
Keesokan harinya kini tampak Aiden sedang berada di sebuah kasur dan masih dalam keadaan tertidur,Tampak seseorang wanita tua masuk ke dalam kamarnya itu.Wanita tua itu berjalan ke arah jendela dengam gorden besar,ia secara perlahan membuka Gorden itu dan membuat sinar cahaya matahari masuk ke dalam kamar itu.Wanita tua itu berjalan ke arah ranjang yang di tempati Aiden lalu itu duduk dan mengusap wajah Aiden dan terus memperhatikan nya,Karan usapan itu dan sinar matahari yang terang membuat tidur Aiden sedikut terganggu dan hal itu pun membuat Aiden untuk membuka matanya.Aiden tak kaget dengan seseorang yang ada di sampingnya pun kembali menutup dirinya dengan selimutnya dan bermaksud ingin kembali tidur.
"Aiden bangun...ini sudah pagi...."Ucap wanita itu.
"Engga bisa...Aiden ngantuk berat...Aiden mau tidur bentar lagi Oma..."Ucap Aiden dengan mata yang masih tertutup.
Tanpa perkataan apa apa dan aba aba Wanita tua itu yang Aiden sebut sebagai Oma nya ia langsung menarik selimut Aiden dan menurunkan suhu AC menjadi sangat Dingin,Hal itu mampu membuat Aiden bangun dari tidur dan Aiden langsung turun dati ranjang dan mengambil selimut.Aiden duduk di tengah kasur dengan ia yang menutupi badannya dengan selimutnya,Oma Aiden hanya duduk dan melihat Aiden sembari menyilangkan kakinya dengan santai.
"Sudah bangun Sekarang???..."Tanya oma Aiden.
"......."Aiden hanya mengangguk tanpa berkata kata.
Oma Aiden berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Aiden.
"Cepat mandi dan berganti baju...temui oma di ruang tamu nanti ada hal yang mau oma bicarakan denganmu nanti...Fahamm..??"Ucap Oma sembari mengelus elus kepala sang cucu.
Oma Aiden keluar dari kamarnya dan Aiden langsung turun mencari remot Ac dan menaikkan suhu ruangan menjadi hangat.Aiden duduk di kursi panjang dekat ranjang kamarnya dan merebahkan dirinya di kursi itu sembari memijat tengkuk lehernya yang masih sedikut sakit.
"Yah...pada khirnya gue kembali ke tempat ini...kenapa sih kuasa oma tinggi banget ya tuhan...kenapa oma ku harus mantan jendral Militer ya tuhan..."Ucap Aiden.
"Ko bisa sih tante kuat banget sama oma yang keras kayak gitu...gue aja selalu kabur ke luar negeri karna engga kuat sama peraturan nya oma...haiss..."Ucap Aiden yang bangun dari tidurnya lalu menggaruk kepalanya.
"Aidennnn!!!!!!"
Terdengar suara yang memanggil nama Auden dari bawah,itu adalah suara Omanya Aiden yang menunggunya untuk turun.Aiden yang mendengar suara Omanya yang memanggilnya ia langsung menjawab dan segera bergegas masuk ke kamar mandi.
"Iya oma...Auden udah bangunn...!!"Saut Aiden.
Waktu berlalu kini Aiden sudah berada di ruang tamu dan duduk bersama dengan omanya,Tatapan yang tajam seperti orang yang mengintimidasi jatuh pada Aiden.Aiden yang merasakan hal itu hanya memalingkan wajahnya dan bersikap seolah tak terjadi apa papun,hal itu membuat omanya semakin menatap ia dalam dan akhirnya ia pun mengeluarkan kata kata.
"4 Hari...kau menginap dimana??"Ucap tegas Oma.
"di rumah dong..."ucap Aiden
"Saya menemukan tuan Aiden di Apartemen nyonya..."Jawab pak Robi.
"Apartemen???...rupanya kau membeli sebuah Apartemen...pantas saja kau berani kabur dari rumah..."Ucap Oma sembari meminum tehnya.
"Ya begitu..."Ucap Aiden.
"Aiden???..."Panggil Oma.
"Iya oma???...Aiden disini..."Ucap Aiden.
"Oma ingin kamu memilih oma jodohkan atau masuk ke militer....?"Ucap oma Aiden sembari mengaduk tehnya.
"militer aja Tuan muda...di sana enak tau engga...." pak Robi.
Mendengar Pak robi yang berbicara seperti itu Aiden yabg mendengarnya langsung melotot dan membantah omongan pak Robi.
"Eh...Engga ya pak...Aiden itu dari kecil ikut oma udah kaya ikut militer tau engga...dan Oma yang bener aja Aiden engga mau masuk militer...Aiden sama oma aja udah kayak tahanan militer apalagi kalo masuk militer Aiden engga mau..."Ucap Aiden dengan nada sedikit cepat.
"Berati kamu memilih untuk oma jodohkan??..."Ucap Oma.
Mendengar ucapan sang oma yang mengucapkan dengar Jodohkan membuat Aiden terkejut dan langsung mengatakan bahwa ia memiliki seseorang di hidupnya.
"Engga...engga mau di jodohin...Aiden udah punya pacar...oma bisa engga sih engga paksa Aiden...aiden Capek oma ...Aiden udah dewasa tau engga...tau begitu Aiden lanjutin aja kuliah Aiden di Aussin..."Ucap Aiden.
"Sejak kapan kamu punya pacar???...oma engga pernah denger kamu punya pacar...Bukannya kamu sibuk ya sama kuliah kamu Di Aussin??..."Tanya oma dengan nada bingung.
"Aduh keceplosan lagi...ck...gpp lah yang penting bebas dari semua tuntutan oma..."Batin Aiden.
"Aiden??...Jawab oma..."Ucap Oma dengan tegas.
"Sejak oma maksa Aiden kemaren...terus Aiden kabur...di situ Aiden punya pacar ...jadi oma jangan maksa maksa Aiden buat Masuk Militer atau di jodohin ya..."Ucap Aiden.
"Bawa pacar kamu segera kerumah...oma ingin bertemu dengannya..."Ucap Oma.
"!!!!!!"
Setelah mengatakan hal itu oma langsung pergi meninggalkan Aiden sendiri di ruang tamu,Lalu Aiden yang Mendengar ucapan omanya membuat hati nya menjadi tak karuan karna ia belum menemukan Dara dari kemarin.
"Gimana nih...gue harus cari Dara dimana??..nomor hpnya engga aktif...di tambah dia pindah rumah ck...kalu-"Gumam Aiden.
"Kalung...??"
"Kalung Dara dimana???....Apa di baju semalem??"Ucap Aiden.
Aiden langsung berlari ke arah kamarnya dan mencari kalung dara yang ia bawa,Tetapi ia tak menemukannya.Semua sudut kamarnya ia sudah mencarinya namun ia tak kunjung menemukannya,Aiden pun teringat kejadian semalam sebelum ia di bawa ke rumah omanya.
"Apartemen??...."
"Iya kalung itu pasti ada di Apartemen...!!!"
Aiden langsung berlari dan mengambil kunci mobilnya,Aiden langsung pergi dengan mobionya dengan kecepatan tinggi.Di balik pintu terdapat bayangan seseorang yang mengintip kepergian Aiden,Seseorang itu langsung mengeluarkan kalung dari sakunya yang tidak lain adalah Pak Robi.
"Tuan muda cari kalung???..."
"Kalung ini yang di maksud...???Sepertinya kalung ini sangat penting.."
"Raut wajah Tuan muda sampai terlihat panik begitu...apa ini milik Pacarnya itu ya???..."Gumam pak robi.
Di tengah gumanan nya itu yang ada di tengah pintu pak robi tidak menyadari bahwa ada seseorang yang ada di belakang nya,dan jelas orang itu sedikit mendengar omongan pak Robi.
"Kalung...??Pacar..??...kamu tau pacar nya Aiden pak...??"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...