FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 38



"Maksud papa apa???...."Tanya Damar sbari ia memegang pipinya yang sakit karna tamparan itu.


"Dari mana saja kamu hari...Ayah Berlian telfon ke papa tadi..dia bilang Berlian datang ke rumah sakit sendirian tanpa kau temani...pergi kemana kamu..."Teriak ayah damar dengan nada yang sangat marah.


"Anak itu mengadu ternyata...dia memang suka membuat di siksa..."Ucap Damar dakam batinnya.


"Bukankah dia sudah dewasa...dia bisa pergi sendiri ke rumah sakit dan juga aku tak menyukai Berlian kenapa papa memaksa ku bertunangan dengan nya dan dekat dengannya..."Ucap Damar dengan nada tinggi membalas perkataan sang ayah.


Ayah Damar yang mendengar Damar yang berbicara seperti membuat ayah Damar semakin marah,Ayah Damar mendekar dan melihat wajah sang putra dengan tatapan tajam.


*Plakkkkkkkk


Plakkkkkk


Bukshh


2 kali tamparan mengenai pipi Damar sampai membuatnya membuat pipinya memerah dan keluar dsedikit darah daru sudut bibirnya,Setelah menampar Damar ayah Damar mendorong Damar hingga ia tersungkur di bawah meja*.


Ughhrrghhhh


"Dasar anak sialan...Ayah Berlian akan menginvestasikan semua saham nya di perusahaan ayah..sebagai gantinya dia masu kamu untuk bertunangan dengan putrinya karna putrinya menyukaimu..."


"Dengan kau tak menemaninya dan jarang bertemu dengannya...Ayah Berlian selalu mengundurnya untuk memaksukan sahamnya ke perusahan ayah kau tahu...!!!"Teriak Ayah Damar sembari memukulinya.


"Jadi papa sama saja dengan menjual Damar kan.."Ucap Damar dengan membalas senyuman mengejek.


"Kau semakin berani ya makin kesini...!!!"Teriak Ayah Damar kemudian ia melayangkan sebuah tinjuan pada wajah Damar,hingga membuat terjatuh ke lantai.


Danar yang menerima banyak pukulan dari ayah nya memilih diam tak bergerak dan menerima semua pukulan yang du berikan sang ayah,Tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dan terdapat seorang wanita masuk dan melihat kejadian dimana Damar sedang meringkuk di lantai yang sedang di pukuli sang ayah.


"Damaaarr....!!!''


Wanita itu berteriak menyebutkan nama Damar dan langsung berlari ke arah Damar,Ayah Damar yang tadinya memukuli Damar melihat wanita itu ia langsung menghentikan perbuatannya dan memilih untuk keluar dari ruangannya.


brakkkkkk


"Damar bangun sayang...ini mama.."


Wanita yang sedang memeluk Damar yang sedang berbaring di lantai itu adalah ibunya,Ibu Damar duduk di lantai sambil berusaha membangunkan anaknya dengan matanya yang sudah mengalirkan air mata yang amat deras.


"Damar...Kau tak apa apa???Apa ada yang sakit sayang??"Ucap Ibu Damar dengan perasaan dan nada,yang sanagt khawatir melihat putranya yang versimpuh menahan sakit di lantai.


*Uhukkk...Uhukkkk...Uhukkkk...


Damar dengan perlahan membuka matanya dan sedikit terbatuk batuk karna sakit di bagian punggung nya,Damar melihat sang ibu tengah menangisinya itu ia pun berusaha bangun dan duduk di depan sang ibu.


"Mama...kenapa...??"


"Mama jangan nangis kayak gini...Damar engga mau lihat maman nangis...Udah jamgan nangis ya mamah ku sayang..."Ucap Aiden dengan nada suara yang lembut demgan sedikit bergetar,Aiden mengangkat salah satu lengannya yang mengarah ke pipi sang ibu untuk menghapus Air matanya.


Ibu Damar yang merasa bersalah sekaligus merasa terharu terhadap anaknya lalu ia pun menciun Telapak tangan Damar lalu tersenyum.


"Kenapa kamu selalu bilang tak apa sayang.."


"Katakan saja jika itu sakit pada ibu...Jika kau mengatakannya itu mungkin ibu akan merasa sedikit lebih baim daripada kamu diam seperti ini..."Ucap Ibu Damar dengan menaruh kedua tangan Aiden ke pipinya.


"Damar emang baik baik aja ko mah...nih buktinya Damar ...Udha mama jangan angis nanti cantiknya mama ilang loh..."Ucap Aiden dengan senyuman palsu terukir di wajahnya.


"Entah apa yang ada di pikiranmu sekarang nak...Ibu ingin yang terbaik untukmu tapi ibu tidak bisa berbuat apa apa untuk mu.."Ucap Ibu Damar sembari mengelus kepala Damar.


"Kita pergi dari sini saja ya sayang...kita pergi jauh daripada kau hidup selalu di siksa seperti ini..."Ucap Ibu Damar yang sembari membujuk Damar.


"engga tau ah...Damar betah disini...mama selalu aja gini udah Damar mau pulang aja..."Ucap Damar pada ibunya sembari ia berusaha untuk berdiri.


Ibu Damar yang melhat putranya susah berdiri itu ia bangun dari duduknya dan berusaha Menolong sang putra agar bisa berdiri.


"Makasih ya mah kalo gitu Damar pulang dulu ya..."Ucap Damar yang berpamitan dengan sang ibu.


Ibu Damar hanya diam tanpa kata kata melihat kepergian sang Anak yang berjalan keluar dengan tertatih tatih karna kakinya yang sakit,Tempat berpindah pada Dara yang ada di dalam mobil Aiden menuju ke rumahnya dengan lamunan di wajahnya.Aiden Sendari tadi menyetir sesekali ia melihat Dara yang diam saja ke arah luar jendela pintu mobil yang tengah mereng tanpa mengatakan Sesuatu,Aiden yang tengah menyetir itu akhirnya memutuskan untuk meng hentikan mobilnya di pinggur jalan.


"Kenapa berhenti??...Aku ingin pulang..."Ucap Dengan nada lirih dan masuk menyandarkan kepalanya di kaca jendela mobil.


"Kau mau minum??...Aku semoat membawa botol minum tadi sebelum pergi sari tumah nenek..."Ucap Aiden sembari mencari botol itu.


"Engga usah...aku ingun pulang..."Ucap Dara yang menolak Air yang di tawarkan oleh Aiden.


"Why???...ini minum dulu biar kamu jauh lebih tenang sedikit...bibir kamu pucat loh..."Ucap Aiden sambil memberikan botol berisi Air.


Dara hanya diam dan mengangkat kepalanya yang sedang ia sandarkam ke jendela tadi lalu perlaha ia melihat ke arah Aiden ,Aiden yang ditatap Dara merasa aneh dan henya tersenyum.


"Kenapa...??...Minum aja air nya...supaya kamu lega..atau mungkin kamu mau cerita ke aku...???Aku orang nya pandai dalam segala hal loh"Ucap Aiden.


"lo engga bakal tau rasanya...!!"Teriak Dara.


"Kenapa lo ngomong kayak gitu??..Ada gue disini...???Cerita aja sini masalah lo ke gue kasihan tuh batin....Tertekan.."Ucap Aiden sembari menaruh botolnya ke dasbor mobil.


"......."


"Bahkan lo pun sama aja engga tau situasi..!!"


*Blakkkkkk...


Dara keluar dari mobil Aiden dengan perasaan yang marah,sedih,dan kecewa secara bersamaan,Aiden yang melihat Dara pergi keluar dari mobilnya ia mengikuti Dara dari belakang dan berusaha membujuk Dara.


"Dar ...dar...Sorry deh kalo aku kelewatan...engga bakal aku ulangin lagi..."Ucap Aiden dengan meraih tangan Dara.


Dara tak memperdulikan apa yang di katakan oleh Aiden dan menepis tangan Aiden yang memegang tangannya,Begitu juga Aiden yang terus berushaa unguk membujuk Dara.


"Dar...ayok pulang aku anterin..."


"Aku akan menuruti semua yang kamu ingin kan...ayok balim dulu..."Ucao Aiden dengan sedikit merayu Dara namun tetap tak berhasil.


Aiden begitu gigih membujuk Dara agak ia kembali ke ikut ke dalam mobilnya namun tak berhasil,Dara memanggil sebuah taksi dan segera masuk ke dalam mobil tak si itu dan tak membiarkan Aiden masuk walau ia memaksa.


"Dar...bukain pintunya.. aku bareng kamu ya..."Teriak Aiden dari luat mobil taksi itu.


"Jalan pak...ke perum cempaka ya...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTARNYA jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...