FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 77



Dara yang melihat bekas luka di kening Damar itu,Dirinya sedikit tersenyum tipis saat Damar bertanya padanya kenapa ia datang.Damar yang melihat Dara tak menjawab pertanyaan itu pun ia membukakan pintunya lebih lebar dan menyurhb Dara unguk masuk ke dalam ruangannya.


"Lo masuk aja ke dalam..."Suruh Damar.


Dara pun masuk ke dalam ruangan itu,Damar menutup pintu ruabgannya itu lalu ia pun menyusul Dara dengan berjalan sedikit pincang dan memegangi perutnya.


"Lo ngapain kesini???Dan kok lo tau gue di rawat disini.."Tanya Damar.


Dara yang mendengar itu pun ia berbalik ke arah Damar.


"Aku di suruh Ryan buat jemput kamu pulang ke rumah...katanya kamu udah boleh pulang ke rumah..."Ucap Dara dengan nada dan Daut wajah yang Datar.


"Ohh....begitu ya...si Ryan berarti telfon lu gitu..."Ucap Damar.


"Hmmmm...."Berdehem Dara.


Damar pun mengguk anggukkan kepalanya itu,Lalu ia pun duduk di atas brankar dengan hati hati.Dara yang melihat Dara kesusahan itu ia hanya diam dan mengalihkan pandangannya melihat ke ruangan yang di tempati oleh Damar.


Damar itu yang melihat Dara ada di ruangannya sedang menunggunya,Dirinya sedikut tersengum tipis.


"Lo kenapa liat liat ruangan ini sampe gitu??.."Ucap Damar.


"Engga ada....udah belum ayok pergi...barangmu cuma 2 tas ini kan..."Ucap Dada sembari ia mebgajak pergi Damar.


Damar yang baru saja duduk di atas Brankar itu pun,Matanta sedikit mendelik.Sedangkan untuk Dara ia sudah mengangkat 2 tas yang berisi barang dari Damar,Sedangkat Dara yang mendengar itu ia pun berhenti dan meletakkan kembali tas tas itu.


"Eh tungggu...Gw belom pake sepatu..."Ucap Damar.


"Ohh begitu..."Ucap Dara.


Dara hanya membalas singkan apa yang dikatakan oleh Damar,Sedamgkan Dmar ia berusaha membungkuk untuk mengambil sepatunya yang ada di lantai.Karna lukanya yang ada di perut itu membuat Damar sedikit kesulitan,Dara yang dari tadi melihat ia sedikit gemas lalu ia pun menghampiri Damar.


"Sini...aku bantu biar cepet..."


"Lagian lukamu belum kering sepenuhnya kan.."Ucap Dara.


Dara pun membungkuk mengambil sepatu itu dari tangan Damar,Lalu ia pun memakaikan Sepatu itu pada kaki Damar.Sedangkan Damad ya g melihat Dara sedang perhatian dengannya itu,Membuat dirinya sedikit terkesan dan terua menatap Dara dari ra jang Brankar yang menalikan sepatu untuknya.


"Lu perhatian banget sama gw..."


"Gw kira ku yang ada masalah sama gw ga bakal datang dan bodo amat...."


"Eh ternyata gw nggak bakal ngira lu dateng kesini dan mau bantuin gw.."Ucap Dara.


Di tengah tengah ocehanDamar itu tentang Dara,Dara hanya diam saja yang melakukan apa yang ia lakukan itu yaitu memakaikan dan menalikan sepatunya apda kaki Damar.Karna sepamjamg Dara menalikan tali itu hanya diam saja dan tak menjawab,Damar pjn hanya diam dan menatap Dara dari atas.


"Gw tanya ke lu...kenapa lu diam aja..."Ucap Damar.


Memdengar hal itu pun Dara selesai dengan apa yang ia lakukan tadi,Lalu ia pun kembali berdiri dan menatap Damar.


"Kenapa???...''Ucap Damar.


"Aku kesini karna ada dasa kemanusiaan disini...dan ada seseorang yang meminta bantuan...memangnya kenapa ada yang salah kah???.."Ucap Dara.


"emm engga ada sih..."Ucap Dara.


Mendengar jawaban dari Danar itu Aiden sedikit menghela nafasnya.


"Makasih ya..."Ucap Damar dengan nada pelan.


Dara yang mendengar kata yang diucapkan dengan Lidah Damar itu,Membuat nya sedikit melotot dan menghadap Damar.


"???Lo kenapa melotot??.."Ucap Damar.


"Tadi kamu bilang apa??...aku ga terlalu denger tadi.."Ucap Dara yang menyuruh Danar untuk mengulang aoa yang ia katakan Tadi.


Damar yang malu dan gengsinya yang benar,Ia memilih untuk memalingkan wajahnya dan bersikap seolah ia tak mengatakan apa apa pada Dara.


"Engga gw nggak bilang apa apa....kuping lu aja kali yang kongslet...salah dengar.."Ucap Damar.


"Cihh...Gitu doang ngatuan kuping orang Kongslet.."Ucap Dara.


"Ya terserah aku..."Jawab Damar.


Medmegar kata kata yang di katakan oleh Frass itu,Membuat Dara sedikit mendengus kesal seolah tak percaya apa yang dikatakan oleh Damar itu dan menaruh tangannya di pinggang,Begitu juga Damar yang agak salah tingkat ketika Dara ada di depannya itu.


"Ck...kalau cuma gitu doang mending tadi ga usha kesini..."Keluh Dara.


"Ya lagian ke apa lu mau di suruh sana si Ryan ??...Lagian gw juga bisa ngineo disini semau gw..."Jawab Damar.


"Kamu?!!!!....Sudahlah...Ayo cepat pergi aku ingin sgera pulang..."Ucap Dara.


Dara pun pergi dengan membawa tas di tangannya itu terlebih dahulu karna ia kesal dengan Damar,Sedangkan Danar yang masih di atas Brankar itu ia turun secara peelahan dan juga jalan perlahan untuk menyusl Dara.


"Tungguin...woy.."


"Jangan cepet cepet...!!!Nih luka masih sakit lu tau engga sih..."Teriak Damar dari kamarnya.


Dara yang sudah ada di luar ruangan Danar itu,Dengan memutar kedua bolah matanya itu Dirinya berbalik kembali dan masuk ke dalam kamar Damar.


"Kamu lama banget sih..."Ucao Dara.


"Ya sabar woy...lu ga tau Rasanya luka jahit lu baru 50 % keringnya....."Ucap Damar sembari ia berjalan pelan menyusul Dara.


"Lagian kenapa tuh luka belum kering kamu minta pulang sih...BPJS kamu habis token kah.."Ucap Dara.


"Apa iti BPJS...lagian nih rumah sakit milik gw sendiri dan para dokter disini itu kayak lo..penerima beasiswa dari keluarga gw.."Ucap Damar.


Mendengar apa yang di katakan Damar itu membuat dadanya sakit,Walau itu benar bahwa ia ada seoramg anak yang mendapatkan sebuah Beasiswa.Namun,Karna ia memilih tak mau kalah dengan Damar ia pun melettakkan tas itu di lantai.


"Kenapa lagi...ayok buruan katanya ngajak buruan...Apa ada yang salah???Kok lu diem aja.."Ucap Damar.


"ada...yang salah itu mulut lu ga bisa di kontrol..."Ucap Dara.


"Teraerah lu...capek gw debat sama cewe"Ucap Damar lalu ia pun berjalan dengan tertatih tatih memegangi pegangan dari Rumah sakit itu di sepanjang lorong.


Sedangkan untuk Sara yang melihatnya itu,Dirinya seperti aedikit merasa kasian karna cara Jalan Damar,Dara pun melihat sekitar ruamh sakit itu dan melihat ada sebuah kursi roda.Sedangkan Damar ia masih mengoceh saja saat ia jalan itu.


"Jadi kau tahu...apa yang ku lakuin skearang itu??"


Dara pun meletakan tas itu perlahan lalu ia berlari ke arah ujung lorong satunya yang di saja ada kurai roda,Sedangkan untuk Damar yang sedamg mengoceh tanoa memperhatikan sekitarnya ifu membuat Damar berhenti dan merasa ada sesuatu lalu dirinya berbalik.


"apa yang kau lakukan itu..!!!"


"Ceoat kembali ke mari...jima gidal pasti ada yang akan datang..."Ucap Damar.


Dara pun akhirnya ia mendapatkan kurai roda itu.Ia pun dengan senyuman mendorong kursi roda itu,Ia pu berlari ke arah menuju ke Damar.Sedangkan Damar yang melihat Dara datang ke arahnya itu seperti illusi mata yang penuh dengan tipuan,Gwrdapay sebuah emoyion hati yang muncul dan angin yang menerbangkan Rambut Dara itu.


"Sejak kapan Dara jadi sebegitu menarik sekaramg???.."Batin Damar.


Damar begutu terpana saat melihat Dara yang begitu cantik saat ia Dara berlari ke arahnya itu,Sedangkan Dara yang berlari membawa kurai roda itu segera membawa nga ke arah Damar.


Hal itulah yang membuatnya bingung aoa yang sebenarnya ia buat.


"*Apa ini???...Kenapa lu ngaskh ke gue ini...??"Ucap Danar yang bingung jarna Dara membawakannya kursi roda.


"Anu itu...Kamu duduk disini aja...aku liat tadi dari belakang....kayaknya kaki kamu sakit tuh buat jalan..Jadi aku ambilin ini...bagaimana menurutmu??.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...