
"Pak pacar saya itu Dara pak...saya mau masuk ke dalam buat nemuin dia...saya pernah ko jemput dia kesini beberapa hari yang lalu.."Ucap Aiden,Sembari ia berduri di pintu pos Security itu.
Security yang tengah di sana itu ia menggeleng gelengkan kepalanya.
"Tapi mas...Yang ada itu cuma Adeknya tuan Frass dia namanya Rara..bukan Dara..lagian dia juga engga ada di rumah ini sekarang.."Beritahu Security itu.
"Tunggu??...Dia pergi....kemana nona mu itu??...Dan sejak kapan bisa beritahu saya pak??"Ucap Aiden.
"Entahlah...saya juga engga tau...karna saya bukan sopir mereka....udahlah mas..masnya pergi aja dari sini mungkin mereka bakal pulang sore...kalo nggak mau pergi ya silahkan tunggu aja kayak tadi.."Usir Security itu.
"Ck..engga deh pak mending saya pergi aja..."Ucap Aiden lalu ia pun pergi masuk ke dalam mobilnya itu,Sedangkan Security yang melihat kepergian itu ia hanya memperhatikan nya saya.
"Kenapa engga dari tadi kek...biki capek aja..ck"Ucap Security itu.
Mobil Aiden pun pergi meninggalkan tempat itu,Sedangkan dari belakang itu tampak sebuah mobil yang varu datang.Yang tak lain dan tak bukan adalah mobil milik Paman dan Bibi Dara,Security itu yang baru duduk tapi melihat mobil tuannya sudah kembali ke rumah ia pun segera bergegas membukakan gerbang.
Mobil Paman dan Bibi Data pun masuk ke halaman dan Rumah,Sedangkan Security yang menutuo gerbang itu.Ia segera bergegas membuma bagasi mobil tuannya untuk mengambilkan Kursi roda milik Bibi Arumi,Bibi Arumi pun keluar dari mobil demgan di bantu sang suami dan duduk di kursi roda.
"Makasih ya pak..."Ucap Bibi Arumi.
"Iya nyonya...Sama sama..."Ucap Security itu.
"Yaudah pak...Parkiran mobilnya ke bagasi...kami masuk ya.."Ucap Paman Arwin sembari ia menyuruh sang sopir dan berpamitan pada sang Security.
Security itu yang melihat atasannya ingin pergi masuk ke dalam rumah,Ia pun dengan gugup menahan tuannya dengan memanggil nya.
"Ttuan bisa tunggu sebentar...Saaya ingin memberikan tahu sesuatu..."
Ucap sang Security,Paman Arwin yang mendorong kurai roda istri nya itu ia pun berhenti dan membalikkan tubuhnya.
"???.."
"Ada apa??..Apa aada yang ingin kau beri tahu sekarang??"Ucap Paman Arwin dengan bertanya oada Security nya.
"Itu tuan...tadi ada yang mencari Nona Rara...Dia baru saja pergi setelah tuan dan nyonya kembali.."Ucap Security itu.
"Memangnya siapa ???.."Tanya Paman Warin pada sang Security lalu ia menoleh ke arah sang Istri.
"Tidak tahu...Dara tidak mengatakan apapun dengan temennya yang akan datang..."Ucap Bibi Afumi denganmengelengkan kepalanya.
"Ohhh begitu...memang nya Dia cowo apa cewe pak???"Tanya Paman Arwin pada Security itu.
"Anu tuan...Dia laki laki...Saya lupa menanyakan namannya..."Jawab Security itu.
"Dara nggak pernah bilang punya temen cowo mas..."Ucap Bibi Arumi.
"Sudahlah...lupakan saja...jika dia datang lagi..bilang aja Dara lagi ketemu temennya.."Ucap Paman Arwin.
"Iya tuann.."Ucap Security itu lalu ia pergi.
Setelah Security itu pergi,Paman Arwin pun masuk ke dalam rumah dengan mendorong kursi roda sang istri masuk ke dalam rumah.Sedangkan temoat yang dimana Aiden berada yaitu di dalma mobilnya itu,Raut wajahnya menjadi kesal.
"Memangnya dia pergi kemana sih...??"
"Sepenting apa itu...Apa dia bertemu dengan laki laki lain??..''
"Apa hubungannya denganku...kenapa aku peduli dia mau bertemu siapa...Eh harus peduli dong kan selama Kontrak dia masih dengan ku engga ada yang boleh deket sama Dara..."
Ucap Auden yang di dalam mobil sembari ia memukul stir mobilnya,Tetapi di jalan mobilnya terhenti karna lampu lalu lintas berubah merah.
"Apa dia marah ya...Sejak aku bentak itu...kenapa aku memikirkan hal itu...aku membentaknya hanya karna kalung itu ya.."
"kalung itu apakah sudah selesai di duplikat...Aku belum mendapat kabar tentang kalung itu...Aku ingin memperlihatkan nya pada Dara dan meminta maaf karna sudah membentaknya kemarin.."Ucap Aiden .
Di tengah tengah bergumammya itu,Terdengar suara telfon yang berdering di mobilnya.Aiden pun mengambil ponselnya itu dan melihat siapa yang tengah menelfonnya.
"Jia???...Kenaoa dia menelfon kali ini"
"Bukannya dia sudah berangkat ke sekolah tadi setelah menjemput ku...Baru 3 jam kan dia di sekolah...Apa lagi hal yang ia buat sekarang..."Ucap Aiden.
"HALOOOK...!!!"Ucap Seseorang dalam telfon itu dengan sedikit berteriak.
Aiden pun mengangkat telfon itu,Di dalam telfon itu terdengar siapa seorang pria di dalamnya dan Aiden yang mendengar nya ia sedikut mengerutkan keningnya.
"Siapa ini??...Kenapa ponsel adik saya bisa dengan anda"Ucap Aiden.
"Maaf Tuan...saya tidak tahu tetapi di pinsel ini terdapat sebuah nama kakak...Jadi saya segera menghubungi anda...Karna pemilik dari ponsel ini sedang pingsan di sebuah taman dengan memakai seragam sekolah.."Ucap Seseorang itu.
deghhh
Aiden yang mendengar itu tiba tiba ia sangat khawatir,Karna lampu merah itu yang tadinya merah sudah berubah Hijau Aiden melajukan mobilnya karna pengendara yang lain mengklaksoni nya.
Di tengah tengah ia menyerti Wajah Aiden itu sangat di oenubi dengan rasa khawatir lalu ia oun bertanya dengan keberadaan Jia.
"Haloo....Di taman mana??..Saya akan segera datang ."Ucal Aiden.
"Saya sudah membawanya kerumah sakit tuan...Permata indah...Tuan datang kemari saya akan mengirimkan lokasinya..."Ucao Seseorang itu.
Aiden mematikan panggulan telfon itu lalu ia pun segera membanting setirnya untuk berbalik arah,Aiden langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanoa memikurkan apapun sekarang kecuali adiknya Jia di dalam pikiran nya.
"Kamu kenapa Jia...Kamu membuatku Khawatir kali ini..."Batin Aiden.
***
Temoat berpindah oada Dara yang tengah di dalam taksi yang ia pedan tadi,Ia melihat lokasi yang di kirimkan oleh Ryan tadi.Ia membuka riwayat pesan yang daru semalam ia tak membukanya,Dara begitu kaget meluhat sebuah Panggilan dan Chat Soam dari Aiden.
"Whaaatt???.."
"Chat Spam dan 30 panggilan dari Aiden???....Nih anak Gila atau apa sih..."
"Kenapa dia ngirim pesan segini banyaknya sih...Ada perlu aoa dia sampe segini sampe nge spam..."Ucap Dara dengan nada pelan.
Dara melihat pesan dari Aiden itu bergitu tercengang,Ia pun melihat isi pesan segetu banyaknya dan riwayat jam berapa Aiden mengirim inya pesan dan menelfonnya.Di tengah sibuknya itu Taksi yang ia tumpangi itu berhenti,Dan sang sopir memberitahu Dara.
"Non Udah Sampe di Rs..."Ucap Sopir itu.
Dara yang mendengar itu ia melihat ke sisi kanan kiri nya melihat tempat itu,Dara pun menjawab dan mengambil pesannnya.
"Ohh??.."
"Udah sampe ya pak...sebentar ya pak...bayarnya di aolimasi ya pak...sudah saya kirim tadi..terima kasih ya.."Ucao Dara lalu ia pun keluar dari Mobil taksi itu.
"Iya Non...makasih juga ya udah Order..."Ucap Sang sopir Driver itu.
*Dara berjalan keluar dari mobil taksi itu,Dan taksi online itu pergi meninggalkan Dara.Dara melihat kiri kanan rumah sakit yang tengah ia liat itu.
"Waahhh...Rumah sakitnya lumayan bagus juga...kira kira BPJS berlaku engga ya..."Gumam Dara sembari ia melihat seluruh interior rumah sakit dari depan*.
"Ruangan Damar ada dimana ini???...Tanya ke resepsionis aja kali ya..."Ucap Dara.
Dara pun pergi dari temoatnya itu dan pergi memasukin Area dalam rumah sakit,Dara agak terkagut melihat isi rumah sakit yang lumayan luas.Dara pun melihat ke arah meja resepsionis dan menghampirinya.
"Permisi Sus..."Panggil Dara.
Perawat yang ada disana pun ia menghadap ke arah Dara yang memanggilnya.
"Iya kak???..Apakah ada perlu yang bisa saya bantu??.."Ucap Suter itu.
"Ohhh anu mbak....untuk Ruangan Damar Karyara dimana ya...bisa tolong beri tahu dia di ruangan mana ya.."Ucap Dara.
Suster itu yang tahu siapa nama yang di sebutkan oleh Dara,Tanpa mencari datanya Suster itu langsung menyebutkan nomor ruangan dan letaknya.
"Ohh..tuan muda...Nanti Nona naik aja ke lantai 3 dan masuk ke ruangan Vip nomor 333....di situ ruangan Guan Damar.."Ucap Suster itu.
"Tuan???...Oh aku lupa dia tuan muda besar ya..."Gumam Dara.
"Ohh...Makaskh ya sus..saya pergi duku kalau begitu..."Pamit Dara.
"Iya Nona..."Ucap Suster itu.
Dara pun pergi ke arah Lift yang ada di RS itu,Dara masuk ke dalam lift dan menekan tombol lantai 3.Tak butuh waktu yang lama baginya naik ke lantai 3,Dara keluar dan mencari dimana ruangan tempat Damar berada,Sehingga ia sampai di sebuah pintu yang menunjukkan angka yang di sebutkan oleh Suster tadi.
"Jadi ini pintunya???.."
"Kenapa berbeda dengan pintu lain lain??...Ini tampak lebih beda dari yang lain.."Gumam Dara.
Pintu itu ada berada tepat lorong paling ujung dan pintunya berbeda dari yang lainnya,Dara pun mendekati dan mengangkat lengannya untuk mengetuk pintu.
*Tok tok tok tok
"Kemana dia...kenapa tidak ada yang membukanya..."Batin Dara sambik ia melihat pinth itu dadi atas ke bawah.
Dara mengetuk pintu itu beberapa kali,Hingga ada saatnya Pintu itu terbuka.Dara yang melihat pintu itu terbuka dan terlihat Damar yang tengah berdiri membukakan pintu itu,Dirinya sedikit tersenyum lalu sedangkan Damar ia sedikit terkejut dengan kedatangan Dara.
"Dara???.."
"Ngapain lo ada disini???...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...