
"Engga usah sok Dramatis Boss... biasa aja bisa engga.."Ucap Sekretaris Kael.
Mendengar perkataan Sekretaris nya itu membuka Frass binging,Karna akhir akhir ini sikap Sekretaris membuat begitu kesal.
"What wrong?.''Ucap Sekretaris Kael.
"Kamu kenapa sih??...Akhir akhir ini mulutmu tajam sekali ketika berbicara.."Ucap Frass.
Sekretaris Kael hanya mengangkat kedua lengan dan bahunya,"Entah mungkin lagi datang bulan...iti otomatis aja keluar dari mulut saya..."Ucap Sekertaris Kael dengan kedipan polosnya.
Mendengar itu,Frass menghel nafasnya dan tersenyum melihat Sektertaris Kael,Yang tatapan itu membuat Kael Bingung.
"Penampilan mu saja yang pria...tetapi wanita memang wanita..."
"Karna kamu datang bulan...omongan kamu yang sebelum sebelumnya saya anggap kamu sedang mabuk dan engga sadar diri..."Ucap Frass.
"Tapi saya engga mabuk..."Ucap Kael.
"Makanya saya anggap kamu mabuk hari ini...mulut kamu sejatam silet tau engga..."Ucap Frass.
Setelah ngatakan itu frass pun pergi untuk menghampiri samg Ayah,Sedangkan Sekertaris Kael hanya diam di tempatnya sembari memikirkan perkataan dari Bosnya itu.
Ayah Frass yang melihat putranya itu menghampiri nya,Begutu Juga Frass mereka oun saling merentangkan tangan dan akhirnya berpelukan untuk melepaskan rasa rindu setelah lama tidak bertemu.
"Hey Boy...Apa kabarmu..."Ucap Ayah Frass.
"Pa...Frass baik baik saja...bagaimana kesehatan papa apakah baik??"Ucap Frass,Sembari ia melepaskan pelukannya itu.
"Apa kau tak lihat aku begutu baik sekarang...dan mendengar kamu mau menikah papa langsung terbang kemari...dan meninggalkan pekerjaan papa untukmu"Ucap Ayah Frass.
Frass hanya tersenyum dan kembali memeluk papanya.
"Frass senang papa bisa kembali"
"Frass kira...saat Frass menikah papa engga bakal datang..."Ucap Frass.
"Sudah..sudah...Mana mungkin Papa tidak akan datang pas kamu married...Papa datang dong..sekarang ayo kita ke rumah mu Papa merindukan permaisuri papa..."
Ayah frass kembali memeluk sang putra yang lama tak ia lihat,Lalu ia mengajaknya pergi nanti Frass hanya diam di tempatnya.
"Papa pulang mau nemuin Frass...atau memuin Mama sih??"Ucap Frass.
"Ah..itu...Ya tentu saja nemuin kamu dong Ahahhaha..."Ucap Papa Fras sembari tertawa canggung.
"Papa berbohong..."Ucap Frass dengan wajah datar.
"Ayolah Boy...Kamu hanya anak papa...Mama mu itu artner papa tentu saja wajar bagi papa untuk merindukan nya bukan.."Ucap Papa Frass,Dengan memberikan sebuah alasan.
"Sudahlah...Papa kan memang engga pernah memperdulikan Frass jadi buat apa juga..."Ucap Frass
"Apa yang kau katakan Boy..."Ucap Ayah Frass dengan wajah sedikit memelas.
Di tengah perbincangan mereka itu yang ada di tengah tengah VPP,Membuat beberapa orang memandangi mereka berdua.Walau tak semua orang mengenali mereka berdua,Ada beberapa orang berbisik tentang mereka berdua yang terkenal dalam binisnya.
Saat oramg oramg itu berbisik,Frass menoleh melihat sekitar nya.Sekretaris Kael yang tadi sendiri menunggu di batas VPP iti,Ia memutuskan menyusul Frass yang bersama sang ayah dan memanggilnya.
"Tuan...Ayo kembali..sudah hampir jam 3 sore...!!"Ucap Sekretaris Kael.
Frass dan ayahnya langsung melihat ke arah Sektertaris Kael secara bersamaan.
"Sudah jam 3 ??...Baiklah ayo pulang"Ucap Frass.
"Kamu ini siapa???..."Ucap Ayah Frass sembari melihat Sekertaris Kael dari atas ke bawah.
"Saya Sekretarisnya Pak Frass tuan...Nama saya Sekretaris Kael..."Ucap Kael.demgan memperkenalkan dirinya.
"Ohh...Kau seorang wanita??..."Ucap Ayah Kael.
"Papa jangan tanya..."Ucap Frass dengan berbisik.
"Iya tuan...bagaimana anda tahu??...Semua orang mengira saya laki laki termasuk boss saya sendiri yang merekrut saya dulu...padahal dia tahu saya perempuan.."Ucap Sektertaris Kael.
"Sabar Frass anggap aja lagi mabok ya...Nanti balas pas udah sadar..."Ucap Frass dalam batinnya.
Ayah Frass yang melihat keadaan Frass seperti ada sesuatu itu ia pun mengerti,Lalu pun berfikir untuk mengalihkan pembicaraan dengan cara mengajak keduanya pergi dari sana.
"Sudah sudah...Ayok pulang kerumah Frass...Saya capek..Ayo Frass..."Ucap Ayah Frass yang ingin pergi tapi du tahan oleh Sekertaris Kael.
"Kemarikan Kopernya tuan akan saya bawakan..."Ucap Sektertaris Kael.
"Oh?? Oke baiklah...terima kasih..."Ucap Ayah Frass.
Ayah Frass memberikan Koper yang ia bawa,Karna koper yang ia bawa termasuk ukuran sedang ia pun memberikannya.Lalu ia pun pergi dahulu meninggalkan Frass di belakangnya dengan Sekretaris Kael,Frass yang malas dekat dengan Sekretaris Kael karna takut terkena omongan tajam dari Sekertaris nya.Ia pun langsung berlari untuk menyusul sang ayah dan meninggalkan Sektertaris Kael di belakang dengan berjalan santai menyeret koper.
***
Kini ketiga sahabat itu tengah berada di dalam kamar dan sedang tidur di atas ranjang Dara.
"Dia kerja..."Ucap Dara sambil melihat Jam dinding.
"mungkin sebentar lagi juga bakalan pulang...soalnya Bibi Arumi minta kakak buat pulang Sore.."Ucap Dara.
"Aku kira kamu disini tinggal sama bibi kamu aja Ra..kamu punya kakak??"Ucap Alez,Sembari ia fokus pada ponselnya.
Dara dan Ayu yang mendengar mereka langsung menoleh ke arah Alez,Namun tak langsung menjawab Ayu malah menggeplak Alez dan Dara hanya diam melihatnya.
Plakkkkk
"Aww...apa apan sih kamu...bisa banget kamu ngegeplak orang.."Ucap Alez sambil menusap bekas geplakan ayu.
"Kamu engga inget kah??Kan udah aku kasih lewat chattingan kan..."Ucap Ayu.
"Tapikan ga usah ngegeplak juga bisa kan...sakit tau engga ...ntar klo aku bego gimana..tanggung jawab kamu ya..."Ucap Alez.
"Ya entar aku nikahkin kamu kalo kamu bego..."Ucap Ayu dengan nada dan rautwajah mengejek.
Dara yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu,Ia hanya geleng geleng kepala sembari tersenyum dan kembali fokus ke laptopnya.Ayu dan melihat Dara tengah mengerjakan sesuatu di laptopnya,Ia pun mendekat dan melihat Judul isi yang di buat oleh Dara.
"Skripsi ??.."
"Kamu udah ngerjain Skripsi itu Ra??...Ko sendirian Damar kan Partner kamu??? Dia kemana??"Ucap Ayu dengan berteriak.
"Ayuuu...Tolong jangan teriak dong..."Ucap Dara.
"Iya nih...cewe mulut presto.."Ucap Alez.
Mendengar Alez yang berbicara mengatainya itu,Ayu langsung menatap Alez dengan memelototi nya.
"Apaaa...?!!!"Bentak Alez yang tak kalah melotot juga.
"Cihh...Gibli..."Gumam Ayu.
"Jadi Giamana Ra??Kan Dosen nyuruhnya buat sama Se Partner.."Ucap Ayu.
"Aku engga tau Damar ada di mana sekarang...yang jelas aku gak terlalu peduli...lagian selama 3 sampai 4 harian ini dia ga ada kontak aku...terserah sekarang mau bagaimana yang jelas aku udah mulai garap Skripsi ku..."
"Buat Partner itu ternyata cuma buat Minta Acc aja ke Dosen kek laporan berkelompok...jadi aku Fine aja.."Ucap Dara.
"Ohh begitu...aku belom buat laporma sih ke Dosen minggu ini...Btw si Damar ilang kemana??..."Ucap Ayu.
"Engga tau...aku engga peduli...ga ada urusan nya sama aku"Ucap Dara dengan ketus.
"Kenapa kamu gitu??...Keknya kamu sensi banget sama Damar kamu ada masalah apa sih sama dia.."Ucap Ayu.
Alez hanya memperhatikan mereka saja,Karna memang ia tak tahu apa apa tentang Damar dan Dara ada masalah.Dara yang mendengar Ayu bertanya seperti itu,Ia pun meletakkan Laptopnya itu di meja lalu ia menghadap ke Ayu dan Memegang ke dua bahunya Ayu.
"Ayu..."Ucap Dara sembari melihat kedua mata ayu.
"Apa??..."Ucap Ayu yang juga fokus ke kedua mata Dara.
Alez yang melihat kedua itu hanya menganga saja dan,"Udah jangan sok Dramatis idup mu...Engga cocok tau engga "Ucap Alez dengan tatap aneh dan jijik.
"Udah kamu diem dulu..."
"Terkadang Manusia di ciptakan untuk mencari tahu..baik itu ilmu ,Pengetahuan mau pun itu keahlian...Kau paham??''Ucap Dara.
"Lalu??? hubungan nya??..''Ucap Ayu yang berusaha untuk mencerna ucapan Dara.
"Manusia juga di ciptakan dengan batasan...agar manusia tak terlalu dalam untuk mengetahui nya...Jadi untuk masalah ku dengan Damar kamu tak perlu tahu...itu urusan pribadi sayang..."Ucap Dara dengan menyipitkam matanya lalu menganggukkan kepalanya.
"Pribahasa apaan itu!!!..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...