
"Sekretaris Kael siap kan mobil kita pulang sekarang Mama sama Dara mungkin lagi nungguin aku pulang Dan Jefri Thanks ya kamu udah dateng ke perusahaan hari ini dan bantuin nyiapin semuanya.."Ucap Frass.
endengar apa yang di katakan Frass yaitu Ibunya telah pulang ia pun senang sekaligus terkejut.
"Iya Sama sama....BTW Tante pulang???Kapan"Ucap Jef.
"Pulang kemarin...kalau begitu aku duluan ya...Kalo mau maen besok aja sekalian ketemu Dara..."Ucap Frass yang tersenyum Senang,Lalu ia pun pergi meninggalkan Jefri.
Sektretaris Kael yang melihat Bosnya itu ia pun ikut pergi menyusulnya dari belakang meninggal kan Jefri, Tanpa sepatah kata apa pun membiarkan Jefri sendirian di pintu Loby perusahaan.Frass dan Sektertaris Kael punmasuk ke dalam mobilnya dan sopir Pun melajukan mobilnya,Melihat Sektertaris Kael dan Frass itu pergi Jefri pun ia langsung merubah Raut wajahnya itu.
"Kael kenapa???..."
"Sejak bertemu satu minggu yang lalu jarang ...eh malah engga pernah bicara...Sinis banget lagi..."Ucap Jefri dalam batinnya lalu ia pergi meninggalkan tempat itu.
...****************...
Tempat berpindah pada Dara yang baru keluar kamar mandinga dengan handuk di kepalanya,Ia berjalan keluar kamarnya dan menuruni anak tangga menuju ke ruang makan.Bibi Arumi yang sendari tadi menunggu Dara di meja makan dan saat itu jugamelihat Dara ia pun langsung menyuruh Dara untuk duduk,Dara pun menuruti sang bibi sembari ia melihat sekitar yang sepi tidak ada para pelayan .
"Para pelayan ada diamana Bi ko sepi???...Dan Kak Frass belom juga pulang Dia kah???.."Ucap Dara sembari ia menarik kursi dan duduk di meja makan.
"Bibi menyuruh mereka untuk kembali ke kamar mereka untuk Istirahat lebih awal...Apa kau perlu sesuatu biar Bibi buat kan???Dan Kakakmu Frass belom juga pulang jam segini...jika aku tidak sakit dan bisa berjalan normal mungkin aku akan menghampiri nya ke perusahaan..."Ucap Bibi Arumi dengan nada Geram.
"Ohhh engga Bi Dara cuma tanya aja...Bibi jangan marah marah...relaxs....Dan sekarang Ayo makan dulu keburu kemaleman dan kakak Frass kan juga kerja engga ngelakuin hal lain..."Ucap Dara.
Mendenvar Apa yang di katakan Dara itu Bibi Arumi pun lanvsung menoleh ke arah Dara dan memandanginya.
"Justru itu karna ia kerja terus Bibi semakin khawatir...apa kau tahu usia kakak mu itu???"Ucap Bibi Arumi sembari menunjuk salah satu foto Frass yang ada di dinding.
Mendengar apa yang di katakan sang Bibi,Dara pun ia langsung menggeleng gelengkan kepalanya dengan wajah polos.
"Memang umur kakak berapa Bi??Bukannya usia kakak 25 tahun..??"Ucap Dara.
"Usia kakak mu itu tahun ini 30 tahun apa kau tahu...dan dia belum pernah bertemu dengan wanita...Aku khawatir dengannya..."Ucap Bibi Arumi dengan memijat kepalanya karna Frustasi.
Melihat Bibinya yang memijat kepala nya itu pun menjadi khawatir dan ingin mencari kotak obat.
"Bibi Kenapa???"Ucao Dara yang langsung terbangun dari kursinya.
"kepala Bibi sakit lah???...Obat Bibi ada dimana??..Dara cariin..."Ucap Dara yang menahan tubuh Sang Bibi agar tak terjatuh dari Kursi roda.
Perlahan Bibi Arumi ia menunjukkan tangan dan jari ke sebuah yang disana ada sebuah kotak yang penuh dengan obat.
"Disana???...Sebentar saja..."Ucap Dara.
Dara yang khawatir itu pun ia langsung berdiri dan mengambilkan obat itu untuk sang Bibi.
"Ini bi obat nya Cepat di minum..."Ucap Dara sembari ia mengambilkan minum untuk sang Bibi agar bisa memakan obatnya.
Di tengah tengah kekacauan itu terdengar suara mobil yamg terhenti di depan rumah itu adalah Frass,Frass yang sedikut mendengar suara Dara yang tengah panik ia pun langsung masuk berlari ke dalam rumah itu dan terkejut.
"MAMA..!!!!"Teriak Frass lalu ia langsung menghampiri sang ibu.
"Kak Frass!!.."Teruak Dara.
Bibi Arumi ia pun mengambil gelas dari tangan Dara dan langsung meminum obatnya,Frass yang sekarang ada di depan ibunya raut wajahnya berubah terlihat sangat khawatir.
"Ma...Mama kenapa???..Apa ada yang sakit??..."
"Apakah Mama merasa lebih baik sekarang???Kenapa Mama bisa kambuh begini..."Ucap Frass dengan Nada gemetar dan khawatir melihat kondisi ibunya tadi.
"Sudah sudah..Mama baik baik aja ko cuma kecapean aja.."Ucap Bibi Arumi.
Bibi Arumi mulai merasa lebih tenang saat ia sudah meminum obatnya.
"Kecapeaan aja Dari mana...Jelas jelas bibi tadi sedang mikirin sesuatu sampai Bibi Dari begitu..."Ucap Dara dengam begitu khawatir terhadap sang Bibi.
"Ssststtt....Bukan apa apa Bibi baik baik saja lanjutkan saja makanmu..kamu diam lah dan lanjutkan makan mu..."Ucap Bibi Arumi sembari ia mengusap pipi Dara.
"Maksud Dara???...Mama mikirin apa??.."Ucap Frass dengan ekspresi kebingungan nya itu.
Tempat berpindah pada Damar yang sedang ada di rumah sakit,Ibu nya juga masih disana menemaninya.Beberapa benit berlalu Ryan pun masuk ke dalam ruangan itu dengan sebuah membawa sebuah kotak entah apa itu isinya.
"Tante...."Panggil Ryan.
Mendengar itu Ibu Damar dan Damar pun menoleh ke arah Ryan.
"Kenapa nak ???...."Ucap Ibu Damar.
"Apa yamg kamu bawa Ryan???...Bau nya enak...Makanan??"Ucap Damar demgan ia menghirup Aroma yang ditimbulkan oleh makanan itu.
Ryan pun berjalan mendekat ke meja dekat sofa dan meletakkan kantong plastik nya.
"Tan Sini makan...Ryan bawain makanan tante pasti belom makan kan dari tadi sore tante ada disini..."Ucap Ryan dengan mengeluarkan kotak kotak yang berisi makanan.
"Engga...Tante engga lapar ko...kamu makan aja..."Ucap Ibu Damar.
ibu Damar menolak makanan yang di bawa dan di tawarkan oleh Ryan itu,Sedangkan Damar yang yang melihat Dari atas Brankar ia ingin memintanya.
"Ryan Bagi dong...makanannya gue laper nih..."Ucap Damar yang Ingin meminta makanan itu.
Ryan yang mendengar Damar meinta makanan yang ia bawa ia pun menoleh ke arah Damar.
"Kamu udah kentut belum???..."Ucap Ryan
"Hah...apa hubungannya sama Kentut???...Gue cuma patah tulang bukan operasi pencernaan...siniin makanannya.."Ucap Damar dengan wajah ambigu karma pertanyaan dari Ryan sembari ia meminta makanan itu.
Ryan yang melihat Damar ingin ia yang membawakan makanan,Ia pun berjalan ke arah ranjang Damar dan ia menekan tombol disana.Damar yang merasa bingung karna ia meminta makanan bukan meminta Ryan menekan tombol itu,Ryan Pun kembali ke tempat Duduk nya dan beberapa menit menunggu 2 Suster membawakan makanan untuk Damar.
"????..."
"Apa ini???Gue cuma mau makanna yang lo bawa...bukan makanan rumah sakit..."Ucap Damar setelah ia melihat mampan yang di bawa 2 Suster itu terlihat pucat tak berbumbu.
"Udah makan aja...katanya laper...aku cuma bawa 2 porsi buat aku sama Tante bukan kamu..."Ucap Ryan sembari ia memakan makanannya.
"Engga mau...mending gue engga makanan dari pada makan makanan pucat kayak gitu..."Ucap Damar dengan sikap keras kepalanya.
Ledua Suster ia yang melihat mereka terlihat binhung harus bagaimana dan mereka saling melihat,Ibu Damar yang melihat sikap putra nya itu memegang tangannya.
"Damar sayang....makan ya...biar kamu cepat sembuh...Sus bawa sini makannannya.."Ucap Ibu Damar yang mengelus dan berusaha membujuk putranya,Lalu ia meminta nampan yang di bawa 2 suster tadi.
Setelah memberikan nampan itu mereka lalu pun pergi meninggalkan ruangan itu,Damar yang melihat ia begitu tak menyukai tampilan makanan itu.
"Maa....Damar engga mau makan itu...tampilannya saja tak membuat Damar yakin..."Ucap Damar dengan menatap Jijik.
"Damar...Ayo makan...mama engga mau kalo kamu seperti ini...kamu sudah Besar nak harusnya kamu mengerti bagaimana perasaan mama kalo kamu engga mau makan ini...Ayo biar kamu cepat sembuh dan katanya kamu juga lapar tadi...jadi buka mulutmu "Ucap Ibu Damar sembari ia mengambil makanan itu demgan sendok dan ingin menyuapi Damar.
Damar hanya pasrah memakan makanan rumas sakit yang hambar itu,Sembari ia melirik ke arah Ryan yang sedang makan dengan ekspresi mengejek.
"Awas kamu Ryan...."Ucap Damar dalam batinnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...