FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 105



Fras pun turun dari ranjang nya dengan berbalut selimut,Lalau dirinya oun pergi masuk ke dalam Kamar mandi.Restika yang melihat reaksi dari Frass tanoa berbuacara apa pun padanya utu dirinya oun hanya menghela nafas.


"Hah,Malu sekali aku"


"Pake dia engga ngerspon apa apa lagi,Terus baju aku gimana??Masa keluar hotel nanti pake ini kimono sih"Gumam Restika.


Cklekkkkkkk


Mendengar suara kamar mandi terbuka itu,Restika pun dirinya langsung menoleh ke arah kamar mandi.


"Kenapa??"Tanya Restika.


"Tidak ada,Anu kamu pakai saja ponselku untuk memesan beberpa baju untuk mu dan aku pinnya 55555 kau bisa memakainya"Tutur Frass.


Frass pun kembali masuk ke dalam kamar mandi itu, Sedangkan Restika dirinya pun mengambil ponsel milik yang ada di meja sebelah ranjang.


"Ini ponselnya??"


"Apa aku perlu memesankan baju untunya juga??"Gumam Restika lalu dirinya pun melihat ke arah lantai.


"Sepertinya begitu,Jadi aku harus memesan untuknya juga"Ucap Restika.


Restika pun membuka ponsel Frass dan mulai mencari cari beberapa baju untuk dirinya pakai Itu dan juga untuk Frass,Kenapa Restika memakai ponsel Frass dan tidak memakai ponselnya sendiri??Karna ponsel Restika lowbat dan tertinggal di dalam mobil. Setelah merasa dirinya selesai dengan apa yang ia cari itu,Restika pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang itu.


"Haaah,Sakit sekali"


"Aku tak tahu bakal sesakit itu,Tapi untunglah tidak lecet.Apakah Kara juga seperti itu demgan suaminya itu???Aku kemarin melihat milik Frass"Batin Restika.


Restika yang mengingat kejadian semalam pun dirinya bangun dan mengusap wajahnya kasar.


"Ada apa dengan pikiran ku!!!Kenapa otakku mesum sekali!!" Gumam Dara.


"Siapa yang mesum??"Tanya Frass.


Mendengar suara Fras secara tiba tiba itu membuat Restika begitu terkejut lalu dirinya pun menoleh.


"Ohh??Kamu udah selesai??"Tanya Restika.


"Iya" Jawab Frass.


Sedangkan Frass dengan masih balutan selimut itu dirinya kembali membaringkan tubuhnya dan meletakkan keoanya di paha Restika.


"Apa yang kamu pikirkan??Kamu bilang mesum memang siapa yang mesum???"Tanya Frass.


Mendengar Frass yang bertanya seperti itu, Restika pun mengalihkan pandangannya itu dan dirinya menjadi salah tingkah.


"Engga ada"Jawab Restika.


"Yakin??Aku dengar jelas kamu bilang mesum??Atau kamu mengataiku mesum" Ucap Frass.


"Susah bilang tak ada apa apa kenapa kamu engga percaya,Dan juga kenapa kamu tiduran di pahaku??Bangun dari sana"Suruh Restika.


Medemgar Restika yang menyuruhnya bangun dari tempat nya itu Frass hanya menggelengkan geleng kan kepalanya


"Engga aku masih ngantuk dan masoh ingin tidur apa tidak boleh,Jadi kamu diamlah"Tolak Frass, yang dirinya semakin memeluk Restika.


"Kenapa dia manja sekarang??"Batin Restika.


Sedangkan sekarang tempat berpindah pada Dara yang sudah selesai berbenah dan tampak dirinya keluar dari kamar mandi,Setelah itu Dara pun mengambil laptop dan membukanya.


"Aku kirim ke dosen aja sekarang kali ya,Nungguin anak itu pasti lama banget"


"Dan juga nanti tinggal ngerjain projek jadinya aja"Gumam Dara.


Dara pun meletakkna latopnya ifu kembali ke meja dan mencari sesuatu di laci,Dara mencari benda itu di setiap laci mejanya.


"Akhirnya ketemu juga"


"Tapi kenapa bisa disini?? bukannya selalu aku taruh di gantungan kunci ya??"Gumam Dara.


"Sudahlah mungkin emang ke selip aja"Ucap Dara.


Dara pun mengambil Flashdisk nya itu dan kembali menutup lacinya lalu kembali pada meja yang disana ada laptopnya,Akan tetapi saat durinya baru duduk di kursi dan memasang Flashdisk pada laptopnya itu tiba tiba Dara merasakan sesuatu mengalirkan keluar di hidung nya.Merasakan hal itu pun Dara menyentuh hidung nya.


"Apa ini???"


"Aku mimisan lagi??Kenapa aku sering mimisan sekarang ini ya padahal aku engga sakit"


"Apa karna kecapean aja ya??Sudahlah memang lagi cape aja kalo inget banyak kejadian engga terduga kemarin" Gumam Dara.


Dara pun bangun dari duduknya itu dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan mimisannya itu.


***


"Jia bangun adik"Suruh Aiden.


Temoat berpindah pada Aiden yang tengah membangun Jia adiknya itu,Jia yang mendengar suara kakaknya itu dirinya pun terganggu dan akhirnya membuka matanya.


"Kenapa kakak bangunin Jia??Jia masih ngantuk tau" Keluh Jia.


Mendengar adiknya yang bangundari tiudrnya san mengomel padanya itu Aiden pun terkekeh dan mengacak acak rambut adiknya.


"Sudah bangun dan bersihkan dirimu,Kamu tak mau pulang kah??"Balas Aiden.


Jia yang mendengar apa yang di ucapkan kakaknya padanya itu,Dirinya oun langsung membuka lebar matanya itu.


"Kakak bilang apa tadi?!!Jia udah boleh pulang kah??" Teriak Jia.


"Iya udah boleh pulang sekarang,Cepatlah bangun dan bersiap"suruh Aiden.


"Oke tunggu sebentar"Jawab Aiden.


Jia pun turun dari brankarnya itu dan berlari ke kamar mandi,Saat turun itu dirinya tak sengaja melihat ke arah meja yang di sana banyak sekali barang.Melihat hak itu Jia pun berbalik tak jadi pergi ke kamar mandi dan menunjuk barang barang itu.


"Kak?!!"Panggil Jia.


Mendengar adiknya yang memanggilmya,Aiden pun berbalik ke arah Jia yang masih di luar kamar mandi dan malah mendekat kearah barang barang itu.


"Iya kenapa??,Kamu kenapa diam aja di situ??cepatlah mandi dan bersiap"Jawab Aiden.


"Ini barang barang siapa yang ngasih kak??Banyak banget sangat mewah apa Oma yang ngirim ini??" Tanya Jia.


Mendengar Jia bertanya padanya seperti itu, Aiden pun tertegun dan berbicara gagap.


"Ahhh iya,Sekarang Cepat mandi dan bersiap lah cepat"Suruh Aiden.


"Sebegitu cepat kah??"


"Kenaoa reaksi penyakit Jia secepat itu,Bahkan dia tak mengingat apa yang dirinya katakan semalam"Gumam Aiden.


Aiden pun berdiri dadi duduknya itu dan memikurkan sesuatu,Sembari dirinya mengusap kasar wajahnya itu.


"Apa yamg harus aku lakukan sekarang,Kenapa serumit ini.Adik kesayangan ku terkena oenyakit langka yang perlahan sikap perilaku dan ingatannya melemah,Apa yang harus aku perbuat" Lirih Aiden.


"Aku haru menemui dokter kemarin iya,AKU HARUS MENEMUINYA SEKARANG" Ucap Aiden.


Aiden pun keluar dari ruangan Jia itu dan pergi dengan wajah yang cemas nya itu,Aiden pun berjalan menuju ke tempat keruangan dokter yang menangani Jia itu.


Brakkkkkk


Aiden pun langsung mendang pintu ruangan doktwr itu itu masuk ke dalam,Dokter yang berada di dalam ruangannya itu dan ada 1 wanita paruh baya di dalma nya itu terkejut dengan tingkah Aiden.


"Tuan muda??Ada apa guan pwrku sesuatu kenapa tuan bersikap seperti itu??"Tanya Dokter itu.


"Dia siapa??"Jawab Aiden sembari dirinya menunjuk wanita paruh baya itu.


"Dia pasien saya tuan,Ada apa tuan kemari tuan perlu sesuatu??Silahkan duduk tuan"Suruh Dokter itu.


Aiden yang mendengar perintah Dokter itupun hanya diam dan duduk di samping wanita paruh baya itu,Sedangkan wanita paruh baya itu hanya diam saja melihat ke arah Aiden.


"Anak ini terlihat kasar,Tapi di lihat dia seumuran dengan anakku"Batin wanita itu.


Wanuta itu pun berdiri dari duduknya itu,Dan membuat sang doktwr itu melihat ke arahnya begitu juga Aiden.


"Nyonya mau kemana??Saya belum menjelaskan apa masalah anda nyonya"Tanya Dokter itu.


"Apakah saya menganggu anda tadi nyonya??Maaf ya juga saya menganggu anda"Ucap Aiden.


Wanita itu yang mendengar apa yang di katakan Aiden itu pun tersenyum.


"Engga dok saya mau ke toilet"Ucap Wanuta itu.


"Dan kamu nak,Kamu engga perlu minta maaf sama saya.Saya engga ke ganggu dan dokter layani saja dia dulu"Suuruh wanita itu.


Wanuta itu pun beranjak dari duduknya dan pwrgi ke toilet ruangan doktwr itu,Sedangkan Aiden yang ada di sana pun mulai bertanya pada dokter itu.


"Dok Jawab saya sekarang"Suruh Aiden.


"Ya Tuan muda ada yang bisa saya bantu??,Tetapi jika tak salah bukannya Nona muda pulang hari ini??"Jawab Aiden.


"Iya dia memnag pulang hari ini,Tapi aku perlu berbicara padamu"Ucap Aiden.


Dokter itu yang mendnegar Aiden ingin berbuacra serius padanya itu sedikit mengerutkan dahinya.


"Ada apa tuan muda??Nona nuda baik baik saja kan,Saya memriksa semuanya sudah baik dan tak ada yang salah tuan" Beritahu Dokter itu.


"Saya engga tau Dok tapi Jia sikapnya berubah sekarang"Ucap Aiden.


"Bukan kah Nona Jia memang menderita Skenzofernia??Itu memang memperngaruhi tingkah dan perlakunya tapi dalam waktu lama"Jawab Dokter itu.


"Buka itu,Tapi Jia melupakan apa yang telah dia lakukan itu.Tadi pagi dia bangun dan tekjeut melihat barnag barang yanga da di ruangannya,Padahal dia sudah melihat dan membukanya semalam"Jelaskan Aiden.


Mendengar hal itu pun snag dokter juga ikut terkejut,Dokter itu pun mencari sesuatu di mejanya akan tetapi durinya tak menemukannya.Dokter itu oun langsung mengambil telfonnya itu dan menelfon seseorang.


"Halo Dokter apakah anda perlu sesuatu??"Ucap Seorang perawat dari telfon itu.


"Kemana hasil pemeriksaan Nona muda Jingga??" Tanya Dokter itu.


"Hasil semua pemeriksaan ada di tangan kepala perawat Dok,Akan saya tanyakan segera" Beritahu Perawat itu.


"Begitu ya Sus kalau begitu,Tolong bawakan hasil pemeriksaan dari Nona muda Jingga sekarang.Saya tunggu di ruangan saya"Suruh Dokter itu.


"Baik Dokter Reno akan saya bawakan segera" Jawab Suster itu dalam telfonnya.


Dokter itupun langsung menutup telfonnya kembali,Sedangkan Aiden yang melihat hal itu oun dirinya bingung dengan apa yang di bicarakan sang Dokter.


"Kenapa dok??Kenapa anda diam lagi sekarang??"Tanya Aiden.


"Tunggu sebentar Tuan muda,Perawat akan membawakan berkas hasil pemeriksaan nona muda segera.Ada yang tidak beres dengan hal ini Tuan"Beritahu Dokter itu.


Aiden pun semakin duduk terlemas di kursinya itu,Hingga beberapa perawat datang dan memeberikan berkasnya itu pada Dokter Reno. Melihat itu Dokter Reno pun langsung membaca ulang dengan teliti, Sedangkan Aiden dirinya hanya diam memainkan jarinya menunggu Dokter reno dan penjelasan dari Dokter di depannya itu.


"Jadi gimana dok??Kenapa dokter diam aja Jia sedang nunggu saja sekarang"Tutur Aiden.


*Cklekkkkk


Terdengar suara pintu yang terbuka,Mendengar hal itu dokter Reno dan Aiden oun menoleh ke arah ointu kamar mandi yang dimana wanuta paruh baya itu keluar dari sana.


"Nyonya??"Panggil Dokter Reno.


"Maaf saya menganggu ya,Silahkan lanjut kan saja. Saya akan menunggu di luar ruangan."Ucap Wanita itu*.


Wanita itu pun keluar dari ruangan dokter Reno dan menunggu di Luar,Sedangkan DokterReno itu dirinya pun meletakkan berkas pemeriksaan Jia di atas meja dan raut wajahnya berubah menjadi lesu.


"Cepat katakan padaku sekarang,Kenaoa kamu diam saja aku tak memiliki banyak waktu sekarang"Suruh Aiden.


"Kamu benar tuan muda,Seperti ada yang salah di dalam data ini."Beritahu Dokter Reno.


Mendengar ucapan Dokter itu,Aiden ounlangsung membuka matanya lebar lebar karna terkejut dengan pertanyaan sang dokter.


"Apa yang kamu maksud??,Jangan bertele tele katakan langsung padaku sekarang!!"Sentak Aiden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...