FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 56



Mendengar apa yang di katakan oleh Dara itu,Aiden dengan Gugup karna mengingat Kalung itu hilang darinya ia pun berusaha untuk mencari sebuah alasan.


"Apanya???.."


"Kontrak kita belom selesai...Penjanjiannya Saat kontrak kita udah selesai aku akan memberikannya kepadamu.."Ucap Aiden dari Telfon dengan suara tegas.


Mendengar Apa yang di katakan Aiden membuatnya sedikit meremah ponsel yang ia pakai itu.


"Aiden...aku hanya ingin meluhat kalung itu saja...Aku meri dukan kalung itu kau tahu kan kalung itu sangat berharga bagiku.."Ucap Dara yang berusaha membujuk Aiden dengan menurunkan nada bicara.


"TIDAK...!!!"Teriak Aiden dari telfon itu.


"Aku akan memberikan kalung itu pada saat Kontrak kita selesai...sebelum itu aku tidak akan memberikan nya kepadamu..."Ucap Aiden.


Dara yang mendengar Aiden yang menolak sekaligus meneriakinya dirinya Itu dari Telfon,Ia marah tetapi hanya bisa menahannya sana.Ia Diam beberapa Saat tak menjawab apa yang di katakan Aiden itu,Di tempat Aiden itu ia tengah merasa Frustasi sembari ia memijit kepala nya utu karna ia merasa bersalah pada Dara.


"Baiklah...Aku akan pergi dulu...Jika tidak ada hal yang ingin kau bicarakan sekarang..."


"Kenapa kau membentakku??.."Ucap Dara.


Mendengar apa yang dikatakan Dara hati Aiden pun seeprti teriris dan ternyuh.


"Bukan apa apa...Maaf"


"aku berada di luar kota selama 2 hari karna aku ada pekerjaan...hanya itu saja"Ucap Aiden dengan nada pelan lalu ia mematikan telfon tersebut.


Melihat telfonnya telah di putuskan oleh Aiden itu Dara meletakkan ponselnya ke tempatnya semua,Ia langsung menidurkan tubuhnya di ranjang.Perlahan lahan air matanya jatuh dan ia memiringkan badannya melihat gaun yang ibunya kirimkan untuknya,Ia mengambil gaun itu ia meringkuk memeluk gaun itu sembari menangis dengan deras.


"Kenapa semua jadi seperti ini...Hiks...Hiks..."Ucap Dara yang tengah menangis itu.


Di Tempat lain Aiden yang sedang berasa di hontel yang menghadiri sebuah pesta ,Ia tampak tak terkalu menikmatinya susana disana.Karna jika bukan pekerjaan yang di beritahu oleh sang Oma sangat penting,Mungkin ia tidak akan datang ke pesta itu.


*****


Tempat berpindah di Rumah sakit temoat Damar di rawat,dan di temani sang ibu dan sahabatnya disana.


"Mama ini udah malam...Mama engga pulang???"Ucap Damar.


"Tidak...mama engga akan pulang...mama Akan disini menemani mu..."Ucap Ibu Damar.


"Jika mama disini...pasti Laki laki tua itu akan mencari mama.."Ucap Damar.


Mendnegar apa yang di katakan sang putra itu,Ia tersenyum dan menggenggam tangan Damar.


"Kamu tenang saja...Ayah mu sudah menyruh ibu untuk menjaga mu selama kau di rawat...kamu engga perlu khawatir..."Ucap Ibu Damar yang berusaha meyakinkan kan sang putra.


Damar memalingkan wajahnya dan berkata"Kenaoa laki laki tua itu menghawatirkan Damar...jika Damar hidup dia juga akan terus memukuli Damar...kemapa Damar engga mati aja asih.."Ucap Damar.


Ibu Damar yang mendengar apa yang di katakan anaknya ia begitu kaget karna anaknya bisa mengatakan hal itu.


"Damar...."


"Tidak boleh berkata seperti itu ya...Walau dia begitu...dia tetap ayah mu...Ayah kandung mu kamu engga boleh seperti itu..."Ucap Ibu Damar.


"Kenapa Mama engga bercerai saja dengan papa???..."Ucap Damar.


Mendengar apa yang katakan Damar membuat Ibu Damar Syok yang kedua kalinya.


"Apa maksud mu nak???..."Ucap Ibu Damar.


"Bercerai lah dengan Papa...Damar tidak mau Mama menderita dengan pria tua itu...Damar tau ko jika Papa habis bertengkar dengan Damar dan mama melerainya...pasti papa memukul mama walau tidak banyak.."Ucap Damar.


Ibu Damar semakin menatap dalam ke arah Damar dengan perasaan yang haru,Begitu juga Damar yang mentap ibunya dengan tatapan yang dalam.


"Ibu lemah ya nak??...Sampai kamu bicara seperti??"Ucap Ibu Damar.


"Tidak... Ibu kuat ko...Ibu adalah ibu terbaik dan terhebat untuk Damar Apa ibu Tahu itu???..''Ucap Damar.


Ibu Damar pun tersenyum dan terharu saat mendengar apa yang di katakan sang putra,Ia pun langsung memeluk putranya dengan Erat.


"Putra ibu sudah dewasa ya..."Ucap Ibu Damar dengan mengekus rambut kepala anaknya.


"Jadi bagaimana ibu???...Apa itu mau bercerai dengan pria tua itu??...Ke apa ibu tidak menjawabnya sekarang???.."Ucap Damar.


Damar terus bertanya pada sang ibu dan akhirnya ia melepaskan oelukannya pada sang ibu,Ibu Damar itu terus terdiam tanpa menjawab perkataan anaknya.Ibu Damar berduri dan mengamb tasnya yang berada di meja,Lalu ia pun keluar dari ruangan itu yang meninggalkan Ryan yang tengah tidur dan Damar yang masih terduduk di atas brankar.


"Mama bahkan pergi sekarang...yang baru bilang tadi akan menemasi Damar di rumah sakit ini...Haaah..."Ucap Dalam dngan menghela nafasnya.


?"


"Sebegitu pentingnya kah papa di dalam Hidup mama???...Aku tidak menyangka jika mama mendukung pria tua sialan itu.."Ucap Damar di dalam batinnya yang melihat sang ibu pergi.


Melihat kepergian sang ibu tanpa berbicara apa pun dengannya,Raut wajah Damar terlihat sangat kecewa akan hal itu.Damar hanya menghela nafasnya sambik menahan sakut jahitan yang berasa di perutnya karna efek obat bius nya sudah mulai hilang,Perlahan lahan Damar pun membaringkan tubuhnya dan menarik selimut dan tidur.


Malam itu berllau dengan sangat tenang hingga waktu berganti menjadi pagi hari,Pagi itu Di mulai demgan Frass yang baru bangun dari tidurnya.Frass bangun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,Setelah mandi bukannya dia memakai jas untuk berangkat ke kantor ia mmemaikai setelah baju olahraga pagi ini.Setelah itu,Ia pun turun ke bawah dan sudah menemukan Dara membantu beberapa pelayan membuat sarapan.


"Loh kamu udah bangun Ra???...Jam segini??"Ucap Frass sembari ia menuruni anak tangga.


Dara yang mendnegar suara Frass pun menoleh dan melihat Frass yang memakai pakaian Olahraga.


"Oh iya...Dara emang sering ko bangun jam segini...Kakak mau lari pagi kah??..Udah siap aja..."Ucap Dara sembari ia mencuci tangannya,dan pekerjaan nya di lanjutkan oleh pelayan di sampingnya.


"Begitu...Iya badan kakak kaku...jadi hari ini mau lari pagi...kau mau ikut???Ayok kakak tunggu sekarang"Ucap Frass sembari mengajak Dara untuk berlari.


Medengar ajakan Kakaknya itu Dara tersenyum paksa dan mengeleng gelengkan kepalanya.


"Engga mau...Dara masih ada kerjaan.."Ucap Dara.


"Kamu masih muda engga mau olahraga...Sering sering Olahraga kalo engga ntar kamu gendut...."Ucap Frass sembari meledek Dara.


"Ihh...Engga...Dara engga bakal gendut...Yang Dara makan semuanya makanan sehat ko..wleee.."Ucap Dara dengan ia menjulurkan lidah nya.


"Iya terserah kamu...oh Iya mama di mana??Kakak engga lihat dia..."Ucap Frass.


"Bibi Belum bangun mungkin...Sebentar lagi Dara akan bangunin Bibi ko..."Ucap Dara sembari melihat pintu kamar Bibinya.


"Hmmm....Kalo begitu kakak berangkat dulu ya.."Ucap Frass yang akan pergi.


"Eh tunggu....Sebentar"Ucap Dara,Lalu pergi mengambil sesuatu di kulkas.


Melihat Adik nya itu Frass dengan wajah penasaran,Entah apa yang di ambilkan Dara untuknya.


"Nih Yogurt...biar perut kakak ada isinya...Kasian ituh lari lari perut kosong..."Ucap Dara sembari memberikan Yogurt itu pada Frass.


Melihat perhatian adiknya kepadanya,Frass pun tersenyum lalu ia mengambil yogurt itu dari tangan Dara.


"Makasih ya Yogurtnya...kalau begitu kakak pergi dulu bye.."Ucap Frass yang pergi sembari ia melambaikan tangannya pada Dara,Dara yamg melihat nya pun juga tersenyum dan membalas lambaian tangan dari Frass.


Melihat kakaknya yang sudah pergi itu,Dara pun kembali ke dapur melanjutkam memasaknya dengan para pelayan disana.


Tempat berpindah pada Frass yang sedang berolahraga pada di sebuah tangan yang disana ada beberapa anak kecil sedang bermain,Frass berlari lari kecil mengitasi lapangan dan pada akhirnya nya beristirahat di bangku dekat dengan sekumpulan anak anak itu.Sembari ia menikmati Yogurt pemberian dari Dara tadi di bangku itu.


"Aku biasanya hanya olahraga di dalam rumah,Tak kusangka Olahraga di luar rumah akan seramai ini dengan anak anak...."Ucap Frass dalam batinnya,Dan ia melihat anak anak yang sedang bermain di taman itu.


Salah satu anak laki laki sekitar berusia 6 tahun disana melihat Frass,Frass yang juga meluhat nya ia pun hanya tersenyum dan melambai saja.Anak kecil itu membalas dengan senyuman dan ia berjalan mendekat ke arah Frass,Frass yang melihat anak itu mendekatinya ia pun mengangkat kedua alisnya Seperti bertanya tanya.


"Anak itu kenapa kesini???.."Ucap Frass dalam batinnya.


"Hai paman...Paman sendirian saja disini...paman orang baru ya..."Ucap Anak kecil itu.


"Iya aku baru kemari disini...Dimana orang tua mu??"Ucap Frass yang tadinya duduk di bangku kini ia berjongkok menyaman tingginya dengan anak itu.


Saat itu anak kecil itu ingin menjawab tetapi ada, Seseorang dari kejauhan yang tiba tiba memanggilnya.


"Lenka!!!!...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...