
"Semoga setelah tahu semuanya kamu baik baik aja ya Ayu...Tunggu saja...Aku akan lakuin apa pun agar kamu baik baik aja "Ucap Dara dalam batinnya.
"Ayu...Aku sama Alez pulang duluan ya ini udah siang mana panas banget lagi...buat minuman aku sama Aiden nanti bakal aku Transfer ya.."Ucap Dara sembari ia berdiri dan berpamitan pada Dara.
"Ohh...Oke Aku masih ada kerjaan nanti...Hati hati ya di jalan...Dan Alez kamu jamgan ngebut ngebut ya bawa motornya Dara engga bisa kena angin keceng.."Ucap Ayu sembari ia melambaikan tangannya dan tersenyum.
"Iya aku Tahu...akh pergi dulu.."Ucap Alez.
"Iya kamu juga ya...Ayo Al keburu panas..."Ucap Dara.
"Iya...kalo gitu aku sama Dara duluan ya Yu...Kamu hati hati..."Ucap Alez yang berpamitan pada Ayu lalu ia pergi di ikuti dengan Dara di belakang nya.
"Iya hati hat..."Ucap Ayu yang melihat kepergian kedua sahabatnya yang perlahan senyumannya perlahan menghilang.
Alez pun memakai helm dan menaikin motornya di susual dengan Dara yang membonceng di belakang nya lalu meninggalkan tempat itu membiarkan Ayu dan Surya berdua disana.
...----------------...
Tempat berpindah pada Ryan yang saat ini ia sampai di rumah sakit dengan membawa Damar,Para suster yang ada menjaga di depan pintu masuk UGD melihat Ryan membawa Damar mereka langsung berdiri dari duduknya dan mengambilkan sebuah temoat tjdur yang biasa di sebut Brankar.
"Tuan muda baringkan tuan damar di atas brankar ini..."Usap seorang Suster.
"Iya Sus..."
Ryan yang mendengar perintah Suter itu pun ia langsung membaringkan Damar ke brankar ,Para Suster langsung membawa Damar pergi dan di ikuti dengan beberapa Dokter yang sudah siaga tadi.Damar di masukkan di sebuah ruangan emergency untuk di tangani sedangkan Ryan ia sedang menunggu di luar ruangan itu dengan gelisah,Di tengah gelisahnya itu Ia mengambil ponselnya dan mencari sebuah nomor lalu menelfonnya.
"Hallo..???"Ucap suara seseorang dari ponsel itu.
"Om ini Ryan..."Ucap Ryan dengan matanya yang sudah memerah.
"Oh Ryan ada apa??..jarang sekali kamu menelfon Om apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan dengan Om...??"Ucap Seseorang itu dengan nada akrab.
"Ini Soal Damar om..Dia lagi-"Ucap Ryan.
Seseorang itu yang mendengar nama Damar ia diam beberapa saat dan sedikit menghela nafasnya.
"Ada apa dengan anak itu??...Apa dia membuat sebuah keributan lagi?? Entah kenaoa anak sialan itu terus sama membuat ulah setelah aku peringatan beberapa kali.."Ucap Seseorang itu dengan nada marah dan kesal.
"Damar ada di rumah sakit om..."Ucap Ryan dengan nada datar tanoa ekspresi dan hanya melihat Ruangan diamana tempat Danar di tangani.
"Ada apa??...Apa yang anak itu lakukan apa dia sudah membunuh orang??.."Ucap Seseorang itu dengan nada marah dam Sedikit berteriak.
Ryan pun dengan tatapan sayu ia mendengarkan perkataan yang di ucapkan Seseorang itu membuatnya mengusap kasar wajahnya.
"Bukan om...Tadi Ryan nemuin Damar pingsan di Rumahnya...Ryan minta tolong ke Om buat nyampein ke Tante Risa ya...dan inget walau Om engga suka sama Damar"
"Damar itu tetep anak kandung Om...."Ucap Ryan dengan nada penekanan lalu ia menutup telfonnya.
Ryan pun menutup telfonnya dan menunggu Damar dengan perasaan Cemas,Seseorang yang ada di dalam telfon itu tadi adalah Papa dari Damar yang sebelumnya mememukuli Damar.Papa Damar yang mendengar bahwa anaknya masuk rumah sakit pun tatapannya berubah khawatir,Saat itu tiba tiba ada seseorang wanita yang tiba tiba masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa secangkur kopi di tangannya membuat ekspresi yang tadinya khawatir berubah menjadi tegas kembali.
"Kau datang kesini???.."Ucap Papa Damar.
"Iya..aku membuatkan Kopi untuk mu...ini minum perasaanmu akan lebih baik nanti..."Ucap wanita itu drmgan memberikan secangkur kopi panas itu.
"Hmmm..."
Papa Damar hanya berdehem dan mengambil kopi dari tangan wanita itu lalu ia meminumnya,Wanita itu hanya duduk dan menungguk reaksi dari Papa Damar.
"Bagaimana...??"Ucap Wanita itu yang menanyakan bagaimana rasa kopi yang ia buat.
"Seperti biasa..."Ucap Papa Damar.
"Tunggu!!...Kau mau kemana???"Ucap Papa Damar.
Wanita itu pun yang mendengar panggilan dari Papa Damar ia pun langsung menghentikan langkah Kakinya dan berbalik.
"Ada apa..??Kau perlu yang lain???..."Ucap wanita itu.
"Tidak ada...Hanya saja cepat temui putramu itu di rumah sakit...ia mungkin sedang berbaring lemah disana..."Ucap Pria itu sembari ia menatap layar laptopnya tanpa melihat ke arah wanita itu.
"...??!!!..."
Wanita itu hanya diam beberapa saat setelah mendengar apa yang di katakan suaminya tentang ke adaan sang putra yang masuk ke dalam rumah sakit,Wanita itu pun tanpa mengatakan apa pun ia langsung mengambil tasnya di sofa dan langsung pergi tanpa kata sedikit pun.
Tempat berpindah Ryan yang masih menunggu di ruang Emergency dengan wajah yang mulai berkeringat ka.
"Kenapa lama sekali???..."
"Damar???...Apa kau baik baik sana sekarang..??Bertahanlah ibumu akan datang sebentar pagi..."Ucap Ryan dalam batinnya sambil ia mengaikan kedua tangannya dan berdoa untuk Damar.
Setelah mengatakan hal itu beberpa menit berlalu dam akhirnya dokterpun keluar dari ruang Emergency,Dan Ryan yang melihat itu ia pun langsunga berdiri dari duduk nya dan mendekat le arah Sang Dokter.
"Bagaimana tentang Teman saya Dok...??..."
"Dia baik baik saja kan Dok???.."
Ucapan itu keluar otomatis dari mulut Ryan sembari ia mendekat ke arah sang dokter.
"Tuan...kau kau ada disini sekarang???Dan Tuan muda baik baik saja saat ini..."Ucao samg Dokter.
"Apa ?? Untuk saat ini??Apa maksudmu???.."Ucap Fyan yang tak mengerti apa yang di katakan sang Dokter.
Sang dokter yang melihat Ryan berteriak di lorong ia pun pergu meninggalkan Ryan di tempat itu da. berbalik.
"Haaah....Bukan apa apa...Kau ikut saja aku ke kantor akan aku jelaskan.."Ucap Sang dokter.
Doktwr itu sedikit menghela nafanya lalu pergi dan menguruh Dyan ikut ke ruangannya,Saat ia ingin ikut ke ruangannya tiba tiba pintu ruangan itu terbuka san membawa Damar yang berbaring di atas brankar yang masih tak sadarkan dirinya itu.Ryan mulai memasang wajah yang lebih baim sebelumnya setelah melihat keadaan Damar dan sedikit merasa lega.
"Jadi ada apa dok??...Kenaoa Damar masih belum sadar juga??"Ucal Ryan dengan tatapan Khawatir.
"Jadi begini Tuan muda..."
"!!!??..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...
...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...
...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...
...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...