
"Ryan...."Ucap Damar.
"Apaa??...Aku engga mau boong ya..."Teriak Ryan.
Ibu Damar hanya memperhatikan mereka dengan raut bingung dan tak faham apa yang merkea bicarakan,Damar hanya diam saja mendengar omongan Ryan itu dan ia pun memalingkan wajahnya.
"Cukup aku bungkam selama ini ya..."
"Jadi tante...Sebelum Tante datang tadi dan Sebelum Damar di pindahkan ke ruangan ini Damar tadi ada di ruang Operasi karna patah tulang di bagian rusuknya dan maka itu Damar Baru sadar sekarang..."
"Maka dari itu...Saya tanya sama Tante kenapa Damar bisa sampai seperti itu dan kejadian itu hampir merenggut nyawa kalau saya engga dateng tepat waktu tadi..."Ucap Ryan dengan penuh kata penekanan.
"Haaaaahh..."
"Sudahlah...itu urusan anda saya tak ingin ikut campur..."Ucap Ryan sbari ia menghela nafasnya.
Ibu Damar yang mendengar nya hanya menunduk ke bawah dan perlahan menoleh kepada sang putra,Ryan yang melihat nya ia pun langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Damar dengan sang ibu.
"Damar...Mmafkan mama karna tidak bisa melindungi mu..."Ucap ibu Damar.
"Udah engga apa apa ma...Mama jangan sedih Damar baik baik aja ko...Ucapan Ryan tidak perlu mama ambil hati ko...Its okay mom.."Ucap Damar dengan mengusap air mata ibunya dengan senyuman di wajahnya.
"Maafkan mama ya...Mama engga bisa ngelindungin anak anak Mama...Mama terlalu lemah buat ngelindungi kamu..Mama terlalu takut...Mama adalah mamam terburuk di dunia yang tidak bisa melindungi anak anaknya.."Ucap Ibu Damar sembari ia menangis dan menggenggam tangan Damar.
"Sssttt...Udah emgga apa apa...Damar baik baik aja...Dan Mama adalah mama yang terbaik di dunia bagi Damar ..Udah mama jangan menangis lagi...Samar engga mau Mama sedih oke.."Ucap Damar sembari ia meraih tangan ibunya ke dalam pelukannya dan berusaha untuk menenangkannya.
Ibu Damar menangis di dalam pelukan sang putra itu karna ia merasa sangat bersalah sedangkan Damar hanya diam memeluk sang ibu dan berusaha untuk menenangkannya.
...****************...
Tempat berpindah pada Dara yang dimana ia baru turun dari motor Alez,Karna setelah mereka pergi dari cafe itu mereka pergi mereka tak langsung pulang dan pergi ke suatu tempat.Dara turun dari motor Alez lalu ia masuk kedalam rumah nya,Saat ia masuk dan ingin pergi ke kamarnya ia mendapati Bibi nya yang sedang sendirian di ruang Tamu sedamg menonton TV.
"Eh...Bibi disini...kenapa belom tidur???"Ucap Dara yang akan menaiki tangga tetapi malah melihat sang bibi lalu ia menghampirinya.
"Iya lagi Nungguin kamu...Kamu kemana saja???Dari pagi sampe malam kamu engga pulang...Kemana saja kamu seharian ini???Kau tidak tahu kalau bibi menghawatirkan mu tadi??"Ucap Bibi Arumi.
"Heheh...Tadi Dara bertemu teman Bi..Teman Dara baru balik sari luar negeri jadi Dara ngehabisin waktu sebentar dengannya memang kenapa ??..."Ucap Dara yang bertanya pada sang Bibi.
"Bertemu dengan teman siapa??...cewek apa cowok??"Tanya Bibi Arumi.
"Ya banyak bi...Cowo ada Cewe aja...tapi temen Dara yang Alez itu cewe ko.."Ucap Dara sambil ia tersenyum lebar menunjukkan giginya.
"Ohh baiklah...kalau begitu lain kali ajak teman mu kemari...Bibi ingin bertemu dengan mereka...Apa kamu tidak mau mengenalkannya pada Bibi??.."Ucap Bibi Arumi.
Mendengar apa yang di katakan sang Bibi yang menyuruh membawa temannya main kerumah membuat Dara senang lalu ia memeluk sang Bibi.
"Aaaaa...yang bener Bi boleh???"Tanya Dara.
"Iya Boleh...masa engga boleh kan ini juga rumah kamu gimana sih..."Ucap Bibi Arumi sembari ia mengusap usap kepala Dara yang sedang memeluknya.
"Makasih Bibi ku yang baik hati...."Ucap Dara sembari ia mencium pipi bibinya.
"Udah ah...kamu ini udah gede jangan cium cium ih...Bibi geli tau engga ...Udah sana kamu mandi bau banget...Bibi juga lagi nunggu 1 manusia lagi..."Ucap Bibi Arumi yang menyuruh Dara pergi untuk membersihkan tubuhnya itu.
"Siapa??...Kak Frass memang belom pulang???"Ucap Dara.
"Iya siapa lagi...Ya memang sih dia bilang bakal pulang malam tapi ini udah jam berapa belom pulang..."Ucap sang Bibi sembari ia menunjukkan jam pada Dara.
"Baru jam 8 malam???..."Ucap Dara dengan polos.
"Ya...ya tapikan ini udah malem...udah sana kamu mandi nanti makan sama Bibi...makanannya udah siap keburu nanti dingin..."Ucap Bibi yang gelagapan karna ucapan Dara.
"Iya iya..."Ucap Dara.
Dara pun meninggalkan sang Bibi di yang menonton Acara di Tv dan ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan Diri,Sedangkan tempat berpindah di suatu hedung yang disana sesang di adakan rapat untuk oara pemimpin.Tentu saja di sana ada Frass dan Sekertaris Kael dan tak lupa Jefri,Mereka bertiga sedang melakukan sebuah Rapat bersama dengan seorang pimpinan dan seorang Klien penting.
Jefri dan Frass duduk di sisi kanan sedangkan pimpinan penting itu duduk di Sisi kiri sedang memperhatikan Sektertaris Kael sedang mempersentasikan kerja sama mereka,Hingga singkat waktu Meeting atau Rapat itu berjalan dengan lancar dan baik tanpa ada gangguan apa pun.Para pimpinan lain Itu sedang berbisik dan mendiskusi suatu hal dengan satu sama lain dan pada akhirnya mereka pergi satu per satu meninggalkan ruang meeting tersebut hingga tersisa Klien Pentingnya.
"Bagus sekali tuan Frass...Sekertaris mu menjelaskannya dengan sangat rinci dan sangat mudah di pahami...Ini adalah hal yang luar biasa..."Ucap Klien itu.
"Jadi bagaimana tuan Pratama??..Apa anda tertarik dengan kerja sama kita dengan beberapa perusahaan yang laun salam proyek ini???...Saya harap Itu hal yang cukup menyenangkan bagi anda sehingga bisa membuat anda mendatangani kontrak kita..."Ucap Frass Dengan mengulurkan lengannya yang bermaksud ingin berjabat tangan.
"Dan dapat bekerja sama dengan perusahaan saya juga..."Ucap Jefri.
Klien itu tersenyum mendengar jawaban dari Frass dan membalas jabatan tangan itu dengan senang hati.
"Hahahah...mendengar jawaban anda membuat saya yakin saya untuk bekerja sama...jadi saya akan kirimkan Asisten saya besok untuk datang kemari untuk membawa berkas berkas yang di butuh..."
"Dan juga..."
"Karna ini sudah malam saya akan pulang...senang beryemu dengan anda..."Ucap Pak Pratama sembari ia tersenyum dengan lebar.
"Baik lah pak silahkan akan saya antar...dan...Terimakasih atas konfirmasinya nya ...saya sangat senang bisa bekerja sama dengan anda kali ini..."Ucap Frass dengan senyuman tipis begitu juga Jefri dan Sekertaris Kael.
"Tidak perlu saya busa pergi sendiri..lagian saya ada Sekertaris saya sendiri...baillah saya pergi terlebih dahulu.."Ucap Pak Pratama.
Klien yang bernama Pratama itu pun akhirnya ia pergi dengan Sekretaris nya yang mengikutinya di belakang,Ia pun pergi yang tadinya raut wajahnya tersenyum lebar dan tiba tiba berubah dan tangannya menjulur ke belakang.Sekertaris nya yang ada di belakangnya yang melihanta nya ia pun langsung merogoh sakunya untuk mengambil suatu barang yaitu sebuah sapu tangan untuknya,Setelah itu Sang Sekretaris memberikan Sapu tangan itu pada bosnya.
"Aku benci seseorang yang bersalaman tanpa membersihkan tangannya terlebih dahulu..."Ucap Pak Pratama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...