FIVE PROMISES

FIVE PROMISES
Series 85



Dari depan pintu itu dengan tegas ayu menunjuk Surya menyuruhnya pergi,Sedangkan surya yang melihat sikap ayu yang berbeda dari biasanya dirinya nampak tak bisa berkutik dan tertegun.


"Kenapa kamu hanya diam sekarang??Silahkan pergi "Suruh Ayu.


"Tahan Ayu...jangan menangis di depannya dia akan menganggap mu tak bisa melepaskannya nanti biarkan di pergi "Batin Ayu.


Ayu membuka matanya lebar lebih untuk menahan air matanya agar tak keluar di depan surya,Karna Surya yang tak ku jung pergi itu ayu dengan kesal dirinya menuntupin pintunya dengan suara keras.Sedangkan surya yang melihat sikap Ayu itu dirinya sangat syok,Lalu secara perlahan dirinya berbalik dari depan pintu rumah Ayu.


"Apa yang terjadi???"


"Kenapa tiba tiba sikap ayu berbeda sekarang dan lebih tegas...Tak seperti biasa bukannya jika aku bilang aku mencintai dan menyayangi nya dia akam luluh ya"


"Tidak tidak bisa seperti ini aku tidak terima...Aku harus bisa mendapatkan nya kembali bagaimana pun caranya dia mengusirku begutu saja tanpa mendengar kan apapun dari ku"Gumam Surya sembari dirinya peegi meninggalkan rumah Ayu itu.


Sedangkan tempat kembali di rumah Ayu,Ayu yang menutup pintunya itu dirinya menguncinya.Perlahan ayu menyandarkan punggung ke pintu dan perlahan dirinya pun jatuh terduduk dan memeluk ke dua kakinya itu.


"Kenapa semua terjadi padaku hiks"


"Kesalahn apa yang pernah ku buat sampai sampai semua orang meninggalkanku...pertama mama dan papa mereka pergi meninggalakkan ku dan mementingkan pekerjaan dan menitipkaku ke nenek..."


"Kedua nenek yang juga meninggalkan ku di rumah ini sendirian lalu yang sekarang kekasihku yang oaling ku sayangi itu dan yang oaling ku percaya di selingkuh san berzina di depanku dengan gadis lain.."


"Sebegutu engga berhaknya aku bahagia hiks...Aku lelah...aku capek...Hiks...Aku sendirian tolong...."Isak tangis Ayu yang semakin menjadi.


Sedangkan untuk Dara yang ada di kamar Ayu yang mendengar suara bantingan puntu yang keras,Dirinya itu langsung keluar dan melihat kondisi Ayu yang sedang menangis di belakang pintu itu.Dara pun yang melihatnya itu dirinya langsung berlari menuruni tangga,Lalu dirinya pun segera memeluk sahabatnya itu.


"Ayu kenapa udah jangan nangis...kamu engga pantes nangisin dia jangan sedih aku ada disini.."Ucap Ayu sembari ia memeluk dan mengusap air mata Ayu.


Ayu yamg berada di pelukan Dara itu dirinya langsung menangis keras meluapkan emosinya itu,Air mata yang deras jatuh terus ke pipinya itu dan membuatnya basah.Ayu begitu kencang memeluk Dara dengan diiringi tangisannya itu,Sedangkan Dara yang melihatnya juga perlahan dirinya juga perlahan dirinya juga ikut meneteskan air matanya itu.


"Udah jangan nangis..aku ada disini menemani mu"Ucap Dara.


"Engga...semua orang ninggalin aku...aku sendirian disini Ra aku ga tau harus ngapain sekarang"Jerit Ayu Sembari ia menangis.


"Kau salah...disini masih ada aku dan alez kamu engga sendirian oke masih ada mama papa kamu disini...jangan kamu merasa sendirian disini.."Jawab Dara.


"Tapi oada akhrinya mereka pergi Ninggalin aku Ra...sebegitu engga penting aku ya samoe satu per satu orang ninggalin aku dengan cara sakit kayak gini...Aku takut sendirian tetapi mereka malah ninggalin aku sendirian..Kalo kayak gini terus mending aku mati aja Ra aku engga bisa"Ucap Ayu sembari ia meluapkan emosi dalam tangisan itu.


"Sststs...sttt..Jamgan bicara seperti itu kamu engga boleh ngomong hal kayak gitu...kamu kuat ko dan aku yakin kamu bisa ngelaluin ini jangan menyerah ingat masih ada sahabtmu ini yang menemani kamu tahu jadi berhenti ngucapjn hal konyol itu "Hibur Dara.


Ayu yang mendengar kata kata itu semakin menangis di pelukan Dara itu,Bevitu juga Dara yang mencoba menguatkan Ayu yang menangis itu.


"Aku bisa nguatin seseorang tapi tidak diriku sendiri...tapi tak apa aku bisa memalaluinya"Batin Dara.


Di dalam rumah itu hanya ada suara jeritan tangis dari Ayu dan Dara yang sedikut terisak tetaoi masih menahan suaranya,Hingga beberpaa waktu berlalu Dara pun membawa Ayu ke sofa dan membaringkannya di sofa itu.


Tingtoong


Dari depan terdengar suara bel pintu yang menayala,Dara yang mendengar nya dirinya menatal Ayu lalu ia pun berjalan ke arah pintu dan membuka.


"Alez kamu baru datang...dari mana aja??"Tanya Dara.


Alez tak menjawab itu dan malah menatap Dara dengan mata sebabnya itu karna habis menangis.


"Matamu kenapa marah bengkak sepeti itu??Kamu ahbis masuk??"Tanya Alez.


Mendengar itu Dara pun memegang matanya yang sebab itu.


"Kamu masuk dulu nanti akan aku jelasin.."Suruh Dara.


Dara pun menyuruh Alez masuk ke dalam rumah,Sedangkan alez yang mendengar perintah Dara itu dirinya pun masuk ke dalam rumah Ayu di susul dengan Dara yang habis menutup pintu.Alez pun masuk dan melihat Ayu yang tengah tidur di sofa ruang tamu lalu ia menoleh ke arah jam dinding.


"Ayu tidur di jam segini??"


Dara pun perlahan menoleh ke arah Ayu,Lalu dirinya pun meraih tangan Alez dan menyeretnya ke masuk ke meja dapur rumah Ayu.


Alez yang di seret Dara ke dapur itu sedikit kebingungan dengna apa yang terjadi,Karna memang Dara hanya mencerutakan hanya sampai di mabuk saja dan tak tahu Surya datang ke rumah Ayu.


"Kenapa diem aja???Jawab dan kenapa kamu nyeret aku ke dapur ngomong aja disana kenapa??"Ucap Alez sembari ia melepaskna tangannya di gandeng oleh Dara itu.


"Kau tahu kan kenapa aku mengurh kesini tadi??"Tanya Dara.


"Karna Ayu mabuk kemarin kan "Jawab Alez.


"Ya kamu benar tapi apa kamu tau apa penyebab Ayu sampe mabuk begitu??Padahal dia bukan tipe orang yang pemabuk kan walau dia pernah jadi pemabuk dulu tapi untuk sekarang kamu tahu.."Ucap Dara.


"Ya aku tahu...tapi bisa engga kamu cerita sekarang??Aku kan engga tau apa apa"Ucap Alez.


" Semalam Ayu bilang kalo Surya selingkuh Lez"Beritahu Dara.


"AAPPAAHH?!!!!"Teriak Alez karna ia terkejut dengan apa yang di bilang Dara.


Mendengar Alez yang berteriak itu Dara langsung membungkap Alez,Lalu dirinya pun melihat ke arah ruang tamu dimana Ayu sedang berbaring itu.


"Jangan Teriak Ayu baru tidur abis nangis tadi.."Bisik Dara.


Alez yang mendengar hal itupun dirinya langsung menganggukkan kepalanya itu,Lalu Dara pun melepaskan tangannya yang menutup mulut Alez.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya???"Tanya Alez.


"Entahlah Ayu belum cerita apa apa ke aku...tapi Surya datang kesini buat nemuin Ayu"Jawab Dara.


"What dia masih punya muka sekarang buat ketemu sama Ayu bener bener tuh anak...lagian aku sama si surya udah engga arek dari dulu tapi ayu tetep kekeh aja.."Ucap Alez.


"Entahlah...aku hanya mendengar keributan dari lantai atas dan saat aku turun aku udah liat Ayu nangis di belakang pintu.."Ucap Dara.


Alez yang mendengar cerita san kodisi yang di alami sahabat nya itu dirinya menjadi sedikit cemas sekarang,Dirinya pun pergi dari dapur Dan menghampiri Ayu yang terngah tertidur itu.


"Mata kamu sampai benngkak begini...Apa yang sebenernya terjadi..kenapa semuanya jadi sampe kaya gini sih"Gumam alez.


"Sudahlah tak apa..mungkin emang takdirnya kayak gini sekarang kita bantuin ayu biar bisa lupain hal ini"Ucap Dara ke Ayu.


MendengarHal itu pun Alez sedikit menghela mafanya iti laku dirinya pun berdiri dan mengjampiri Dara yang ada di samping Sofa.


"Eh Ra...kamu tau engga Btw kita belum nyari bukti apa apa buat ngasih tau ke Ayu..tapi ai surga udah ketahuan dulu.."Ucap Alez.


"Hmmm...Iya juga sih kita belum ngelakuin apa apa malah udah ketahuan duluan ya...Engga perlu capek capek juga tapi aku kasihan sama Ayu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS...


...Terimasih ya udah baca ,Jangan lupa untuk dukung ya author bakal semangat kalau kalian suka...


...KOMENTAR jangan lupa lIKE,FAVORIT and VOTE...


...Muach...Muach...Muach Cium jauh ya...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...