
"Jadi Dok bagaimana keadaan anak saya???"
"Apa bekas luka jahitannya nya baik baik saja ??"
Ucap Ibu Damar yang melihat Dokter itu selesai memeriksa keadaan Samar saat ini,Begitu juga dengan Berlian yang begitu terlihat sangat khawatir.
"Syukurlah...Untuk saat ini keadaan dan bekas luka jahitan dari oprasi tuan muda baik baik saja dan jahitannya bagus tak perlu ada yang di cemas kan"Ucap Dokter itu.
"Jadi kapan saya boleh pulang Dok?? Hari ini boleh??"Ucap Damar.
Plakkkk
"Apa yang kau maksud...kau akan disini sampai kau benar benar pulih...kau baru 2 hari di rawat kenapa buru buru pulang.."Ucap Ibu Damar yang memukul lengan Damar.
Damar pun yang kesakitan ia hanya mengusap ngusap lengannya itu.
"Maaaammm...Sakit.."Ucap Damar.
"Udah tau sakiit masih mau minta pulang kamu...jangan macam macam ya.."Ucap Ibu Damar sembari menjewer Telinga Damar.
"Iya iya...Lepasin dulu sakit beneran ini..."Teriak Damar sembari Memegang telinganya.
Ibu Damar pun melepaskan telinga Damar yang sampai memerah,Damar hanya mengusap usap telinga.Dokter yang ada di ruangan itu untuk memeriksa kondisi Damar hanya tersenyum,Begitu juga Ryan yang hanya melihat dari Sofa tempatnya duduk itu.
"Jadi begini untuk kondisi tuan muda Damar memang baik saat ini...Dan mungkin Tuan muda bisa pulang lusa nanti.."Ucap Dokter itu.
"Kenapa engga besok aja Dok??"Ucap Damar.
Mendemgar anak nya itu berbicara seperti itu,Tangan ibu Damar sudah siap menjewer kembali.Namun,dengan sigap Damar pun menutup kedua telinga nya,Ibu Damar yang tadinya ingin menjewer kembali pun akhirnya tidak jadi.
"Tidak bisa Ruan muda...Luka anda cukup berat...Lusa adalah waktu yang cukup untuk menunggu kering saja.."Ucap Dokter itu.
"Tuh dengerin..."Ucap Ibu Damar.
"Iya iya...Kenapa mama jadi cerewet sekarang??.."Ucap Damar.
"Kamu...!!!"Ucap Ibu Damar sembari melototi Damar.
Damar yang melihat nya ia hanya menjulurkan lidahnya keluar.
"Anakku hebat sekali...Maaf Mama tidak bisa berbuat apa apa untuk kamu...mama akan usahakan semua ini akan segera berakhir.."Ucap Ibu dalam bantinnya.
"Baiklah...Nyonya saya pergi dahulu ada pasien lain yang harus sana tangani hari ini...Dan tuan muda saya akan datang lagi besok ya...jadi selamat istirahat ya.."Ucap Dokter itu pada Damar dan ibunya.
Ibu Damar mengantar Dokter itu keluar dari ruangan itu.Tempat kini berpindah pada Dara dan Ayu masuk ke dalam rumah,Mereka menghampiri Bibi Dara yang duduk sedang menonton siaran tv itu.
"Bibi Arum...Ini temen Dara namanya Ayu.."Ucap Dara sembari memperkenalkan Ayu pada sang Bibi.
"Salam Bibi...Saya Ayu temen Dara sejak SMA salam kenal.."Ucap Ayu sembari mengangguk kan kepalanya.
"Hai Kam-??''Sapa Bibi Afumi tetapi ucapannya terpotong dengan teriakan seseorang.
"DAAARAAAAAA.....!!!!!"
Dara yang mendengar teriakan itu dan ayu juga ia pun memejam kan matanya deolah sedang membatin.
"Dasar Alez...kenapa dia teriam teriak dikira hutan apa!!"Ucap Ayu dan Dara dalam batinnya secara bersamaan.
"Ra napa kamu tinggalin aku wey...??!!"Teriak Alez yang berlari mendatangi Dara dan Ayu,Dengan nafas terengah engah ia langsung berdiri tegap dan melihat dengan tatapan gugup saat melihat Bibi Dara yang duduk di sofa itu.
"Ini siapa???.."Ucap Bibi Arumi sembari melihat ke arah Alez.
Dara dan Ayu pun melihat Alez secara bersamaan,Alez pun langsung sadar dengan tatapan Dara dan Ayu itu lalu ia pun langsung memperkenalkan dirinya sendiri.
"Hai Bi...Nama saya Alezya Bibi bisa panggil saya Alez.."Ucap Ales sembari ia tersenyum kaku.
"Kamu laki laki???Atau perempuan..??"Ucap Bibi Arumi.
Mendemgar pertanyaan dari sang bibi membuat Dara dan Ayu langsung pecah dengan suara tawa,Alez yang mendengar dan melihat Kedua sahabatnya itu tertawa ia hanya bisa tersenyum paksa dan menjawab.
"Punya sahabat kelakuan kek setan..!!"Ucap Alez dalam batinnya.
"Anu saya Cewe Bi alias perempuan..."Ucap Alez.
Mendengar Alez yang menjawab,Wajah Bibi Arumi langsung berubah.
"Kamu perempuan??"Ucap Bibi Arumi.
"Emm...Iya Bi...Why??"Ucap Alez.
"Waw...kau mirip sekali dengan Kael..kemari sebentar bisa Bibi ingin melihat mu dari dekat..Boleh..."Ucap Bibi Arumi yang menyuruh Alez untuk mendekat ke arahnya.
"Kael??...Namanya engga asing..."Ucap Alez dengan bergumam.
Alez pun melihat ke arah Dara dengan wajah bingung,Dara yang tak tahu apa maksudnya itu ia juga melibat ke arah Alez.
"Gimana nih??"Ucap Alez dalam batinnya dengan memberikan isyarat pada Dara.
"Aku juga ga tau...coba aja kamu mendekat dulu...aku engga tahu apa apa"Ucap Dara dengan memberikan Isyarat.
Alez dan Dara pun langsung menoleh ke arah Bibi Arumi dengan raut terkejut.
"Engga Bi..."Ucap Alez dengan mengeleng gelengkan Tangannya.
Alez pun yang menjawab itu,Ia langsung mendekat ke arah Bibi Arumi.Bibi Arumi pun langsung menarik Alez untuk duduk disampingnya,Dara yang penasaran ia pun menggandeng tangan Ayu untuk mendekat ke arah sang Bibi.
Bibi Arumi langsung menatap setiap inci wajah Alez yang memiliki kulit mulus itu,Dengan warna kurlit sawo matang yang indah.Dara yang ikut menatap ia tampak bingung aoa yang di lihat sang bibi itu.
"Bibi liatin Alez gitu amat..Emang ada apanya Bibi..?"Ucap Dara.
"Apa ada harta karunnya Bi...perasaan wajah Alez skincarenya tiap hari cuma pake depu aspal.."Ucap Agu yang mulai mengatakan kata kata jahilnya.
Alez yang mendengar itu lanvsung melototkan matanya seolah ia tak terima lalu ia menoleh ke arah Ayu.
"Maksud mu apaan..."
"Walau skincare ku debu Aspal kamu kalah cantik sama aku yang tampilannya ginikan.."Ucap Alez dengan sedikit ngegas.
"Idih...yang penting gue punya pacar wlee...kamu mah apaan sieh penampilan doang aja keren cowo nya engga ada..."Ucap Ayu dengan mengejek.
"Udah...kalian berdua yang seumuran dan lebih tua dari aku...ko kalian sering bertengkar sih..."Ucap Dara yang menghentikan Ayu dan Alez yang saling mengejek.
Bibi Arumi yang melihat tingkah mereka bertiga hanya diam dan menghela nafas dan menggeleng gelengkan kepala,Rumah yang besar itu kini tampak ramai karna kehadiran mereka membuat hati Bibi Arumi senang.
"Sudah sudah...kalian sudah besar semua jangan bertengkar..."
"Oh iya Alez...apa kamu punya kakak laki laki???Apa ibumu itu namanya Olivia??...."Ucap Bibi Arumi.
Alez yangendengar juga turun kaget,Bersamaan dengan Ayu dan Dara yang nuga turut kaget.
"Kamu punya kakak??!!!!"Ucap Dara dan Ayu secara bersamaan.
"kalian kompak banget hari ini???"
"Iya Bi...Saya punya kakak laki laki dan Ibu saya Olivia...Bibi kenal dengan Ibu saya kah???..."Ucap Alez dengan nada kaku.
"Waahh....kamu benar benar anaknya Olivia pantas saja wajahmu tak asing...jadi bagaimana kabar Kakak dan ibumu saat ini??...Lama aku tidka bertemu dengannya...terakhir ketemu saat pernikahannya dulu...lalu dia pergi ke prancis bersama ayahmu.."Ucap Bibi Arumi dengan tawa letih.
"Kamu engga bilang kamu punya kakak Lez??"Ucap Ayu dengna penasaran.
"Iya kamu engga pernah bilang kalo punya Kakak ke aku sama ayu..."Ucap Dara.
"Kaliam engga pernah nanya kan saya aku...Jadi ibu dan kakak saya sudah meninggal Bi sejak saya smp dulu...Karena kecelakaan mobil..."Ucap Alez dengan senyung kaku.
Bibi Arumi yang mendengar kabat itu ia menutup mulutnya karna seolah tak percaya temannya dulu sudah tiada,Sedangkan Ayu Dan Dara.
"APAAAAA!!!!!????"Teriak Ayu dan Dara.
"Dara jangan teriak...kuping Bibi sakit nih kamu aishh..."Ucap Bibi.
"Iya...maap Bi engga sengaja kelepasan..."Ucap Dara.
***
Tempat berpindah di sebuah gedung bertingkat,Yang dimana disana ada Frass yang sibuk dengan laptopnya dan berkas dimeja.Lalu juga dengan Sektertaris Kael yang sedang menata beberapa berkas ke rak,Di tengah tengah pekerjaan yang mereka kerjaakan itu tiba tiba telfon disana berdering.
*Kriiiiiiinggggg
"Kael...Tolong angjat telfon itu...tinggalkan pekerjaan mu dulu..."Ucao Frass
Frass yang mendnegar itu ia hanya menoleh saya dan mela jutkan pekerjaan,Karna letak telfon itu lebih dekat dengan Sekertaris Kael .Akhirnya ia pun yang menjawab telfon itu.
"Hallo..."
Seseorang dalam telfon itu ia berbicara dan membuat ekpresi yang biasanya Datar itu,Tiba tjba membuat Ekspresi Sektertaris Kael berubah.
"Tuan Frass...Sepertinya kita harus ke bandara sekarang...Tuan besar.."Ucap Sekretaris Kael.
Frass yang tengah mengerjakan sesuatu itu,Ia tiba tiba menghentikannya.
"!!!!..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...