FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 22



"Nyonya...???"Panggil Pak Robi.


"Lakukan saja...Saya tidak akan takut...Saya wanita kuat saya bisa melakukan apapun walau aku sendiri....Dan Jalani saya apa yang ku inginkan...aku hanya ingin kamu bersumpah akan satu hal..."Ucap nyonya Ana.


Pak Robi hanya diam beberapa saat dan mencoba memikirkan beberapa hal karna ini menyangkut sumpah dan beberapa kali ia melihat Jia kecil yang ada di gendongan itu,Pak Robi masih berfikir tentang pilihan itu hingga beberapa saat akhirnya ia memberikan sebuah jawaban.


"Baiklah Nyonya...Saya bersumpah demi nona Jia saya akan menutup mulut..."Ucap Pak robi dengan nada yang semakin lirih.


Kembali ke masa sekarang di wajah pak Robi terlihat sangat jelas bahwa ia merasa telah membohongi Nona kecilnya yang ia anggap seperti anak itu,Di sisi lain ia telah ingin Nona nya itu bahagia dan di sisi lain ia tidak ingin Nona nya itu merasa sedih karna sumpahnya itu.


"Maaf Nona Jia...saya tidak bisa memberitahu Nona yang berhubungan dengan Papa nona Jia...Jika nona nanti kecewa saat sudah tau tolong jangan benci Bapak ya..."Ucap Pak Robi dalam Batinnya.


Pak Robi sedikit menghela nafasnya lalu ia beranjak pergi dari tempatnya itu,Tempat saat ini berpindah kepada Aiden yang baru sampai di gedung Apartemen nya.Aiden memarkirkan mobilnya di parkiran dan ia segera turun dari mobil lalu ia berlari sampai ia masuk ke dalam lift,Di dalam Lift itu Aiden hanya sendiri ia melihat sisi kanan kiri nya yang hanya ada kaca besar disana.Aiden mengahadap ke sisi kanan kaca lift,Sesekali ia mengusap kasar wajahnya hingga ke belakang.


"Tenang Aiden...Kalung itu ada di Apartemen tetap lah optimis...ayo ingat ingat Aiden dimana kamu meletakkan kalung itu..."Ucap Aiden yang berusaha meyakinkan dirinya bahwa kalung itu tidak akan hilang dan dia hanya lupa menaruhnya dimana.


Aiden terus saja berbicara pada dirinya sendiri sembari menggigit kuku jempol karna ia takut jika kalung itu hilang,Aiden juga tidak tahu dan tidak mengerti apa yang ia rasakan kenapa dirinya merasa akan sangat takut jika kalung itu hilang.Sekian detik akhir lift berhenti di lantai tempat apartemen Aiden berada,Ia langsung keluar dari lif dan langsung berlari menuju ke rumah nya.Saat ia hampir dekat dengan rumahnya itu namoak seorang wanuta sedang menunggu di luar pintu dan dengan posisi mengetuk ketuk pintu,Aiden yang tadinya berlari sejenak menjadi berjalan dengan santai melihat seorang wanita itu ialah Dara ia langsung menyapanya.


"Kamu kesini??...."Ucap Aiden dengan nada tenang walau dirinya ia terengah engah dan lelah karna ia berlari tadi.


"Oh kamu disini??..Kukira kamu ada di dalam rumah tadi loh...pantasan orang dari tadi aku mengetuk pintunya engga ada yang ngebukain..."Ucap Dara sambil menunjuk ke arah Pintu.


"Aaku...keluar cari makan...Iiya aku cari makan makanya pintunya engga ada yang ngebukain..."Ucap Aiden dengan terbata bata.


"Ohhh...cari makan...padahal aku bawain bahan makanan loh kesini tuh...niat nya mau masak disini makan bareng kamu...kamu nya udah makan ternyata..."Ucap Dara dengan menunjukkan tangan ke arah sebuah Tas Belanjaan bahan makanan yang di letakkan di Lantai.


"Kkamu belanja bahan makanan sebanyak itu???.."Ucap Aiden karna iya terkejut dengan belanjaan bahan makanan yang di bawa Dara.


"Iya...Kenapa???..Ada yang salah???...Bawa masuk gih capek tau nunggu in kamu dari tadi di luar...."Pinta Dara pada Aiden.


"Iya iya...kamu masuk dulu Nih kunci nya..."Ucap Aiden sembari memberikan Kunci pada Dara.


Dara mengambil kunci dari tangan Aiden dan bergegas membuka pintu rumah Aiden dan segera pergi ke dapur,Sedangkan Aiden mengangkat 2 tas belanjaan tadi yang di bawa Dara tadi masuk ke dalam rumah.Aiden membawa bahan bahan itu menuju dapur dan meletakkannya di atas meja,Di dapur Dara sudah memakai celemek dan mulai mengeluarkan satu per satu bahan bahan yang ia beli tadi dan segera mencucinya dan memasukkannya beberapa bahan masakan ke dalam kulkas.Aiden hanya duduk memperhatikan kesibukan Dara itu sembari memakan apel yang dara bawa tadi,hingga pada akhirnya ia teringat pada kalung itu dan raut wajahnya mulai berubah.


"Bukannya aku kesini mau nyati kalung itu ya...kenapa malah santai santai disini...aku cari sekarang apa pas Dara udah pergi ya baru ku cari ...takutnya dia Curiga nanti...ck.."Batin Aiden dalam hatinya.


Dara yang dari tadi sibuk dengan barang yang ia bawa hingga ia merasa ada sesuatu yang kurang,Dara pun menoleh ke belakang dan ia menemukan Aiden sedang melamun dengan apel di tangannya.


"Tumben nih anak diem...apa karna aku lupa kemaren ya bilang jemput akunya ga dateng datang makanya dia diemin aku sekarang...??"


Dara memanggil manggil nama Aiden beberapa kali tapi Aiden sama sekali tidak merespon hal itu membuat Dara merasa ada yang aneh dalam diri Aiden yang melamun itu dan tak menanggapi panggilannya,Dara pun mengampiri Aiden dan menepuk bahu Aiden yang hal itu sontak membuat Aiden terkejut seketika.


"Huaaaa.a..aaha.a.a.....Kenapa Daraaa..??"Teriak Aiden karna ia terkejut.


"Kamu kenapa??...di panggil terus engga da respon ada masalah kah??..."Tanya Dara pada Aiden.


"Masa sih?Mmasalah..??..Eenggak ada cuma lagi pengen ngelamun aja sih...kamu tuh yang ada masalah selalu ngagetin orang aja.."Ucap Aiden dengan nada mengejek.


Dara yang merasa dirinya tidaklah pernah melakukan hal itu ia pun kaget dan menaruh tangannya di pinggang.


"Whatt??kok aku lagi sih???...eh yang ngelamun itu kamu dan yang bantu nyadarin kamu dari lamunan itu aku ya gimana sih..."Teriak Dara dengan kesal.


"Udah Jangan teriak teriak...telinga gue sakit tau engga..."Ucap Aiden yang berjalan pindah ke sofa dekat TV.


"Nyeyeyeyyeye...edeh jengen tereak tereak beresek....ck...nyesel aku nyadarin kamu yang ngelamun...."Ucap dengan dengan nada menye menye.


Dara pergi dan kembali melakukan hal ia kerjakan tadi hingga semuanya selesai,Dara pun melepaskan celemek dan merapikan serta membersihkna dapur yang sedikut kotor itu.Setelah melakukan semua pekerjaan itu Dara melihat jam dan bergegas pergi ,Saat ingin pergi Dara melihat ke arah ruang tamu dan ia melihat Aiden yang tertidur di sofa itu.


"Dia udah kebiasaan apa udah jadi rutinitas sih??gampang banget tidurnya kayaknya...ck..ck...ck"Ucap Dara seolah tak percaya bahawa Aiden bisa tidur nyenyak dalam hitungan menit.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka ...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...