FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 70



Ibu Restika dan kakaknya itu hanya diam dan mengurungkan niatnya saat mendengar teriakan itu,Mereka berdua pergi melewati Restika yang tengah bersimpuh di tanah itu demgan menahan tangisan nya.


Restika hanya terfiam saya saat itu,Lalu ia pun perlahan berdiri tempatnya jatuh itu.Perlahan ia mengangkat kakinya untuk melangkah pergi dari.


"Aku yang salah disini..."


"Tapi krnapa ayah masih bersikap seperti ini...Apa begitu menjijikkan menurutnya...padahal.."


"Jadi aku harus berusaha menerimanya...aku juga berusaha berubah...tapi kenapa sulit sekali menerima diriku yang apa adanya ini...Padahal aku sudah menuruti kemauan nya dan meninggalkan kehidupanku "Rintih Restika sembari ia berjalan memasuki rumahnya itu.


***


Berpindah di rumah keluarga Frass,Yang kini nampak Dara sudah membersihkan dirinya dan berganti baju.Ia berdiri di depan cermin melihat dirinya,Raut wajah pucat sedang ada di depan cermin itu hingga membuat Dara terheran.


"Kenapa aku begitu pucat???..."


"Apa aku sakit??..."


Ucap Dara sambil ia memegang dahinya,Dan mengukur suhu tubuhnya.


"Aku engga panas ko..tapi kenapa Pucat sekarang??..Apa aku anemia ya"


"Mungkin Anemia iya..."


Dara terus mengira ngira apa yang sedang alami sekarang ini,Danmulai sedikit meyakinkan dirinya.Di meja ia mulai membersihkan sisa sisa make up yang ia gunakan tadi,Hingga ada sesuatu yang keluar dari hidung nya itu.


"Apa ini..??Sejak kapan itu ada disana??"Ucap Dara.


Dara mengambil sebuah kapas dan tidur,Lalu ia mengelap sesuatu yang keluar drai Hidungnya itu.Saat ia melihat sesuatu yang keluar itu berwarna merah di tisunya.


"Mimisan??.."


Dara kembali mengelap darah mimisan yang keluar dari hidung nya,Karna bukannya semakin sedikit darah yang keluar itu.Malah semakin banyak hingga Dara pun berlari kembali masuk ke dalam kamar mandi.


Beralih ke Frass yang masih berkumpul bersama dengan keluarga di ruang tamu,Frass tampak menikmati acara tadi dan terus memikirnya.Ibu Frass yang tengah membantu pelayan,Ia melirik Frass yang tengah duduk di sofa sedang memikirkan sesuatu.Ibu Frass pun tersenyum geli,Lalu ia pun menghampiri sang putra itu.


"Frass...apa yang kau lakukan...Kau sedang memikirkan apa hmm"Ucap Ibu Frass sambil menepuk lengan Frass.


Frass yang tengah memimirkan hal yang bertentangan dengan Restika itu,Dengan mendengar panggilan ibunya membuat sedikit salah tingkah.


"Ah mama...ngagetin aja.."Ucap Frass sambil menggaruk tengkuknya yabg tak gatal itu.


"Ngagetin gimana??..Orang mama udah manggil kamu dari tadi kamunya engga nyaut nyaut ih..."Ucap ibu frass.


"Itu...."Gugup Frass.


Di tengah tengah gugupnya itu,Ayah Frass yang keluar dari kamarnya itu yang mendengar percakapan diantara kedua ia pun menjawab.


"Ya apa lagi Ma...Tentu saja dia memikin kan Restika kan..Siapa lagi memang...Hahaha.."Sahut Ayah Frass dengan nada sedikit menggoda Frass.


"eh Mas Arwin...kamu belum tidur ya...Istirahat aja sana kamu juga baru sampe sini kan dan langsung ikut acara tadi pasti kamu calek kan"Jawab Ibu Frass yang melihat suaminya datang.


"Engga...tapi di pesawat Papa engga terlalu capek karna tidur aja..."Ucap Ayah frass sambil ia duduk di samping Frass.


Frass yang agak risi dengan ayahnya yang duduk di sampingnya itu,Ia sedikit bergeser dan ayahnya yang melihat hal itu pun sedikit terheran heran.


"Kamu kenapa geser???."Tanya ayah Frass.


"Lagian Papa juga kenapa duduk di sebelah Frass??Disana kan masih akan sofa dan kursi yang kosong..."Ucap Frass sembari ia menunjuk sofa sofa yang kosong di depannya.


"Ya kenapa??Papa kan papa kamu..Papa ingin duduk di dekat kamu salah kah.."Ucap Frass.


"Engga salah...Ngomong aja kalo Papa pengen di deket mama kan.."Ucap Frass.


Ayah Frass yang mendengar apa yang di katakan anaknya itu,Ia hanya tersenyum.


"Udah tau begitu...Awas ayah ingin duduk berdua dengan mama mu...Sudah lama aku tak berdua dengan mama mu.."Usir ayah Frass.


Frass yang mendengar itu ia merasa tak terima dan kekeh tak ingin berpindah tempat dari temoatnya duduk itu.


"Kenapa harus Frass??..Kan Frass dulu disini sebelum Papa...Kenapa engga Papa aja yang pindah dari sini..."


"Lagian kan Papa dan Mama di luarnegeri selama bertahun tahun hanya berdua tidak puaskan...Seperti anak kecil aja.."Ucap Frass.


"Sejak kapan kau membantah...Apa salahnya aku ingin berdua dengan istriku sendiri.."Ucap Ayah Frass.


"Lalu apa yang salah aku ingin bersama dengan mamaku sendiri??...Aku selalu Papa kirim ke sekolah Asrama kan..jadi biarkan Aku dengan Mama sekarang ayah pergi saja..."Protes Frass dengan ayahnya,Sembari ia menggandeng lengan ibunya.Ayah frass yang melihatnya merasa sedikit tak terima dengan hal itu.


Ayah frass berduri dari tempatnya duduk dan menarik frass agar melepaskan gandngan tangannya paada Istrinya,Tetapi Frass bersikukuh dan semakin memeluk sang Ibu.


Sedang kan Ibu Frass yang melihat tingkah mereka berdua yang seperti anak kecil,Ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya.Karna semakin lama ia semalin kesal Ibu Frass melepaskan tangannya dan meraih telinga Suami dan anaknya.


"Awwww...Aw.sakit Ma....Aaaww"Jerit Ayah dan anak itu.


"Tapikan...Aku merindukanmu.."Ucap Ayah Frass.


"Dan kau sudah tua bukannya bertibat malah semkain menjadi jadi..."Sahut ibu Frass.


"Dan kau Frass sudah mau menikah masih saja menempel...kalian berdua itu sam saja ..!!!"Ucap Ibu frass.


"Maaa...lepasin mah ini sakit...Mama mau anaknya ga punya telinga.."Ucap Frass yang memohon agar telinganya di lepaskan.


Bibi Arumi itu semakin menarik tekinga keduanya,Lalu ia melepaskan kannya.Ayah Frass hanya duduk di sofa dengan mengusap usap telinganya yang sakit,Begitu juga Frass yang sama dengan Ayahnya.


"Lain kali engga deh becanda di deoan Mama...Sakit bangut jewerannga...kira kura Istriku galak kayak mama engga ya..jika iya bagaimana nasibku.."Batin Frass.


"Sayan..."Ucap Ayah Frass.


"Diam disana...jangan menganggu ku.."Ucap Bibi Arumi dengan sikap yang tegas.


Ayah Frass pun tak jadi mendekati Istrinya itu,Frass yang melihatnya itu merasa aneh dengan sikap kedua orang tuanya.


"hal yang paling aku tak sukai.."


"Mereka bedua selalu bersikap seperti ini dan melupakanku...Bercumbu di depanku membuatku jijik walau mereka orang tua ku.."


"Hal yang oaling menjijikan itu ya Masa Pubertas orang tua...Sepertinya aku harus pergi dari sini...Dimana Dara??"Ucap Frass sambil ia melihat kiri kanannya.


Ibu Frass yang melihat Anaknya itu melihat ke kanan kiri seperti mencari seseorang ia pun bertanya aoada Frass.


"Dia di kamarnya kan...aku akan kesana.."Batin Frass.


"Kau cari apa Frass??.."Tanya Ibu Frass.


"Engga apa apa..."Ucap Frass dengan singkat.


"Kekamar Dara aja kali ya..Lagian disini juga ga guna...Di jadiin obat nyamuk sama nih irang tua.."Batin Frass,Lalu ia berdiri dari duduknya itu.


Ibu Frass yang melihat putranya seperti itu ia pun memperhatikan nya,Frass yang ingin pergi mencari Dara ia pun berdiri dari duduknya dan membuat ibunya bertanya 2 kali padanya.


"Kau mau kemana Frass???"Tanya Ibu Frass.


"Mau nyari Dara...Mama papa berdua aja...malas Frass jadi obat nyamuk kalian bedua.."Ucap Frass lalu ia pergi meninggalkan orang tuanya itu dan pergi ke kamar Dara.


Bibi Arumi itu hanya meluhat kepergian anaknya dari belakang dan menoleh ke arah suaminya yang sudah bersandar di pundaknya,Bibi Arumi yang melihat kelakuan suaminya itu ia hanya menggeleng geleng kan kepalanya.


Sedangkan Frass ia sampai di deoan pintu kamar Dara ,Ia mengetuk pintu kamar dara.


*Tok tok tok


"Ra bukain pintu dong..ini kak Frass.."Teriak Frass dari luar kamar mandi.


Dara yang masih di kamar mandi itu mendengar suara kakaknya sedang mengetuk pintu,Ia pun berhenti mencuci hidungnya yang mimursan itu dan mengambil tisu lalu ia kelyar dari kamar mandi.Sampai di depan pintu kamarnya itu,Dara langsung membukakan pintu untuk kakaknya dengan satu tangan yang masih menhunbat hidung nya.


"Ada apa kak..??"Tanya Dara dengan suara sedikut serak.


Frass yang melihat Dara dengan ke adaan itu,Ia pun langsung mengubah mimik wajahnya dengan sedikit khawatir.


"Kamu kenapa Ra??.."Tanya Frass.


"Oh ini cuma mimisan aja ko...Kakak masuk aja dulu...Dara mau ke kamar mandi dulu ya.."Ucap Dara yang mempersilahkan kakaknya untuk masuk ke kamarnya.


Frass masuk dan memperhatikan meja rias Dara yang di penuhi dengan tisu yang berdarah,Wajah Frass pun berubah menjadi sedikit khawatir dengan Dara.Lalu ia mengahmoiri Dara yang ada di kamar mandi,Tetapi ia hanya menunggu di luar saja.


"Kamu mimisan sebanyak ini Ra??..Kamu engga sakit kan??"Ucap Frass dengan nada Khawatir pada Dara.


"Engga ko kak cuma mimisan aja...kaka engga perlu khawatir.."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...