
"Nih sarapan nya"
Dara menyajikan hidangan yang ia buat walau cuma nasi dan soup,Aiden menatap Soup dan kemudian menatap ke arah Dara seakan meragukan masakan Dara.
"Jangan di liatin terus keburu dingin, makan dapur gede banget giliran bahan makanan enggak ada" Ucap dara.
Aiden mulai memakan sarapan yang telah Dara buat untuknya,Mereka menikmati masakan yang di buat Dara.Masakan yang di buat Dara begitu membuat Aiden tak bisa berkomentar walau rupa masakannya itu sedikit tak menyakin kan.
"Uwahhhh enak kamu jago masak juga ternyata "Ucao Aiden sembari dirinya mengganggukan sedikit kepalanya sambil memberikan Pujian.
"Biasa aja ko,mungkin kamu aja yang kelaperan makanya enak dari sore kamu ngikutin aku terus kan...engga makan apa apa" Ucap Dara sambil memberi tahukan fakta pada Aiden.
Aiden hanya terdiam dan melanjutkan sarapannya,Sedangkan Dara selesai dengan Sarapan nya dan kembali ke kamarnya untuk mengambil baju kotonya dan memasukkannya ke dalam Paperbag.
Aiden masih di meja makan dan sibuk dengan ponsel dan Sarapannya,Dara yang keluar kamar melihat kesibukan Aiden pun keluar dan sedikit mendekat ke arah Aiden untuk perpamitan.
"Orang itu,Sarapan sambil liatin ponsel kek nya sibuk banget " Batin Dara.
"Om cabul Aku mau pulang ya,terus mau lanjut kampus ada kelas penting hari ini jadi aku pergi duluan!!"Pamit Dara sambil membuka pintu untuk keluar Apartemen.
"Baik lah,aku akan menjemput mu nanti pulang dari kuliah mu jam berapa kau selesai??" Tanya Aiden tanpa menoleh sedikit pun.
"Engga perlu jemput" Ucap Dara sembari menutup pintu apartemen Aiden.
"Lah kenapa?"Aiden menoleh ke arah pintu dan Tak melihat Dara.
"kenapa enggak mau aku jemput...ck...ck...ck...aneh baru kali ini di tolak...sakit juga..."Ucap Aiden dengan wajah keheranan dan melanjutkan untuk makan.
Saat Aiden sudah menghabiskan makanannya ia membereskan mangkuk dan piring nya dan membawanya ke westafel untuk mencucinya.
Aiden terkejut dengan keadaan Westafelnya yang di penuhi alat alat masak yang kotor, Melihat sekitar westafel nya kotor dan berantakan. Sesaat Aiden hanya bengong dan tersenyum tak percaya.
"Hah??"Mendengus seolah tak percaya.
"Dapur ku??Alat alat masak ku ??berantakan banget buat soup doang serasa mau ngerataain dapur ku"
"Dara sepertinya hanya bisa masak tapi tidak bisa membersihkan bekas nya setelah masak.."Ucap Aiden sambil mengurut pelipis matanya.
Aiden Langsung memakai celemek dan memakai sarung tangannya untuk mencuci dan membersihkan semua sisa nya.
*****
Sementara itu di tempat lain Dara sampai di rumahnya,Dara mengambil kunci rumahnya di tas dan ingin membuka kunci pintunya.Saat ingin membuka pintunya dan menutup nya kembali Dara menoleh ke belakang seolah olah seperti ada yang mengawasinya.Bude mirna sudah ada di belakang Dara dengan tatapan tajam seolah ingin Dara menjelaskan kan semua.
"Dar"Panggil bude Mirna.
"Kamcagiya,Bude ngagetin Dara tau " Teriak Dara sambil mengelus dadanya karna terkejut.
"....." Bibi Mirna Hanya diam melirik dan menaikan satu alis kanan nya.
"Iya bude,masuk dulu Dara jelasin kenapa Dara engga pulang semalam"Suruh Dara.
Bude Dara yang menunggu kejelasan dari Dara kenapa tidak pulang semalam,Ia langsung masuk dan duduk di kursi dengan melipat kedua tangannya tanpa bicara sedikit pun dan mendengus seperti macan kelaparan.
"....???..."Bude mirna mengode Dara untuk duduk dan segera menjelaskan nya.
"A-Apa...??kemana saja kamu bude nyariin kamu sampe enggak bisa tidur terus itu baju siapa yang kamu pake,Bude engga pernah liat kamu pake baju kayak gituan???"Tanya Bude sambil memalingkan wajahnya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Gimana nih masa aku nyeritain semua sih kalo aku nginep di rumah cowoMaaf bude Dara bohong..."Batin Dara sambil mengerut kan wajahnya.
"Jadi gini Bude Dara kemarin pergi ke rumah temen Dara Ayu,Terus Bude kenalkan sama Ayu sahabat dari dari dulu.Nah,Dara ngineo disana karna ada tugas tadinya eh malah ketiduran jadinya" Ucap Dara yang tentu saja ia Berbohong.
"Terus soal baju itu??" Tanya Bude Dara.
"Ini Baju Ayu bude katanya udah lama dan enggak pernah ke pake jadi di kasih in Dara,nah gitu Bude Maaf ya bude enggak ngasih kabar sama bude" Ucap Dara sambil menggoyang goyangkan tangan Bude nya.
"Yaudah...yaudah bude maafin lain kali kalo mau nginep itu lasih kabar dulu bude takut ada kenapa kenapa sama kamu lain kali kasih tau Alan ya kalo engga sempet pamit sama bude!!"Ucap Bude pada Dara.
"Iya bude sayangku muc..much..much " Jawab Dara sambil ingin mencium Sang Bude.
"udah udah lepasin bude Dara udah gede juga..masih peluk cium"Ucap Bude Dara.
Melihat keponakannya yang tersenyum ceria membuat hati bude mirna senang dan sedikit terluka.
Sisi lain ia Bahagia melihat sang keponakan selalu tersenyum ceria dan pandai dalam segala hal serta menutupi luka masa lalu nya,Dan Di sisi yang lain lagi ia merasakan luka Yang amat mendalam dan menutupi nya dengan senyuman.
Sebenarnya Bude Mirna ingin mengangkat Dara sebagai Anaknya,Namun Dara tak mau dan ingin tinggal mandiri setelah ia di tinggalkan sang ibu saat ia kelas 12 SMA tepat di hari kelulusan nya.
Hari yang takkan pernah Dara lupakan yang harusnya ia bahagia di hari kelulusan malah akan membuat luka tak membekas dan tak pernah hilang di Hidupnya. Dara melihat bude nya yang temenung dan tiba tiba meneteskan air mata,Ia mengelap air mata itu dan menangkup wajah yang Bude.
"Bude??...jangan di ingat lagi Dara udah lupain itu ko dan udah maafin Mama"Hibur Dara yang menangkup wajah sang bude dan berusaha menyakinkannya.
"Maaf ya Dar harusnya dulu Bude ikut nahan mama kamu tapi Bude enggak bisa apa apa karna Pak de kamu yang melarang"Ucap Bude sembali melepaskan tangan Dara dari wajahnya.
"Engga apa apa bude I fine...its okay Buktinya Dara sampai sekarang Baik baik aja kan Bude enggak perlu khawatir lagi sama Dara kan Ada Alan sama bude yang bantu Dara,Dara aja udah seneng ko " Ucap Dara sambil meyakinkan Budenya.
"Yaudah...Bude pulang dulu ya Dar"Ucap Bude sambil berpamitan untuk pulang.
Setelah perbincangan Dara dengan Bude yang datang untuk meminta penjelasan pada Dara kenapa ia tak pulang kemarin malam dan Dara sudah menjelaskan kenapa alasannya walau berbohong. Bude Mirna pulang kerumahnya yang tak jauh dari rumah Dara, Setelah Mengantar sang Bude ke depan Rumah ia masuk ke dalam Rumah dan kembali Duduk di Kursi ruang tamu dan termenung mengingat kejadian masa lalu yang membuat hatinya terluka.
"Haaah...Kenapa ini terjadi"
"Aku ingin melupakannya sebenernya nya tapi entah kenaoa engga bisa"Gumam Dara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk Kontar ya author bakal semangat kalau kalian komentar jangan lupa like favorit and share...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...