
Frass yang mendengar perkataan dari Restika itu ia memlih diam dan melanjutkan makannya,Frass yang memang sedang senang di mabuk cinta karna ia akan bertungan dengan seseorang yang ia sukai itu.Frass sedikit jahit dengan menggoda Restika dengan berusaha menggenggam tangannya,Restika dan merasa risih dengan sikao Frass itu ia berusaha melepaskan tangannya dari Frass.Sehingga membuat Ibu Reatika yang melihatnya seperti ada yang aneh akan putri nya lalu ia bertanya.
"Ada apa denganmu??...Kenaoa kau makan dengan tangan Kiri??Bukannya bukan kidal ya??"Ucap Ibu Restika.
Restika yang mendengar ibunya berbicara seperti itu,Ia sedikit terkejut dan meletakkan sendoknya.Sedangkan Frass ia langsung melepaskan tangannya yang tadi menggenggam erat tangan Restika.
"Emgga apa apa Ma...Cuma tangan restika kesemutan aja..karna abis di pegang monyet tadi .."Ucap Restika.
"Jadi kau mengataiku monyet.."Batin Frass,Sembari ia menatap Restika.
"Rasakan itu...kau memang mirip sekali dengan monyet..."Batin Restika,Dengan perasan yang senang akan kemenangan nya.
Ibu Restika yang mendengar apa yang di katakan putrinya itu ia merasa Aneh,Lalu ia meletakkan sendok yang ia pegang.
"Kapan kamu bertemu monyet??..Bukannya kamu sore tadi sampai sekarang terus bersama kuta??.."Tanya Ibu Restika.
"Ya kali Restika ketemu monyet bilang mama..."Lontar Restika.
Restika dan ibunya pun melanjutkan malam malamnya bersama dengan keluarga Frass,Malam malam bersama itu penuh demgan berbincangan dan candaan bersama.Begitu juga dengan Dara yang ikut serta,Memperhatikan keluarganya yang saat ini dengannya menjadi sangat bahagia.
"Andai saja Ayah ibu ada disini pasti kebahagian Dara pasti bertambah..."
"Sudah lama Dara tak mengunjungi makam Ayah...Dara rindu dengan Ayah...besok Dara akan mengunjungi ayah.."Ucap Dara dalam batinnya dan perlahan ia menundukkan Kepalanya.
Alan yang sesekali memperhatikan Dara itu ia tahu akan perasaan kakanya,Lalu ia menepuk oundak Dara dan membuat Dara menoleh ke arahnya.
"Kakak kenapa???...Kakak kangen sama Ayah kakak ya??"Ucap Alan dengan berbisik karna ia tak mau merusak suasana bahagia disana.
Dara pun tersenyum lalu ia menjawabnya,"Iya...Kakak merindukan Ayah...Kau masih kecil kenapa peka sekali..kau adikku yang manis.."Ucap Dara sambil ia tersenyum membalas perkataan Alan.
"Kan Alan sayang kakak...Jadi Alan tau apa yang kakak rasakan...Tapi kakak kenapa engga ngasih tau Alan kalo pindah kesini kemarin??..Alan kangen tau sama kakak."Ucap Alan dengan berbisik oada Dara.
"Maaf kan kakak...kakak lupa menghubungi ku ya...Sekali lagi kakak minta maaf..kamu kan tahu Kak Frass itu kelyarga yang paling dekat dengan Ayah kakak...jadi kakak ikut sama dia..karna Ayah kakak pernah bilang harus tetap bersama kakak Frass jika ayah kakak tidak ada begitu.."Jelas Frass.
"Jadi kak Frass kakak nya Kakak...Pantas saja setelah itu kakak melupakan Alan ternyata karna dia..."Ucap Alan.
Alan menvucapkan kata itu dengan sedimit cemberut,Sedangkan Dara yang melihatnya ia tersenyum dan sedikit gemas.
"Kenapa kau sudah besar tetap menggemaskan seperti ini..."
"Kau tak pernah kakak lupakan...Alan kan adik kakak yang gemas kenapa kakak harus melupakan Alan...kenapa kau mengatakan hal tadi?? Kau cemburu ya.."Ucap Dara dengan nada menggoda Alan.
"Hanya adik...iya..jangan berlebih Alan...jangan sampai kamu membuat kakak jijik padamu.."Batin Alan.
"Engga ngapain juga....cemburu sama sodara sendiri...sudah jangan menggoda Alan.."Tepik Alan dengan wajah kesal yang aslinya ia berakting.
"Yasudah....jangan menyesal ya.."Goda Dara.
"Engga akan.."Tolak Alan dengan sombongnya.
Dara yang mendengar itu ia hanya senyum melihat kelakukan adiknya lalau ia mel ajutkan makannya itu,Hingga waktu berlalu dan malam cukup larut.Kedua keluarga itu pun selesai demgan acara mereka lalu mereka berpamitan untuk pulang dan mereka pergi,Lalu di susul dengan Paman dan Bibi Mirna yang berpamitan pulang.
"Bu arumi...pak Arwin...terimakasih atas undangannya..kami juga ikut pulang ya ini sudah hampur larut.. dan rumah kami juga agak jauh dari sini.."Pamit Ayah Alan pada Kedua orang tua Frass.
"Kalian tak menginap saja disini??...Disi i masih ada kamar kosong.."Ucap Bibi Arumi.
Dara yang mendengar itu pun ia maju di samping Bibi Arumi dan menjawabnya.
"Ia bi...Kenapa Bibi aengga nginap aja..bibi tidur bareng Dara.."Sahut Dara.
"Anu...Tidak perlu kami akan pulang saja..kami tida enak dengan kalian...Lagi pula besok pamanmu ada pekerjaan dan masuk pagi..jadi bibi tidak bisa menginap lain kali saja ya"Ucap Bibi Mirna.
"Ohh begitu baiklah..."Kecewa Dara.
"Jadi kami pergi dulu ya pak bu.."Pamit Ayah Alan.
Keluarga Bibi Mirna pun pergi dari rumah keluarga Frass,Kini semua orang telah pergi dan hanya ada paman dan bibinya saja disana.Dara yang sudah merasa tak nyaman memakai gaun itu ia pun berpamitan pada bibinya dan pergi.
"Bi...Dara pergi dulu ya ke kamar..Dara mau ganti baju..pakaian ini sangat berat dan engga nyaman..."Pamit dara.
"Oh iya...jika sudah kamu tidur ya...jangan telalu larut tidurnya..."Ucap Bibi Arumi.
"Iya Bi Dara pergi dulu ya kalau begitu..Selamat malam"Ucap Dara.
Dara pun pergi meninggalkan Bibi Arumi,Lalu ia pergi kamarnya.
***
Tempat berpindah pada Restika yang tengah satuobil bersama sang Ayah,Ia berbeda mobil dengan kakak sekaligus ibunya.Di mobil itu tampak keheningan tanpa ada komunikasi diantaranya,Ayah Restika yang tadinya di rumah Frass dan di mobil berbeda sekali sifatnya dan bertolak belakang menjadi sangat dingin.
"Aaah..."Ucap Restika dengan nada kikuk.
"Kenapa??..Ada hal yang ingin kau katakan??"Sahut Ayah Restika dengan Dingin.
"Sikapnya masih saja dingin..."Batin Restika.
Restika begitu dalma menatap sang ayah,Tetapi sedikitpun ayahnya melihat nya dan memilih untuk melihat ke luar jendela mobil.Restika memilih untuk mengurungkan niatnya,Dan ia memilih diam dan melihat ke arah luar jendela mobilnya lalu saat itu juga Ayah Restika menoleh ke arah Restika.
"Kenapa kau hanya diam saja??..Ayah bilang apa ada hal yang ingin kau bicarakan...kenapa Frass memilih untuk mengundur pernikahan kalian.."Ucap Ayah Restika sembari ia melihat lurus ke depan.
Mendengar itu Reatika sedikit tertegun,Jantung nya menjadi berdetak kencangdan tangannya sedikut gemetar tetapi ia berushaa tetap tenang.
"Tidak ayah...Restika tidak bicara apapun dengan Frass.."Resah Restika dengan nada sedikit gemetar.
"Kau berbohong pada ayah.."Ucap Ayah Reatika.
*Dghhhhhh
"Apa yang ayah ketahui??..."Batin Restika.
"Jangan menebak nebak ayah tau darimana..Ayah bisa membaca situasinya...Frass bukan lah orang yang suka mengundur sesuatu...apalagi sesuatu yang ibunya minta.."Ungkap Ayah Restika.
Mendengar hal itu Restika hanya menunduk diam saja tanpa menjawabnya,Melihat Rsstika yang menunduk itu membuat Ayah Restika semakin berapi api.Lalu,Ia pun mengangkat tangannya dan menjambak rambut Restika kebelakang.
"Aayahh..Sakit...Lepaskan....Ini sakit...Rstika minta maaf .."Ucap Rsstika sambil memohon,Dan ia memegang tangan ayahnya yang mencengkram Rambutnya.
"Katakan pada ayah...apa saja yang kau katakan pada Frass...apa kau mengatakan hubungan mu juga dengan kekasih mu itu??"Ucap Ayah Restika dengan nada Geram menahan amarahnya.
Restikahanya mebggeleng gelengkan kepalanya,Karna ia takut untuk menjawabnya.Melihat putrinya yang fak kunjung menjawabnya itu,Ayah Frass semalin menarik rambut Restika ke belakang yang membuat Restika melirih kesakitan.
"Ayah lepaskan...Beneran Rsstika tak mengatakan apapun...kenaoa ayah tak percaya pada Reatika.."Jerit Restika.
Sang Sopir yang tengah melajukan kobilnya itu Ia tak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa mendengar suara jeritan kesakitan Yang di keluarkan oleh Restika.
"Katakan!!!...Jika kau semakin berbohong...Ayah akan semakin tak percaya denganmu...kau pernah berbohong dan menghiati janji mu pada ayah kan...jadi kenapa ayah harus mempercayaimu..!!"Bentak Ayah Restika.
"Beneran ayah...Restika tak berbicara apapun pada Frass...kami hanya mengobrol biasa.."kekeh Reatika,Yang ia memilih untuk dima dan berbohong.
Mendengar apa yang di katakan sang anaknya itu,Membuat Ayah Restika sedikit geram lalu ia melepaskan jambakannya itu dengan sedikit memberi sedikit dorongan.Karna dorongan pun Otomatis membuat kepala Restika terpentuk pintu mobil.
Dengan rintihan dan suara isakan itu,Rstika mencoba untuk tak menangis tetapi apa boleh buat Airmatanya keluar dan tak bisa ia bendung.
"Peringatan untukmu.."
"Jangan melakukan apa apun yang membuat Tuan Frass mengakhiri pertunangan atau pernikahan kalian..."
"Ayah takkan pernah menyetujui hubungan kalian..."
"Jika sampai dia melakukan itu dan ayah menemukan kau melanjutkan hubungan mu dengan kekasih sesama jenis mu itu...aku akan membunuh kalian berdua...Bahkan jika kau putri kandungku sendiri ...aku rela membunuhmu daripada mendukung mu melakukan dosa itu "Tekan ayah Restika dengan menunjuk putrinya itu yang tengah menangis.
Di tengah tangisan Rstika igi,Sang sopirpun berhenti di sebuah rumah lalu ia memberitahu Tuan nya itu.
"Tuan kita sampai ke rumah..."Ucap Sopir itu.
"Hmmm..."
Ayah Rsstika itu hanya berdehem lalu ia keluar,dari mobilnya dan segera masuk ke dalam rumah.Restika masik di dalam mobil berusaha u tuk menghentikan tangisannya lalu ia keluar,Saat ia keluar itu secara bersamaan ibunya dan kakaknya juga keluar dari mobil di belakangnya.Ibu Restika yang melihat kondisi sang putri begutu berantakan membuatnyaterkejut dan langsung menghampiri nya.
"RESTIKA...!!!"Terika ibu Restika dan kakaknya dan i gin menghampirnya.
"Jangan bantu dia...biarkan saja...kalian berdua masuk kedalam rumah...Dan bawa Lenka masuk"Teriak Ayah Restika dari pintu rumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...