FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 40



"Bibi...??"


Dara belihat sang bibi yang ada di rumah itu hanya diam dan tertegun ketika melihat kondisi sang bibi yang duduk di kursi roda,Sang Bibi hanya tersenyum ketika melihat keponakan yang ada di hadapannya sekarang.


Sembari merentakan tangannya sang Bibi mengetakan"Iya??...Apa kamu engga kangen sama bibi Dar Sini..".


Dara langsung berjalan ke arah sang bibi yang tengah duduk di kursi rodanya itu sembari sesaat melihat sang bibi yang merentangkan tangan,Dara sedikit menundukkan kepalanya lalu melihat dari bawah ke atas berakhir melihat sang bibi yang tersenyum kepadanya.


"Kenapa??...Kamu tidak mau peluk sama bibi ya sekarang"


"Apa kamu engga kangen Bibi.."


*Brukkkkk


Dara tanpa kata kata langsung memeluk sang Bibi dengan erat,Frass yang ada di samping sang ibu tanpa sadar ia menangis melihat ibunya dengan adiknya berpelukan lagi setelah sekian tahun tak bertemu.


"Dara kangen banget sama Bibi...udah lama Dara engga ketemu sama Bibi Arumi.."Ucap Dara dengan nada merengek dan menunjukkan wajah cemberut.


"Maaf ya Bibi engga nyari kamu dan nemuin kamu pas ibu dulu bawa kamu pergi...Bibi juga engga tau dulu tidak ada orang yang ngasih tau Bibi...Pas Bibi tau kamu pergi di bawa ibumu Bibi dulu sangat marah hingga Drop jadi Bibi-''


"Engga engga...Bukan salah Bibi ko...malah Dara yang salah karna Dara Bibi jadi sakit..."Ucap Dara yang masih memeluk sang Bibi dan terus menggeleng di leher sang Bibi ketika berbicara.


Bibi Dara seketika ia tertawa dan tersenyum melihat tingkah keponakan yang mendusel di lehernya itu membuatnya Geli.


"Udah jangan gitu Bibi geli tau...Bibi engga kuat pelukan lagi...pelukan kamu kuat banget kayak engga mau ngelepas bibi pergi aja..."Ucap Bibi Dara sembari mengelus pelan punggung Dara.


"I iya...maafin Dara.."Ucap Dara lalu ia melepaskan oelukannya dan melihat Frass yang tengah mengusap air matanya.


"Kakak nangis??..''


Mendengar Dara yang mebgatakan perkataan itu Bibi Arumi pun menoleh ke belkaang melihat sang putra,Frass yang malu karna ada ibunya melihat di situ ia langsung memalingkan wajahnya.


"Enggak tuh"


"Cuma kelilipan debu aja...kamu jangan sok tau deh"Ucap Frass.


"Apa sih Kak Frass..kalo nangis nangis aja orang biasanya kakak juga nangis kan...kemaren ketemu aku kakak juga nangis kan yee.."Ucap Dara dengan nada mengejek pada Frass*.


Frass yang mendengarnya ia langsung melirik dan melihat Dara dengan tajam,Dara juga tak kalah dengan liringan oada Frass.Ibu Frass yang tadi mendengar perkataan Dara terlihat syok seakan tak percaya bahwa anaknya juga bisa menangis,Frass kemudian perlahan ia melihat ibunya yang sudah melihatnya dengan tatapan mengejek.


"Apa ma??"


"Aishhh...kamu yang terkenal cool dan galak sama karyawan mu di kantor ternyata kamu bisa nangis Fras??"Ucap Ibu Frass dengan nada mengejek di sertai senyuman yang mengejek.


"Maaaa....Frass juga manusia jadi wajarlah..."


"Emang kak Frass kalo di kantor gimana Bi???...Bisa cerita engga ke Dara...Dara pengen tau kakak itu aslinya kayak gimana karan Yang Dara tau Kakak itu jahil bangetkalo sama Dara.."Ucap Dara dengan membanyunkan Bibirnya.


"Kamu engga perlu tau...aku jahil cuma ke kamu..itu spesial tanpa ada orang yang melihat nya..."Ucap Frass pada Dara lalu ia duduk di samping ibunya,Frass yang melihat Dara memanyunkan bibirnya itu terlihat gemas.


"Aawwww...kenapa nyubit Dara Sakit tahu..."


"Abisnya gemes..."


"Bibi Dara di tindas sama kakak tolongin huaaa..."


"Hei hei mana ada...Mama jangan terpengaruh ya sama Dara..."


Bibi Arumi yang melihat tingkah keponakan dan anaknya yang saling mengejek dam bertengkar begitu membuatnya senang dan tersenyum.


"Udah ya Dara kamu jangan ganggu dia...kasian dia Stress engga nikah nikah "Ucap Bibi Arumi lalu ia menangkup wajah Dara dengan tangannya.


"Ssttt...Kamu bisa diam Frass??"


Mendengar kata ibunya yang menyuruh Diam Frass lanvsung diam dan berdiri dari duduk nya yang bermaksud ingin pergi,Bibi Arumi melihat wajah Dara yang sedikit mirip dengan kakaknya yaitu Ayah Dara.Bibi Arumi melihat wajah Dara dengan perlahan yang berakhir ia melihat mata Dara yang begitu jelas memerah dam sebab,Dara yang bingung kenapa Bibinya diam saja ia pun bingung.


"Bibi kenapa diam aja??.."Tangan Dara sambil menaikkan alis satunya.


"Kamu habis nangis ya???..."Bibi Arumi mengatakan dengan keras hingga membuat Frass yang sudah di dekat Tangga menuju ke lantai 2 mendengar nya dan berhenti.


Tentu saja Dara tak mau mengaku dan berusaha untuk menutipinya"Engga ko Dara abis kelilipan aja mana ada nangis...apa sih bibi.."


"Dara??.."


...----------------...


Tempat berpindah ke tempat Aiden yang sudah sampai ke Apartemen nya,Ia masuk ke dalam dan langsing merbahkan badannya di Sofa.Pikirannya terus memikirkan Dara yang tengah lari mengejar mobil tadi dan yang lergi meninggalkan nya dengan menaiki taksi tadi,Aiden mengusap perlahan wajahnay dan mengambil ponselnya.


"Dia belum balas pesan ku??..."


"Apa Dara belum sampai rumah ya...Ck...Kamu kenapa bodoh sekali Aiden...harusnya antarkan saja dia pulang dan jangan berkata apa pun sebelum dia pergi.."Ucap Aiden dengan menatap Layar ponselnya.


Aiden meletakkan ponselnya ke meja lalu di sampingnya dan menutup matanya,Namun tiba tiba Ada seseorang yang menjawab perkataannya tadi.


"Yang pergi siapa kak??...Pacar kakak lah??.."


Tanya seseorang itu sembari memakan semangkuk Es krim di meja makan.


"Iya...Tadi dia pergi ninggalin ka-??!!"Saat ia ingin menjawab pertanyaan.


"Eh bukan nya gw tinggal sendiri ya ko ada orang yang jawab omongan ku???..."


"!!!"


Aiden pun langsung membuka matanya dan langsung duduk melihat ke arah dapur,Aiden terkejut saat menemukan seseorang itu tengah makan dengan santai di meja makannya.


"Kamu ngapain disini Jia??"Ucap Aiden dengan terheran dengan menatapan ke arah pintu Apartemen.


"Main lah...Jia bosen di rumah...lagian kenapa kakak kaget gitu liat Jia.."Ucap Jia yang menjawab Auden dengan nada Santai memekan Es cream nya.


Aiden hanya geleng geleng keoala sembari memijat batang hidung nya yang melihat sang Adik yang ada di Apartemennya.


"Ohhh gitu...Eh tunggu.."


"Hah???Kamu kesini bareng siapa??...Terus ko tau Kalo Kakak punya Apartemen dan kamu dapet kunci masuk ke Apartemen ini dari mana??"Tanya Aiden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...