FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 74



Restika pergi meninggalkan Aiden dan berjalan dengan cepat,Aiden yang melihat kepergian Restima itu ia pjn tak memperdulikan nya lalu ia pun pergi ke masuk ke dalam lift.


Di dalam Lift iru Aiden sesekali ia membuka Ponselnya dan mengecek pesan yang belum di buka oleh Dara,melihat hal itu ekspresi wajah dari Aiden pun berubah.


"Sebenarnya itu dia ngapain sih...bisa bisa chat dari semalam dia enggak balas."


"Di telfon juga enggak di angkat...aku kurang mengerti wanita satu ini."Ucap Aiden dalam batinnya lalu ia memasukkna kembali ponsel mya ke dalam sakunya itu.


"Eh???..Tunggu..bukannya disini hanya ada wanita saja ya...Dan yang laki laki hanya ada 3 orang dan itu pun juga jarang di tempati...pacar Restika yang mana??"Kejut Aiden sembari ia memikirkan siapa yang Restika kunjungi itu.


"Sudah lah bukan urusan ku...aku mau ketemu Dara sekarang.."


Thiiinngg


Pintu lift terbuka llau aiden pun keluar dari sana dengan wajah yang cerah,Walau sebenarnya ia memang lelah karna tak aja istirahat nya.


Tempat berpindah pada Restika yang sedang berusaha mengetuk pintu sebuah Apartemen,sekian lama ia mengetuk pintu itu tetapi tak ada yang membuka.Restika mengambil ponselnya itu di dalam tas dan berusaha untuk menghubungi seseorang.


"Ck Diamana dia...kenapa tak mengangkat telfonnya...dia tak tahu kalo aku sedang menghawatirkan nya..."Gerutu Restika sembari ia mengigit kukunya.


Di tengah tengah gerutuannya itu,Tiba tiba ada seseorang wanita yang membuka pintu apartemen itu.Restika yang mendengar suara bukaan pintu itu,Ia pun langsung menoleh dan membalikkan tubuhnya.


"Kara..!!"Panggil Restika.


Seseorang yang membyka pintu Apartemen pun ia langsung merubah ekspresi wajahnya yang tadinya tersenyum itu langsung berubah menjadi murung,Lalu ia menatap Restika dari atas ke bawah.


"Kau??"


"Apa yang kau lakukan disini...Bukannya kita sudah memutuskan hubungan kira??Pergilah...Aku tak ingin menemuimu.."Ucap Seseorang itu yabg di panggil Kara oleh Restika.


Seseorang itu pun langsung ingin menutupi pintunya,Tetapi Restika mengganjalnya dengan kaki sehingga pintu itu tertahan dan tak bisa di tutup.


"Kita perlu bicara.."Ucap Restika.


"Emgga ada yang perlu di bicarain...kau pulang lah aku tak ingin menemuimu sekarang..."Usir Kara.


"Tidak...aku tidak akan pergi aku buutuh penjelasan kenaoa kau ingin putus denganku...Apa karna ayahku??"Ucap Restika.


Mendengar perkataan Restika itu,Membuat kara sedikit berdengus kesal.


"Tidak..tidak karna siapa siapa...aku hanya lelah...kau pergilah bukannya kau akan bertunangan minggu ini...jangan sampai kamu kecewa nantinya.."


"Pergilah dan lupakan segalanya tentang kita...dan Anggap itu mimpi...jangan ingat dan lupakan...jangan sampai kau menyesalinya.."Ucap Kara.


Kara mengatakan hal itu dengan tatapan datar dan dingin,Restika yang melihat Kara yang berstatus kekasih sesama jenisnya itu ia agak merasa sedih.Air mata jatuh dari matanya,Ia pun sedikut tersengum kecut dan mengelap air matanya yang basah di pipinya itu.


"Engga ada yang perlu di sesali...Aku lakukan semua yang aku bisa...apa kamu tidak peduli lagi kamu milikmu atau bukan kenapa kau begitu dingin.."Ucap Restika.


Restika mengatakan itu dengan nada bergetar,Kara yang melihatnya itu ia hanya diam dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


"Tidak...aku tidak peduli...kau pergilah..Ini permintaan terkahirku aku minta maaf sekarang tapi aku tak ingin melihatmu.."Ucap Kara dengan tegas.


Mendengar kata kata yang di lontarkan dari Kara itu membuat hati Rsstika seperti terisris,Ia mengelap air matanya yang terus mengalir itu yang tak bisa ia bendung itu.


"Sekarang kamu benar benar menyakitiki ku dan perasaan ku..."Ucap Restika.


Mendengar hal itu Kara pun ia hanya terdiam saja,Lalu di tengah tengah percakapan itu ada suara laki laki yang memanggil nama kara dan juga ia menghampiri kara.


"Siapa yang berkunjung sayang???"Tanya seseorang itu yang mendekat memeluk Kara.


"Apa yang kau lakukan lepaskan ada orang disini lihat temoat dong"Ucap Kara.


Kara yang di peluk oleh seseorang laki laki itu pun ia hanya tersenyum geli,Sedangkan Restika hanya menatap sendu keduanya.


Laki laki itu menatap dan melihat Restika yang bediri di depan Pintu Apartemennya, Laki laki itu pun melepaskan pelukannya itu dan membuka pintu lalu ia berdiri di samping Kara.


"Ini siapa ada Tamuu kenapa tak menyuruhnya masuk?? "Ucap Laki laki itu.


"Diaaa " Ucap Kara dengan nada gantung kafna ia bingung ingin menjawabnya.


"Saya Restika tuan saya temen Kara,kalau tuan??" Tutur Restika.


Kara yang mendengar apa yang di katakan oleh Restika itu seketika dengan terkejut itu ia menatap Restika, Begitu juga Restika yang menatap Kara lalu beralih ke arah laki laki.


"Ku Pikir dia akan mengatakan nya hubungan kita sebelumnya"Batin Kara.


"Kamu???"Tanya Restika.


Mendengar hal itu Restika hati Restika seketika sakit dan di buat terkejut berulang kali,Ia menatap Suami Kara dari atas ke bawah. Sedangkan suami kara yang tak tahu apa apa itu, Dirinya menyambut Restika dan mempersilahkannya untuk masuk kedalam rumahnya.


"Ohh teman Karan,Sayang kamu engga boleh begitu dengan temanmu itu kau masuk lah kenapa kau hanya diam di luar kemari masuklah" Suruh Akbar yang berstatus suami Kara.


Dengan tersenyum dan menggeleng geleng kan kepalanya itu,Restika menjawab.


"Tidak tidak Aku akan pulang saja lagi,pula aku hanya ingin memberitahu Kara untuk datang ke pertunangan ku saja" Ucap Restika dengan tingkah gelagapan dan gugup.


"Wahhh kau akan bertunangan selamat ya" Ucap Akbar sembari memberi ucaoan pada Restika.


"Terima kasih...Aaku akan pergi dulu...Dada.."Pamit Restika pada keduanya,Lalu ia pun pergi.


Melihat Restika yang sudah pergi dari sana itu,Kara langsung masuk ke dalam Apartemen nya itu lalu di susul oleh Akbar dari belakang.Kara duduk di depan sofa Ruang tanu nya itu,Akbar yang menutup pintu itu ia datang duduk di sebelah Kara.


"Dia mantan kekasihmu ya"Ucap Akbar.


"Hmm Pada akhirnya kau tahu juga ya dan aku tak menyangka akan secepat ini kau akan mengetahuinya" Jawab Kara sembari ia memakan cemilan.


"Ya harus bagaimana tapi dia tadi tampak sedih kau yakin dia tak apa apa kali ini??"Tanya akbar.


"Jangan pedulikanAku tak akan kembali padanya,Aku sudah memutuskan untuk menikah denganmu kan aku tak akan menghianati mu" Ucap Kara.


Mendengar itu Akbar hanya tersenyum dan merangkul sang istri,Kara yang melihat hal itu ia sedikit memikirkan wajah Restika yang tengah menangis tadi. Lalu ia kembali melihat ke arah sang suami yang begitu mengerti dan sayang pada nya itu lalu ia pun tersenyum.


"Mungkin kau pria yang di takdirkan untuk mengubah hidupku walau kau tau aku pernah menyukai sesama jenia,Kau masih ingin dekat denganku bahkan menikahiku aku akan berusaha agar hal itu tak sia sia" Batin Kara sembari ia melibat sang suami itu yang tengah menonton TV.


***


Di temoat Dara yang kini ia sedang ada di sebuah makam,Yang tak lain adalah malam sang ayah.Ia mengelua batu nisan dan sedikit menaburi bungan di makan ayahnya.Karna sudah semenjak tadi Dara bersama Paman dan Bibinya diasana ber tiga,Sang paman itu menepuk pundak Dara sejenak.


"Ada apa paman??"Ucap Dara.


"Kau berbicaralah dan luapkan isi hatimu bersama ayahmu...Paman dan Bibi akan menunggu di mobil.."Ucap Paman Dara.


Dara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya paman...beli Dara sedikit waktu..."pinta Dara.


"Kenapa harus sedikit..banyak pun tak masalah.."Ucap Paman Arwin.


Dara yang mendengar itu pun ia menoleh ke makam ayahnya,Begitu juga dengan PamanArwin yang berjongkok lalu berpamitan.


"Kakak ipar...Aku Arwin...sudah ku bilang aku akan menjaga adikmu kan...Aku sudah menepatinya kau senang kan..Aku akan pergi kau berbicaralah pada putrimu yang kau rindukan..."Ucap Paman Arwin.


"Kakak...Aku dan Afwin pwrgi duku ya...kakak yang tenang disana.."Ucap Bibi Arumi.


Paman dan Bibi Arumi oun pergi meninggalkan Dara di makam sang Ayah,Lalu mereka menunggu di dekat mobil nya.


karna Paman dan Bibinya sudah pergi itu,Dan Dara sendirian bersama dengan batu nisan dari sang ayah itu.Dara yang sendurian itu airmatanya jafuh perlahan,Lalu Ia pun membuka mulutnya u tuk bertanya sesuatu pada Ayahnya.


"Ayah apa kabar"


"Dara kangen ayah maaf ya Dara baru hisa kunjungi ayah hari ini"


"Dara ingin cerita sesuatu sama ayah ya walau ayah diam dan bisa menjawabnya" Ucap Dara dengan sedikut diringi gelak tawa.


"Ayah tau tidak di dunia ini tak seperti yang Dara harapkan dan yang dara inginkan,Tanpa Ayah rasanya Dunia ini sepi banget walau ada Kakak,Paman dan Bibi Lalu juga Bi Mirna dan ayah alan "


"Ayah tahu tidak kemaren Dara bertemu ibu ya walau cuna sebayangan aja sedikit lagi ibu bertemu dengan Dara "Lirih Dara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...