FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 50



"Tentu saja aku belum memiliki bukti yang kuat buat ngasih Tau Ayu...Kamu giaman sih.."Ucap Dara.


"Lalu kamu tadi bilang kan..."Ucap Alez sembaru mengingat perkataan Dara tadi.


"Iya aku liat dia bareng cewe...Aku aku juga belom yakin itu cewe mukanya ketutup helm dan...pas di kelas kosong itu juga Kelasnya bener bener gelap aku aku bisa ngeliat apa apa dari lorong..."Ucap Dara sembari menjelaskan nya pada Alez.


Alez pun wajahnya berubah tak bisa biasa saja dan seperti ingin marah,Dara yang melihat Wajah Alez itu pun ia memegang lengan Alez dan sedikit tersenyum agar Alez tak marah.


"Tenang...Aku akan cari bukti agar Ayu tau kebenaran nya dan dia putusin Surya..."Ucap Dara sembari mentap Alez dengan penuh keyakinan.


Alez yang melihat Dara menampilkan wajah yang seperti itu ia mengusap usap Kepala Dara dan tersenyum.


"Kenapa hanya kamu yang akan cari bukti..??"


"Haahh...Bukan Kamu...Tapiii...aku akan bantuin kamu cari bukti juga Ingat...Ayu itu juga sahabatku..."Ucap Alez.


"Iya...iya...Bantuin sih bantuin tapi jangan acak acak rambut aku dong kamu ini...liat rambut aku berantakan kan jadinya...ck.."Ucap Dara yang menyingkirkan tangan Alez dan merapikan rambutnya.


Alez pun menatap tingkah Dara dengan senyuman di wajahnya itu,Dara yang tengah merapikan rambunya itu pun sadar lalu ia melihat ke arah Alez yang sudah tersenyum lebar.Dara pun menghentikan apa yang ia lakukan tadi dan memeluk Alez,Alez pun membalas pelukan Dara itu dengan hangat.


"Makasih ya...kamu mau bantuin aku..."Ucap Dara yang ada di dekapan Alez.


"Bukan apa apa...Ini sudah kewajiban ku membantu sahabatku...tapi aku rasa kamu ini tambah pendek ya dan bukannya umur kamu 19 tahun dan hampir 20 tahun..Apa karna otakmu pintar kau jadi tak bisa tinggi??"Ucap Alez dengan nada yang mengejek.


Mendengar apa yang dikatakan Alez itu Dara melepaskan pelukannya dengan wajah yang kesal.


"Yaaaa...kenapa kamu selalu mengejek ku??...tinggi bandan ku itu 167 jadi aku itu tinggi tau ck...Tau ah kamu ngejek mulu dari tadi..."Ucap Dara dengan nada kesal.


"Apanya tinggi orang kamu cuma sebahu aja aja bilang tinggi.."Ucap Alez dengan nada yang mengejek Dara.


"Aaaaah...Kamu aja yang ketinggian Sampe jadi tiang Engga tau ah...capek... "Ucap Dara.


Dara pun pergi dari kamar mandi meninggal Alez Sendirian di dalam sana,Alez yang melihat Dara meninggalkannya itu pun ia mengejar dan mengikuti Dara dari belakang.Tempat berpindah pada Ryan yang baru mengehentikan motornya di sebuah rumah,Ryan pun segera memarkirkan motornya dan turun dari motornya.Dengan terburu buru dan nampak wajah yang khawatir ia segera masuk ke dalam rumah itu dan mencari Damar,Ryan pun mencari nya di seluruh ruangan di dalam rumah itu tapi nihil ia tak menemukan Damar disana.


"****...Sebenernya lu di mana sih Damar.."Ucap Ryan yang meremas rambutnya karna ia frustasi tak menemukan Damar.


Saat itu Ryan berbalik dan melihat ke sebuah arah yaitu di dapur,Ryan pun perlahan berjalan mendekat ke arah Dapur dan ia melihat sebuah kaki disana.


"Damar??..."Panggil Ryan sembari melihat dan mendekat ke arah kaki itu.


"Damar itu lo ngapain..????"


"DAMAAARRR....!!!!"


Ryan pun melihat Damar yang tengah berbaring di lantai dapur dengan wajah yang sudah babak belur dan sudut bibur yang berdarah,Ryan yang melihat nya pun langsung mendekatinya dan berusaha langsung memangku kepala Damar dan mencoba untuk membangunkannya.


"Woy damar...bangun...Ini gue Ryan...buka mata lo sekarang woy..."Teriak Ryan sembari menepuk nepuk pipi Damar.


Ughhh


Suara itu berasal dari Damar yang membuka matanya karna Ryan,Damar yang yang melihat sahabtanya Ryan ada disana ia hanya menatapnya sebentar dan kembali menutup matanya itu.


"Ohhh ****...Are you fucking kidding me???.."


Ryan yang melihat Damar menutup kembali matanya ia hanya mengumpat karna kesal Damar tak membuka matanya,Namun rasa kesalnya ia tahan dan ia pun berdiri mengambil sebuah kunci di meja dan kembali ke arah Damar lalu memutuskan membopong tubuh Damar dan membawanya masuk ke mobil.


"Lo harus baik baik aja..."Ucap Ryan.


...----------------...


Tempat berpindah ke Dara yang baru saja kembali dari kamar mandi begitu juga Alez yang ada di belakang,Saat ia ingin duduk Ia melihat di sekitar yang dimana tak ada Aiden di sana.Ayu yang melihat Dara baru kembali melihat Dara yang seperti mencari seseorang.


"Nyari siapa Ra??..."Tanya Ayu pada Dara.


"Kamu lihat Aiden ngga???...Dia ada dimana??...Aku ko engga liat dia sekarang.."Ucap Dara sembari ia duduk dan tak luput sembari ia celingukan mencari Aiden.


"Ohh Aiden...tapi dia bilang ada urusan yang perlu ia urus dia nyuruh aku buat nyampein ke kamu lalu dia pergiaja gitu.."Ucap Ayu.


"Emang urusan apa??..Dia bilang ke kamu engga??.."Tanya Dara.


Atu hanya membalasnya ucapan Dara dengan menaikan bahunya dan menggeleng gelengkan kepala lalu ia kembali mengobrol dengan kekasihnya Surya.


"Ohhh begitu ya...terus aku pulang sama siapa...masa harus taksi online lagi sih..."Ucap Dara.


"Emang kenapa kalo taksi online Ra...kalo mau aku anterin kamu aja nanti gimana..??"Ucap Surya.


"Bukan apa apa cuma lagi ga mood aja.."Ucap Dara dengan nada yang tak biasa seperti enggan berbicara pada surya.


Mendengar Surya yang menawarkan dirinya untuk mengantarnya pulang Dara pun melihat ke arah Ayu dan Alez,Ayu yang mendengar itu hanya menatap Dara balik dan Alez hanya diam melihat Surya dan Dara secara bergantian.


"Tumben kamu mau anterin Dara..???"Ucap Ayu.


"Ya engga apa apa..."Jawab Surya dengan santai.


"Dara pulang sama aku aja nanti...dan kamu engga perlu anterin dia..."Ucap Alez dengan nada dingin dan tatapan Tajam ke arah Surya.


"Ohh begitu...yaudah.."


"Kamu Ai pulang kamu giaman mau aku anterin???..."Ucap Surya yang menawarkam durunya mengantar sang kekasih.


"Aku bawa mobil sendiri ko....engga perlu dan rumah ku sama rumah ku lawan arah..."Ucap ayu dengan nada manja.


Dara yang melihat Atu dan Surya ia menataonya dengan penuh rasa jijik karna sahabat nya telah di bohongi.


"*Bagaimana sahabatku bisa dengan manusia seperti yang memiliki 2 muka...Aku harus segera mencari bukti itu...aku ingin langsung bilang..tapi aku takut karna aku tak memiliki bukti.."


"Dan ayu...."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...