokap lu sampe begini.."Ucap Ryan dengan penuh rasa emosi.


"Lu engga perlu tau...Btw Thanks bantuin gue selama ini..."Ucap Damar.


"Begini...Setiap gue tanya alasannya...Lu selalu ngehindar engga mau nge jawab..Gue tahu gue orang luar dalam keluarga lo..tapi gue engga bisa terus diem tau engga..6 tahun lu bareng gue tapi lu engga pernah nyeritain apa pun masalah ku ke gue...lu anggep gue sahabat engga sih??"Ucap Ryan yang mengeluarkan semua Uneg uneg yang ia pendam selama ini.


Mendengar yang di katakan Ryan,Damar pun langsung menoleh ke arah Ryan yang sedang duduk meremah rambutnya.Damar memang di kampus terkenal dengan cowok keras,Namun ia berbeda saat bersama sahabat dan keluarga nya dia 180° berbeda.Laki laki yang terlihat seperti cowo nakal dingin dan sering dikira sering tawuran karna bekas luka di dahi itu karna sang ayah,Sebernarnya Damar adalah laki laki lemah di dalam dirinya yang menyimpan semua sendirian tanpa mau memperlihatkannya pada orang lain.Mendengar sahabatmya yang berbicara yang menyangkut dengan persahabatan nya membuat hati Damar sedikit bergerak.


"Maksud lu apaan...Gue anggep lu sahabat gue yabg baik bahkan gue anggep lu keluarga gue..Kenapa lu ngomong kayak gitu.."Ucap Damar.


"Kalo lu bener bener nganggep gue sahabat lu harusnya cerita ke gue...bukannya lu pendem sendirian kayak gitu.."Ucap Ryan.


"Bukan maks-''


*Tok tok tok


Saat Damar ingin menjawab perkataan dari Ryan,Terdengar suara ketukan pintu dari luar.Lagi lagi Danar mengurungkan niatnya untuk berbicara,Ryan yang melihat serta mendengar suara itu ia pun langsung berdiri dan membuka pintu itu.


"Tante dateng..??"Ucap Ryan yang membuka pintu.


Saat itu Ryan melihat seorang gadis dengan membawa rantang makanan berada di samping Ibu Damar,Ryan yang melihatnya pun ia menunjukkan raut wajah bertanya tanya pada Ibu Damar.


"Dia siapa Tan??..."


"Dia-"Ucap Ibu Damar tapi ia terpotong karna Ryan berbicara.


"Sudah lah tidak penting bukan urusan ku...masuk aja Tan..Damar udah bangun ko.."Ucap Ryan yang mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam ruangan.


Ibu Damar pun masuk ke dalam ruangan dengan di ikuti gafis itu di belakang nya,Ryan pun berjalan masuk mengikuti keduanya.Damar yang tadi tertuduk dan mendengar ada seseorang yang datang,Damar pun melihat seseorang itu yang datang ternyata ibunya.Namun,ia juga terkejut akan siapa yang datang bersama ibunya itu.


"Ma??..Kenapa dia ikut??"Ucap Damar yang bertanya pada Ibunya.


Gadis itu yang mendengar hanya tertunduk,lalu ia menggenggam rantang yang ada di tangannya.


"Mama yang mengajaknya...Dia bilang dia tau kamu masuk ke rumah sakit...tadi pagi dia datang ke rumah dan ingin ikut ke sini..."Ucap Ibu Damar.


"Damar...engga boleh begitu..."Ucap Ibu Damar.


"aku engga mengadu..."Ucap Berlian yang memberanikan dirinya,dengan menggenggam erat rantang itu.


"Kamu??!!!"


***


Tempat berpindah pada Frass yang kini ia telah sampai di rumah dan berada di meja makan,Frass sudah berganti baju yang baju dan bersiap pergi ke kantornya.Di tengah makannya itu,Ibunya membuka suaranya dan berbicara pada Frass yang tentu saja membuatnya terkejut.


"Nanti sore pulang lebih awal ya Frass...Temen mama akan kemari dengan putrinya...Untik membahas pertinangan kalian.."Ucap Bibi Arumi.


Frass yang mendengar apa yang di katakan ibunya tentu sjaa ia terbatuk batuk,"Uhukk...Uhukkk...."


"Nih minum dulu...."Ucap Dara sembari memberikan segelas air pada Frass.


Frass pun mengambilnya dan meminumnya sampai habis.


"Apa??Secepat ini??...Kenapa mama tidak bilang..."Ucap Frass yang tersegal segal nafasnya.


"Kamu kenapa??...Kan kamu udah setuju semalam...yaudah mama langsung kan saja secepatnya..."Ucap Bibi Arumi pada Frass.


"Tapi engga juga secepat ini kan maa...Kenapa mama terburu buru sekali...Setidaknya nunggu papa pulang dulu dari Aussin...Untuk meminta pendapatan nya.."Ucap Frass.


Bibi Arumi yang mendengar apa yang di katakan sang putra hanya menghela nafasnya,Dara hanya diam saja memperhatikan karna ia tak ingin ikut campur.Pandangan Frass pun tertuju pada Dara dan seolah ingin meminta bantuan,Dara yang melihatnya pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Gini amat punya adek engga mau bantuin kakanya..."Ucap Frass dalam batinnya.


"Mama sudah beritahu papa kamu ko semalam...Dan hari ini dia balik ke indonesia...munglin sore nanti ia sampai.."Ucap Bibi Arumi dengan samtai.


Frass yang mendengarnya juga ikut terkejut untuk kedua kalinya,Saat mendengar sang ayah akan pulang.


"Kenapa Mama engga bilang ke Frass kalo papa pulang hari ini???"Ucap Frass.


"Untuk apa mama bilang ke kamu...yang penting kamu udah tahu sekarang kan itu cukup ko.."Uvap Bibi Arumi.


Frass yang merasa tak di hargai itu hanya tersengum kecut,Lalu ia bediri dari kursi nya itu dan pergi dari sana.


"Kamu mau kemana??.."Ucap Bibi Arumi pada Frass.


"Mau kekantor lah emang mau kemana lagi.."Ucap Frass.


"Jangan lupa kamu pulang lebih awal ya...dan jemput papa kamu di bandara nanti..."Teriak Bibi Arumi.


"Iya nanti kalo ingat..lagian engga penting juga.."Ucao Frass tanpa membalikkan tubuhnya.


"Fras!!!!..."Teriak ibunya.


"Iya iya...Kael ayok...buruan..nanti telat ke kantor.."Ucap Frass yang pergi mengajak Sekertaris Kael.


Sekertaris Kael yang mendengar itupun ingin beranjak dari tempatnya,Namun Dara menghentikannya.


"Tunggu kak...Dara ambilkan sebentar.."Ucap Dara lalu ia pergi ke dapur.


"???..Apa yamg ia ingin titipkan??"Ucap Sektertaris Kael dalam batinnya.


Dara yang mengambilkan sesuatu di dapur itu pun kembali dengan sebuah Kotak Tupperware,Sekertaris Kael pun bingung untuk apa Dara mengambilkan kotak itu.


"Untuk siapa Ra??.."Ucap Sekretaris Kael.


"Nitip..bekal buat Kak Frass ya..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...