
Tempat dan waktu berpindah beberapa jam yang hari menujukkan sudah mulai Sore,Nampak sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi di sebuah jalanan yang terlihat agak sepi.Di dalam mobil yang tengah tepacu dengan kecepatan tinggi itu di dalamnya ada Dara dan Aiden,Karna lelah Dara yang berada di dalam kobil itu memilih untuk tidur sedangkan Aiden menyetir dengan kecepatan seperti angin hingga akhirnya Mobil itu berhenti di sebuah mansion besar.
"Dar...bangun kita udah sampek..."Ucap Aiden.
"Hmmm...???..."Suara itu keluar dari Dara yang tengah membuka matanya karna ia sedang tidur tadi.
"iya kita udah sampek...ayok turun nanti kamu bisa lanjutin tidur di dalam...dasar keboo..."Ucap Aiden lalu ia keluar dari mobil itu.
Saat Aiden baru keluar dari mobilnya npak Omanya yang sedang menunggunya di depan rumah,Hal itu membuat Aiden merasa terkejut dan ia hanya menyengir saja saat melihat Omanya.
"Ehehhe...Oma..??Kenapa Oma disini???....Dan bukannya Oma lagi ada rapat ya di kantor besar Oma bolos ya...ck..xk..ck "Ucap Aiden pada sang Oma.
"Kenapa??...Apa salahnya oma di luar rumah Oka sendiri dan kamu kesini sendirian??...Mana pacarmu yang kau bilang akan kamu temuin sama Oma??...Kamu berbohong Aiden.."Ucap Oma sembari berjalan menghampiri cucunya.
*Blakkkkkk
Derdengar suara seseorang yang baru keluar dari mobil yang tentunya ia adalah Dara yang sudah Bangun dari tidur,Mendengar suara pintu mobil itu Oma Aiden labgsung menoleh ke sumber suara yang melihat seorang gadis keluar dari mobil Aiden.Oma Aiden menatap Dara dengan wajah yang oenuh pertanyaan di wajahnya,Hingga pada saat nya Dara berduru bersebelahan dengan Aiden dan menatao Oma Aiden dengan tanpa rasa takut sedikit pun.
"Selamat Sore Nyonya..."Ucap Dara sebagai tanpa salam darinya untuk Oma Aiden.
"Kali ini gadis yang di pilih cucuku...lumayan juga yang ia pilih...aku akan tes dia saja..apa dia mampu berhadaoan dengan noona Admon..."Ucap Oma dalam batinnya.
"Oma ???...Kenapa diem aja??...."Tanya Aiden pada omanya yang tak semestinya ia pergi begitu saja.
Ucap Dara dengan penuh rasa percaya diri saat ia memberi salam pada Oma,Oma Aiden yang melihat Dara ia hanya tersenyum sedikit lalu meninggalkan mereka berdua.Aiden dan Dara yang bingung dengan sikap Oma yang diam tanpa membalas salam merka hanya saling menatap.
"Kenapa??..."Tanya Dara pada Aiden.
".....Engga tau engga biasanya Oma kayak gini..."Ucap Aiden sembari ia mengangkat kedua bahunya.
"Ttapi...aku..."Ucao Dara dengan nada gugup.
"Udah masuk aja...Selama ada aku disini kamu engga perlu khawatir..."Ucap Aiden
Aiden langsung menggandeng tangan Dara dan membawanya masuk ke dalam mansion itu,Saat masuk Dara terkagum saat melihat sisi rumah yang hanya berwarna putih gold dan hitam saja.
"Wahhhh...bagus banget rumahnya...aku kasih tau kakak aka kali ya biar ngerenov rumah.."Ucao Dara dalam batinnya.
Aiden terus menarik Dara memasuki rumahnya itu dan menghampiri Oma Aiden yang sudah berada di ruang tamu,Aiden langsung membawa Dara ke runag tamu yabg menyuruhnya untuk duduk.
"Duduk sini..."
"Kamu bicara lah pada Oma aku akan segera kembali sebentar lagi..."Ucap Aiden sembari mendudukkan Dara ke kurai kosong tepat di depan sang nenek.
...----------------...
Setelah itu Aiden langsung meninggalkan Dara bersama sang nenek dan pergi ke suatu tempat,Kini nampak Dara tengah gugup berhadapan dengan Oma Aiden karna ini pertama kalinya ia bertemu dengan seseorang yang tak ia kenal.Oma Aiden yang tengah mengaduk sebuah Teh hanya hanya melihat kepergian sang Cucu,Lalu ia kembali melihat ke arah Dara.
"Kau nampak sekali gugup"
"Ada apa dengan mu??Apa kau takut denganku nak??..Kau bisa tenang saja aku takkan menyakitinya."
"Kau mau berapa gula nak??"
Ucap Oma Aiden yang menawarkan ia ingin berapa gula untuk tehnya,Dara dengan rasa gugup dan sediting ada rasa takut ia hanya melihat dan mebngatakan kata pendek.
"Baiklah ini 2 buah balok kecil Gula untuknya..."Ucap Oma Aiden sembari memberikan Teh nya pada Dara.
"Terimakasih Nyonya..."Ucap Dara sembari ia mengambil gelas teh dari tangan Oma Aiden.
"Jangan panggil saya Nyonya...kamu pacar cucu saya panggil saja saya Oma seperti Aiden...dan oma mau tanya berapada umur mu sekarang Ucap Oma Aiden pada Dara dengan diringi ia menggaduk tehnya agar gula larut di dalam sana.
"Iiiya Ooma...Usia saya 19 tahun dan akan masuk ke 20 tahun ini..."Ucap Dara dengan nada gagap namun ia masing bisa membalaasnya dengan senyuman di wajahnya.
"Ohh...masih muda ya kamu berbeda lumayan jauh dari Aiden...Berati kamu baru masuk kuliah ya??Kuliah dimana??"Ucap Oma.
Oma Aiden menanyakan beberpada dengan didiringi ia meminum tehnya dengan hikmat.
"Saya saat ini tengah kuliah di jogja Oma..Saya mengambil jurusan DKV di kampus saya...emmmm...dan kebetulan saya mahasiswa semester terakhir Oma"Ucap Dara sembari ia menggaruk tengguknya yang tidak gatal.
Oma yang mendengar Dara sudah memasukin smester akhir ia sedikit terkejut dengan aoa yang ia dengan dan memutuskan untuk menanyakan ilang pada Dara*.
"Apa??....Wow...19 Tahun kamu sudah akan menjadi calon mahasiswa yang memiliki gelar ...hebat sekali kamu..."Ucap Oma.
"Iya Oma...saya waktu smp dulu sempet ambil.Paket untuk ikut ujian...jadi saya lanvsung loncat kelas Oma..."Ucao Dara dengan senyum di wajahnya.
Jawaban Dara mampu membuat oma terdiam beberapa detik karna terkejut dengan kemampuan Dara yang mampu langsung loncat kelas 3 sekaligus,Kini tempat berpindah kepada Aiden yang sudah ada kamarnya yang tengah mencari sebuah barang.
"Kalung itu dimana ...Aku tak yakin dika aku meninggalkan mya di sembarang tempat.."
"Tuan muda cari kalung..???"Ucao seseorang itu dalam batinnya.
Aiden terus mencari kalung itu di kamarnya untuk yang ke 2 kali namun hasilnya tetap sama Nihil,Dari balik pintu kamarnya namoak seseorang tengah menguoing Auden yang tengah marah marah karna ia tak mampu mencari sebuah kalung.Seseorang itu adalah pak Ribi yang di tangannya ia sedang menggenggam sebuah kalung yang tentu milik Dara,Pak robi masuk ke kamar Aiden yang bermaksud hendak memberikannya.
*Tok ...tok...tok
mendengar suara itu Aiden langsung menoleh ke arah pi tu dan langsung membukanya.
"Iya pak Robi ada apa...??"Ucap Aiden.
"Tuan muda apa kehilangan sesuatu ???...perlu saya bantuk.."Ucap Pak Robi.
"Iya nih pak...Kalung temen saya hilang dari bapak nyulik saya lalu bapak bawa saya kesini...!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...