FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 92



Restika lansung terjatuh dan bersandar di pundak Frass,Sedangkan Frass yang merasakan hal itu diri malah senyum senyum sendiri.


"Ya kan pada akhirnya kamu luluh"


"Buktinya aja kamu langsung nyandarin kepala kamu ke pundakku...Kamu tau engga kalo seandainya kita ketemu lebih dulu sebelum jauh jauh hari sebelum kemaren pemutusan pertunangan kita"


"Apa kamu bakal suka sama aku...tapi engga apa apa aku bakal buat kamu suka sama aku"Ucap Frass.


Frass terus saja mengoceh di saat Restika menyandarkan kepalanya itu,Akan tetapi karna tak Ada sautan dari Restika itu Frass pun memanggilnya beberapa kali.


"Res.."


"Ko diam aja sih...Ko engga jawab aku kamu engga apa ala kan??"


"Restika??"


Karna tak ada sautan daru Restika itu Frass oun kangsung menileh dan melihat Restika yang tengah pingsan dengan wajah pucat,Melihat hal itu pun Frass menjadi panik.


"Ress...Bangun Res"


"Kamu kenaoa pingsan hei.."


"Ini aku Frass ceoat buka matamu jangan buat aku khawatir hei hei.."Panggil Frass.


Frass mencoba untuk membangunkan Restika akan tetapi nihil,Restika tak kunjung bangun.Hal itu pun membuat Frass semakin cemas dan langsung menggendong dan membawa Restika pergi meninggalkan tempat itu.


"Aku engga tau kamu kenapa"


"Tapi aku mohon kamu harus baik baik aja sekarang...Bertahan ya aku bawa kamu ke rumah sakit sekarang.."Ucap Frass.


***


Tempat berpindah di rumah Ayu,Disana nampak Alez yang baru sampai di rumah Ayu.Alez pun memarkirkan motornya dan turun dari motornya berjalan masuk ke dalam rumah Ayu,Alez yang ada di rumah Ayu itu hanya merasakan sunyi disana yang membuat nya merasa perasaan nya tak enak.


"Rumah ini sunyi banget ya"


"Ayu kemana dan kenapa lampu rumahnya engga di nyalain??"Gumam Alez.


Alez pun mengambil ponselnya dan menyalakan senter ponselnya,Pelahan Alaz berjalan menelusrui meraba raba tembok mencari sesuatu.


"ck Saklar kamounya di mana sih"


"Lagian Ayu kenapa engga nyalain lampu rumahnya kan jadi gelao begini susah jalannya"Gerutu Alez.


Setelah sekian Alez mencari sklar lampu itu,Akhirnya dirinya pun menemukannya dan menekannya.Seketika rumah yang awalnya gelap itu berubah menjadi terang,Melihat hal itu Alez pun tersenyum dan meletakkan tangannya di pinggang nya.


"Nahh gini kan terang ya...Lagian jauh banget sklarnya dari pintu yang,Siapa sih yang desain nih rumah naroh saklar lampu jauh"


"Oh...Ayu dimana ??Kenapa rumahnya di biarin gelap sih dan dia engga ada di ruang tamu"


"Mungkin dia di kamar kali ya..anak itu buat aku khawatir sekarang"Ucap Alez.


Alez pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Ayu,Sesampainya di lantai 2 dirinya mengetuk pintu kamar Ayu itu.


"Yu...buka ini Alez"


Beberapa kali Alez terus mengetuk pintu kamar Ayu itu,Akan tetapi tak ada sautan sama sekali dan Ayu tak membukakan pintu kamarnya.Alez pun mulai mengerutkan keningnya itu,Dan tangannya mulai meraih gagang pintu kamar Ayu.


*Clekkkkk


"Pintunya engga di kunci ini???Gampang banget bukanya kirain tadi harus di dobrak dulu"Batin Alez*.


Pintu kamar Ayu pun langsung terbuka,Seketika Alez pun heran akan tetapi durinya memilih untuk langsung masuk saja ke dalam kamar Ayu.


"AYUUUUU!!!"Teriak Alez


Saat masuk itu berata terkejutnya Alez saat melihat kondisi kamar Ayu yang sangat berantakan di dalam sana dan dirinya menemukan Ayu yang tengah ada di atas ranjang itu,Dirinya pun langsung berlari dan menghampiri ke arah Ayu.


"Ayu bangun gu kamu kenapa...ini apa apan ko kamar kamu bisa berantakan kayak gini sih??"Tanya alez demgan panik,Sembari dirinya menepuk nepuk pipi Ayu.


"Ayu bangun ayuu...jangan buat gw khawatir sekarang ya"Ucap Alez.


Alez terus bwrusaha untuk membangun Ayu yang tengah memejamkan matanya itu,Perlahan lahan Ayu merasa terganggu akan hal itu dan dirinya mulai membuka matanya itu.Ayu melihat Alez dengan tatapan yang sulit di artikan karna di dalam nampak seperti tak ada kehidupan di dalamnya,Alez yang melihat hal itu pun dirinya menjadi ada yang aneh akan hal itu.


"Ayuu??Kamu kenapa natap aku begitu??"Ucap Alez.


"Keluarin aja semuanya kamu kamu masih pengen nangis aja"


"Engga apa apa disini ada aku dan Dara yang sama kamu...Kamu perlu meluapkan semuanya Yu jangan tahan nangis aja"Hibur Alez.


"Huaaaa....Hiks...Hiks...Alez...Selain kalian berdua..hiks Engga ada yang bisa ngertiin perasaan ku semuanya hanya bisa nyakitin dan punya ego yang egois.."Ucap Ayu sembari dirinya menangis di pekukan Alez itu.


Mendengar pernyataan Ayu itu,Alez sedikit merasa sedih sekarang dan sangat cemas dengan keadaan sahabatnya kini dan dirinya Berusaha untuk menguatkannya.


"Iya kamu tenang dulu sekarang jangan bicara dulu..selesai tangisan mu itu nanti baru cerita ke aku ya..."Suruh Alez sembari dirinya mengusap usap keoala Ayu.


Ayu pun kembali meluapkan rasa sedihnya utu dengan menangis di pelukan Ale itu,Sedangkan Alez hanya diam sama dan masih mengusap punggung sahabatnya itu dengan perasaan cemasnya.


Ayu menangis cukup lama hingga beberapal menit lamanya dan akhirnya dirinya pun sekarang berhenti menangis,Di dalam kamr nya itu Ayu duduk di dekat jendelanya memandangi alar kuar jendela kamarnya.Sedangkan Alez dirinya baru datang dan masuk ke dalam kamar Ayu dengan membawa segelas Air,Melihat Ayu dengan diamnya itu menatap kegelaoan malam Alez hanya diam dan sedimit menghela nafas.


"Nih sekarang kamu minum engga baik twrua ngelapus kayak gitu"Ucap Alez,Sembari dirinya memberika gelas berisi air putih itu.


"Engga mau aku engga haus"Tolak Ayu dengan dirinya menggelengkan kepalanya.


"Ayolah jangan begini kamu tahu kan aku engga suka kamu nolak..cepet di minum biar kamu baikkan sekarang"Suruh Alez.


Ayu pun mengambil gelas yamg berisi Air itu dan langsung meminumnya,Alez yang melihat hal itu pun senang dan tersenyum tipis.


"Nih udah...makasih ya"Ucap Ayu sambil dirinya memberikan gelasnya pada Alez.


"Hmmm"


Alez pun mengambil gelas itu dan meletakkan nya ke meja di dekatnya,Setelah itu pun Alez juga ikut duduk di samping Ayu yang tengah termenung itu.


"Kamu kenapa diam aja sekarang??Dan kenapa kamar kamu bisa berantakan banget kaya gini...kamu ada masalah apa??Engga kayak biasanya kanu kayak gini"Tanya Alez.


"Entahlah aku ga tau apa yang terjadi sekarang...Aku engga bisa berpikir jernih kali ini Lez...aku bener bener bakal gila kayak nya"Jawab Alez dengan tatapan yang lurus ke depan.


Mendengar hal itu pun Alez langsung menoleh ke arah Ayu dan dirinya melihat tatapan Ayu yang kosong tak seperti biasanya.


"Aku baru pertama kali lihat Ayu kayak gini..biasanya dia ceria dan cerewet tapi sekarang diam"Batin Alez.


"Katakan sama aku Yu...Kalo ada apa apa kamu bilang sama aku jangan kamu pendem sendiri kamu anggap apa aku kalo kamu masih rahasia in hal yang buat kamu kaya gini"Ucap Alez.


Mendengar perkataan sahabatnya itu,Ayu pun menoleh arah Alez dengan tatapan mata yang sebab dan bengkak karna dirinya menangis terua menerus.


"Kenapa ??Kamu mau cerita ke aku engga??"Tawar Alez.


"Emmm...Tadi setelah kamu mengantar Dara pulang aku menelfon orang tua ku"Ucap Ayu.


"Lalu apa yang kamu katakan pada mereka??"Tanya Ayu.


"Aku memberitahu mereka kalo aku udah mutusin hubungan ku Sama surya dan memberitahunya kalo surya selingkuh di belakangku"Jawab Ayu.


"Setelah mengatakan hal itu??Bagaimana reaksi orang tua mu itu??Apa mereka setuju dengan perpisahan kalian berdua dan apakah mereka akan pupang untuk menemui mu??"Ucap Alez.


Ayu yang mendengar perkataan dari sahabatnya itu dirinya sedikit tertawa miris.


"Boro boro Lez mereka mau ngangkat telfon aku aja aku udah seneng apa lagi pulang ke sini"Jawab Ayu.


"Terua mereka ngomong apa ke kamu kalo gitu??Engga mungkin nyuruh kamu balikan sama Surya kan" Tutur Alez.


"Mereka....."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...