
Dara yang mendengar Aiden mengatakan sayang yang kedua kali padanya itu, Walau hanya dengan perkataan yang dia dengan di telfon itu pipinya sedikit berubah menjadi merah.
"Bener bener nih orang hobinya mge goda mulu...Jangan terpengaruh Ra itu hanya godaan syaiton"Batin Dara sembari dirinya menepuk nepuk pipinya.
Sedangkan di Tempat Aiden itu yang masih di ruangan tempat Jia di rawat itu,Dirinya hanya menahan suaranya agar tidak keluar dan membuat Jia yang tidur itu terbangun.
"Kayaknya kalo aku disini terus aku bakal ngeganggu Jia deh kalo disini,mending ke taman depan aja deh biar engga ganggu Jia yang tidur"Batin Aiden.
Aiden pun berdiri dari temoatnya itu dan berjalan keluar,Sedangkan Dara yang masih sibuk untuk menyadarkan dirinya agar tak tergoda dirinya pun membuka suaranya.
"Apa apaan kamu manggil sayang sayang begitu hah??Dasar Om om pedofil...kita ga ada hubungan ya om"Jawab Dara.
Aiden yang terngah berjalan di lorong itu dirinya terkekeh saat Dara mengatakan hal itu.
"Tapi kan kamu pacar om kan masak kamu engga mau Om panggil sih sayang"Ucap Aiden.
Perkataan Aiden itu membuat Dara seketika menjadi merinding.
"Pacar kontrak ya,dan kamu maksa aku ya pake kalung ku yang masih kamu tahan dan Jangan panggil sayang ah...aku merinding tau dan juga kenapa kamu telfon aku terus???ngespam lagi emang nya ada apa??"Tanya Dara.
Aiden yamg mendengar hal itu dirinya ou terdiam sejenak saat mendengar kalung yang masih dirinya belum temukan itu.
"Iya iya pacaran kontrak"
"Kamu kemana aja?Kamu beku. nawab pertanyaanku yang itu jawab dulu"Suruh Aiden.
Dara pun sedikit memijat kepalanya itu saat mendengar pertanyaan dari Aiden.
"Sudah aku bilang aku sibuk...kamu tahu kan Aiden aku ini bukan orang pemalas dan pengangguran kaya kamu yang tuan muda apa apa di kasihkan"Tutur Dara.
"Andai kamu tahu Ra kalo aku bukan pengangguran,Aku itu udah kerja tau punya perusahaan sendiri tanpa Oma ketahui"Batin Aiden.
"Aku bukan pengangguran ya"Ucap Aiden.
"Buktinya apa...buktinya kamu aja ngasih kontrak ga di bayar kan bisanya cuma nyita barang orang"Jawab Dara.
Mendengar apa yang di katakan Dara itu Aiden hanya sedikit merinngis saja dan tak menjawabnya, Karna memang dirinya menyembunyikan pekerjaan nya tanpa memberitahu siapapun saat ini.Bahkan Jia yang selaku selama ini menjemputnya dari bandara dia tak memberitahukan apa pekerjaannya.
Dara yang tak mendengar suara Aiden tak membalas apa ayang ia katakan itu,Dirinya oun memanggil manggil Aiden.
"Aiden..hey???Kamu diem aja kenapa"Panggil Dara.
Sontak Aiden yang mendengar Dara memanggilnya itu dirinya pun langsung tersadar akan yang dirinya dengar itu.
"Ya??Kamu panggil aku ya??"Jawab Aiden.
"Jadi kamu tadi bengong aja??Kenapa sih bengong mulu kamunya....Jawab ada apa kamu telfon aku sekarang hey ada hal penting engga"Tanya Dara.
"Anu kita ketemuan yuk sekarang...Aku pengen ketemu kamu sekarang bisa engga??"Jawab Aiden.
Mendengar Aiden yang mengajaknya pergi itu,Dara sedikit mengerutkan keningnya itu dan melihat ke arah Jam dinding yang terdapat di kamarnya itu.
"Baru jam 7 masih sempet lah keluar sekarang"Batin Dara.
"Bisa sih tapi aku ga bisa lama,Emangnya ada apa kamu tumben ngajak aku malam malam buat keluar sih??"Tanya Dara.
"Kamu nih pengen tahu aja...Aku ada kejutan buat kamu dan nanti kamu pesen taksi aja nanti bakal aku share lock tempatnya"Beritahu Aiden.
"Kamu engga bakal cabuli aku kan Om"Tanya Dara.
"Untuk apa aku cabuli kamu yang notabe ny akamu cowo tepos kan"Ledek Aiden.
Dara yang mendengar itu pun sedikit mendengus,Sedangkan Aiden dirinya itu sedikit twrkekh dengan apa yang dirinya dengan itu.
"Sudahlah sangat kesal sekarang kamu..buruan datang ya"
"Aku ada suatu yang spesial buat kamu"Ucap Aiden.
Dara pun setuju dan menganggukkan kepalnya itu,Akan tetapi Dara yang masih menyimpan amarahnya karna di katai tepos oleh Aiden seketika di dalam otaknya terlintas suatu ide.
"Kamu segera berangkat aku akan menunggumu dan sharelock yang aku kirim hanya 30 menit saja ya"Beritahu Aiden.
Mendengar hal itu Dara hanya tersenyum saya untuk melupakan kekeksalannya.
"Hei tunggu sebentar"Tahan Dara.
"Ada apa??Aku akan segerao matikan oanggilan ini dan kamu segera berangkatlah ke sana mengerti"Ucao Aiden.
"Sudah ku bilang berhenti aku ingjn berbucara sesuatu dengan mu itu"Tahan Dara.
Aiden pu yang tadinya ingin menutup telfonnya dirinya mendengar apa yang Dara menahannya,Durunya pun seedikit mengurungkan niatnya itu.
"apa ini kenaoa dia menahanku dan apa yang dia ingin bicarakan sekarang??"Batin Aiden sembari diribya bertanya tanya.
"Kenapa??"Sentak Aiden.
"Ternyata dia berani menyentakku sekarang*Geram Dara.
"Aku hanya bisa bersama mu sekama 10 menit saja....siapkan semuanya yang ingin kamu lakukan aku tak bisa lama lama karna aku masih ada beberapa urusna mengerti"Beritahu Dara.
"Baiklah 10 menit kan"
"Sebuah tantangan bagu ku sekarang...sekarang ceoat berangkat ya"Suruh Aiden.
Aiden dirinya langsung memutuskna oanggilan telfon itu dan dengan senang dirunya memeluk beberapa orang yamg lewat di depannya,Dan tentu saja orang Menganggapnya gila dan sedikit menjauh.
Sedamgkan du temoat Dara,Dirinya yang mendengar Aiden menyanggupi apa yang dirinya mau itu dirinya sedikit tersenyum malu malh dengan ponsel yanga da di tangannya.
"Tak ku sangka kalo dia bener bener menyanggupi nya"
"Aiden engga bener bener menyanggupinyakan???10 Menit itu waktu yang sikat memangnya apa yang dirinya siapkan sekarang ini"Ucap Dara.
Dara pun dirinya seidkit menggeleng gelengkan kepalanya itu dan pergi untuk mempersiapkan kan dirinya,Sedangkan Aiden dirinya masih di tempatnya yang masih sama itu dirinya langsung berlari menuju mobilnya itu dengan perasaan yang sangat semangat dan tekat yang kuat.
Aiden pun masuk ke dalam mobilnya itu dan menghubungi beberapa orang sambil dirinya menyetir itu. Begitulah keduanya saat ini yaamg satu sama lain sedang mempersiapkan apa yang mereka inginkan itu,Sedangkan di tempat lain kini ada Frass yang baru sampai rumah sakit.
Frass dengan demgan perasaan cemas itu dirinya menunggu di luar,Sedangkan Restika tengah di periksa oleh Dokter dan prawat yang merawat.Beberapa menit berlalu hingga dokter itu keluar dari ruangan tempat Restika di rawat itu,Lalu Frass yang melihat dokter itu itu keluar dirinya pun langsung berdiri dan menghadap sang dokter.
"Dok gimana keadaan tunangan saya??Dia kenapa pingsan tadi apa dia sakit sekarang dok??"Tanya Frass dengan nada yang khawatir.
"Jadi tuan tunangannya ya,Keadaan tunangan tuan baik baik saja dia hanya kelehan saja saat menahan kram di perutnya karna sedang haid"Jelaskan Dokter itu.
"Haid??Itu bahaya engga dok,Dan apa tunangan saya udah bangun??"Tutur Frass.
"Anda tenang saja tuan haid itu tidak bahaya,Dan itu sering terjadi di beberapa faktor anda tak perlu khawatir...Mungkin sebentar lagi tunangan anda akan segera bangun setelah itu tebus obat yang saya berikan ini ke apotik untuk menurunkan rasa nyerinya"Ucap Dokter itu sembari dirinya memberikan sebuah nota pada Frass.
Frass pun mengambil Nota itu dan membacanya, Sedangkan sang dokter yang telah memberikan nota itupun pergi bersama dengan perawatnya.
"Apoteknya di bawah ya,jadi aku harus turun sekarang tapiiii Restika??"Gumam Frass.
Frass pun masuk ke dalam ruangan di mana Restika yang tengah berbaring di brankar.
"Dia masih tidur ya ternyata,Aku engga tahu kalo kamu gengsian ya...harusnya kalo kamu emang kram gitu kamu tolak aja ajakanku buat jalan tapi kenapa kamu terima sih gadis lucu hah"Kekeh Frass.
"Aku tinggal dulu buat ke apotik aja kali ya...dan engga mungkin juga di bakal pergi nanti kan"Gumam Frass.
Frass pun segera bebalik dan keluar dadi ruangan itu untuk pergi bermaksud ingin nenebus obat yang di resepkan dokter tadi.
****
Temoat berpindah pada Dara yang sudah selesai bersiap dan turun ke bawah,Di lantai bawah itu terdapat paman dan bibinya yang tengah asik bercengkrama. Dara yang melihat hal itu pun dirinya sedikit tersenyum lalu durinya menghampiri keduanya itu.
"Malam Paman bibi"Sapa Dara.
Paman Arwin dan Bibi Arumi yang mendengar suara Dara itu,Secara bersamaan mereka pun menoleh dan melihat Dara yang sudah berpakaian rapi kali ini.
"Kamu mau kemana Ra??Ini malam loh"Tanya Bibi Arumi.
"Iya ini udah malam,Dan kamu juga pake baju rapi banget kayak gini mau ketemuan sama siapa??"Sambung Paman Arwin.
Dara yang mendengar paman dan Bibinya bertanya itu dirinya pun menggaruk tengkuknya yang tak gatal iti dengan tertawa sedikit canggung.
"Anu Dara cuma keluar sebentar ko engga lama...Mau ketemu temen" Jawab Dara dengan gugup.
Paman Dara yang mendengar dan memperhatikan cara bicara Dara yang gugup itu,Dirinya pun sedikit memicingkan matanya.
"Yakin cuma temen??Temen cewe apa cowo"Tanya Arwin.
"Mau cowo atau cewe ya terserah dia lah mas,Dan kamu Dara kamu kan baru pulang sore tadi dan sekarang kamu mau keluar lagi??"Sahut Bibi Arumi.
Mendengar Bibi Arumi yang berbicara seperti itu,Raut wajah Dara pun sedikit berubah dam dirinya sesikit menundukkan kepalanya.Karna memang selama beberapa tahun ini dirinya saat keluar malam bersama teman temna tak ada yang pernah melarangnya,Akan tetapi dirinya yang saat ini mendengar larangan itu menjadi sedikit takut tetapi dirinya mencoba tetapi menjawab pertanyaan itu.
"Dara cuma sebentar ko"
"Emgga akan lama dan nanti akan pulang Dara janji ga Pulang larut"Jawab Dara.
Bibi Arumi yang melihat Dara menundukkan kepalanya Itu dirinya juga sedih mengingat tak ada yang melarang Dara sebelumnya, Sedangkan Paman Arwin yang melihat hal itu pun dirinya merasa kasihan.
"Sudahlah sayang biarkan saya dia keluar sekarang...dia bilang ko bakal pulang nanti"Bujuk Pawan Arwin.
"Tapi masss,Dara itu anak perempuan kakakku dan sekarang dia tanggung jawab ku kamu tahu"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...