
"Ma???.."Panggil Damar.
"Apa Nak...kamu kamu butuh sesuatu kah??..amau mamam ambilin sekarang mama akan mama ambilin"Ucap Ibu Damar sembari ia mengusap usap kepala putranya.
Mendengar putrabya yang mengajaknya berbicara itu,Ibu Damar pun duduk di atas brankar di sebalah Damar.Begitu juga Damar yang langsung memeluk ibunya yang duduk di sambilnya.
"Ada apa.hmmm.."Ucap Damar.
"Sebenarnya Salah Damar apa sih???...Masa cuma karna Damar nolak tunangan papa mukulin Damar..."Ucap Damar.
"..….."Mendengarnya Ibu Damar hanya diam saja sembari menatap langit langit kamar pasien itu,Dan tangannya berhenti mengusap usap kepala Damar.
"Papa Jual Damar ya demi Inveatasinya ke papanya berlian ya...bahkan Keadaan Damar yang sampai seperti ini dan di rawat di rumah sakit...Papa engga jenguk Damar sekali.."Ucap Damar.
"Sudah kamu tidur saja...jangan di pikirkan hal itu...semuanya akan baik baik saja..""Ucap Ibu Damar.
"Mama Yakin???.."Ucap Damar.
Perlahan ibu Damar memejamkan matanya untuk memantapkan hatinya,Lalu ia menjawab pertanyaan dari Damar.
"Iya Mama yakin...Serahkan semuanya pada mama...tapi tolong ya kamu bersikap lebih baik sama Berlian...dia datang sama mama dan pulang malah sendirian.."Ucap Ibu Damar.
"Kenapa mama peduli sama berlian???...Udahlah Damar engga suka sama dia janngan bahas Berlian lagi..."Ucap Damar.
Damar yang mendengar itu,Raut wajahnya oun berubah menjadi malas.Damar pun berbaring membelakangi ibunya,Sedangkan ibu Damar yang melihat perilaku putranya itu ia hanya diam saja.
"Bagaimana caraku menejelaskannya..."Ucap Ibu Damar dalam batinnya.
Di tengah tengah momen itu,Pintu ruangan Damar terbuka dan seseorang masuk ke dalam.Seseorang yang masuk itu ternyata Ryan,Ibu Damar yang melihat Fyan datang ia pu langsung bangun dari tempat tidurnya Damar.
"Kau sudah kembali nak...apa saja yang kamu bawa.."Ucap Ibu Damar.
Ibu Damar turun dari brankar tempat Damar berbaring itu,Lalu ia pergi menghampiri Ryan dengan mengambilnya tasnya yang di meja.
"Oh ini Tan??...Ini cuma beberapa pakaian buat ganti ko...Tante mau kemana??"Ucap Ryan.
"Sudah hampir malam..Tante harus pulang jika tidak paman kamu pasti nyariin Tante nanti...Tolong jagain Damar ya tanta titip dia besok tante akan kesini lagi.."Ucap Ibu Damar.
"Iya Tante..."Ucap Ryan.
Ibu Damar pun pada akhrinya ia pergi meninggalkan Damar,Damar yang melihat ibunya pergi itu hanya diam saya.Ryan yang baru masuk itu tak tahu apa yang telah terjadi,Ryan pun mengambil kantung obat dan memeriksa nya.
"Obat lu cuma segitu Dam...engga salah nih??"Ucap Ryan Sembari mengupas obat nya satu persatu.
Damar yang mendengar itu ,ia pun perlahan membaringkan ke sisi satunya dan melihat ke arah Ryan.
"Pala bapak kau cuma segitu...itu obat banyak woy...Gue makan tuh obat kelnya udah ga perlu makan nasi.."Ucap Damar.
"Kenapa lu bawa pala Bapak gue...gue nanya doang kali sensitid amat lu "Ucap Ryan.
"Ya lagian ngapa lu pake nyebut kata cuma..itu pil ada 10 segede kelingking gue...buat emosi tau engga..."Ucap Damar.
Ryan yang mendengar yang di katakan Damar iya pun tertawa,Lalu ia berdiri dari tempatnya duduk dan membawakan obat itu pada Damar.
"Nih minum...obat lu udah makan kan lu tadi"Ucap Dyan sembari meletakkan obat ke samping Damar.
"Udah...ga perlu lu tanya"Ucap Damar.
Damar pun mulai meminum pil itu satu persatu,Dan Ryan kembaki duduk ke temoatnya tadi.
***
Tempat berpindah pada Dara ,Alez dan juga Ayu yang masih di kamar Dara,Dara masih dengan laptopnya sedangkan Alez dan Ayu mereka yang sedang bersiap untuk pulang.
Karna saat mereka ingin pulang dan pergi,Seseorang datang mengetuk pintu kamar Dara.Dara yang mendengarnya itu pun ia bangun dari tempatnya duduk,Lalu ia pergi membukakan pintu.
"Ada apa bi??"Ucap Dara.
"Saya di suruh nyonya buat manggil nona sama temennya buat makan ke bawah..."Ucap Pelayan itu pada Dara.
"Ohh begutu ya...makasih ya nanti Dara bakal turun ko..Bibi pergi aja dulu nanti saya nyusul ko sebentar aja.."Ucap Dara.
"Iya Non...dan kata nyonya suruh cepat karna jam 7 nanti ada tamu yang mau dateng.."Ucap Pelayan itu.
Setelah mengatakan hal itu pelayan itupun ia peegi meninggalkan kamar Dara,Begitu juga Dara masuk kembali ke kamarnya dan melihat kedua sahabatnya itu.
"Mending kalian makan dulu deh sebelum pergi..."Ucap Dara.
Alez yang mendengar nya itu pun ia langsung menoleh dan menjawabnya.
"Ya engga apa apa dong..makanan nya juga enak aku sih fine fine aja.."Ucap Ayu dengan polosnya.
"Kamu ini makanan mulu..."Uvap alez dengan mengeplak kepala Ayu.
"Nape lu sekarang suka ngegolak orang sih sakit tau engga...ck.."Ucap Ayu,Sedangkan Alez yang mendengar cara bicara Ayu sedikit syok.
"Apaan anda??..Kenapa kamu pake Lu gue??..engga sopan sekali anda ini kamu itu lebih muda dari saya panggil kakak..."Ucap Alez,Sembari ia menyentil jidat Ayu.
"Yaya si paling tuaaaaaa..."Ucap Ayu sembarj mengusap kening nya.
Dara yang mereka mulai beradu cekcok itu,Ia pun segera melerainya karna tak ingin ada keributan.
"Udah udah...jangan ribut "
"Kalo kalian masih ribut juga...Aku tinggal kalian berdua..mending cepet siap siap..liat rambut mu berantakan banget abis tiduran.."Ucap Dara pad ayu,Lalu ia pun pergi keluar Kamar.
"Sukurin...nimatilah..."Ucao Alez lalu ia mengikuti kepergian Dara.
"Cih...engga adil bat dah..."Ucap Ayu.
Ayu pun ia pergi mencari sebuah sisir lalu ia mengikat rambunya itu kebelakang karna malas menyisirnya,Lalu Ia segera menyusul Dara dan Alez.
"Tungguin aku woy....!!"Teriak Ayu sambil berlari mengejar Dara dan Alez.
"Makanya cepetan..."Balas Dara sembari ia berteriak.
Kini ketiga nya tengah berjalan bersama berjalan menuju ke ruang makan,Betapa terkejutnya Ayu dan Alez saat melihat semua makanan di atas meja tapi tisak dengan Dara.
"Uwahahhhh...Makanan apa ini sebanyak ini???Bakal ada acara apaan nih..."Ucap Ayu dan Alez secara bersamaan dan berdecak kagum.
"Sekarang mulai terbiasa dengan semua masakan segunung gunung...ck...Jadi pengen ketemu Bude sama Alan...Biasanya aku masak dan bagi ke mereka aja"Ucap Dara dalam batinnya.
Dara dengan di ikuti kedua sahabatnya di belakang itu menghampiri Bibinya yang tengah mengamati semua persiapan itu,Bibi Arumi yang melihat Dara dan kedua temannya pun memanggilnya.
"Ara...sini...Kamu juga Ayu Alez...sini.."Panggil Bibi Arumi.
"Ini acara acara apa Bi??...Ko makanannya banyak banget..engga mungkin kan cuma di makan aku bibi sama kak Frass aja..."Ucap Dara.
"Iya Bi...Banyak banget mau kondangan gede gedean kah??"Ucap Ayu.
"Kira kura bisa nyobain engga ya.."Ucap Alez.
Mendengar ucapan ketiga nya Bibi Arumi hanya senyum saja melihat tingkah mereka,Dara yang bejakan mendekat ke arah Bibi Arumi itu oun bertanya padanya.
"Kamu lupa Ra??.."Ucap Bibi Arumi.
"Engga ko Bi..tapi ini kebanyakan bukan bi??bisa buat satu RT tau engga.."Ucap Dara.
"Kalian di sini saja pulang nanti malam atau menginap Bagaimana??Ikut ke acara Tante malam ini...Buat imut ngerayain.."Ucap Bibi Arumi.
"Ide bagus Bi...Iya kalian nginep aja disini"Ucap Dara.
"Buat nginep sih boleh bi.."Ucap Alez.
"Tapi untuk acaranya Acara apa dulu..kami kan engga bisa langsung ikut gabung aja..."Ucap Ayu.
"Bukan acara formal...hanya acara pertunangan Frass Kakaknya Dara..."Ucap Bibi Arumi.
"Hanya??.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...