
Aiden pun menyekal tangan Jia yang membuat otomatis barang yang ada di tangannya itu terjatuh.
"Kakak kenapa marah??"Tanya Jia.
"Katakan siapa yang memberimu barang barang ini pada kakak!!"Sentak Aiden.
Jia yang pertama kali meluhat dan mendengar kakaknya meneriaki dirinya itu dirinya langsung gemetar ketakutan.
"kKakakk??" Ucap Gemetar Jia,Dengan matanya yang sudah memerah.
"Maafkan kakak karna meneriaki kamu ya,Kakak tidak sengaja"Ucap Aiden dengan mengusap rambut Dara.
Karna sentakan dari Aiden itu pun tersadar bahwa dirinya itu telah membuat Jia sedikit takut karna perlakuannya,Sedangkan Aiden yang melihat nya pun dirinya melepaskan tangan Jia lalu dirinya berlarih berjongkok di deoan Jia dan memegang kedua bahu Jia.
"Katakan pada kakak sayang,Siapa yang memberikan semua ini??Bisakah kamu beritahu kakak sekarang??Apa kamu mengenal oramg orang itu??"Ucap Aiden dengan lembut.
Melihat perubahan cara bdan nada bicara Aiden padanya itu,Jia pun sedikit meremah tangannya dan perlahan menundukkan kepalanya itu.
"Katakan pada kakak bisa??"Tanya Aiden.
"Tadi sebelum kakak kesini,saat jia berupura pura tidur saat ada seorang pria yang datang terus juga bawa ini memberikan ini pada Jia"Jujur Jia.
"Apakah dia orang yang kamu temui di taman sebelum kamu masuk ke rumah sakit??"Tanya Aiden.
Jia pun mengingat kembali dalam pikirannya, Sedangkan Aiden dirinya hanya diam dan menantikan jawaban dari Jia.Melihat kakaknya yang begitu serius itu Jia pun perlahan menganggukan kepalanya.
"Iya,Dia mirip seseorang yang Jia temui di taman. Tapi entah kenapa dia mengendao endap datang nya dan tak berbucara apapun??Gimana kakak tahu??Jia kan engga bilang sama kakakk,Omo apakah kakak peramal??"Ucap Jia,Sembari dirinya terkejut dengan apa kemampuan sang kakak itu.
"Ternyata dia"Gumam Aiden.
Mendengar kakaknya bergumam itu Jia yang mendengarnya pun dirinya sedikit curiga lalu dirinya pun mengerutkan keningnya.
"Dia siapa kak??Kakak bilang sesiatu??"Tanya Jia.
"Tidak ada,Sekarang kamu kembali ke tempat tidur mu.Ini masih tengah malam dan kakak akan keluar sebentar"Suruh Aiden.
Aiden pun mengangkat paksa tubuh Jia yang termasuk kecil itu,Lalu dirinya pun memindahkan lalu membaringkan Jia di atas Brankar tenoatnya di rawat.
"Tapi barang barang ini,Jia masih ingin membukanya" Brontak Jia.
"Tidak tidak,Besok saja sekarang kamu lebih baik tidur dulu kamu tak ingat aoa kata dokter hmm??Atau mau buat kakak marah sekarang"Suruh Aiden.
Aiden pun menarik selimut dan menutup tubuh Jia, Sedangkan Jia dirinya hanya bisa pasrah saja saat ini dan hanya diam menerima perlakuan kakaknya padanya.
"Sudah sekarang kamu tidur,Kaka ingin mencari makanan di bawah sebentar"Suruh Aiden.
Aiden pun mencium kening Jia dan mengelus rambutnya lalu dirinya pun pergi dengan cara terburu buru,Sedangkan Jia yang ada di ranjang utu dirinya bangun dan duduk di atas brankar dengan tatapan tajam.
"Kenapa kak Aiden sikapnya aneh??"
"Siapa yang di maksud dia tadi??Orang yang masuk ke dalam kamarku tadi juga aku tak melihatnya secara jelas hanya diam mengusap kepalku memberi barang in lalu pergi,Apa hubungannya dengan kaka Aiden dia begitu kesal tadi.Aku semakin mencurigainya sekarang"Gumam Jia.
Jia oun dengan wajah heran dan merasa ada yang aneh itupun dirinya turun dari brankar, Sedangkan Aiden kini dengan terburu buru berlari mengejar seseorang yang di maksud Jia tadi.
"Seharusnya belum terlalu jauh dia pergi"
"Aku harus segera menemukan nya sekarang,Jika aku tak menemukannya akan semakin berbahaya nantinya"Ucap Aiden.
Aiden pun twrus berlari menelusuri seluruh lorong runah sakit mencari sosok itu.
"Kemana dia"
"Kenapa bisa cepat sekali menghilang dari sini"Gumam aiden.
Aiden terus saja mencari seseorang yang menabrakkan tadi di seluruh lorong yang tertuju di Ruangan Dara,Hingga dirinya orang tersebut masuk ke dalam mobil di parkiran.
"Sial..Aku harus menxegah dia pergi sekarang!!"Geram aiden.
Aiden oun berlari sekuat tenaganya menghampuru mobil itu,Akan tetapi sebelum dirinya sampai itu mobilnya telah pergi.
"BERHENTI!!!!"
"HENTIKAN MOBILMU!!KITA PERLU BICARA SEKARAMG HEI??WOY ANJING BERHENTI IN MOBIL LU" Teriak Aiden.
Aiden terus aja mengejar dan berteriak menyuruh mobik itu berhenti,Tetapi teriakan itu nihil dan tak membuat mobil itu berhenti.
"ARGHHHHHHHHH"
"ANJINGGG!!!!KENAPA GW ENGGA SADAR SIH DARI TADI!! SEKARANG MEREKA PERGI!!"Teriak Aiden, Sembari dirinya mengusap kasar wajah dan rambutnya itu.
Karna teriakan Aiden itu yang teramat keras, Dirinya pun menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di lingkungan rumah sakit itu pun pandangannya tertuju pada Aiden.
"Itu orang ke apa teriak teriak"
"Kayaknya pasien RSJ deh"
"Tapi tadi dia lagi ngejar mobil itu tapi engga berenti"
Bisik orang orang yang melihat tingkah Aiden itu seperti orang gila,Sedangkan Aiden yang mendengar hal itu dirinya tak menghiraukannya dan memilih pergi dari sana.
Sedangkan dari kejauhan terdapat seseorang dari sebuah jendela memperhatikan tingkah Aiden, Seseorang utu adalah Jia yang melihat Aiden dengan raut wajah Yang dingin.
"Banyak sekali yamg kalian sembunyikan dari ku ya"
Lirih Jia.
Setelah mengatakan hal itupun Jia menutip kembali tirai jendela dan masuk ke dalam ruangannya,Sedangkan Aiden yang sudah kembali itu dirinya masih saja memikirkan orang orang tadi di depan ruangan Jia.
"Siapa mereka itu"
"Apkah mereka suruhannya, Kenapa aku engga bisa sadar dan ngelin tuh suara sih.Kalau terus begini apa Jia bakal tau semuanya nanti??"Gumam Aiden.
Aiden oun berbalik melihat Dara dari balik pintu itu yang kini Dara sedang berbaring karna tidur.
"Lebih baik aku beritahu sendiri??"
Aiden yang memikirkan hal itu tampak Frustasi dan cemas mengingat hal yang tadi dirinya alami itu, Aiden pun mengeluarkan ponselnya itu dan membuka galeri yang di sana ada fotonya dan Dara yang dirinya ambil tadi.
"Di saat begini yang rumit,Cuma kamu yang bisa nenangin aku sekarang ini Dar"
"Sepertinya aku sudah mulai terjebak antara perasaan dan kontrak kita"Ucap Aiden.
****
"APAAAA!!!!"
"Kamu di indo engga lama Lez??Kenapa bisa begitu??"Teriak Ayu.
Alez yang mendengar Teriakan Ayu itupun dirinya hanya bisa menutuo kedua telinganya.
"Jangan teriak teriak,Aku udah ngasih tahu kamu yang penting sekarang tidur lah"Suruh Alez.
"Ya aku kan kaget,Apa nenek sihir itu yang menyuruh mu pergi dan menetao di luar negeri??Kalo iya sih parah banget"Protes Ayu.
Alez yang mendengar apa yang di katakan Ayu itupun,Dirinya hanya bisa terkekeh dan mengusap bahu Ayu.
"Jangan begitu,Lihatlah dirimu sekarang kamu juga akan menyusul orang tuamu kan dan kamu terbebas dari skripsi bodoh mu itu"Ucap Alez.
Mendengar hal itupun Ayu langsung menunduk dan merubah raut wajahnya menjadi sedih,Alez yang melihat hal itu pun dirinya tahu apa yang di rasakan oleh Alez sekarang.
"Susah jangan sedih,Daripada kamu ga lepas sama pria bajingan itukan"Ucap Alez.
"Kenaoa kamu mengingatkanya lagi,Aku hanya sedih bagaimana cara ngasih tahu Dara sekarang. Aku tak khawatir dengan apapun untuk kuliah aku masih bisa ikut lagi tapi Dara aku susah bagaimana cara memberitahukannya padanya" Jawab Ayu.
"Iya sih,Kalo aku udah bilang ke Dara tadi tapi kamu dadakan kapan mau bilangnya"Tanya Alez.
Ayu pun hanya bisa menghela nafasnya dan kedua bahunya itu,Sedangkan Alez yang melihat Ayu ynag seperti frustasi itu mengingat apa yang terjadi di hubungan nya dengan pacaranya dirinya pun ikut menghela nafasnya.
"Sudahlah tidur aja dulu ini juga udah tengah malam" Suruh Alez,Sembari dirinya utu membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Tapi aku belom ngantuk Lez,Aku mau chat Dara aja sekarang deh"Jawab Ayu.
Ayu pun mengambil ponselnya itu untuk memberitahukan pada Dara,Alez yang mendengar itu pun dirinya kembali bangun dan mengambil ponsel Ayu dari tangannya.Ayu yang melihat tingkah Alez itu oun dirinya hanya nelihat kikuk ke arah Alez
"Kenapa??Kasihin ponselku Alez,Aku harus ngasih tahu Dara sekarang"Pinta Ayu pada Alez.
"Engga,Jangan kasih tau dia sekarang ini udah malam mending besok pagi aja deh jangan buat overthingking"Jelaskan Alez.
Mendengar hal itu pun Ayu mengurungkan niatnya itu untuk memberitahukannya pada Dara,Alez pun kembali tidur di ikuti dengan Ayu yang tidur di samping nya itu.
"Walau Dara bakal sedih nanti,Lebih baik aku ngasih tahu dia daripada engga sama sekali"Batin Ayu,Sembari dirinya mulai memejamkan matanya itu.
Wakti malam twruz saja berjalan,Hingga langit yang tadi gelap gulita itu sedikit demi sedimit berubah menjadi cerah.Kini nampak seseorang yang masih tidur di ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya,Sinar matahari masuk melalui sela sela gorden yang membuat tidurnya seseorang itu terganggu hingga pada saat nya dirinya pun terbangun
"Ughhhhhh"
"Jam berapa sekarang ini"Gumam seseorang itu.
Seseorang itupun mencari dan merapa temoat tidur nya yang ada di sambing itu kosong tak ada seseorang,Hingga dirinya membuka matanya dengan sempurna.
"Dia kemana??"
"Kenapa pagi sekali dia pergi??Dia engga marahkan dia bilang sendiri kalo itu mauannya"Gumam.
Seseoramg itu adalah Frass yang masih berada di tempat tidur dengan selimut nya itu,Tampak dengan dari wajahnya itu dia sedang mencari seseroang yaitu Restika.
"Kenapa dia pergi??Kenapa aku merasa seperti di campakkan sekarang"
"Dia engga marah kan sama aku??"Ucap Frass.
*Cklekkkkkkk
Terdengar suara dari pintu kamar mandi iti,dan seseorang wanita keluar dari kamar mandi yang tak lain adalah Restika.
"Kamu udah bangun??"Tanya Restika.
"Iya,Sejak kapan bangun kenapa kamu engga bangunin aku tadi??"Jawab Frass.
"Kamu tidurnya pulas jadi aku ga mau ganggu tidur kamu,Kamu mandilah aku lapar ingin cari sarapan"Suruh Restika.
Mendengar Restika yang berbicara lembut padanya itu,Perasaan Frass menjadi sedikit aneh menggganjal di dalam dirinya itu akan tetapi dirinya mengabaikannya dan tak terlalu perduli*.
"Kamu lapar??Kenapa engga pesan aja di hotel ini nanti aku yang akan bayar"Suruh Frass.
"Baikalh aku akan memesannya nanti,Dan boleh aku pesan sesuatu yang lain??"Tanya Restika.
"Apa itu??Kau perlu sesuatu"Jawab Frass.
Restika pun menganggukan kepalanya itu dan menunjuk bajunya yang berceceran dan robek di lantai,Frass yang melihat hal itupun diribya beru ah menjadi kikuk dan melihat tubuhnya yang polos itu.
"Kenapa aku bisa lupa,Aku ga bawa baju ganti begitu juga Restika"Batin Frass.
"Aku butuh baju ganti"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...