
Mendengar perkataan dari Jia Aiden hanya terdiam,Walau ia tak mengetahui segalanya tetapi ia tahu sesuatu tentang apa yang terjadi dengan Ibu Jia.
"Kenapa kakak diem aja??"
"Apa kakak bisa ngasih tau kenapa Oma kayak gitu ke Jia...Setiap Jia nanya tentang diama ayah Jia Oma selalu marah ke Jia dan bersikap aneh..."
"Dan Kakak juga Diem aja...Apa kakak tau sesuatu??"Ucap Jia lalu ia menoleh ke arah Aiden.
Aiden hanya diam tanpa melihat Jia sedikit pun dan fokus menyetir mobilnya,Jia yang melihat kakaknya diam hanya menghelannafas dan kembali menyandarkan kepalanya ke jendela.Aiden memperhatikan Jia yang melihat ke luar jendela dengan perasaan lesu,Hingga pada saat nya Jia sampai di sekolahnya lalu ia turun.Saat Jia turun dari mobilnya dan menutup pintu mobilnya,Aiden melihat ke pergian Jia dari belakang.
"Jia..!!!"Panggil Aiden.
Mendengar kakaknya yang memanggilnya langkah nya terhenti dan ia menoleh ke arah belakang.
"Kemari sebentar.."Ucap Aiden.
"Kenapa??..Bellnya bentar lagi bunyi Jia hampir telat.."Ucap Jia sembari ia menunjukan jam di tangannya.
"Udah...kemari saya..ada yang kakak mau omongin ke kamu.."Pinta Aiden pada Jia.
Jia mengerutkan kening nya dan berjalan menuju ke mobil ke sisi dimana Aiden yang ada di bagian menyetir.
"Apa??.!!"
"Jika waktu libur kau boleh menginap ke Apartemen kakak.."Ucap Aiden dengan senyum di wajahnya.
Jia yang mendengar apa yang di katakan Aiden wajahnya langsung berubah yang tadinya murung berubah menjadi berseri seri,Tetapi senyuman di wajahnya pudar kembali saat Aiden mengatakan suatu hal.
"Tapi ada Syarat nya..."Ucap Aiden.
"Ck...kenapa harus begitu haaaa..."Ucap Jia yang mengeluh lalu meletakkan kepalanya di pinyu mobil.
"Udah jangan ngeluh...Syaratnya sebelum kamu dateng ke Apartemen kakak 1 jam sebelum kamu kabarin kakak dulu..Kakak engga mau kayak kemaren tiba tiba ada kamu...untung engga jantungan.."Ucap Aiden dengan menunjukkan ekspresi datar di wajahnya.
Jia yang mendengar perkataan sang kakak itu kembali berasemangat dan tersenyum lagi dengan girang.
"Aaaaa...makasih kakak Aiden...Kakak emang yang terbaik di dunia...Kalo gitu Jia pergi dulu ya ke kelas..Udah hampur bel...Muach"
Jia yang senang itu mencium pipi Aiden laku ia pergi meninggalkan Aiden di depan sekolahnya,Aiden tersenyum melihat Jia tak murung lagi walau mengorbankan Apartment yang ia tempati itu.Aiden mengambil ponselnya dan mengirim sebuah pesan di ponsel itu ke seseorang tapi tak kunjung di balas,Aiden pun pergi melajukan mobilnya meninghalkan tempat nya tadi.
"Kenapa Dara engga balas pesan...Dia baik baik aja kan Jam segini dia masih di rumah atau di kampus ya??..Atau aku jemput aja..tapi gue enggak tau temoat ia tinggal sekarang ck.."
"Okelah ke kampus aja...nungguin dia disana.."
Krruyukkkkkk
Sauara itu berasal dari perut Aiden yang berbunyi,Mendengar suara itu dari perut nya Aiden langsung memegang perutnya.
"Sebelum itu makan dulu kali...nih perut butuh power.."Ucap Aiden sembari ia mengelus perutnTemya itu.
...----------------...
Tempat berpindah di rumah Dara yang di sana mereka sedang menikmati sarapan bersama.
"Ma..Frass pergi dulu ya Ada metting...mungkin pulang malam...mama jaga diri ya di rumah..."Ucap Frass sembari nian mengemasi berkas dan membawa laptopnya dan pergi dengan terburu buru.
"Ka-"
Dara sempat ingin memanggil Frass tetapi ia tak berhasil dan lebih Dahulu ia pergi,Bibi Arumi yang makan makanannya ia melihat Dara yang tadi ingin memanggil Frass.
"Ada apa Dar??.."Tanya Bibi Arumi sembari memakan sarapannya.
"Engga apa bi...Tadi Dara lupa ngasih bekal buat kak Frass"Ucap Dara.
Mendengar Dara yang membuat kan bekal untuk Frass membuatnya bingung dan tertawa,Dara yang melihat reaksi sang Bibi sedikit bingung dan kenapa.
"Kenapa Bi???...Ada yang lucu..??"Ucap Dara.
"Engga...Cuma kamu enggak perlu capek capek buatin bekal buat Frass...Bibi aja nyerah buatin dia bekal yang ujung ujung nya enggak kemana dan alhasil ke buang.."Ucap Bibi Arumi.
"Memangnya kenapa begitu Bi...ya Dara engga tau sih kalo kakak begitu kan Dara baru Ketemu sama Kak Frass.."Ucqp Dara sembari iya menggaruk tengkuknya.
Bibi Arumi yang melihatnya hanya tertawa melihat tingkah Dara,Bibi Arumi meletakkan sendoknya dan mendekat ke Arah Dara.
"Ada cara jitu buat dia bisa makan bekal yang kamu buat...ini mungkin ada unsur pemaksaan nya tapi itu ampuh.."Ucap Bibi Arumi dengan sedikit nada berbisik.
"Apa itu??.."Dara mendekatkan telinganya ke sang bibi untuk mendengarkan perkataan sang Bibi.
Bibi Arumi mulai menjelaskan Apa yang harus di lakukan oleh Dara,Dara juga sebaliknya mendengarkan dengan cermat dan memperjatikannya.Tempat berpindah pada Ayu yang ada di depan Cafe sendirian di depan Kampusnya,Ayu tampak Sendirian di sana dan seperti menunggu seseorang.
"Kenapa dia engga angkat telfonnya!!..."
"Akhir Akhir ini dia susah sekali untuk di hubungi...Sebenarnya apa yang dia lakukan.."Ucap Ayu dengan terus menggerutu melihat fokus ke ponselnya.
Dari arah belakmag tiba giba sebuah tangan menutup tangan Ayu yang membuat Ayu terkejut,Seseorang itu mendekat ke telinga Ayu dan membisikkan suatu hal.
"Tebak aku siapa.."Ucao Seseorang itu.
"Udah jangan main tebka tebakan...Kamu Surya kan.."Ucap Ayu dengan melipat ke dua tangannya di dada.
Seseorang itu melepaskan tangannya dari wajah Ayu dan berdiri di depan Ayu dengan memberikan setangkai bunga,Ayu melihat ke arah bunga itu dan perlahan menatap ke wajah Seseorang dan ia tekejut siapa yang ia lihat saat ini.
"Alez??...Ngapain kamu kesini bukannya kamu di kanada??"Ucap Ayu yang berdiri karna kaget siapa yang ada di depannya.
"Sahabatnya pulang bukannya di sambut malah nanyain kenapa disini...ck ga asik kamu.."Ucap Alez sembari ia duduk di kursi panjang sebelah Ayu.
Alez adalah sahabat Ayu sendari kecil sampai saat ini karna keluarga mereka dekat,Alez adalah seorang wanita yang memiliki gaya rambut yang pendek dan tinggi bandannya yang lumayan tinggi hingga siapa yang melihat akan mengira dia seorang laki laki.
"Iya deh Sorry...lagian kamu engga ngabarin aku sama sekali sih...kamu pulang kapan??"Ucap Ayu dan berpindah duduk di samping Alez.
"Pulang semalam...tadi sempet ke rumah kamu tapi kata bapak mu kamu di kampus makanya aku susul kesini..."Ucap Alez.
Kedua orang itu duduk bedua di satu kursi dengan becanda tawa,Seseorang dari kejauhan melihat keduanya sedang begitu mesra.
CLAKKKK
Coklat yang ada di tangan itu sebenarnya ingin di berikan pada Ayu tetapi Coklat itu malah patah di tangan nya.
"Dia begitu mestra dengan pria itu..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...