FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 41



Waktu berganti pada malam hari,Aiden melihat adiknya Jingga yang masih di Apartemen yang tengah menikmati makanan di kedua tangannya dan sedang menonton TV di depannya.Aiden yang melihat Jingga adiknya sangat menikmati dan bersantai di rumahnya menunjukkan ekspresi kikuk,Aiden yang tengah duduk di kursi dapur ia pun melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan waktu hampir tengah malam.Aiden pun langsung berdiri dari tempatnya duduk itu dan pergi mendekat ke arah Jingga dan duduk di sebelah,Jingga yang tengah fokus melihat Tv ia melihat ke samping nya yang sudah ada Kakak mya itu.


"Kenapa??


"Ngertinnya kayak gutu??..Kakak mau cemilan ini kah??"Ucap Jingga sembari menyondorkan cemilannya.


"Engga kamu makan aja sendiri..."


"Ini Udah malam Jia kapan kamu pulang...Oma pasti nyariin kamu loh...Dan kakak engga akan bantyin kamu kalo kena MARAH.."Ucap Aiden sembari menekan kata kata marah dan mendekatkan wajahnya pada Jia.


Jia memperhatikan wajah kakaknya yang mendengar itu lalu ia sedikit memundurkan wajah dan kepala Aiden dengan tangannya.


"ENGGA MUNGKIN..."


"Engga...Oma engga akan marah...Dan lagian di luar juga masih hujan Jia udah nyuruh pak Robi buat ngasih tau oma kalo Jia ngineo ke Apartemen nya kakak"Ucap Jia sembari ia memakan makanan yang ia makan itu dengan santai.


Aiden yang mendengar Jia mengatakan hal itu ia hanya pasrah dan sedikit menghela nafasnya.


"Terserah..lagian udah terlanjur juga...kamu masuk sini...Besok pagi kakak anterin kamu pulang kamu ada ujian kan.."Ucap Aiden sembari ia berdiri dari duduknya yang tadi di samping Jia.


"Jia akan tinggal disini sama kakak...entah kakak mau atau engga..Jia mau tinggal disini bareng kakak.."Ucap Jia


Aiden yang akan pergi ke kamar itu tiba tiba ia berhenti dan melihat ke arah Jia saat mendengar apa yang di katakan oleh Jia,Jia perlahan menunduk dan meremas tangannya yang ia masukan ke dalam bungkus snakck di tangannya.


"Kenapa??...Engga bisa gitu dong"


"Memangnya kenapa kamu ingin tinggal sama Kakak...Jika kamu tinggal sama kakak bisa bisa Oma nyekik Kakak kamu tau engga...Kamu ada ada saja..lagian kamu masih sekolah...mati dua kali kakak di tangan Oma kamu mau??"Ucap Aiden yang kembali duduk di samping Jia Sembari merentangkan tangannya setinggi bahu.


"Karna aku udah muak sama Oma yang selalu bohong sama Jia...Jia capek di rumah itu banyak aturannya...jadi Jia pengen tinggal bareng kakak..."Ucap Jia yang berusaha menampilkan senyuman di wajahnya.


"Engga engga boleh...kamu tinggal sama Oma hanya kakak izinkan kamu tinggal semalam disini dan intinya kamu besok pagi kakak anterin pulang kerumah Oma ...tidak ada penolakan yang kakak terima oke...Apa pun Alasannya..."Ucap Aiden dengan nada yang semakin naik tetapi tidak terlalu tinggi.


Aiden berdiri dari duduknya dan pergi menuju ke pintu kamarnya meninggalkan Jia,Jia diam sejenak dan menahan air matanya lalu ia mengataka perkataan yang membuat Aiden berhenti melangkah dan terhenti di ambang pintu tu kamarnya.


"Kenapa harus Jia ??.."


"Bukannya kakak juga sama saja kan..."Ucap Jia dengan menunduk.


"Maksudmu??..."


Ucao Aiden yang ada di ambang pintu lalu ia berbalik melihat ke arah Jia yang tengah duduk di sofa dengan posisi menundukkan kepalanya,Jia yang tengah menunduk itu matanya terasa perih hingga berkaca kaca dan satu tetes air mata jatuh.


"Kakak ninggalin paman sendiri kan di Aussin..."


"Kakak ninggalin paman di sana sendiri dan pernah bilang kalo katanya kakak tinggal sama Oma tapi buktinya sekarang kakak tinggal di Apartemen ini...dan ninggalin Oma sendirian sama Jia...Hiks"Ucap Jia yang menhan suara tangusannya agar tidak keluar,Namun apa boleh buat Satu suara lolos dari mulutnya lalu Jiapun segera menutup mulutnya.


*Deghhhhh


"Apa yang dia katakan??..Dia tau itu??dan dia menangis kenapa??..."Ucao Aiden dalam batinya*.


Aiden yang melihat Jia berjalan mendekat saat mendengar suara Jia yang menahan tangisannya,Aiden perlahan menyingkap rambut Jia ke samping.


"Kamu menangis??..."


"Sini cerita ke kakak...jangan Nangis...maafin kakak ya udah teriak ke kamu tadi....sudah jangan menangis..."Ucap Aiden sembari ia mengusap air mata Jia.


"Bukan apa apa...bukan hal yang penting juga..Hiks..."Ucap Jia dengan dia yang menggelang gelengkan kepalanya sembari sesegukan.


"Berhentilah menangis...kakak tidak mau melihat adik kakak menangis seperti ini..kakak engga suka..Kemari peluk kakak.."Ucap Aiden sembari ia mengusap air mata yang jatuh dan mengelus rambut Jia.


Jia yang melihat kelembutan kakaknya terhadaonya yang di hari biasa selalu menjahilnya ia terharu melihat kakaknya begitu peduli dengan durunya saat ini,Jia langsung memeluk Aiden dan langsung menangis dengan deras di sana.Begitu juga Aiden dengan tenang memeluk adik nya yang tengah menangis di pelukan nya berusaha untuk menenangkannya,Kedua kakak beradik itu saling melengkapi dan menolong walau mereka tak saudara kandung dan hanya sebatas sepupu tertapi mereka sangat dekat.


Tempat berpindah pada Damar yang saat ini ia tengah berjalan pincang masuk ke dalam rumahnya,Damar membuka pintu rumahnya dan saat itu.


Plakkkkkk


"Darimana saja kamu!!...."


"Kenapa kamu baru pulang sekarang..!!Jam berapa ini mau jadi apa kamu berandalan ya??..."


"..."


Saat itu Ayah Damar yang membuka pintu rumah itu dan saat melihat Damar baru kembali pulang malam malam ia kembali menampar Damar,Damar hanya diam dan tak berkutik menerima tamparan itu dan tak mengatakan apa pun saat ayahnya mengoceh dan memakinya.Damar dengan bersikap tuli ia berjalan dengan pincang dan pergi melewati sang ayah,Ayah damar yang merasa dia tak di dengarkan ketika ia berbicara dan di abaikan Damar tentu saja ia semakin membuat ayahnya semakin marah.


"Damar...dimana sopan santun..!!!"


"PAPA BICARA DENGAN MU APA PUKULAN DARI AYAH TAK CUKUP TADI UNTUK MEMBUAT MU JERA??!!!!"..."Teriak Ayah Damar semakin keras.


"......,.."


Damar terus melangkahkan kakinya yang berjalan pincang karna sakit menuju ke arah tangga,Sang ayah yang tidak tahan lagi karna ia di abaikan dan tak di dengarkan oleh Damar ia mengambil sebuah tongkat Golf yang ada di belakamg pintu dan mengarahkan ke arah Damar.


"Dasar anak tak tahu diri!!!..."Ucap Ayah Damar sembari ia mengarah kan tongkat Gofl.


Brakkkkkkk


"Arghhhhh...."


"APA YANG KAU LAKUKAN!!!..HENTIKAN APA KAU INGIN MEMBUNUH ANAKKU??!!!"Teriak seseorang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...