FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 73



"Kakak engga bisa seenaknya dong....Jia juga pengen kayak yang lain kak...Jia juga pengen cantik dan pengen kayak temen temen Jia.."


"Kakak ko malah gitu sihh.."Protes Jia.


"Ini bukan adik kakak...kau berbeda sekarang"Ucap Aiden.


Mendengar kata kata Aiden itu membuat Jia sedikit menunduk,Jia pun terdiam dan duduk sedikit bergeser dekat dengan jendela mobil dan menjaga jarak dari Aiden.Jia menaruh tangannya di dekat pintu kaca mobil itu,Lalu ia memanggu dagunya dan melihat pemandangan luar mobil itu.


Aiden yang melihat itu ia hanya menghela nafasnya,Perlahan ia mengangkat tangannya itu dan mengelus kepala Jia.


"Jangan setuh Jia..."Tepis Jia.


"Kau marah??.."Tanya Aiden.


"Engga lagian buat apa marah ke kakak..."Ucap Jia.


Aiden yang mendengar itu itu sedih tersenyum sendu,Lalu ia juga ikut menatap luar jendela mobil dari sisinya.


"Kau baru kakak tinggal 3 hari saja sudah seperti ini.."Ucap Aiden.


Jia hanya diam saja tnpa merespon perkataan Aiden,Aiden yang melihat itu ia sedikit menghela nafasnya kembali.


"Kakak lebih suka kau perpakaian seumuran mu dan berpakaian yang lebih tertutup...Kau terlihat manis jika seperti itu.."Tutur Aiden


"Tapi Jia udah 17 tahun...Jia ingin seperti yang lain kenapa kakak melarangnya...lagian ini rok pendek yang pertama kali aku pakai..."Ucap Jia dengan nada bergumam.


"Jadi benar kau berbohong...Oma tidak pernah memberi izin padamu memakai pakaian seperti itu...Kau anak perempuan jia...Kakak tudak mau kamu di lirik orang pria dan kau harus menjaga dirimu.."Ucap Aiden.


"Iya memang...Kalian saja bohong dengan Jia..kenapa Jia engga boleh bohong??dan lagi pula Jia ingin cantik seperti teman tenan Jia...bukan terlihat manis.."Ucap Jia.


Mendengar pengakuan dari Jia itu membuat Aiden sedikit tertegun dan diam beberapa saat,Di saat diamnya itu Jia yang merasa bersalah dengan Kakaknya Aiden karna berbicara seperti itu.Ia membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Aiden yang tengah menatao keluar jendela,Melihatnya itu Jia sedikit meremah tangannya itu dan ia perlahan berbalik kembali melihat ke arah Luar jendela.


"Lagi pula kau benar...Sekarang kau sudah besar.."


"Tapi untuk kali ini Kakak hanya bisa memberimu saran...Kau tak perlu terlihat seperti orang lain Jia...Jika kau bersikap dan merubah Penampilanmu seperti orang lain kau malah terlihat seperti sedang di bodoh jadilah dirimu sendiri.."


"Jangan lakukan itu...Dan Sikapmu berubah terhadap kakak kali ini...jarang sekali kau membentakku.."Ucap Aiden.


Mendengar sang kakak yang berbicara seperti itu, Jia membuka matanya dengan terbelalak.Di dalam hatinya Ia sekarang merasa bersalah, lalu dia membalikkan tubuhnya menghadap sang kakak Aiden.


"Maafkan Jia...."Ucap Jia denga nada yang lirih.


Aiden yang mendengar itu ia enggan membalikkan tbuhnya dan memilih untuk tak menjawab perkataan Jia denngan senyum puas diawajahnya,Disisi lain Jia memandangi punggung kakaknya dengan tatapan Teduh tetapi ia masih nggak nuntut berbicara, sehingga di dalam perjalanan itu mereka hanya diam saja dengan Canggung.


"Yahh...Padahal aku nunggu dia nangis loh...ck.."


"Lagian siapa suruh pake baju minim gitu ga ada bahannya..mau jadi apa kamu.."


"Tapi kenapa Jia memilih mengubah penampilannya...Pasti ada sesuatu...Jia bukanlah tipe orang yang seperti itu...Oma juga selalu membatasinya apapun yang di lakukan oleh Jia kan..."Batin Aiden.


***


Tempat berada di dalam Kamar Dara yang dirinya tengah berbaring di atas ranjangnya,Ia tengah merenung di dalam kamarnya itu. di tengah-tengah ia berbaring itu,Dara merasakan sesuatu yang hangat keluar dari hidungnya dan kemudian ia pun mengusapnya.


"Mimisan lagi???..."


Ucap Dara yang melihat tangannya yang ada Darahnya.


"Sepertinya aku benar benar kelelahan...Sepertinya aku harus segera menyelesaikan Bab Skripsi ku dan memberikannya pada Dosen...Haahh.."Ucap Dara sembari ia mengumpat hidung nya dengan Tisu.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu,Dara yang berada di dalam kamar itu pun ia menoleh dan meluhat pamannya ada disana.


"Eh paman..??Ada apa Sini masuk??..Perlu sesuatu yamg paman mau ??"Tanya Dara sembari ia membersihkan mimisannya itu dengan tisu.


"Tidak tidak...paman hanya ingin berkunjung aja ke kamar ini"Ucap Paman Arwin.


Paman Dara pun masuk ke dalam kamar Dara,Lalu oandangannya itu tertuju oada Tisu dengan bekkas elapan Darah du bawah ranjangnya.


"Kamu kenapa Raa???.."Tanya Paman Arwin padanya.


"Engga kenapa napa...cuma Mimusan aja ko...mungkin Dara kecapean karna banyak kerjaan sekarang.."Ucap Dara.


"Ohh begitu ya...Boleh paman Duduk disini??"Ucap paman Arwin sembari ia meminta izin pada Dara agar bisa duduk di Ranjang.


Dara yang mendengar itu,Ia pun sedikut bergeser dan membiarkan oamannya itu duduk di sebelahnya.


"Mimisan kamu sebanyak ini Ra??"Ucap Paman Arwin sambil ia duduk itu.


"Gatau aih paman...Lagian ini juga baru terjadi ko..Pamana engga perlu khawatir...Oh ya lagian paman ke sini ngapain??Apa ada Perlu sama Dara??.."Ucap Jia.


"emmm...Enga Paman...memangny ada apa??"Jawab Dara.


"Baguslah...Kau mau ikut paman tidak hari ini??Paman ingin melakukan sesuatu.."Ucap paman.


Dara yang mendengar apa yang di katakan sang paman itu,Ia memasukkan Tisu ke dalam hidung nya utu lalu ia menoleh ke arah pamannya.


"Apa itu...Dan mau kemana paman??"Ucao Dara.


"Sudah lama paman tidak menjenguk ayah mu...Mau kemakam ayah mu sekarang??Kau pasti sangat merindukan nya bukan sekarang.."Ucap Paman Arwin.


Mata Dara pun dalam sekejap berubah menjadi agak berbinar binar mendengar hal itu.


"Paman yakin ini??.."Tutur Dara.


"Iya paman yakin..sekarang kamu bersiaplah...setengah jam lagi kita berangkat bersama Bibi mu..."Ucap Paman arwin.


"Baiklah tunggu Dara akan segera bersiap..."Ucap Dara lalu ia pergi ke kamar mandi.


Paman Arwin yang melihat tingkat keponakannya yang dulunya kecil dan sekarang yang sudah dewasa masih sama saja dan tak berubah,Dia sedikit terkekeh lalh ia pun pergi meninggalkan kamar Dara.


Setelah paman Arwin yang pergu dari kamar itu,Ponsel Dara tampak menyala karna ada pesan masuk.Terdapat beberapa pedan yang tak ia balas,Dan terlihat juga beberapa panggilan yang tak terjawab.


Terlihat nama panggilan telfon itu dan pesan igu terdapat sebuah nama Yaitu Aiden,Di tempat Aiden yaitu di Apartemen nya itu ia sangatlah kesal karna Dara tak segera mengangkat telfonnya itu.


"Nih orang kemana sih..baru juga di tinggal 3 hari udah ngilang.."


"Mana ga pernah chat lagi...di telfon dirijeck...Maunya apa sih.."Ucap Aiden sembari ia menaruh tangannya di pinggang.


"Dia sesibuk itu ya orangnya??...Apa perlu aku datengin rumahnya yang kemaren??....."Ucap Aiden pada Dirinya sendiri.


Aiden pun pergi mengambil jaketnya di kamar lalu ia pergi keluar pimtu Apartemen nya dengan terburu buru,Di lorong Apartemen itu ia berjalan dengan cepat dan fokus pada Ponselnya yang ia bawa.Sehingga...


*Brukkkkkkkkkk


"Aduh...Maaf maf engga sengaja.."ucao seseorang itu.


"Engga apa apa..."Ucao Aiden.


Aiden menabrak seseorang disana dan tak sengaja membuat pinselnya terjatuh,Aiden pun mengambil ponselnya yang terjatuh itu dan melihat seseorang yang menabraknya tadi.


"Maaf ya saya terburu buru...jadi saya beneran engga sengaja..."Ucap seseorang yang menbrak Aiden itu


"Tak apa...."Ucao Aiden dengan memungut ponselnya.


Sedangkan Aiden yang tadi mengambil ponseknya di lantai dan berjongkok lalu ia mendengar suara dari seseorang itu,Dirinya langsung mendongakkan keoalnya dan melihat wajah dari seseorang itu.


"Suara ini seperti pernah aku dengar beberapa bukan yang lalu saat di Aussin..Tunggu sebentar..."Batin Aiden lalu ia mendonggakkan Kepala nya.


"Kamu??.."


"Kenapa kamu bisa datang kesini??...Dan sejak kaoan kamu ada disini??"Ucap Aiden dengan menunjukan seseorang itu.


"Loh Aiden??..Kamu tinggak disini kah???"Ucap Seseorang itu.


"Iya...aku tinggal disini...lalu kau apa yang kau lakukan disini...Eh bukan apa yang kau lakukan disini??"Tanya Aiden.


"Aku ingin mengunjungi kekasihku yang tinggal disini...memang kenapa??"Ucal Seseorang itu.


"Ehh jadi pacarmu tinggal disini.." angguk Aiden.


"mugkin aku sedang mencarinya..jadi aku pergi dulu ya..."Pamit Seseorang Itu.


"Ehh...Tunggu sebentar...Restika..."Pangil Aiden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...