
Mendengar Dara yang tengah menyebutkan kata ibu membuat Aiden terkejut lalu melihat ke arah Dara,Dara masih melihat ke arah luar jendela mobil yang menampakkan seorang wanita yang mirip dengan ibunya.
"Itu ibu...!!"
Teriak Dara yamg masih diam dan hanya mengatakan bahwa itu ibunya,Setelah mengatakan hal itu lampu yang tadunya merah berganti hijau yang menandakan mobil jalan.Mobil yang di lihat Dara yang di dalamnya ada sosok yang mirip seperti itunya mulai melaju,Dara yang melihat mobil itu mulai melaju nafasnya mulai tak beraturan dan mulai meneriakan nama ibunya.
"Ibuu...ibu...ibu..."
"Ini Dara..."Teriak Dara sambil memukul kaca mobil.
"Dar kamu kenapa...Hey....Kamu lihat apa..."Ucap Aiden yang meraih tangan dan bertanya dengan nada panik melihat Dara yang meneriakan nama ibunya.
"Itu ibu...lepasin aku mau ngejar ibu...!!!"Teriak Dara sembari menepis tangan Aiden lalu ia membuka pintu mobil dan keluar mengejar mobil yang membawa ibunya tadi.
"Apa yang kamu lakuin Dara...!!"Ucap Aiden dengan wajah yang was was.
*Tiinnnnnnnnnn
Saat Aiden ingin turun dari Mobil yang bermaksud ingin mengejar Dara tiba tiba terdengar suara klakson mobil yang berada di belakang Aiden dan terus mengelakson ni mobilnya itu,Dengan terpaksa Aiden pun masuk kembali ke dalam mobil dan melajukan mobilnya. Ini nampak Dara yang tengah berlari di tengah jalan raya yang kanan kirinya penuh dengan mobil yang berlalu Lalang dengan kecepatan yang lumayan tinggi, saat Dara lari Ia terus berteriak memanggil sang ibu sehingga orang-orang yang ada di pinggir jalan melihat aksi Dara tengah berlari itu menjadi sorotan*.
"Hikh...Hiks....Ibuuu....!!!!!!"
"Ibu berhenti...Ini Dara!!!"Teriak Dara sembari ia berlari mengejar mobil itu.
Saat Dara berlari tiba-tiba ia jatuh tersungkur ke aspal berkali kali,Tetapi ia pantang menyerah untuk berhenti mengejar mobil sang ibu dan masih mengejar.Namun naas nya Dari arah depan yang berlawanan nampak sebuah Truck sedang melau kencang,Pandangan Dara yang tak sengaja melihat ke arah lampu depan truck yang terang dan membuat mata Dara merasa Silau dan menutuo matanya.
"Mbakk...!!!!!"
"Awassss....Di depan ada Truck...!!!....Minggir..!!!'"
semua orang yang di pinggir jalan berteriak untuk menyuruh dalam menyingkir karena di depannya ada sebuah truk,Dari tengah jalan ramai itu Dara tak bisa mendengar apapun dan tak bisa melihat karan matanya kesilauan.Truck itu semakin mendekat ke arah Dara tapi Dara hanya diam di dari tempatnya tak bergerak sedikitpun,Semua orang yang berada di pinggur jalan yang menyaksikan hanya hingga beberapa meter truck itu melaju hingga akan menabrak Dara.
Brukkkkkk...
"Apa kau gila..!!....Apa yang kau lakukan di tengah jalan begini..Apa kau ingin mati..."
"Kenaoa kau lari begitu saja tadi...Aku takut terjadi seuatu hal terhadap mu...seharusnya nya kau bilang tadi padaku.."
"Jika kau ingin mati jangan dengan cara seperti ini...kau mirip sekali dengan seorang pencundang atau bisa bisa mati konyol..."
ada seseorang yang menyelamatkan Dara yang hampur mati di tabrak oleh truck itudengan cara menariknya ke pinggir jalan,Dara hanya diam dengan air mata yang mengalir di pipinya dan perlahan perlahan-lahan menatap seseorang yang menolongnya tadi.
"Aiden...."Ucap Dara dengan nada Lirih.
"Aku melihat ibu ku...Aku melihatnya di dalam mobil itu...Aku yakin itu adalah ibuku.."Ucap Dara dengan nada sedikut tinggi dengan kedua tangannya yang mebcekram kedua lebgan Aiden.
Dara yang melihat Aiden yang menyelamatkan nya ia langsung memeluk Aiden dengan tangisan di pipinya,Aiden yang di peluk itu merasa tertegun dan ia sedikut mendorong Dara dan menangkup wajah Dara yang tengah menangis dengan kedua tangannya.
"Jangan menangis..."
"Walau aku tak tahu siapa ibumu bagaimana wajahnya.."
"Aku akan membantu mu mencarinya nanti...Kau pasti akan bertemu dengannya...Asal kau tak menangis lagi aku pasti akan menemukannya..."Ucap Auden yang sorot matanya sulit di artikan.
"Siapa Pria yang bersama Dara???..."
"Apakah dia kekasihnya???...Apa aku memiliki kesempatan untuk dekat dengannya nanti???"Ucap pria itu dalam batinnya namun pandangannya tak lepas daru Dara dan Aiden yang tengah berpelukan.
"Damar yok cabut sekarang..."
Ya seseorang itu adalah Damar yang dari tadi memperhatikan Dara dan Aiden dengan Raut wajah yang bisa diartikan ia kecewa.
"Oh lo udah selesai Ryan....Lo pulang aja dulu...gue mau ke perusahaan papa dulu..."
"Hah harus nih???...kan lo sama papa lo lagii..."Ucap Rian dengan nada tak yakin.
"Iya...Tadi mama ngasih kabar minta gye dateng ke perusahaan...jadi gw duluan ya..."Ucap Damar lalu ia pergi meninggalkan Ryan dengan motornya.
"Oh oke...Dasar anak freak..tadi dia baik aja perasaan kenapa malah sekarang gitu aneh.."Ucap Ryan dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
Ryan pergi meninggalkan tempat nya dan kembali masuk ke dalam sebuah Bar,Sedangkan kini waktu berjalan dan Damar sampai ke tempat yang ia tuju yaitu perusahaan sang ayah.Damar turun dari motornya lalu melepaskan helmnya namoak dari wajah Damar ragu untuk melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam gedung perusahaan milik ayahnya itu,Namun dalam hatinya untuk berusaha tetap tenang dan sesekali menarik nafas.
"Oke Tenang..."
"Lo.Damar engga lakuin apa pun...Lo jangan negatif dulu pikiran lo...masuk ke dalam dulu..disana ada mama oke mama pasti bantu kamu..."
Damar mengatur nafasnya agar ia tak gugup lalu ia ia masuk ke dalam gedung perusahaan itu,Damar masuk ke dalam lift dan menekan tombol yang menunjukan lantai 25 yang ia tuju.Damar menunggu beberapa menit untuk sampai ke lantai 25 akhirnya pun ia sampai ,Damar kekuar dari lift dan berjalan menuju ke ruangan sang ayah lalu ia masuk.
*Plakkkkkkk
Damar langsung tertegun saat dirinya menerima satu tamparan yang mendarat di pipinya.
"Papa???..."Ucap Damar dengan nada samar.
"Dasar anak kurang ajar....Apa yang telah kamu lakukan hingga kau membuat ku begitu malu..!!!!"
'Deg hati Damar begitu terenyuh mendengar perkataan sang ayah*.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...