FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 39



Taksi itu melaju sesuai dengan apa yang di katakan Dara dan meninggalkan Aiden di tepi jalan sendiri,Aiden meremah rambut nya dan menendang batu kerikil di jalan.


"Argggg..."


"Kenapa lu tolol Aiden...tolol tolol tolol bego benget...Lu harusnya bisa ngehibur dia ck...Seharusnya jangan nyinggung soal keluarga..ck"Ucap Aiden sembari ia memukul mukul kepalanya.


Aiden dengan merasa kesal akan dirinya lakukan itu ia pergi dengan perasaan yang bersalah di dalam hatinya,Sedangkan Dara ia tengah termenenung di dalam taksi itu lalu dengan perlahan ia menyandarkan kepalanya ke jendela taksi yang ia tumpangi.Dara yang tengah termenung itu perlahan ia manatap ke arah luar jendela kaca mobil,Tiba tiba ia melihat tetesan air yang jatuh mengenai kaca mobil itu membuatnya terus memperhatikan langit dan semakin lama air itu sekalin terus berjatuhan dan semakin deras.


"Hujannn??..."


"Apakah alam sedang mengerti perasaan ku saat ini??...Apa ayah sedamg bersedih sekarang??..Kuharap tidak..."


"Aku Harap ayah ada di sisiku sekarang dan bisa memelukku.....menenangkan ku...hiks."Ucapan kata yang Dara Katakan dalam bantinnya dan tanpa ia rasakan,Air matanya nya jatuh membasahi pipinya.


"AYahhhh..."Ucap Dara dengan nada lirih keluad dari mulutnya.


Semakin lama Dara terus menjatuhkan Air matanya dan nampak dia menangis.


"Engga...emggga boleh nangis...aku bukan anak cengeng...aku anak kuat...wanita hebat....Aku engga cengeng aku K...U...A...T..."Ucap Dara dengan nada pelan dan menangis dengan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Dara terus mengeluarkan air matanya di dalam mobil tak taksi itu tanpa suara yang keluar,Supir taksi yang sedang menyetir itu sesekeli melihat kaca spion dalam mobilnya.


"Loh kenapa nangis???..."


"Tadi pacarnya ya??...Sepertinya mereka habis bertengkar tadi..."


"Gimana nih??...Apa aku coba hibur aja..lagian engga enak juga kalo nangis sambil nuputin muka kayak gitu.."Ucap Sang Sopir dalam batinnya.


Sopir mobil itu sesekali Dara yang menangis tapi masih ia tahan dengan waktu yang cukup lama dan membuat sang sopir khawatir,Sang sopir yang melihat nya itupun merasa iba pada Dara yang tengah merasa sedih dan ingin mencoba untuk menghibur Dara.


"Mbak..??"


"Mbaknya engga apa apa kan??...Kalo mbak mau nangis nangis aja mbak..kalo mungkin itu bisa ngebantu mbaknya..di kursi depan mbak nya itu ada sapu tangan pake aja itu masih bersih kok..."Ucap Sang sopir pada Dara dengan menawarkan sapu tangannya.


Dara yang mendengar Sopir itu tengah berbicara dengannya ia langsung melepaskan kedua tangannya daru wajahnya dan langsung melihat ke arah sang sopir dari kaca mobil,Sang Sopir yang melihat Dara tengah melihatnya dari kaca itu ia langsung tersenyum tipis.


"Maaf ya pak...engga seharusnya nya saya nangis di disini...Maaf ya buat bapak merasa Aneh kalo saya nangis..."Ucap Dara dengan nada sesenggukan diringi dengan mengusap air matanya.


"Emgga perlu minta maaf mbak...Jutru saya yang ngerasa engga enak karna ganggu mbaknya nangis...pake aja mbak sapu tangannya itu sengaja saya siapin ko...tenang aja itu bersih kok..."Ucap Sopir tua itu pada Dara.


"Iya pak..makasih..."


Dara yang memang tidak memiliki sapu tangan maupun tisu ia mengambil sapu tangan yang di tawarkan Sopir taksi itu dan mengusap wajahnya yang basah sembari masih sesegukan,Sopir taksi itu sesekali melihat Dara sembari ia menyetir pelan karna jarak pandang yang kurang karna hujan deras tengah menerpa.


"Mbak nya ada masalah ya sama pacarnya yang tadi..."Ucap Sopir taksi.


Dara yang mendengar Sopir taksi itu ia langsung melihat ke arah kaca spion dan memikirkan suatu hal saat ia masuk ke taksi tadi ia di kejar oleh Aiden.


"Hemm??Pacar???...Saya engga punya pacar pak...tadi dia temen saya.."


"Saya kira mbaknya nangis karna berantem sama pacarnya...ahah"


"Saya ada masalah lain pak bukan dengan teman saya...Masalah yang cukup rumit menurut saya..."Ucap Dara dengan sedikit mendengus dan sedikit senyum tipis di wajahnya.


"Masalah nya saya engga tau pak harus cerita dari mana..Saya sampai kesusahan mau cerita ny mulai dari mana..saking rumitnya...hhaha"Ucap Dara dengan sedikit tertawa.


Mendengar Dara yang menjawab dengan tertawa Sopir taksi itu semakin merasa masalah Dara memang agak rumit,Dara kembali melihat ke arah luar jendela mobil taksi yang ia tempati itu.Sekali lagi Sopir taksi memperhatikan Dara yang tengah melihat keluar jendela dengan mata sebab memerah karna ia menangis tadi dan Raut wajah yang murung dan melihat hujan dari dalam mobil merasa bahwa Dara memiliki banyak tekanan karna suatu hal dan di tutupi dengan tertawa dan tersenyum.


"Mbak nya kalo engga suka tersenyum atau ketawa jangan di paksa mbak.."


"Saya tau kalo mbak membenci nya...Jangan lakukan itu untuk menjaga mental mbak biar tetap kuat.."Ucap sang Sopir taksi.


Dara yang mendengar sopir taksi itu ia langsung menoleh dan melihat Sopir itu dari samping,Seperti ia pernah mendengar kata kata itu yang pernah di katakan oleh seseorang.


"Aku pernah mendengarnya...Kata kata yang pernah aku drngar dan di katakan Seseorang...tapi siapa??"Ucap Dara dalam batinnya sembari memimirkan siapa yang pernah mengatakan hal tadi padanya dulu.


"Mbak...kita udah hampir sampe...rumah mbaknya sebelah mana??.."Ucap Sang sopir.


Seketika mendengar apa yang di ucapkan oleh sopir taksi itu Dara langsung tersadar dari lamunannya dan memberi tahu dimana rumahnya,Mobil tak si itu berhenti tepat di depan gerbang.Dara memanggil dari dalam mobil pada penjaga gwrbang untuk membawakannya payung , Salah satu penjaga gerbang yang mendengar nya menghampiri mobil taksi itu dengan membawa payung yang Dara minta.


"Makasih ya pak...hati hati dijalan...saya masuk dulu...ini uangnya.."


Dara mengambil uang di tasnya untuk membayar taksi yang telah ia tumpangi dan ia pun keluar di payungi oleh penjaga gerbang itu.Dara berjalan masuk kedalam rumahnya melewati gerbang dan di ikuti mobil taksi itu pergi,Saat Dara masuk melewati gerbang Dara terlihat heran saat melihat ada sebuah mobil putih terparkir di depan pintu.


"Mobil siapa ini??...Bukannya mobil kak Frasd warna hitamnya??.."Ucap Dara dalam batinnya.


Dara terus berjalan dan masuk ke dalam rumah,Rumah itu tampak gelap yang membuat Dara nampak heran kenapa di dalam rumah sangat gelap tidak ada siapa pun.


"???..."


"Bukannya tadi pagi ini rumah ramai ya??...Kenapa sekarang sepi??..."


*Clekkkkkk


Suatu itu terdengar di telinga Dara dan tiba tiba semua lampu yang ada di dalam rumah itu menyala.


" Surprise...."


"!!!!!!!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...