FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 103



Aiden pun menggenggam tangan Dara saat Dara ingin keluar itu,Dara yang di tahan Aiden itupun dirinya menoleh ke arah Aiden dan bertanya padanya.


"Kenapa??"Tanya Dara.


"Kenaoa kamu terus memanggilku om cabul dan mesum??Aku hanya mendengar beberapa kali kamu manggil aku pake namaku dengen bener"Ucap Aiden.


"Ya karna kamu memang cabul,Kamu sering cium pegang aku kan itu sebuah fakta yang tak dapat kalu elak.Sudahlah aku mau masuk dan kamu pulang lah"Suruh Dara.


"Ya emang bener sih"Batin Aiden.


Mendengar penjelasan dari Dara itu Aiden cukup tercengang,Memgingat memang dirinya sesering menggoda dan mencuri ciuman dari Dara.


"Tapi jangan panggil aku seperti itu,Panggil namaku atau kakak kan bisa kenapa harus Om cabul"Tanya Aiden.


Dara yang mendengar hal itupun cukuo membuatnya sedikit terkekeh, "Engga bisa begitu dong,Anggap aja kalo itu panggilan spesial dari aku dan oh iya usia kamu kan hampur beda 7 tahun denganku kan"Ucap Dara.


Mendengar hal itu pun Aiden menganggukan keoalanya dengan polosnya,Sedamgkan Dara dirinya pun tertawa mendengarnya.


"Memang nya kenapa kalau usiaku jauh lebih tua??" Tanya Aiden.


"Pantas saja Oma mu ingin menjodohkan kanmu,Usiaku 19 tahun dan baru mau 20 tahun jadi ga masalah dong aku panggil kan" beritahu Dara.


"Kan kamu bisa panggil aku kakak??"Suruh Aiden.


"Engga mau,panggilan kakak itu cuma buat Kakakku saja selainnya engga oke"Tolak Dara.


Dara pun melepaskan tangan Aiden yang menggenggam tangannya itu dan keluar dari mobil, Sedangkan Aiden yang melihat Dara keluar dari mobilnya itu hanya diam saja.


"Dadah Om Cabul!!!!"Teriak Dara sembari dia melambaikan tangannya.


Dara pun berlari masuk ke dalam rumahnya itu, Sedangkan Aiden yang melihat hal itu pun sedikit terkekeh.


"Kamu gadis lucu yang pernah aku temui"


"Keras kepala,cerewet dan selalu ingin berdebat dengaku.Om Cabul...hah panggilan unik ya"Gumam Aiden.


Aiden pun kembali menyalakan mobilnya itu dan melihat sekilas rumah Dara itu,Setelah itupun Aiden menginjak pedal gasnya dan pergi meninggalkan area rumah Dara.


Kini tampak Dara yang masuk ke dalam rumah dengan cara mengendap endap dan beejalan tanoa mengeluarkan suaranya.


"Semoga paman dan Bibi udah tidur sekarang"Gumam Dara sembari mengendap endap.


Akan tetapi baru setengah dirinya berjalan mengendang endap dan sampi di ujung tangga, Terdengar suara dari arah Ruang tamu itu.


*Ekhemmmmm ...Ekehemmmm


"Mampus semoga aku di bantuin paman"Batin Dara*.


Dara pun menghentika langkahnya yang itu dan perlahan berbalik ke arah suara itu,Dara sembari mengaruk tengkuknya yang tak gatal itu dirinya tampak takut.


"Kamu baru pulang Ra" Tanya bibi Arumi.


"Ehehe Iya Bi,Tadi jalanan macet jadi agak lama"Bohong Dara.


Bibi Arumi pun berbalik ke arah Dara dengan melipat kedua lengannya itu.


"Kemari,Kenaoa kamu diam saja di situ??Kalau bicara itu jangan membelakangi orangnya" Suruh Bibi Arumi.


"Iya Bi"Jawab Dara.


Dara pun dengan berjalan lesu dirinya mendekat ke arah sang Bibi yang tengah duduk di kursi rodanya itu,Sedangkan Bibi Arumi itu dengan memijat batamg hidung nya memperhatikan Dara dari bawah ke atas.


"Sekarang berputar"Suruh Bibi Arumi.


Dara pun hanya menurut perintah sang Bibi iti dan berbalik berputar,Sedangkan Bibi Arumi itu dirinya melihat sebuah noda yang ada di celana Dara.


"Celana kamu kenapa kotor??Kamu main kemana sampe ada tanah begini??"Tanya Bibi Arumi.


"Hah Tanah??"Jawab Dara.


Dara punmemeriksa dan mencari dimana noda tanah yang ada di celananya itu.


"Oh ini Bi,Ini tadi engga sengaja Dara jatuh dan keduduk di tanah makanya kotor"Jawab Dara.


"Gilaa,Udah berapa kali aku bohong sama Bibi sekarang"Batin Dara.


Bibi Arumi yang mendengarkan oenjelsan Dara itu dirinya pun menggelengkan kepalanya itu, Lalu tangannya meraih kedua tangan Dara.


"Dara"Panggil Bibi Arumi.


"Iya bi kenapa??"Jawab Dara.


"Lain jali hati hati ya,Bibi engga mau Dara kenapa napa.Jangan marah ke Bibi karna Bibi larang Dara keluar malam,Bibi cuma khawatir kalau terjadi apa apa sama Dara" Tutur Bibi Arumi.


Mendengar sang Bibi yang berbucara seperti itupun Dara tersenyum dan menghela nafas, Perlahan dirinya pun menunduk dan berjongkok di depan Bibi Arumi.


"Bibi tenang aja,Engga akan terjadi apa apa sama Dara.Jadi Bibi engga perlu khawatir in Dara"Jawab Dara dengan dirinya mebgekus tangan sang Bibi.


"Tetap saja Bibi akan khawatir dengan mu,Kamu putri satu satunya disini dan kamu putri kesayangan kakak Bibi dia menitipkan kamu pada Bibi dulu.Tapi Bibi aengga bisa jaga dan nahan kamu dulu" Ucap Bibi Arumi.


"Udah Bibi engga perlu sedih,Dara janji engga bakal pulang larut lagi kok sekarang Bibi tidur ya Dara antwrin ke kamar"Tawar Dara.


"Tidak,Bibi belum mengantuk dan sekarang Bibi masih menunggu kakakku yang belum pulang juga.Dia keluar sejak siang tadi tapi belum juga pulang"Ungkap Bibi Arumi.


Dara yang mendengar hal itupun dirinya pun mengangkat kedua alisnya itu,Sembari dirinya pun berdiri dari jongkok nya itu.


"Kak Frass belum pulang??Memangnya kemana dia,Engga sepeeti biasa.Bibi uda tanya ke Kak Kael belum??Mungkin saja Kak Kael tahu kalo kak Frass bakal kemana.."Beritahu Dara.


"Tak Kael tidak ada di rumah ini,Di sedang pergi kalo begiti kamu coba telfon Kael sekarang.Tengah malam begini Kakakmu itu tak memberikan kabar pada Bibi" Suruh Bibi Arumi.


"Oke sebentar ya bi"Ucap Dara.


Dara pun mengambil ponselnya itu dan agak menjauh dari Bibi Arumi untuk menelfon Sektertari Kael,Sedangkan tempat berpindah pada Sekretaris Kael sedang bersama dengan Angin sopir yang dirinya rekrut sebelumnya.


"Siapa yang nelfon kamu??"Tanya Angin.


Angin pun menganggukan kepalanya itu tanda bahwa dirinya setuju,Sekretaris Kael pun agak sedikit menjauh dari Angin untuk mengangkat telfon itu.


"Halo Non??"Ucap Kael.


"Halo kak,Kakak tau engga kak Frass sekarang dimana dia belum pulang soalnya udah tengah malam begini juga"Tanya Dara dalam telfon itu.


Sektertaris Kael yang mendengar aoa yang di katakan Dara itu,Diribya pun sedikit mengerutkan kening lalu dirinya pun moneleh ke arah Angin yang memperhatikan nya


"Kak??"Panggil Dara.


"Aku juga Engga tau Non Dara,Soalnya pak Frass juga ga bilang mau kemana tadi siang.Tapi dia bilang di mau keluar sama Nona Restikaa"Beritahu Sekertaris Kael.


"Ohh begitu ya,Yaudah kak kalo gitu"Jawab Dara.


Dara pun memutuskan panggilan telfonnya itu, Sedangkanng Sekertaris kael yang melihat panggilan telfonnya terputus dirinya pun berbaik dan menghampiri Angin.


"Ada apa??Tumben Non Dara telfon kamu malam malam"Tanya Angin.


"Entahlah,Katanya tadi Tuan Frass belum pulang tengah malam begini aku juga ga tau dia peegi kemana"Jawab Sekretaris Kael.


Sektertaris Kael pun dirinya sedikit menghela nafasnya itu,Sedangkan Angin yang bersama hanya meminum kembali kopi yang ada di depannya itu.


Tempat pun berpindah pada Dara itu yang setelah menutip telfon,Dara pun berbalik ke arah sang Bibi yang terlihat begutu khawatir menunggu sang putra yang tak kunjung pulang.


"Aku harus bohong lagi jih sama bibi sekarang, Sepertinya harus atau engga bibi bakal tambah khawatir"Batin Dara.


Dara pung menghampiri sang Bibi itu lalu dirinya mendorong kursi roda yang di pakai sama Bibi itu,Untuk mengantarkannya pergi ke kamar.


"Loh kenapa Ra??Kan Bibi mau nungguin kakakmu kenaoa kamu ngedorong kursi roda Bibi?"Tanya Bibi Arumi.


"Kata Kak Kael kak Frass sedang ada pekerjaan dadakan tadi sore,Dan dia baru pulang besok"


Beritahu Dara yang tentu saja hal itu adalah kebohongan yang di buat oleh Dara.


"Tapi kenapa dia engga bilang dulu ke kita??Atu seengaknya diakan bisa telfon dulu sama kita tadi"Tanya Bibi Arumi.


"Anu Ponsel Kak Frass ketinggalan di Kantor iya itu, Kak Kaella yang bilang tadi ke Dara kalo telfonnya dia yang bawa jadi ga bisa ngabarin"Ucap Dara.


Mendengar Jawabn dari Dara itu membuat Bibi Arumi semakin aneh dengan jawban Dara itu.


"Tapi kenapa??Kan Bisa-" Ucap Bibi Arumi tadi terpotong.


"Udah udah..Bibi Istirahat dulu ini udah malam,Engga baik buat kesehatan bibi kalo begadang oke...Paman tolong bantu bibi ke kasur dong"Potobg Dara.


Dara pun membawa masuk sang Bibi itu ke dalam kamarnya dan membangunkan sang Paman,Paman Arwin yang mendengar panggilan dari Dara itupu terbangun dari tidurnya dan melihat sang istri yang masih belum juga tidur.


"Kamu kenapa belom tidur??Bukannya aku dah menyuruh mu tidur tadi??"Tutur Paman Arwin.


"Aaku sedang menunggu putramu"Jawab Bibi Arumi dengan nada Gugup.


"Hmmm??"


Bibi Arumi yang meluhat suaminya terbangun utu oun menjadi gugup,Sedangkan Dara pun segera berlari keluar dari kamar sang Bibi itu membiarkan mereka berdua.


"Selamat juga"


"Maaf bibi Dara udah boong sama bibi,Dan kamu Kak Frass kamu harus berhutang penjelasan padaku besok!!"Gumam Dara,Dengan kesal pun Dara melihat foto kakaknya yang ada di dinding itu lalu dirinya pun segera berlari naik tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


****


*Temoat pun berpindah pada Aiden yang baru saja sampai di rumah sakit temoat Jia,Dirinya pun turun dari mobilnya itu dan masuk ke dalam rumah sakit. Tak lama setelah Itu Aiden oun sampai di mana lantai dan lorong yang dimana tempat Jia di rawat itu,Aiden keluar dari lift dengan dirinya yang fokus melihat ponselnya yang disana terdapat foto Dara dengan dirinya*.



*Dari arah berlawanan itu terdapat beberapa Pria yang lewat dan keluar dari suatu ruangan,Aiden dan segerombolan Pria itu pun saling berpapasan dengan sedikit senggolan di bahunya*.


"Ahh maaf saya tak sengaja"Ucap Aiden laku dirinya pun meninggalkan pria itu tanoa melihatnya sedikit pun.


"Dia keponakan ku yang tampan sekarang dia sudah berubah"Batin Pria itu dengan sedikit tersenyum sabar di Bibirnya.


Segerombolan oramg ituoun masuk ke dalam lift,Sedangkan bersamaan dengan Aiden yang baru masuk ke dalam ruangan tempat dimana Jia di rawat itu.Aiden pun membuka pintu ruangan itu dan melihat Jia yang bangun dadi tidurnya itu,Dan di tambah terkejut lagi dengan barang barang yang berada di dekat Jia itu.


"Jia??"Panggil Aiden.


"Kamu juga bangun kah itu???Kapan kamu terbangun??"Tannya Aiden


Mendengar suara sang kakak yang kembali itu,Jia pun menoleh berbalik ke arah Aiden.


"Kakak???Sejak kapan kakak di situ oh iya coba lihat barang barang ini bagus sekali kan"Ucap jia.


Jia pun mengambil salah satu kotak untuk dirinya buka da memperlihatkanya pada Aiden,Begitu dengan Aiden yang langsung mendekat ke arah Jia yang di depannya penuh dengan barang barang mahal.


"Jia??"


"Jawab kakak sekarang ini barang siapa??Darimana kamu mendapatkannya dan siapa yang memberikannya padamu??"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...