
Dara hanya terdiam saja saat mendengar apa yang di katakan sang Bibi itu, Sedangkan untuk sang paman dirinya hanya menatap Dara setelah sang istri berbicara seperti itu.
"Udah Ra kamu balik ke kamar aja ya"
"Ganti baju kamu itu terus malam malam nanti,Bibi tunggu nanti ya "Suruh Bibi Arumi.
Mendengar hal itu pun Dara dengan beranikan dirinya untuk berbicara.
"Tapi Bi,Dara bener bener engga bisa batalin sekarang karna udah janjian kemarin"Jawab Dara.
"Sekarang aku udah mulai bohong ya...satu kebohongan yang aku buat sekarang"Batin Dara.
Dara pun berjalan ke arah sangBibi danmeraih kedua tangan sang Bibi itu,Sedangkan Bibi Arumi yang melihat Dara sedang membujuk dirinya itu dirinya pun mengangkat kedua Alisnya.
"Kenapa??Bibi kan udah bilang kamu di rumah aja"Ucap Bibi Arumi.
"Sudahlah sayang biarkan saja,Lagian sebelum ini Dara juga mandiri ko kamu lupa ya...Izinin aja dia pwrgi dan juga dia udah besar sekarang kan"Bela Paman Arwin.
Mendengar sang suami yang berbicara seperti ini,Bibi Arumi dan Dara ounsecara bersamaan mereka menoleh ke arah Paman Arwin.
"Paman kamu memang yang terbaik dan engga pernah berubah"Batin Dara sembari dirinya menunjukkan wajah yang bangga terhadap pamannya yang membelanya itu.
"Kamu membelanya mas??"Tanya Bibi Arumi.
"Bukan aku membelanya,Tetapi emang fakta kan kalau Dara tadi bilang udah buat janji sebelumnya jadi tak masalah dan jangan sampai teman Dara itu kecewa sama Dara biarkan saja"Jawab Paman Arwin.
"Tapi mas Dara kan baru pulang dan dia juga anak perempuan ga bagus kalo dia keluar terus"Ucap Bibi Arumi.
"Dara sudah besar...selama 5 Tahun dirinya tinggal sendiri kamu lupa kah??Sudahlah dan Kamu Dara pergi saya dan jangan pulang terlalu larut mengerti"Suruh Paman Arwin.
"Mas Arwinnn??"Lirih Bibi Arumi.
"Stttt sudah tak apa biarkan dia pergi dia sudah hampir desawa kan..."Jawab Paman Arwin.
Dara yangmendengar pamannya tadi berbicara seperti itu, Wajahnya langsung berseri dengan senyuman yang indah.Dara punmelespakan tangan sang Bibi itu,Dan dirinya sangat guramg lalu memeluk sang paman.
"Paman Arwin yang terbaik sama seperti dulu, Dara jadi sayang deh sama Paman Arwin"Lontar Dara.
"Terima kasoh terima kasih ya.."
Dara mengatakan hal itu dengan dirinya yang masih memeluk sang paman itu,Paman Arwin pun membalas pelukan dari sang keponakan itu dan sedikit mengusap punggung nya.
"Sudah sudah kamu pergi sana,Jangan peluk pamanmu yang hampir tua ini dan jangan lama lama kamu neluknya nanti Bibi kamu cemburu sama kamu"Kekeh Paman Arwin.
Dara pun melepaskan pelukannya itu, SedangkanBibi Arumi yang mendengarapa yang di katakan sang suami itu dirinya pun mencubit pinggang sang suami.
"Awwwww...kamu kenapa sih nyubit Mas??"Jerit paman Arwin sambil dirinya mengusap usap pinggangnya yang sakit itu.
"Kamu ini udah tua tetep aja genit dam narisi kayak begini,Jangan bahas begituan lagi di depan anak anak atau kamu kena hujumannya..."Ucap Bibi Arumi.
"Kenapa aku yang kamu salahkan sekarang"Jawab Paman Arwin.
Dara yang melihat intraksi antara keduanya itu dirinya pundirinyasedikit terkekeh,Lalu Dara pun meraih tangan bibinya dan menciumnya.
"Kalo begitu Dara berangkat dulu ya...Dara janji ko engga bakal pulang malam nanti"Pamit Dara.
Setelah itu Dara pun berlari pergi keluar dari ruangan itu meninggalkan Paman dan Bibinya itu,Bibi Arumi yang melihat sang keponakan itu tengah berlari pergi itu dirinya hanya menggeleng gelengkan kepanya saja.Sedangkan untuk Paman Arwin itu diribya hanya terkekeh sembari menunjukkan wakah yang sangat puas.
"Benar benar mirip kakak mu Arumi.."Ucap Paman Arwin.
"Sudahlah aku juga tahu itu tapi aku berharap hanya tingkahnya dan wajahnya yang mirip tapi tidak dengan takdirnya"Jawab Bibi Arumi.
Paman Arwin yang mendengar sang istri mengatakam hal iti diriya punmenghela nafasnya Itu lalau meletakkan tanganny di kedua pundak Bibi Arumi.
"Sudah aku bilang jangan pikirkan itu,Dara itu gadis yang berbeda kau tahu...Dia tak mungkinmelakukan kesalahan yang sama dengan Ayahnya itu kamu jangan terlalu khawatir ya..."Jelaskan Paman Arwin.
"Ya aku harao begitu mas,Aku engga minta terlalu lebih dam aku cuma ingin Dara seneng aja sekarang Mas"Sahut Bibi Arumi.
Melihat respon sang istri itu membuat paman Arwin sedikit teraenyum tipis di ujing bibirnya itu,Tetapi tidak dengan Bibi Arumi yang terlihat seperti cemas akan sesuatu.
****
Tempat berpindah di tempat Dara yang dimana dirinya tengah menunggu di depan rumahnya utu di dekat gerbang,Security rumahnya yang melihat Dara tengha berdiri di luar gerbang dirinya pun menghampiri nya dan berdiri di samping Dara.
"Non Dara mau kemana teh...Rapi banget sekarang"Ucap Security itu.
Dara yang mendengar Security itu tengah berbicara dengannya itu dirinya pun langsung menoleh.
"Pak Agus..Bapak ada disini ya Shify malam ya pak"Tanya Dara.
"Saya mau ketemu temen pak...haha malam malam dan maaf ya pak nanti malam kalo Dara pulang agak trlat dan bangunin pak Agus"Jelaskan Dara.
"Ahhah engga apa apa Non itu udah lerjaan bapak juga kan,Oh iya temen kamu cewe apa cowo non"Tanya Pak Agus.
Dara yamg mendengar pak Agus yang bertanya seperti itu,Dengan terkejut dirinya pun membelalakan matanya itu.
"Temen cowo sih pak hahah...tenang pak ini cuma temen beneran ko"Beritahu Dara.
"Bohong lagi deh...Aslinya aja pacar kontraknya"Batin Dara.
Pak Agus pun menganggukkan keoalnya itu dan sedikit terkekeh.
"Udahlah non bilang aja kalo itu pacar non Dara,Kenapa harus bilang temen sih non baoak ngerti kok"Ucap Pak Agus.
"Ngerti apaan sih orang emang aslunya cuma temen aja engga lebih...dan kenapa ni satoam sekarang kepoan ya kali engga lebih tua mungkin aku pedesin tuh"Batin Dara.
Dara hanya membalas Security itu dengan senyuman di wajahnya itu,Sedangkan batinnya itu terus saja berteriak.
"Non Dara kenapa diem aja Non.."Panggil Pak Agus.
"Engga apa apa pak lagi pengen diem aja sih"Jawab Dara.
Pak Agus yang mendengar jawaban dari Dara itu hanya menganggukan keoalanya saja sambil melihat bintang bimtang yang ada di langut itu,Tak selang beberapa setelah itu ada sebuah mobil yang berhenti di depan Dara itu.
"Mirip mobilnya Aiden ya"
"Dia udah nyampe sini ya...akhirnya engga caoek berdiri lagi"Batin Dara.
Dara pun berjalan mendekati ke arah mobil dengan wajah yang tersenyum,Pak Agus yang melihat mobil itu berhenti hanya diam saja dan memperhatikan karna Dara sudah berjalan mendekat ke arah mobil.Akan teyapi dengan diiringi dengan Dara yang berjalan itu,Kaca pintu mobil itupun turun dan terlihat sebuah wajah.
"Kamu lama banget sih Aiden kemana aja kan aku mintanya 10 menit"Lontar Dara.
Dara mengatakan hal itu dengan menaruh tangannya dan dagu ke jendela mobil itu,Sedangkan orang yang mengerndarai mobil itu dirinya adalah Aiden.
"Maaf ya tadi ada kendala di jalan,Sekarang ayok masuk sekarang jangan ngomel terus atau bakal sia sia nanti bersiapanku"Jawab Aiden sembari menyuruh Dara masuk ke dalam mobilnya.
"Oke aku ingin tahu apa yang kamu siapin buat aku dengan waktu yang cukuo singkat itu bisakah kamh membertahuku??"Ucap Dara.
"Yaudah ayok masuk dan kita habiskan waktu bersama,Walau sebentar pertemuan kita kemarin aku rindu padamu tau"Jawab Aiden.
Dara pun masuk ke dalam mobil Aiden itu dan memakai sabuk pengaman nya itu,Dara yang mendengar hal itu durinya yang tengah memasamg sabuk oengamannya itu dirinya pun membalas apa yang di katakan Oleh Aiden itu.
"Rindu apanya tuan cabul, Kamu jangan gunakan trik iti aku tak akan luluh ya"Ucap Dara.
"Siapa yang mau ngekuluhin kamu,Orang aku cuma bilang begitu aja kamu dingin banget"Jawab Aiden.
"Yaudah deh terserah kamu aja sekaramg"Sahut Dara .
Setelah Dara masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman nya,Aide pun menyalakan mobilnya dan menjalankannya.Tampak dari wajah Aiden yang tadinya lemah lesu karma berada di rumah sakit merawat adiknya itu,Setelahdirinya meluhat Dara sekarang dirinya kembali ceria dan tentunya sedikit bersikao cabul menurut Dara.
Temoat berpi dah oada Frass yang baru saja selesai menebus obatnya di apotik, dan kembali masuk ke dalam rumah sakit untum menemui Restika.Frass yang baru dari Apiotik itu oun dirinya samoai di ruangan Restika dan masuk ke dalam,Di dalam ruangan itu saat dirinya masuk didirnya menemukan Restima yang sudah membuka matanya itu.
"Uggggrhjj.."Decak Restika.
"Restika??Reatika kamu udah bangu kah??"Sebentar aku akan membantumy duduk"Ucap Frras yang kaku dirinya itu meletakkan obatnya yang ia bawa ke meja.
Dengan sumringan Frass Pun kangsung datang mendekat untuk membantu Restika bangun demgan perlahan,Sedangkan Restika yang baru bamgun dari pingsannya itu tampak wajahnya yang kebingungan.
"Kita dimana ini??Rumah sakit kenapa kamu bawa aku masuk ke rumah sakit??"Tanya Restika.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...